• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Mind Mapping a.Defenisi Mind Mappinga.Defenisi Mind Mapping

Mind Mapping diperpulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970an. Aslinya diciptakan oleh Gelb.Maichel Gelb dalam Buzan (2007:179-181).Mind Mapping dapat diartikan sistem revosioner dalam peranjaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah jutaan hidup orang diseluruh dunia. Pembuatan Mind Mipping didasarkan pada cara kerja ilmiah otak dan mampu menyalakan percikan-percikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.

b. Kiat – kiat untuk membuat peta pikiran

1. Di tengah kertas, buatlah lingkaran dari gagasan utamanya.

2. Tamabahkan sebuah cabang dari pusatnya untuk tiap-tiap poin kunci gunakan pulpen warna-warni.

3. Tulisalah kata kunci/frase pada tiap-tiap cabang, kembangkan untuk menambahkan detail-detail

4. Tamabahkan syimbol dan ilustrasi 5. Gunakan huruf-huruf KAPITAL

6. Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf yang lebih 7. hidupkanlah peta pikiran anda

8. Garis bawahikata – kata itu dan gunakan huruf – huruf tebal 9. Bersikaplah kreatif dan berani

10.Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukkan poin-poin atau gagasan-gagasan

11.Buatlah peta pikiran secara horizontal

Menurut Bobbi porter dan Henarcki (2008:152-159) Mind Mipping juga dapat disebut peta pikiran.Mind Mipping juga merupakan mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman.Mind Mipping menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik dalam satu pola dari ide-ide yang berkaitan.Peta pikiran pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainya untuk membentuk kesan pada otak.

Mind Map (peta pikiran) yakni membuat materi/bahan pelajaran menjadi suatu peta pikiran (memetakan pikiran kita).Mind Mapingg merupakan suatu pendekatan yang lebih efektif, membantu otak untuk berfikir secara teratur, memasukan informasi dalam otak dan mengambil informasi kedalam otak, ini merupakan cara yang paling kreatif dan inofatif dalam membuat catatan.

Manfaat dari Metode Mind Mapping adalah sebagai berikut: a. Mempercepat pembelajaran, kerana mampu memahami konsep yang

sama dengan kerja otak ketika menerima pelajaran.

b. Melihat keneksi antar yang satu dengan yang lain yang memiliki keterkaitan

c. Membantu brainstorming, mengesah kemampuan otak untuk berkerja

d. Membantu serta gagasanyang mengalir karenatidak selalu ide dan gagasan dapat mudah direkam

e. Melihat gagasan secara secara luas dan besar, sehingga membantu otak bekerja secara maksimal dan berpikir besar terhadap suatu gagasan.

f. Menyederhanakan stuktur ide gagasan tersebut.

g. Memudahkan untuk mengingat ide dan gagasan tersebut. h. Meningkat daya kreatifitas dan inovatif

Dengan digunakannya Mind Mapping maka akan terjadi keseimbangan kerja kedua belahan otak. Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan Tahun 1970-an. Teknik ini dikenal juga dengan dengan nama Radiant Thinking. Sebuah Mind Map memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut.

Mind Mapping sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendem yang memiliki dan membuat asosiasi dianatara ide

tersebut. Mind Mapping juga berguna untuk mengorganisasikan infomasi yang dimiliki.Mind Mapping merupakan cara untuk menepatkan informasi kedalam otak dan mengambilkan kembali keluar otak.

Bentuk Mind Mapping seperti peta sebuah jalan dikota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok maslah dalam satu area yang sanagat luas.Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pikiran. Metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman.Mind mapping menggunakan pengingat – pengingat Visual dan sensori dalam suatu pola dan ide – ide yang berkaitan.Mind Mapping pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainya into membentuk kesan pada otak. b. Langkah – Langkah pembelajaran Mind Mapping dengan metode

Quantum Learning sebagai berikut:

Menurut Bobbi deporter dan Henarcki (2008:15-159) Pelajaran yang memadukan anatara berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan lingkungan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang. Lingkungan belajar yang menyenangkan serta munculnya emosi serta sebagai keteribatan otak dapat menciptakan sebuah interaksi yang baik dalam proses belajar yang akhirnya dapat menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri sesseorang sehingga secara langsung dapat mempengaruhi proses belajar.

