BAB II LANDASAN TEORI
3. Pembelajaran Model PAIKEM
a. Pengertian PAIKEM
PAIKEM (Pembelajaran Akktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) merupakan salah satu model pembelajaran yang baru dikembangkan di Indonesia pada saat ini. PAIKEM pada awalnya berasal dari model pembelajaran PAKEM. Selanjutnya melalui pengkajian oleh para ahli ilmu pengetahuan dijadikan atau dirubah dengan nama PAIKEM. PAIKEM lahir dari pengkajian pembelajaran aktif, dimana pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented). Dasim Budimansyah dkk., (2009: 7) menyatakan:
Pembelajaran aktif (active learning) merupakan salah satu model pembelajaran aktif yang dinilai memang dapat:
1) Menciptakan ketertarikan bagi siswa (creating exicitement in the classroom).
2) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berfikir dan bekerja (getting students to think and work).
Dari model pembelajaran PAKEM inilah dilakukan pengkajian lebih dalam lagi hingga dirubah atau ditambah menjadi model pembelajaran PAIKEM. PAIKEM memiliki kepanjangan yaitu: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. (htt://tarmizi.wordpress.com/2010/14/05). Model pembelajaran PAIKEM merupakan salah satu usaha mendorong terus ditingkatkannya pelaksanaan pembelajaran di lapangan yang benar-benar
commit to user
xlii
berorientasi kepada siswa sebagai subjek belajar dan efektif hasilnya. Maksud dari masing-masing kata tersebut menurut Madyo Ekosusilo (2007: 2) yaitu:
1) Aktif yaitu guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, mengemukakan pendapat/gagasan.
2) Inovatif yaitu guru harus menciptakan kondisi belajar dan kegiatan pembelajaran yang baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan pendidikan.
3) Kreatif yaitu guru menciptakan kegiatan belajar mengajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.
4) Efektif yaitu pembelajaran harus dapat mencapai tujuan/kompetensi yang ditetapkan.
5) Menyenangkan yaitu guru harus mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada apa yang sedang dipelajari.
Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa dituntut untuk mandiri dan aktif dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan guru bertugas sebagai monitoring dan fasilitator. Setiap kegiatan yang dilakukan siswa selalu dipantau oleh guru, dan setiap kesulitan yang dihadapi siswa guru memberi solusi atau jalan keluarnya. Lebih lanjut Madyo Ekosusilo (2007: 3) menyatakan:
1) PAIKEM dari segi guru yaitu: (1) Aktif:
(a) Memantau kegiatan belajar siswa. (b) Memberi umpan balik.
(c) Mengajukan pertanyaan yang menantang. (d) Mempertanyakan gagasan siswa
(2) Inovatif:
(a) Menciptakan hal-hal yang baru dalam pembelajaran yang baru. (3) Kreatif:
(a) Mengembangkan kegiatan yang beragam. (b) Membuat alat bantu belajar sederhana. (4) Efektif:
(a) Mencapai tujuan pembelajaran. (5) Menyenangkan:
(a) Tidak membuat anak: (b) Takut salah
(c) Takut ditertawakan (d) Takut dianggap sepele
commit to user
xliii 2) PAIKEM dari siswa:
(1) Aktif: (a) Bertanya
(b) Mengemukakan pendapat
(c) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. (2) Inovatif:
(a) Berusaha menemukan hal-hal yang baru. (3) Kreatif:
(a) Merancang/membuat sesuatu. (b) Menulis/mengarang.
(4) Efektif:
(a) Menguasai keterampilan yang diperlukan. (5) Menyenangkan:
(a) Membuat anak berani: (b) Mencoba/berbuat (c) Bertanya
(d) Mengemukakan pendapat/gagasan (e) Mempertanyakan gagasan orang lain.
Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan, PAIKEM dilihat dari guru dan siswa merupakan hubungan timbal balik. Guru berusaha merancang dan mengorganisasi pembelajaran sebaik mungkin, sedangkan siswa harus aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dengan kata lain, antara guru dan siswa terjalin koordinasi pembelajaran yang interaktif dan setiap kegiatan yang dilakukan siswa selalu dipantau oleh guru.
b. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Munculnya model pembelajaran PAIKEM melalui proses dan pengkajian dari para ahli yang cukup lama. Dasim Budimansyah dkk., (2009: 72) menyatakan:
PAIKEM berasal dari akronim PAKEM. Sementara PAIKEM adalah PAKEM yang ditambah dengan satu ciri pengembangan dari pembelajaran kreatif, yakni pembelajaran inovatif. Dari program MBE (Managing Basic Education) selalu mengkaitkan antara PAKEM dengan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) dan PSM (Peran Serta Masyarakat). Ketiganya dipandang sebagai tiga unsur dalam satu kesatuan (three in one) program MBE.
Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, dalam kegiatan pembelajaran ada tiga unsur yang saling mempengaruhi dan saling mendukung.
commit to user
xliv
Dapat dikatakan, tidak ada PAIKEM dalam pembelajaran tanpa diawali dengan manajemen yang berbasis sekolah (MBS) dan tidak akan ada MBS tanpa didukung oleh peran serta secara aktif orang tua dan masyarakat (PSM).
Munculnya PAIKEM sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penerapan PAIKEM dalam proses pembelajaran secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:
1) Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2) Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa.
3) Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan pojok baca.
4) Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan inetraktif, termasuk cara belajar kelompok.
5) Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. (http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11pembelajaran-aktif-novatif- kreatif-efektif-dan menyenangkan).
Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, PAIKEM menuntut siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Guru berperan mengkondisikan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Kerjasama antara siswa dan guru sangat dibutuhkan dalam PAIKEM. Dengan kerjasama yang baik antara guru dan siswa, maka pembelajaran akan berjalan efektif, siswa lebih kreatif dan lebih senang mengikuti pembelajaran.
c. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam PAIKEM
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan (PAIKEM) merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Menurut Madyo Ekosusilo (2007: 4) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam PAIKEM yaitu:
commit to user
xlv
Anak memiliki sifat ingin tahu dan berimajinasi-modal dasar perkembangannya sikap kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus diolah guru sehingga subur untuk perkembangannya kedua sifat tersebut.
2) Mengenal anak secara perorangan:
Anak berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Perbedaan individu harus diperhatikan dan tercermin dalam pembelajaran.
3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar:
Sebagai makhluk sosial suka berkelompok, tugas kelompok, bertukar pikiran dan berinteraksi.
4) Mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif dan kemampuan: Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah, maka perlu kemampuan berfikir kritis dan kreatif, sehingga melahirkan alternatif pemecahan masalah. Tugas guru mengembangkan dengan cara memberi tugas atau mengajukan pertanyaan secara terbuka.
5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik: Hasil pekerjaan siswa perlu dipajang secara rapi untuk memberi motivasi bekerja lebih baik lagi. Pajangan dapat menimbulkan inspirasi bagi siswa lainnya dan dapat sebagai rujukan bagi guru.
6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar:
Lingkungan (fisik, sosial, budaya) sebagai bahan ajar dan sumber belajar perlu dimanfaatkan oleh guru, sehingga anak menjadi lebih lebih senang, dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati, mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, membuat gambar dan lain sebagainya.
7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan:
Umpan balik merupakan bentuk interaksi guru-siswa, hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan dan perlu diberikan secara santun untuk menanamkan rasa percaya diri siswa. Guru harus konsisten memberikan hasil pekerjaan siswa.
8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental:
Aktif mental harus diutamakan sehingga menimbulkan keberanian bagi siswa. Guru harus mampu menghilangkan penyebab rasa takut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) yaitu: memahami sifat anak, mengenal secara peroarangan, memanfaatkan perilaku anak, mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, memberikan umpan balik dan membedakan antara aktif fisik dan aktif mental. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka memberi peluang yang besar pembelajaran akan berhasil. ciri-ciri keberhasilan PAIKEM menurut Madyo
commit to user
xlvi
Ekosusilo (2007: 5) yaitu: “Berfikir kritis, kreatif, produktif, belajar mandiri,
bertanggungjawab, bias bekerjasama, mencari dan memanfaatkan informasi,
memecahkan masalah dan siap menghadapi perubahan”.
4. Sertifikasi Guru