• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Pembelajaran Seni Musik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.3 Deskripsi Pembelajaran Seni Musik

Lebih lanjut, peneliti juga menanyakan tentang perbedaan antara PKG dengan supervisi, beliau mengungkapkan bahwa:

“… PKG dilaksanakan dengan penilaian terhadap penguasaan kompetensi yang wajib bagi seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Sedangkan supervisi, lebih banyak kepada penilaian kompetensi pedagogik”.

4.1.3 Deskripsi Pembelajaran Seni Musik

Seorang guru seni musik harus mengajarkan seni musik tidak sebatas pada pendidikan musik saja, tetapi juga penerapannya atau manfaat dari pendidikan tersebut pada kehidupan nyata. Guru seni musik diharuskan mampu menjelaskan materi sekaligus mempraktekannya. Oleh sebab itu, sebagai guru seni musik dibutuhkan pribadi yang benar-benar mampu, karena mungkin saja guru tersebut adalah satu-satunya guru seni musik yang dijumpai oleh siswa maupun orang tua siswa disekolah. Guru seni musk harus memiliki dua kualifikasi sekaligus yang berkaitan dengan kemampuan teknis, dalam arti mampu menguasai alat musik itu sendiri dan mendemonstrasikannya, serta pemahaman lebih mengenai seni musik dan estetika. Dua kualifikasi tersebut adalah: (1) minimal memiliki lebih dari satu kemampuan memainkan alat musik, menyanyi dan sebagainya. Kemampuan itu tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, tapi membutuhkan kerja keras untuk memiliki teknik tersebut. Selain itu juga dibutuhkan media untuk menyampaikan kepada pserta didik agar pengajaran seni tersebut lebih menarik dan menyenangkan; (2) mampu memahami tentang kondisi peserta didik yang memiliki hobi/kegemaran, pemahaman, kemampuan berbeda. Beberapa dari mereka ada yang memiliki problem individu, kekurangan fisik, dan permasalahan

keluarga.

Selain itu a s sensitif ter eh sebab itu praktek, ser ya tujuan pe madai, sepe ing demi ter mbelajaran dalam pros Pekanbaru dik serta ob kukan oleh g

Gambar 4

da juga perm rhadap sisw

guru seni bu

4.11: Prakte (D

rmasalahan wa dan kebu jaran seni m unakan berb n. Disampin anya alat-ala

ujuan pembe k seperti ya ajaran yang

kan hasil w ng dilakuka ng itu, tersed

at musik ya elajaran sen

nkan Alat M asi Tahun 2

ul selama pro gar mencap oleh guru se

peneliti de jaran seni m

Musik Kom na dan pras hkan merup u sendiri.

but diatas, s eni budaya

engan guru musik yang

mpang

 

an peserta d ktif untuk s dan harus kan hal ters profesional, seorang dik am bidang an. Sesuai endidikan N n jabatan p erkembanga riasi, maka

Guru haru mengaplik butuhkan d men dan mot ofesional da tidak ada c us menguas kasikannya dua aspek u tivasi (Santr alam suatu nakan keahl dang Nomo

bahwa, jab s dikemban tahuan dan

naan Media atan guru s ngkan terus

teknologi,

a Internet

latar bela l untuk men m perspekti fleksibel. U

pengetahuan 7).

abila ia ahli tuk mendap

masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional. Demikian halnya guru seni budaya, entah itu guru seni tari,  musik, rupa, dan lain sebagainya, diharuskan memenuhi kriteria-kriteria tertentu agar dapat dikatakan profesional dalam bidangnya masing-masing.

Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru seni budaya, Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) menerapkan standar kompetensi guru seni budaya sebagai berikut: (1) menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (yang mencakup materi yang bersifat konsepsi, apresiasi, dan kreasi/rekreasi), yang mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya (rupa, musik, tari, teater), dan keterampilan; (2) mampu menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran seni budaya.

Kompetensi-kompetensi yang diharapkan tersebut untuk meningkatkan profesionalitas guru tercermin didalam kompetensi profesional guru.