1) Tahap Orientasi;Guru memusatkan perhatian peserta didik dengan menyebutkan beberapa fenomena yang ada dikehidupan nyata yang terkait dengan materi yang akan dipelajari. Peserta didik mengaitkan fenomena yang disebutkan oleh guru dengan materi yang akan dipelajari.

1. Penelitian yang dilakukan oleh Venty Indriatna, Universitas Pendidikan Genesha Tahun 2012. Penelitian ini dilakukan terhadap peserta didik SMP Negeri 3 Singaraja kelas VII J, dengan menggunakan materi Tik. Penelitian yang dilakukan masih menggunakan Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning diberikan pada kelas eksprimen sedangkan kelas control haya pelajaran biasa. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan. Penerapan Mind Mapping dalam metode Quantum Leraning dapat meningkatkan hasil belajar kelas VII J SMP Negeri 3 Singaraja Tahun ajaran 2012/2013.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Yustina, Rosmaini S dan Yessi Wulandari Universitas Riu Tahun 2009. Penelitian ini dilakukan terhadap peserta didik SMA Nurul Farah kelas XI IPA Pekanbaru tahun ajaran 2009/2010, dengan menggunakan Materi Biologi. Penelitian yang dilakukan masih penerapan Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning iberikan pada kelas ekprimen sedangkan kelas kontrolnya diberi pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil penelitian, Maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut pelakasanaan pembelajaran Teknik Mind Mapping dalam Strategi Quantum Learning dapat meningkatkan motifasi dan hasil belajar biologi Peserta didik kelas IPA SMA Nurul Falah pekanbaru pekanbaru Tahun Ajaran 2009/2010.

Penulis melakukan penelitian ini masih menggunakan penerapan pembelajaran mid mapping dalam Metode Quantum Learning terhadap pemahaman konsep. Perlakuan yang diberikan masih sama pada penelitian

sebelumnya yang menggunakan kelas eksperimen dan kelas control. Perbedaan penelitaian ini dengan sebelumya yaitu pada penelitian sebelumnya hanya untuk meningkatakan motifasi, dan hasil belajar, sementara peneliti pemahaman konsep.Kemudian terletak perbedaannya lingkungan sekolah.

Penelitaian sebelumnya dilaksankan pada SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2012/2013 kelas VII, SMA Nurul pekaranbaru tahun ajaran 2009/2010, Sedangkan penulis ingin melakukan penelitian SMP Negeri 1 Sungai Beremas kelas VIII semester dua. Dengan demikaian keadaan fisik dan psokologis peserta didik tentunya juga berbeda. perbedaan juga terdapat dari penilian, penilain yang diberikan tidak hanya pada aspek kognnitif tetapi juga aspek efektif.

C.Kerangka Berfikir

Konsep fisika merupakan suatu konsep memerlukan penalaran dan proses mental yang kuat pada diri seorang peserta didik. Proses mental peserta didik dalam mempelajari fisika merupakan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan atau skema kognitif peserta didik yang tersusun dari atribut-atribut dalam bentuk keterampilan dan nilai untuk mempelajari fenomena-fenomena alam.

Pembelajaran fisika masih rendahnya partisipasi peserta didik dalam aktifitas pembelajaran di kelas, diakibatkan oleh peserta didik kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan gagasan sendiri dan kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat pada orang lain. Hal ini

menyempitkan pola pikir peserta didik tentang suatu konsep yang dipelajarinya.Komunikasi multi-arah baik antar peserta didik dengan peserta didik maupun guru dengan peserta didik menjadi terhambat, dengan sendirinya pula hasil belajar peserta didik belum mencapai hasil yang maksimal.

Untuk mengetahui apakah proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan mampu meningkatkan belajar peserta didik maka dilakukan penilaian hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Melaluipenerapan Mind Mapping dalam Metode Quantum Leraning terhadap pemahaman konsep fisika diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka konseptual berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Pembelajaran pada kelas konterol Menggunakan pembelajaran konvensiol Pembelajaran pada kelas eksperimen Menggunakan Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning Proses pembelajaran Guru Tes akhir Tes akhir Peserta didik Tujuan Pembalajaran Pemahaman Konsep Pemahaman Konsep Hasil Belajar

Dokumen terkait