• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

Dalam dokumen evaluasi_belajar (Halaman 27-52)

A. PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

1. Memahami Pengertian Pembelajaran Efektif Menurut Popham dan Baker (1992), pada 1. Memahami Pengertian Pembelajaran Efektif Menurut Popham dan Baker (1992), pada hakekatnya proses pem- belajaran yang dapat terjadi jika guru dapat mengubah hakekatnya proses pem- belajaran yang dapat terjadi jika guru dapat mengubah kemampuan dan persepsi siswa dari yang sulit dapat sesuatu yang mudah kemampuan dan persepsi siswa dari yang sulit dapat sesuatu yang mudah mempelajarinya. Lebih jauh mereka menjelaskan proses belajar dan mengajar yang mempelajarinya. Lebih jauh mereka menjelaskan proses belajar dan mengajar yang efektif sangat tergantung pada pemilihan dan peng gunaan. Untuk bisa memaksimalkan efektif sangat tergantung pada pemilihan dan peng gunaan. Untuk bisa memaksimalkan pembela jaran yang efektif itu, pembelajaran yang efektif juga saya merlukan efesiensi. pembela jaran yang efektif itu, pembelajaran yang efektif juga saya merlukan efesiensi. Oleh McWhorter (1992: 3), efisiensi sebagai kemampuan untuk menunjukkan sesuatu Oleh McWhorter (1992: 3), efisiensi sebagai kemampuan untuk menunjukkan sesuatu dengan sedikit usaha, biaya, dan kapasitas yang tepat untuk tujuan penggunaan. Dari dengan sedikit usaha, biaya, dan kapasitas yang tepat untuk tujuan penggunaan. Dari penjelasan di atas, ada dua hal utama yang diperlukan untuk mencapai proses belajar penjelasan di atas, ada dua hal utama yang diperlukan untuk mencapai proses belajar mengajar yang efektif. Pertama, harus ada kegi- atan analisis kebutuhan belajar siswa. mengajar yang efektif. Pertama, harus ada kegi- atan analisis kebutuhan belajar siswa. 2. Pengelolaan Kelas pengelolaan kelas

2. Pengelolaan Kelas pengelolaan kelas

Keberhasilan pembelajaran membutuhkan tidak per baik terhadap pengelolaan Paling. Keberhasilan pembelajaran membutuhkan tidak per baik terhadap pengelolaan Paling. Nka guru sebagai yang siswa dan sem dapat meminimalisir. Meski demikian, Guru tidak Nka guru sebagai yang siswa dan sem dapat meminimalisir. Meski demikian, Guru tidak bisa bel keheider di tetap sangat diharapkan siswa sendiri dalam pengelolaan kelas bisa bel keheider di tetap sangat diharapkan siswa sendiri dalam pengelolaan kelas demikian sebaliknya, sekolah stakeholder lainnya tidak bisa bekerja tanpa bantuan demikian sebaliknya, sekolah stakeholder lainnya tidak bisa bekerja tanpa bantuan komunitas dari yang lain.

komunitas dari yang lain. pemahaman tentang pengelolaan kelas tergantung masih kelirupemahaman tentang pengelolaan kelas tergantung masih keliru sedang mengelola kelas yang berhubungan dengan sarana

sedang mengelola kelas yang berhubungan dengan sarana seperti tempat duduk, le mariseperti tempat duduk, le mari baka, alat-alat mengajar santai dan sarana pembelajaran, yang terutama adala + di baka, alat-alat mengajar santai dan sarana pembelajaran, yang terutama adala + di kelasnya sebagian kecil, pengkondisian kelas , kata bagaimana guru proses belajar kelasnya sebagian kecil, pengkondisian kelas , kata bagaimana guru proses belajar mengungsi berbagai kegiatan di kelas sehingga dapat beral dan berhasil dengan baik. mengungsi berbagai kegiatan di kelas sehingga dapat beral dan berhasil dengan baik. Manajemen kelas menurut penulis adalah upaya yang dilakukan guru untuk Manajemen kelas menurut penulis adalah upaya yang dilakukan guru untuk mengkondisikan kelas dengan mengoptimalisasikan berbagai sumber (potensi

mengkondisikan kelas dengan mengoptimalisasikan berbagai sumber (potensi yang adayang ada pada diri gura sarana dan lingkungan belajar di kelas) yang suka agar proses belajar pada diri gura sarana dan lingkungan belajar di kelas) yang suka agar proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai dengan perencanaan dan bajuan yang ingin dicapai. mengajar bisa berjalan sesuai dengan perencanaan dan bajuan yang ingin dicapai.