Kompetensi profesional guru adalah sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Dengan demikian berarti kompetensi profesional berkaitan dengan kompetensi lainnya, karena dalam menjalankan profesi keguruannya guru harus mempunyai berbagai macam kemampuan yang mendukung. Dalam mendeskripsikan kompetensi profesional guru diperlukan alat ukur, yaitu menggunakan indikator kompetensi profesional guru yang terdiri dari:

67   

4.2.1 Menguasai Materi, Struktur, Konsep dan Pola Pikir Keilmuan Yang Mendukung Mata Pelajaran

Seorang guru harus memahami dan menguasai materi pembelajaran, hal penting yang harus dimiliki guru adalah kemampuan menjabarkan materi standar dalam kurikulum. Guru harus mampu menentukan secara tepat materi yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Dalam hal ini diharapkan rancangan, materi dan kegiatan pembelajaran, penyajian materi baru dan respon guru terhadap peserta didik memuat informasi pelajaran yang tepat dan mutakhir. Pengetahuan ini ditampilkan sesuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik. Guru benar-benar memahami mata pelajaran dan bagaimana mata pelajaran tersebut disajikan di dalam kurikulum. Guru dapat mengatur, menyesuaikan dan menambah aktifitas untuk membantu peserta didik menguasai aspek-aspek penting dari suatu pelajaran dan meningkatkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran.

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, indikator penilaian kompetensi profesional guru pada kompetensi menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran, adalah sebagai berikut:

1. Guru melakukan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran yang diampunya, untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang dianggap sulit, melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta memperkirakan alokasi waktu yang diperlukan.

2. Guru menyertakan informasi yang tepat dan mutakhir di dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

3. aktu yang d u seni buda kukan kepad

Gambar

yusun mate i informasi k memaham

hasil wawan i 1 Pekanb ompetensi d mengidentifi naan dan p diperlukan.

aya tersebut da Tata Usa

r 4.13: Waw

eri, perenc yang tepat, mi konsep m

ncara tangga baru, guru s dan kompet fikasi mater

pelaksanaan Hal ini terc t, yang ber aha tanggal

wancara De

anaan dan mutakhir, d materi pembe

al 20 Febru seni budaya tensi dasar

ri pembelaj n pembelaj cermin dari rdasarkan h 20 Februari

engan Gur

pelaksanaa dan yang m elajaran.

ari 2020, ter a tersebut t

untuk mata jaran yang jaran, dan a pelajaran dianggap

  terhadap g guru seni struktur, k

G

bih lanjut, k tanggal 27 Melaksana guru seni b budaya te konsep dan

ambar 4.14 (D

berdasarka 7 Februari 2 kan kegiata gan praktek pertanyaan kan kegiata engidentifik

an melalui udaya SMK ersebut tela

pola pikir k

69 4: Penelusu Dokumenta

an hasil ob 2020, guru s an pembelaj asi Tahun 2

bservasi terh seni musik t

jaran yang

pat peserta jaran berdas ng penting a

ran dokume u, dapat disi mpetensi me kung mata p

a. TU

es pembela

antara pemb

angka topik atau tidak.

en dan obse impulkan b enguasai m pelajaran de

baik. Semua indikator dari kompetensi tersebut dilaksanakan dengan baik oleh guru tersebut, baik secara teori di RPP maupun praktek pada saat pembelajaran.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap guru seni budaya tersebut. Hasil PKG periode 2019 pada kompetensi menguasai materi, struktur, sonsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran mendapatkan skor yang cukup bagus. Hal ini menggambarkan bahwa indikator kompetensi profesional menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran dikuasai dan dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan dengan baik.

4.2.2 Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Yang Diampu

Dalam kurikulum, kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dideskripsikan secara terbuka, sehingga dijadikan standar dalam pencapaian tujuan kurikulum.

Baik guru maupun peserta didik perlu memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan dalam merencanakan strategi dan indikator keberhasilan. Kurikulum berdasarkan kompetensi bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman kecakapan, nilai, sikap dan minat peserta didik agar mereka dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran disertai tanggung jawab. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam kompetensi ini bukanlah hanya sekedar pemahaman tentang materi pelajaran, akan tetapi bagaimana pemahaman dan penguasaan materi itu dapat mempengaruhi cara bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

71   

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, indikator penilaian kompetensi profesional guru pada menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, adalah sebagai berikut:

1. Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.

2. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu.

Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi tanggal 27 Februari 2020 dan penelusuran dokumen berupa RPP terhadap guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dalam pembelajaran seni musik. Guru seni budaya tersebut memahami dan menguasai mata pelajaran seni musik terutama seni musik tradisional melayu, baik secara teori maupun praktek. Guru tersebut menguasai penggunaan alat-alat musik tradisional melayu seperti kompang, biola, maupun accordion, serta menguasai teori-teori tentang alat-alat musik tersebut. Hal ini tercermin dari pembelajaran yang dilakukan, pembelajaran lebih banyak dilakukan di labor kesenian dan praktek penggunaan alat-alat musik.

Hasil penelitian melalui penelusuran dokumen dan observasi pada saat pembelajaran terhadap guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa guru seni budaya tersebut telah menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu dengan baik. Semua indikator dari kompetensi tersebut dikuasai dengan baik oleh guru tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap guru seni budaya tersebut. Hasil PKG periode 2019 pada kompetensi menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu mendapatkan skor yang cukup bagus. Hal ini menggambarkan bahwa indikator

kompetensi profesional menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, dipahami dan dikuasai dengan baik.

4.2.3 Mengembangkan Materi Pelajaran Secara Kreatif

Dalam melaksakan proses pembelajaran, guru harus menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat agar peserta didik lebih mudah memahami pembelajaran. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong peserta didik untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Materi pelajaran yang dikembangkan guru juga harus sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Selain itu, di dalam pembelajaran guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaraan.

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, penilaian kompetensi profesional guru pada mengembangkan materi pelajaran secara kreatif, dapat dilihat pada indikator penilaian sebagai berikut:

1. Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

2. Mengolah materi pembelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara tanggal 20 Februari 2020 dengan guru seni budaya serta observasi tanggal 5 Maret 2020 terhadap proses pembelajaran yang dilakukan, guru seni budaya tersebut telah menggunakan berbagai strategi dan metode pembelajaran untuk menambah pemahaman peserta didik tentang musik tradisional melayu. Dari hasil observasi, pembelajaran didalam kelas dilakukan dengan memutar video-video tentang musik tradisional

 

melayu, s musik sesu

sedangkan p uai dengan

Gambar

G

pembelajara minat peser

r 4.15: Waw (Doku

Gambar 4.1 (D

73 an diluar k rta didik ter

wancara De umentasi T

16: Observ Dokumenta

kelas adalah rsebut di pan

engan Gur Tahun 2020

vasi Proses asi Tahun 2

h praktek p nggung sen

u Seni Bud 0)

Pembelaja 2020)

penggunaan ni.

daya

aran

n alat

Hasil penelitian melalui penelusuran dokumen dan observasi pada saat pembelajaran terhadap guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa guru seni budaya tersebut telah melaksanakan pengembangan materi pelajaran secara kreatif dengan baik. Semua indikator dari kompetensi tersebut dilaksanakan dengan baik oleh guru tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap guru seni budaya tersebut. Hasil PKG periode 2019 pada kompetensi mengembangkan materi pelajaran secara kreatif mendapatkan skor yang cukup bagus. Hal ini menggambarkan bahwa indikator kompetensi profesional mengembangkan materi pelajaran secara kreatif, dilaksanakan dengan baik.

4.2.4 Mengembangkan Keprofesionalan Secara Berkelanjutan Dengan Melakukan Tindakan Reflektif

Suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif pada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Konteks ini pada dasarnya bergantung pada guru sebagai elemen penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya sebagai penerima pembaharuan pendidikan, namun ikut bertanggungjawab dan berperan aktif dalam melakukan pembaharuan pendidikan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Mengembangkan keprofesionalan guru dapat dilakukan dengan melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.

