BAB II KAJIAN TEORI
A. Kerangka Teoritis
4. Pembelajaran Matematika
ketertarikan. Sehingga penggunaan warna yang tepat dalam media takalintar menjadi lebih menarik perhatian peserta didik dan juga jadi lebih menyenangkan.
24
Reys - dkk matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.27
Matematika juga merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu dalam penerapan-penerapan bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan matematika itu sendiri.
Penguasaan materi matematika oleh peserta didik menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Matematika bukanlah ilmu yang hanya untuk keperluan dirinya sendiri, tetapi ilmu yang bermanfaat untuk sebagian amat besar untuk ilmu-ilmu lain.28
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang membahas tentang bilangan, ruang, besaran, dan keluasan. Matematika sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari karena ilmu matematika dihasilkan dari penalaran manusia, bukan hasil dari penelitian atau eksperimen. Matematika bukan hanya
27 Nur Rahmah, “Hakikat Pendidikan Matematika”, Jurnal Al-Khwarizmi, Vol. 1, No. 2, 2013, h. 3.
28 Muhammad Daud Siagian, “Kemampuan Koneksi Matematika Dalam Pembelajaran Matematika” Journal of Mathematics Education and Science, Vol. 2, No. 1, 2016, h. 60.
mendukung perkembangan ilmu saja tetapi juga mendukung perkembangan teknologi.
b. Tujuan dan Karakteristik Pembelajaran Matematika Depdiknas (2006) menyatakan tujuan pembelajaran matematika diantaranya adalah agar peserta didik memiliki kemampuan:
1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
26
5) Rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.29
Kemudian kita juga perlu memperhatikan karakteristik pembelajaran matematika, menurut Suherman karakteristik pembelajaran matematika, yaitu:
1) Pembelajaran matematika berjenjang (bertahap). Materi pembelajaran diajarkan secara berjenjang atau bertahap, yaitu dari hal yang sederhana ke kompleks atau konsep mudah ke konsep yang lebih sukar.
2) Pembelajaran matematika mengikuti metoda spiral. Setiap mempelajari konsep baru perlu memperhatikan konsep atau bahan yang telah dipelajari sebelumnya. Bahan yang baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajari.
Pengulangan konsep dalam bahan ajar dengan cara memperluas dan memperdalam adalah perlu dalam pembelajaran matematika (Spiral melebar dan menaik).
3) Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif.
Matematik adalah deduktif, matematika tersusun secara deduktif aksiomatik. Namun demikian harus dapat dipilihkan pendekatan yang cocok dengan kondisi peserta didik. Dalam pembelajaran belum sepenuhnya
29 Ibid, h. 63.
menggunakan pendekatan deduktif tapi masih campur dengan deduktif.
4) Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi.
Kebenaran-kebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi, tidak bertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan yang lainnya. Suatu pernyataan dianggap benar bila didasarkan atas pernyataan-pernyataan yang terdahulu yang telah diterima kebenarannya.30
c. Manfaat Pembelajaran Matematika
Ada beberapa manfaat pembelajaran matematika, yaitu:
1) Menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat kehidupan sehari-hari.
2) Menumbuhkan kemampuan peserta didik yang dapat dialih gunakan melalui kegiatan matematika.
3) Mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut disekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).
4) Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif, dan disiplin31
30 Nasaruddin, “Karakteristik dan Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika di Sekolah”
Jurnal Al-Khwarizmi, Vol. 1, No. 2, 2013, h. 65.
31 Rosnani DKK, “Peningkatan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Matematika Menggunakan Alat Peraga Realita di Kelas 1 Sekolah Dasar”Dalam Jurnal UNTAN, h. 4.