Pengelolaan kelas dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai kelas. manajemen ruang, itu Pengelolaan kelas dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai kelas. manajemen ruang, itu berarti istilah pengelolaan identik dengan mana- jemen Pengertian pengelolaan atau berarti istilah pengelolaan identik dengan mana- jemen Pengertian pengelolaan atau manajemen umum pada kegiatan-kegiatan yang

manajemen umum pada kegiatan-kegiatan yang lingkup perencanaan. pengorganisasian,lingkup perencanaan. pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian pengawasan, dan penilaian. Wilford A. Weber Oames M. pengarahan, pengkoordinasian pengawasan, dan penilaian. Wilford A. Weber Oames M. Cooper, 1995: 230) mengemukakan bahwa manajemen kelas adalah seperangkat Cooper, 1995: 230) mengemukakan bahwa manajemen kelas adalah seperangkat perilaku yang digunakan guru untuk menetapkan dan mempertahankan kondisi kelas perilaku yang digunakan guru untuk menetapkan dan mempertahankan kondisi kelas yang memungkinkan siswa mencapai tujuan insmotional mereka yang sesuai yang akan yang memungkinkan siswa mencapai tujuan insmotional mereka yang sesuai yang akan memungkinkan mereka untuk belajar.

memungkinkan mereka untuk belajar.

Wilford mengemukakan mengenai pandangan- pandangan yang sedang dalam dan Wilford mengemukakan mengenai pandangan- pandangan yang sedang dalam dan pengelolaan dalam

pengelolaan dalam pengelolaanpengelolaan

1. Pendekatan otoriter. Lihat ini pada perlunya pengawasan dan pengaturan siswa; 1. Pendekatan otoriter. Lihat ini pada perlunya pengawasan dan pengaturan siswa; peluang besar guru

peluang besar guru

2. Pendekatan ini memberi cara i

2. Pendekatan ini memberi cara intim untuk mengawasi dan ntim untuk mengawasi dan menertibkan siswa denganmenertibkan siswa dengan 3. Pendekatan Permisif. Pendekatan ini memberikan kebebasan pada siswa untuk 3. Pendekatan Permisif. Pendekatan ini memberikan kebebasan pada siswa untuk melakukan apa yang ingin dilakukan, guru banya penting apa yang dilakukan siswa melakukan apa yang ingin dilakukan, guru banya penting apa yang dilakukan siswa tersebut; ke

tersebut; ke

4. Pendekatan "Resep Masakan". Pendekatan ini untuk guru dan guru yang tepat untuk 4. Pendekatan "Resep Masakan". Pendekatan ini untuk guru dan guru yang tepat untuk apa dan apa yang tidak bisa dilakukan; guru

apa dan apa yang tidak bisa dilakukan; guru

5. pendekatan pengajaran Langkah ini memberi kesempatan bisa untuk menyusun 5. pendekatan pengajaran Langkah ini memberi kesempatan bisa untuk menyusun rencana pengajaran dengan tepat sehingga menghindari pertanyaan perilaku siswa yang rencana pengajaran dengan tepat sehingga menghindari pertanyaan perilaku siswa yang tidak diharapkan

tidak diharapkan

6. Pendekatan Modifikasi Perilaku. Dalam pendekatan ini yang mendorong guru 6. Pendekatan Modifikasi Perilaku. Dalam pendekatan ini yang mendorong guru mengupayakan perubahan perilak

mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa u yang positif pada siswa iniini

7, pendekatan iklim sosio-emosional dalam konteks guru'menekankan pada terjalinnya 7, pendekatan iklim sosio-emosional dalam konteks guru'menekankan pada terjalinnya hubungan yang positif antara B. guru siswa kelompok / dinamika kelompok. Dari hubungan yang positif antara B. guru siswa kelompok / dinamika kelompok. Dari pendekatan terse- but yang akan mengoptimalisasikan pengelolaan kelas adalah pendekatan terse- but yang akan mengoptimalisasikan pengelolaan kelas adalah penindasan modifikasi perilaku, iklim sosio-emosional, dan sistem proses kelompok penindasan modifikasi perilaku, iklim sosio-emosional, dan sistem proses kelompok dinamika kelompok.

