1. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pendidikan agama merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata
“Pendidikan” dan “agama”. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, pendidikan sacara etimologi berasal dari kata didik, dengan diberi awalan
“pe” dan akhiran “an”, yang berarti “proses pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.”
Sedangkan arti mendidik itu sendiri adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan tarbiyah, dengan kata kerja rabba-yurabbi-tarbiyatan yang berarti “mengasuh, mendidik dan memelihara” (Shaleh,2006:3). Adapun pendidikan secara etimologi, menurut Ki Hajar Dewantara mengatakan menuntut segala kekauatan kodrat yanga ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya”. Kemudian D. Marimba mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama (Nata, 2001:4).
Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam menurut Prof. H. M.
Arifin mengatakan bahwa pendididkan agama Islam adalah “usaha orang dewasa Muslim yang bertakwa serta mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik maksimal perubahan dan perkembangan (M.Arifin, 1996:10).
Jadi pendidikan Agama Islam di sekolah dapat dipahamai sebagai suatu program pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui proses pembelajaran, baik di kelas maupun diluar kelas yang dikelas dalam bentuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam di singkat PAI. Dalam kurikulum nasional, mata pelajaran PAI merupakan mata pelajaran wajid disekolah umum dari mulai TK sampai perguruan tinggi. Kurikulum PAI
disusun dan dirancang yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi perjenjang pendidikan (Remiswal & Rezkia, 2013:8).
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diketahui bahwa pembelajaran PAI merupakan suatu mata pembelajaran dengan tujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memliki jiwa keagamaan serta taat menjalankan perintah agamanya.
2. Karakteristik Mata Pelajaran (PAI) dan Budi Pekerti
Adapun karakteristik mata pelajaran mata pelajaran (PAI) dan budi pekerti adalah:
a. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari materi pokok pendidikan agama Islam (Al-Qur’an dan hadis, Aqidah, Akhlak, Fiqih dan sejarah peradapan Islam) b. Ditinjau dari segi mauatan pendidikannya, PAI dan Budi Pekerti
merupan mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipishkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk pengembangkan moral dan kepribadian peserta didik
c. Diberikannya mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti bertujan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Berbudi pekerti yang luhur (berakhlak yang mulia), dan memiliki penegetahuan yang cukup tentang Isam, sehingga dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu tanpa harus terbawa pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut.
d. PAI dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang tidak hanya mengatarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian Ke Islaman, tetapi PAI lebih menekan kan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian ke Islaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi yang lebih penting adalah pada aspek afektif dan psikomotornya.
e. Secara umum mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ada pada dua sumber ajaran Islam, yaitu Al-qur’an hadis Nabi Muhammad Saw. Tujuan akhir PAI dan budi pekerti adalah terbentuknya peserta didik yang memilki akhlak yang mulia (Syam, 2004:22)
3. Prinsip-Prinsip Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Tujuan pendidikana Agam Islam mempunyai beberapa prinsip tertentu guna mengatar tercapainya tujuan pendidikan. Prinsip itu adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan Universal
Prinsip yang memandang keseluruhan aspek agama, manusia, masyarakat dan tatanan kehidupannya, serta adanya wujud jasad raga dan hidup. Prinsip ini menimbulkan formulasi tujuan pendidikan dengan membuka, mengembangkan dan mendidik segala aspek pribadi manusia.
b. Prinsip keseimbangan dan kesedarhanaan
Prinsip ini adalah keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pada pribadi, berbagai kebutuhan individu dan komunitas
c. Prinsip kejelasan
Prinsip yang ada di dalamnya terdapat ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusai sehingga teruwujud tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan
d. Prinsip yang tak bertentangan
Prinsip yang ada di dalamnya terdapat ajaran dan hokum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusai sehingga teruwujud tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan
e. Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan
Prinsip yang mengatakan tidak ada khayalan dalam kandungan program pendidikan dan dapat di laksanakan Prinsip perubahan yang diinginkan
f. Prinsip menjaga perbedaan individu
Prinsip dinamis dan menerima perubahan (Mujib&Mudzakir, 2006:6-7).
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa dalam prinsip pembelajaran PAI harus mempunyai landasan agar tujuan pendidikan dari pengajaran pendidikan Agama Islam itu sendiri tercapai.