Untuk mendukung refleksi dibutuhkan proses berfikir yang lebih tinggi, apalagi dalam proses pemecahan suatu permasalahan. Proses berfikir yang lebih tinggi membutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang dibangun dari pengolahan informasi tentang permasalahan yang ada. Pengetahuan yang diambil itu harus

75   

bedasarkan pada kerangka berfikir ilmiah, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab. Refleksi yang didasarkan dari proses berfikir yang lebih tinggi tidak akan bermanfaat bila hanya berhenti pada taraf ide. Tindakan yang didasarkan pada refleksi berfikir harus mengasilkan rencana pelaksanaan yang nyata, selain itu perlu juga merencanakan proses evaluasinya, sehingga akan terjadi proses refleksi yang berkelanjutan.

Salah satu faktor yang diperlukan dalam berefleksi adalah kreatifitas guru.

Kreatifitas menjadikan proses berefleksi menjadi lebih hidup, lebih bermakna dan berdaya guna. Proses kreatifitas selalu mencari sesuatu yang “lebih” dan menghindarkan guru dari keadaan stagnan sehingga diharapkan mutu pembelajaran di dalam kelas akan menjadi lebih baik dan dinamis. Guru yang selalu berefleksi terhadap permasalahan yang terjadi didalam kelas akan dengan sendirinya meningkatkan kompetensinya.

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, penilaian kompetensi profesional guru pada mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dapat dilihat pada indikator berikut:

1. Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik, lengkap, dan didukung dengan contoh pengalaman diri sendiri.

2. Guru memiliki jurnal pembelajaran, catatan masukan dari kolega atau hasil penilaian proses pembelajaran sebagai bukti yang menggambarkan kinerjanya.

3. Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk mengembangkan perencanaan dan pembelajaran selanjutnya dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

4. uga dalam h i seminar-se

n refleksi g litian tindak atkan TIK d ofesian Berk

litian mela ulum tangg guru seni bu

kan kelas m bangan diri ian-kajian il

wancara D umentasi T

alaman PK aran dan tind ngembangka gal 27 Febr

udaya terse an karya ino n dan konfe fesian Berke , peneliti b ap pembelaj nelitian lain tan sangat j ti MGMP.

77   

Hasil penelitian melalui wawancara dan penelusuran dokumen mengenai tindakan refleksi diri dan pengembangan keprofesionalan terhadap guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa guru seni budaya tersebut belum melaksanakan pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Sebagian besar indikator dari kompetensi tersebut belum dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap guru seni budaya tersebut. Hasil PKG periode 2019 pada kompetensi pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif mendapatkan skor yang kurang bagus. Hal ini menggambarkan bahwa indikator kompetensi pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, belum dilaksanakan dengan sepenuhnya.

4.2.5 Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Berkomunikasi dan Mengembangkan Diri

Untuk menjadi guru yang profesional maka dituntut sejumlah kemampuan yang bukan hanya menguasai proses belajar mengajar tetapi juga menguasai IPTEK. Guru dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi pembelajaran dapat berlangsung lebih mudah dan efisien. Guru dapat membuat media pembelajaran yang bervariasi untuk menarik motivasi siswa dalam belajar.

Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, penilaian kompetensi profesional guru pada memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri, dapat dilihat pada indikator penilaian sebagai berikut:

1.

2.

Sej Februari 2 terhadap g guru seni bu

guru terseb us dalam pe ilakukan den

an hal ters observasi p udaya, pene i terhadap g

nologi in

nologi in

sebut berda pada proses eliti menem m kelas lebih

n, selain itu gunakan me

Pembelajara umentasi T

lalui waw masi dan k guru seni bu

formasi d edia sosial w

an Menggu

a proses pem menggunaka

skusi dan tu whatapps.

munikasi d

munikasi u

cara tangga al 5 Maret embelajaran an media int ugas-tugas d

79   

informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Indikator penilaian dari kompetensi tersebut dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh guru yang bersangkutan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap guru seni budaya tersebut. Hasil PKG periode 2019 pada kompetensi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri mendapatkan skor yang bagus. Hal ini berarti bahwa indikator kompetensi profesional memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri telah dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan dengan cukup baik pada saat pembelajaran.