Seperti pengelola kelas, guru merupakan orang yang memiliki peran yang strategis Seperti pengelola kelas, guru merupakan orang yang memiliki peran yang strategis karena dia adalah orang yang merujuk kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang karena dia adalah orang yang merujuk kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan melaksanakan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang akan melaksanakan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang yang menentukan dan mengambil keputusan dengan Strategi yang akan digunakan yang menentukan dan mengambil keputusan dengan Strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas.

dengan berbagai kegiatan di kelas. 3.Pengorganisasian Lingkungan Belajar 3.Pengorganisasian Lingkungan Belajar

Pengorganisasian lingkungan belajar yang kondusif yang merupakan sarana bagi Pengorganisasian lingkungan belajar yang kondusif yang merupakan sarana bagi terbangunnya proses belajar yang diharapkan adalah sebagai orang ng

terbangunnya proses belajar yang diharapkan adalah sebagai orang ng ke tepuk dke tepuk d 1. Terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif trast

1. Terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif trast

2. Terciptanya disiplin sekolah yang mendorong terbentuknya disiplin inya erap kem 2. Terciptanya disiplin sekolah yang mendorong terbentuknya disiplin inya erap kem belajar siswa sebagai pusat utama

belajar siswa sebagai pusat utama 3. kondisi yang

3. kondisi yang layanan pendidikan dan pengembangan.layanan pendidikan dan pengembangan.

4. Terciptanya rasa nyaman. Rasa nyaman ini akan timbul jika seg enap komponen 4. Terciptanya rasa nyaman. Rasa nyaman ini akan timbul jika seg enap komponen pendidikan memberikan pelayanan kepada siswa tib

pendidikan memberikan pelayanan kepada siswa tib melalui kehangatan, keakraban, danmelalui kehangatan, keakraban, dan kekeluargaan. Di amping itu, kebersihan lingkungan belajar juga merupakan unsur kekeluargaan. Di amping itu, kebersihan lingkungan belajar juga merupakan unsur penting bagi terciptanya rasa nyaman ini. segala tugas yang diberikan

penting bagi terciptanya rasa nyaman ini. segala tugas yang diberikan

5. Adanya responsibilitas siswa terhadap guru, baik itu tugas mandiri maupun tugas 5. Adanya responsibilitas siswa terhadap guru, baik itu tugas mandiri maupun tugas testruktur. 6. Tersedia sarana pembelajaran yang memadai, seperti b

testruktur. 6. Tersedia sarana pembelajaran yang memadai, seperti buku, koran, dlluku, koran, dll 7. Adanya keteladanan guru

7. Adanya keteladanan guru sebagai masyarakat terpelajar.sebagai masyarakat terpelajar.

8. Adanya kinerja profesional guru yang terandalkan. Artinya, guru mampu memberi 8. Adanya kinerja profesional guru yang terandalkan. Artinya, guru mampu memberi sugesti pada siswa

sugesti pada siswa dalam proses belajar mengajardalam proses belajar mengajar

9. Program adanya kokurikuler dan ekstra kurikuler yang menyatu dengan program 9. Program adanya kokurikuler dan ekstra kurikuler yang menyatu dengan program kurikuler. 10. Terbentuknya konsep penentuan kriteria prestasi dalam pembela jaran kurikuler. 10. Terbentuknya konsep penentuan kriteria prestasi dalam pembela jaran yang dilakukan secara obyektif.

yang dilakukan secara obyektif.