4. Fungsi Mata Pelajalaran PAI dan Budi Pekerti
Fungsi pendidikan Islam adalah menciptakan peluang agar produk pendidikan Islam dapat menciptakan umat yang memilki kemampuan untuk menjalani hidup di dunia sehingga menjadi bekal dan siap menghadapi kehidupan. Sedangkan tujuan pembelajaran PAI di sekolah pada dasarnya adalah untuk penyandaran, pemahaman, pemaknaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu menjalankan hablum minallah, hablim minnnas secara mandiri, berkembang maju, optimal dan bertanggung jawab (Resmiwal &Rezki,2013:8-9).
Jadi, dari uraian diatas dapat dipahami bahwa fungsi dan kegunaan dari mata pelajaran PAI dan budi pekerti sebagai upaya membentuk peserta didik agar menjadi hamba Allah Swt yang bertakwa. Dengan melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti siswa dapat menjalankan perintah-perintah Allah dan meinggalkan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.
5. Tujuan Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Tujuan pendidikan Islam merupakan gambaran nilai-nilai yang phendak diwujudkan dalam pribadi manusia yang dilakukan oleh pendidik muslim melalui proses pendidikan Islam, agar siswa dapat berkepribadian Islami yang beriman, bertakwa dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangkan dirinya menjadi hamba Allah Swt yang taat. Tujuan pendidikan Islam merupakan bagian dari tujuan Islam itu sendiri yang
dapat dijadikan tujuan hidup umat Islam. Adapun tujuan umat Islam adalah mengabdi kepada Allah Swt dengan mengahapakan keridhaan-Nya.
Tujuan ini berpedoman kepada firman Allah dalam Q.S Al-Bayyinah ayat : 5
Artinya: “Padahal mereka tidak disuruj kecuali supaya menyembah Allah memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan solat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Q.S Al-Bayyinah:5)
Berdasarka ayat diatas diketahui bahwa tujuan dari penciptaan manusia oleh Allah adalah untuk mengabdi kepada-Nya, maka dapat dikatakan apapun yang dilakukan oleh manusia adalah dalam rangka melakukan pengabdian. Karenanya segala aspek yang meliputi kehidupan manusia untuk meningkatkan pengabdian kepada Allah. Jadi program pengajaran pendidikan agama Islam di sekolah bukan hanya menciptakan manusai yang memanfaatkan akal dan fikirannya, tetapi juga dengan kecerdasan yang dimilikinya tersebut semangkin memungkinkan melakukan pengabdian secara utuh dan menyeluruh (Nasution & Siahaan, 2009: 78).
Oleh karena itu, tujuan pendidikan agama Islam adalah bagaimana seorang pendidik bisa membimbing, menanamkan keimanan dan akhlak yang baik kepada peserta didiknya agar terbentuknya kepribadian yang diredhai oleh Allah Swt.
6. Ruang Lingkup Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Ruang lingkup mata pelajaran pendidikan agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara lain:
a. Hubungan manusia dengan Allah Swt b. Hubungan manusia dengan sesame manusia c. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
d. Hubungan manusia dengan makluk lain dan hubungan manusia dengan lingkungannya
Adapun ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama kelas IX semester 1 terfokus pada aspek:
a. Aspek Al-Qur’an terdiri atas: menerapkan hukum bacaan qalqalah dan ra’
b. Aspek akidah yang terdiri atas: meningkatkan keimanan kepada kitab-kitab Allah
c. Aspek akhlak yang terdiri dari: membiasakan perilaku terpuji dan menghindari perilaku tercela.
d. Aspek fiqih yang terdiri dari: membiaskan beribadah dengan baik sesuai dengan syariat Islam
e. Aspek Tarikh yang terdiri dari : meneladani sifat, sikap dan kepribadian Rasullulah, sahabat, dan tabi’in (Shaleh, 2006:9)
7. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti
Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pemebelajaran. Komponen tersebut adalah:
a. Kondisi pembelajaran
Kondisi pembelajaran adalah semua faktor yang mempengaruhi penggunaan metode pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran. Adapun faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran adalah:
b. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada hakikatnya mengacu pada hasil pembelajaran yang diharapkan. Tujuan umum pembelajaran mengacu pada hasil keseluruhan isi bidang studi yang diharapkan. Sedangkan tujuan khusus mengacu pada konstuk tertentu (misalnya fakta, konsep, prosedur dari suatu bidang studi PAI berupa konsep, dalil, kaidah, dan keimanan yang menjadi landasan dalam mendeskripsikan strategi pembelajaran.