80  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kompetensi profesional guru seni budaya dalam pembelajaran seni musik di SMK Negeri 1 Pekanbaru, maka kesimpulan yang didapat adalah:

a. Kompetensi profesional dalam menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran, dikuasai oleh guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan baik.

b. Kompetensi profesional dalam menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, dipahami dan dikuasai oleh guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan baik.

c. Kompetensi profesional dalam mengembangkan materi pelajaran secara kreatif, dikuasai dan dilaksanakan oleh guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan baik.

d. Kompetensi dalam pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, belum dilaksanakan sepenuhnya oleh guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan baik.

e. Kompetensi profesional dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri, telah dilaksanakan oleh guru seni budaya SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan baik pada saat proses pembelajaran.

   

81  

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian tentang kompetensi profesional guru seni budaya (seni musik) di SMK Negeri 1 Pekanbaru adalah guna untuk meningkatkan mutu pembelajaran, maka guru seharusnya lebih sering melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, baik kelebihan, kekurangan, kendala maupun permasalahan-permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran. Kemudian melakukan penelitian terhadap permasalahan tersebut berupa penelitan tindakan kelas, serta secara terus menerus melakukan pengembangan keprofesionalan melalui pelatihan, seminar, maupun penelitian. 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

_______. (2005). UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

_______. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

_______. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Kurikulum 2013 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ahmad, Syah. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta, Ciputat Press.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta, Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Elmawati. (2017). Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Seni Budaya Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui On The Job Trainning di SMA Karya Bakti Kota Bukit Tinggi. Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol. 02, No. 03.

Ghozali, Imam. (2010). Kompetensi Guru Seni Budaya Dalam Pembelajaran Seni Musik di SMA Kota Pontianak Kalimantan Barat. Tesis tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Hamalik, Umar. (2006). Pendidikan Guru, Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.

Jakarta, Bumi Aksara.

83  

Hasbullah. (2012). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta, Rajawali Pers.

Jamalus. (2008). Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta, Depdiknas, Dirjen Dikti, PPLPTK.

Karnawati, Eus. (2014). Manajemen Kelas: Guru Profesional Yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan Dan Berprestasi. Bandung, Alfabeta.

Kunandar. (2011). Guru Profesional, Implementasi KTSP dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Moleong, Lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung, Remaja Rosda Karya: Cet. Ke-3.

Nurmila Sari Djau. (2019). Analisis Problematika Guru Seni Budaya (Seni Musik) Dalam Melaksanakan Mata Pelajaran Seni Budaya di SMA Negeri Kota Pontianak Kalimantan Barat. Indonesian Journal of Basic Education, Volume 2 Nomor 3.

Payong, Marselus R. (2011). Sertifikasi Profesi Guru. Jakarta, Indeks.

Sachari, Agus. (2005). Pengantar Metode Penelitian Budaya Rupa (Desain, Arsitektur, Seni Rupa, dan Kriya). Jakarta, Erlangga.

Sanjaya, Wina. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta, Prenada Media Group.

Santrock, Jhon W. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta, Prenada Media Group.

Saondi, Ondi dan Suherman, Aris. (2010). Etika Profesi Keguruan. Bandung, Refika Aditama.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung, Alfabeta.

Suprihatiningrum, Jamil. (2014). Guru Profesional. Jogjakarta, Ar-Ruzz Media.

Udin Syaefuddin, Sa’ud dan Makmun, Abin Syamsudin. (2009). Perencanaan Pendidikan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung, Remaja Rosda Karya.

Uno, Hamzah B. (2013). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta, Bumi Aksara.

Vani Melda Zarlin, Jagar Lumbantoruan dan Marzam. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Seni Budaya (Musik) di SMP Negeri 22 Padang. Jurnal Sendratasik, Volume 7 Nomor 1.

Yolanda Aurora Hartini Putri, Esy Maestro dan Yos Sudarman. (2019). Korelasi Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Pada Pembelajaran Seni Budaya (Musik) di SMP Negeri 2 Batu Sangkar. Jurnal Sendratasik, Volume 7 Nomor 3.