11. Terciptanya kondisi orang tua siswa sebagai masyarakat yang senang belajar. 11. Terciptanya kondisi orang tua siswa sebagai masyarakat yang senang belajar. 12. Tersedianya buku dan cumber informasi lain sebagai barang konsumsi harga 12. Tersedianya buku dan cumber informasi lain sebagai barang konsumsi harga 13. Adanya jadwal belajar bagi siswa dirumahnya masing-masing

B Penggunaan Media Pembelajaran B Penggunaan Media Pembelajaran

1.

1. Komunikasi dalam proses pembelajaranKomunikasi dalam proses pembelajaran

Proses belajar-mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Proses Proses belajar-mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar adalah komunikasi komunikasi yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar adalah komunikasi searah, duua arah dan banyak arah

BAB VII BAB VII

Metode, Model dan Pendekatan pembelajaran. Metode, Model dan Pendekatan pembelajaran.

A.

A. Macam-macam Metode PembelajaranMacam-macam Metode Pembelajaran 1.Ceramah

1.Ceramah

Metode ceramah yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan Metode ceramah yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa dikelas, dimana pada umumnya hanya

secara lisan kepada sejumlah siswa dikelas, dimana pada umumnya hanya mengikuti satumengikuti satu arah.

arah.

Dalam penggunaan metode ceramah, seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai Dalam penggunaan metode ceramah, seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

berikut : 1.

1. Menetapkan apakah metode ceramah digunakan dengan mempertimbangkan hal-Menetapkan apakah metode ceramah digunakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut

hal sebagai berikut a.

a. Tujuan yang hendak dicapai, jika tujuan penyampaian materi sebatas diketahuiTujuan yang hendak dicapai, jika tujuan penyampaian materi sebatas diketahui siswa tanpa harus memahami dan menghayati.

siswa tanpa harus memahami dan menghayati. b.

b. Bahan yang akan diajarkan, biasanya tidak mengandung unsur yang rumitBahan yang akan diajarkan, biasanya tidak mengandung unsur yang rumit c.

c. Alat fasilitas waktu yang tersedia, jumlah siswa fasilitas serta waktu sangatAlat fasilitas waktu yang tersedia, jumlah siswa fasilitas serta waktu sangat terbatas

terbatas d.

d. Jumlah siswa beserta taraf kemampuanny, jumlah siswa yang banyak dengan taraJumlah siswa beserta taraf kemampuanny, jumlah siswa yang banyak dengan tara kemampuan yang merata

kemampuan yang merata e.

e. Kemampuan guru dalam menguasai materi dan kemampuan berbicara guruKemampuan guru dalam menguasai materi dan kemampuan berbicara guru memiliki kemampuan yang merata

memiliki kemampuan yang merata

2. Metode Diskusi 2. Metode Diskusi

Adalah suatu proses bertukar informasi,

Adalah suatu proses bertukar informasi, pendapat, dan unsur pengalaman secara teraturpendapat, dan unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang di bahas

Tujuan dan di aplikasikan metode diskusi kedalam prose belajar mengajar untuk : Tujuan dan di aplikasikan metode diskusi kedalam prose belajar mengajar untuk :

a.

a. Mendorong siswa beripikir kritisMendorong siswa beripikir kritis b.

b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebasMendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas c.

c. Memotivasi siswa menyumbangkan buah pikirannya dalam memecahkanMemotivasi siswa menyumbangkan buah pikirannya dalam memecahkan masalah

masalah d.

d. Mengambil satu atau Mengambil satu atau beberapa alternative jawaban dalam memecahkan masalahbeberapa alternative jawaban dalam memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan seksama

berdasarkan pertimbangan seksama

3.Pemecahan Masalah (Problem Solving) 3.Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Merupakan satu proses berpikir ilmiah oleh Goldstein dan Levin (1987) didefenisikan Merupakan satu proses berpikir ilmiah oleh Goldstein dan Levin (1987) didefenisikan sebagai berikut “Problem solving has been

sebagai berikut “Problem solving has been defined as higherdefined as higher-order cognitive process that-order cognitive process that requires the modulation and control of more

requires the modulation and control of more routine or fundamental skillsroutine or fundamental skills

Beberapa cara dalam pemecahan masalah : Beberapa cara dalam pemecahan masalah :

1.

