• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORITIS

A. Pembelajaran Matematika

a. Belajar dan pembelajaran Matematika

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.1 Selain itu belajar juga didefinisikan sebagai suatu perubahan tingkahlaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya pada orang lain.2 Juga diartikan sebagai perubahan tingkahlaku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengar, meniru dan lain sebagainya.3

Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses tingkahlaku seseorang untuk membentuk pengetahuan baru atau perubahan melalui pengalaman seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

1 Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), h.2

2Made Pidarta, Landasan Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h.197

3 Sadirman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.21

Menurut Ngalim Purwanto ada beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian belajar, yaitu :

a. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkahlaku.

b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman.

c. Untuk dapat dikatakan belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap.

d. Tingkahlaku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis.4

Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan atau berlangsung dalam diri seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku, menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik pisik maupan psikis. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.

Secara etimologi, matematika merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. Hal ini bukan berarti ilmu lain diperoleh tidak melalui nalar, akan tetapi matematika menekankan aktifitas dalam dunia rasio (penalaran), sedangkan ilmu lain menekankan pada hasil observasi atau eksperimen di samping penalaran. Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris, karena matematika sebagai aktifitas

4 Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h.84

manusia kemudian pengalaman itu di proses dalam dunia rasio, diolah secara analisis dan sintesis dengan penalaran di dalam struktur kognitif, sehingga sampailah pada suatu kesimpulan berupa konsep-konsep matematika.

James dan James dalam Erman Suherman mengatakan bahwa :

”Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar,analisis dan geometri”.5

Berdasarkan kutipan di atas, bahwa dalam belajar matematika siswa di tuntut untuk menguasai konsep-konsep, struktur dan prinsip-prinsip agar dapat menerapkannya dan memecahkan berbagai masalah.

Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Djahiri dalam Kunandar dikatakn bahwa dalam proses pembelajaran prinsip utamanya adalah adanya proses keterlibatan seluruh atau sebagian besar potensi diri siswa(fisik atau nonfisik) dalam kebermaknaanya bagi diri dan kehidupannya saat ini dan dan dimasa yang akan datang (life skill).6 Jadi dengan proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan perkembangan potensi peserta didik secara optimal sehingga mampu menghadapi tantangan dan perubahan zaman.

Teori mengenai pembelajaran terdiri dari beberapa pandangan para ahli pendidikan. Menurut Fontana pembelajaran merupakan upaya penataan

5 Erman Suherman, Strategi Pembelpelajaran Matematika Kontemporer ,(Bandung: JICA 2001), hal. 16

6 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hal. 293

lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal7. Kemudian menurut konsep sosiologi, pembelajaran adalah rekayasa sosio-psikologis untuk memelihara kegiatan belajar tersebut sehingga tiap individu yang belajar akan belajar secara optimal dalam mencapai tingkat kedewasaan dan dapat hidup sebagai anggota masyarakat yang baik8. Sedangkan menurut konsep komunikasi pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. Guru berperan sebagai komunikator, siswa sebagai komunikasikan, dan materi yang dikomunikasikan berisi pesan berupa ilmu pengetahuan9. Sementara itu menurut Oemar Hamalik pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran10.

Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran menurut Oemar Hamalik, yaitu:

1. Rencana, ialah penataan ketenagaan, material, dan prosedur yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran dalam suatu recana khusus.

2. Kesalingtergantungan (interdependence) antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat

7 Erman suherman..., h. 8

8 Erman suherman..., h. 9

9 Erman Suherman..., h.9

10 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008) h. 57

esensial, dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran.

3. Tujuan, sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.11

Erman Suherman menjelaskan bahwa dalam pembelajaran matematika, para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi)12.Tujuan umum pembelajaran matematika pertama adalah memberikan penekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa. Dan tujuan kedua adalah memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lainnya13.

Dalam pembelajaran matematika, seorang guru semestinya tidak hanya sebatas mengajar pelajaran matematika sebagai penyajian materi-materi matematika belaka. Topik-topik dalam matematika sebaiknya tidak disajikan sebagai materi secara parsial, tetapi harus diintegrasikan antara satu topik dengan topik lainnya, bahkan dengan bidang lain. Matematika harus diperkenalkan dan disajikan kedalam kehidupan kita. Menyajikan matematika hanya sebagai kumpulan fakta-fakta saja tidak akan menumbuhkan kebermaknaan dan hakekat matematika sebagai queen of the scince dan sebagai pelayan ilmu lainnya.

11 Oemar Hamalik, … , h. 66

12 Erman Suherman , … ,h. 55

13 Erman Suherman , … , h. 56-57

b. Tujuan pembelajaran Matematika

Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan atau diinginkan dari belajar, sehingga memberikan arah kemana kegiatan belajar mengajar itu harus di bawa dan dilaksanakan. Tujuan utama pertama, pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dan menenggah adalah memberikan penekanan pada nalar dan pembentukan sikap siswa. Tujuan umum adalah memberikan penekanan pada keterampilan dalam penalaran matematika, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan yang lainnya. Adapun tujuan khusus pembelajaran matematika di jenjang pendidikan dasar dan menengah terbagi dua bagian besar, pertama tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar dan kedua tujuan pengajaran matematika di SMP. Sedangkan tujuan khusus pengajaran matematika di SMU secara tersendiri dimuat di dalam kurikulum pendidikan menengah.

Perlu diketahui, tujuan umum matematika di jenjang pendidikan dasar dan menengah merupakan tujuan yang paling umum. Sedangkan tujuan yang lebih khusus yang merupakan tujuan pembelajaran matematika di SD, SMP dan SMU. Semua tujuan tersebut bersifat dinamis dan cukup luwes sesuai dengan tuntutan yang mungkin muncul. Namun demikian secara umum setiap tujuan tersebut penjabarannya tetap mengacu pada materi matematika itu sendiri.

Jadi tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran matematika pada dasarnya merupakan sasaran yang ingin dicapai sebagai hasil dari proses

pembelajaran matematika tersebut. Karenanya sasaran tujuan pembelajaran matematika tersebut dianggap tercapai bila siswa telah memiliki sejumlah pengetahuan dan kemampuan di bidang matematika yang dipelajari.

Dokumen terkait