c. Karekteristik bidang studi
Bahan pengajaran merupakan bagian yang penting dalam proses belajar mengajar dan menempati kedudukan yang menentukan keberhasilan belajar mengajar yang berkaiatan dengan ketercapaian pengajaran. Penetuan bahan pengajaran harus didasarkan pada pencapaian tujuan baik dari segi isi, tingkat kesulitan maupun organisasi sehingga mampu mengantarkan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran.
d. Karakteristik peserta didik
Karekteristik peserta didik merupakan aspek kualitas perseorangan peserta didik, dapat juga dikatakan keseluruhan kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Kareakteristik kemampuan awal peserta didik dapat dijadikan dasar pemilihan strategi pembelajaran.
e. Kendala pembelajaran
Kendala pembelajaran merupakan sumber belajar yang ada, keterbatasan alokasi waktu dan keterbatasan dana yang tersedia.
Kendala ini akan mempengaruhi pemilihan strategi penyampaian dan penghambat dari tujuan yang telah ditetapkan.
f. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran meupakan cara yang digunakan dalam penyampaian materi pada saat pembelajaran
g. Hasil pembelajaran
Hasil pembelajaran PAI adalah semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode dibawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Dengan metode yang digunakan dalam setiap pembelajaran diharapkan dapat membawa keberhasilan. Hasil pembelajaran akan dievaluasi untuk memberikan informasi mengenai tingkat pencapaian keberhasilan belajar siswa. Indikator dari keberhasilan pembelajaran dapat dilihat pada keefektifan, efesiensi
pembelajaran dan daya tarik siswa untuk berkeinginan terus belajar.
(Mukhtar, 2004:30-33)
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran PAI dan Budi pekerti yaitu:
kondisi belajar, metode pembelajaran, dan hasil pembelajaran. Tiga faktor tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam mengajarkan pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, karena faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.
8. Standar isi mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di SMP N 4 Kinali kelas IX SMPN 4 Kinali
Tabel 2: Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi Mata Pelajaran Agama Islam Dan Budi Pekerti IX Semeseter Ganjil SMPN 4 Kinali
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Memahami Q.S. Ali
Imron/3:77, Q.S. al-Ahzab /33:70serta hadis terkait tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
3.3.1 Menjelaskan pengertian jujur dengan benar.
3.3.2 Menyebutkan dalil naqli tentang jujur dengan benar
3.5 Memahami Q.S. al-Baqarah/2:83 dan hadis terkait tentang perilaku santun, dan rasa malu.
3.5.1 Menjelaskan pengertian santun dengan benar.
3.5.2 Menyebutkan dalil naqli tentang santun dengan benar.
3.5.3 Menjelaskan pengertian malu dengan benar.
3.5.4 Menyebutkan dalil naqli tentang malu dengan benar
1.3 Menyajikan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ali Imran/3:77, Q.S. al-Ahzabb/33:70dan hadis terkait.
1.3.1 Menjelaskan contoh jujur 1.3.2 Menjelaskan hikmah perilaku
jujur
4.5 Menyajikan contoh perilaku tata krama, sopan-santun, dan rasa malu sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S.
al-Baqarah/2:83dan hadis terkait.
4.5.1 Menjelaskan contoh perilaku santun 4.5.2 Menjelaskan hikmah perilaku santu 4.5.3 Menjelaskan contoh perilaku malu 4.54Menjelaskan hikmah perikalaku malu
9. Materi yang Terkait dengan Penelitian
Dari KI dan Indikator Pencapaian Kompetensi di atas penerapan metode Information Search pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX di SMP N 4 Kinali kecamatan Pasaman Barat yang diterapkan pada materi tentang “mengasah pribadi yang unggul dengan jujur, santun, dan malu”
sebagaimana yang telah terdapat dalam tabel diatas.