28
B. Hasil Penelitian Yang Relevan
1. Penelitian yang dilakukan oleh Hasnah Nur Afifah dan Meita Fitrianawati yang berjudul Pengembangan Media PANLINTARMATIKA (Papan Perkalian Pintar Matematika) Materi Perkalian Untuk Siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan validasi dari ahli media mendapatkan skor 60 dengan kategori “sangat baik”, validasi ahli materi mendapatkan skor 42 dengan kategori “baik” dan ahli siswa mendapatkan skor 100 dengan kategori “sangat baik” dan guru mendapatkan skor 94 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji lapangan skala besar siswa mendapatkan skor 100 dengan kategori “sangat baik” dan guru mendapat mendapatkan skor 98 dengan skor “sangat baik”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran panlintarmatika layak dan dapat digunakan sebagai pembelajaran kelas 2 materi perkalian.32 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hasnah Nur Afifah dan Meita Fitrianawati terdapat persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada materi yaitu materi perkalian. Sedangkan perbedaannya terdapat pada media, media yang di teliti oleh Hasnah Nur Afifah dan Meita
32 Hasnah nur afifah, dkk, “Pengembangan Media PANLINTARMATIKA (Papan Perkalian Pintar Matematika) Materi Perkalian Untuk Siswa Sekolah Dasar” Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol. 2, No. 1, 2021.
Fitrianawati adalah PanLintarMatika, sedangkan media peneliti adalah media Takalintar.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Fatimah, Murtono, dan Su‟ad, yang berjudul Pengembangan Media Katela untuk Operasi Hitung Perkalian Pada Siswa 2 Sekolah Dasar. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif meliputi observasi pembelajaran dan validasi produk bahan ajar. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa kelas II dan guru kelas II di kecamatan Sulang. Kelayakan produk dilihat dari hasil validasi ahli media, ahli materi serta ahli video animasi. Dari proses validasi ahli media diperoleh hasil rata-rata 3,6 dengan prosentase 90% dan kategori sangat baik.
Validasi ahli materi memperoleh hasil 77% dengan rata-rata 3,09 dan kategori baik. Validasi ahli video animasi memperoleh hasil rata-rata 3,6 dengan prosentase 90% dan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil validasi maka media katela untuk operasi hitung perkalian dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.33 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Fatimah, Murtono, dan Su‟ad terdapat persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada materi yang digunakan yaitu
33 Dewi Fatimah, dkk, “Pengembangan Media Katela untuk Operasi Hitung Perkalian Pada Siswa 2 Sekolah Dasar” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Vol. 4, No. 2, 2020.
30
sama-sama materi perkalian. Sedangkan perbedaannya terletak pada medianya yang mana penelitian yang dilakukan oleh Dewi Fatimah, Murtono, dan Su‟ad yaitu pengembangan media Katela, sedangkan peneliti ini menggunakan media Takalintar.
3. Penelitian yang dilakukan Aniza Ana Rif‟atul Mahmudah yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Multiplication Stick Board Pada Materi Operasi Hitung Perkalian Untuk Siswa Kelas III SD Annur Tumpang Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil rata-rata be;ajar siswa kelas III yang menggunakan media Multiplication Stick Board adalah 93,4. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan kelas yang tidak menggunakan media Multiplication Stick Board yang memeperoleh hasil belajar dengan rata-rata 59.34 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aniza Ana Rif‟atul Mahmudah terdapat persamaan penelitian dengan yang dilakukan peneliti yaitu terletak pada materi yang diajarkan yaitu perkalian.
sedangkan perbedaannya yang mana penelitian yang dilakukan oleh Aniza Ana Rif‟atul Mahmudah adalah pengembangan media Multiplication Stick Board sedangkan penelitian ini menggunakan media Takalintar.
34 Aniza Ana Rif‟atul Mahmudah, skripsi: Pengembangan Media Pembelajaran Multiplication Stick Board Pada Materi Operasi Hitung Perkalian Untuk Siswa Kelas III SD Annur Tumpang Malang, (Malang, UIN UMM, 2018).
C. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir digambarkan melalui bagan sebagai berikut:
Hasil Wawancara dan Observasi
Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar kurang variatif
mengembangkan media pembelajaran yang menarik
Membuat desain Takalintar sebagai media pembelajaran yang materinya di sampaikan melalui permainan
Validasi takalintar oleh ahli materi dan ahli desain
Takalintar valid digunakan sebagai media pembelajaran, dapat memebantu peserta didik dalam memahami perkalian