1. Klarifikasi lebih rinci tentang masalah tersebut, dengan cara menuntaskannyaKlarifikasi lebih rinci tentang masalah tersebut, dengan cara menuntaskannya secara jelas

secara jelas 2.

2. Analisis sebab-sebab terjadinya masalahAnalisis sebab-sebab terjadinya masalah 3.

3. Identifikasi alternative pemecahan masalahIdentifikasi alternative pemecahan masalah 4.

4. Memilih alternative pemecahan yang paling baikMemilih alternative pemecahan yang paling baik 5.

5. Melaksanakan, alternativMelaksanakan, alternative yang paling e yang paling baik dan benarbaik dan benar 6.

6. Mengevaluasi apakah masalah tersbut telah benar-benar dapat dipecahkan atauMengevaluasi apakah masalah tersbut telah benar-benar dapat dipecahkan atau belum

belum

4.

4. Metode Diskusi PanelMetode Diskusi Panel

Merupakan salah satubentuk diskusi kelompok kecil yang biasanya terdiri dari 4-6 Merupakan salah satubentuk diskusi kelompok kecil yang biasanya terdiri dari 4-6 orang.

orang.

Umumnya mendiskusikan tentang suatu topik tertentu dengan cara duduk dalam Umumnya mendiskusikan tentang suatu topik tertentu dengan cara duduk dalam susunan semi melingkar dan dipimpin oleh moderator.

5.

5. Metode Buzz GroupMetode Buzz Group

Dilakukan dengan cara membagi suatu kelompok kecil, yang terdiri dari 4-6 orang. Dilakukan dengan cara membagi suatu kelompok kecil, yang terdiri dari 4-6 orang. Tempat duduk siswa pun diatur sedemikian rupa agar mereka dapat bertuka pikiran Tempat duduk siswa pun diatur sedemikian rupa agar mereka dapat bertuka pikiran dan berhadapan muka dengan langsung.

dan berhadapan muka dengan langsung.

6.

6. Metode Syndicate GroupMetode Syndicate Group

Dilakukan dengan cara membagi suatu kelompok menjadi beberapa kelompok kecil Dilakukan dengan cara membagi suatu kelompok menjadi beberapa kelompok kecil yangyang teridiri dari 4-6 orang siswa. Masing-masing kelompok melaksanakan tugas teridiri dari 4-6 orang siswa. Masing-masing kelompok melaksanakan tugas komplementer.]

komplementer.]

7.

7. Metode SimposiumMetode Simposium

Dilakukan beberapa orang untuk membahas berbagai aspek dari suatu pokok bahasan Dilakukan beberapa orang untuk membahas berbagai aspek dari suatu pokok bahasan dan membacakan di muka peserta symposium secar singkat.

dan membacakan di muka peserta symposium secar singkat.

8.

8. Metode Fish BowlMetode Fish Bowl Dapat

Dapat digambarkan berikut beberdigambarkan berikut beberapa peserta yang dipimpin oleh seseorang ketua sidingapa peserta yang dipimpin oleh seseorang ketua siding yang dipilih dari siswa untuk mengambil keputusan. Tempat duduk merka diatur yang dipilih dari siswa untuk mengambil keputusan. Tempat duduk merka diatur setengan lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi.

setengan lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi.

9.

9. Metode Informal DebateMetode Informal Debate

Dengan cara membagi kelas menjadi dua yaitu yang agak sama jumlahnya dan Dengan cara membagi kelas menjadi dua yaitu yang agak sama jumlahnya dan mendiskusikan pokok bahasan yang cocok untuk diperdebatkan tanpa terlalu mendiskusikan pokok bahasan yang cocok untuk diperdebatkan tanpa terlalu memperhatikan peraturan perdebatan formal.

memperhatikan peraturan perdebatan formal.

10.

Teknik ini baik digunakan kalua jumlah peserta berkisar 8-12 orang Setiap anggota Teknik ini baik digunakan kalua jumlah peserta berkisar 8-12 orang Setiap anggota kelompok diharapkan menyumbangkan ide dalam pemecahan masalah tanpa dinilai kelompok diharapkan menyumbangkan ide dalam pemecahan masalah tanpa dinilai segera benar atau salahnya.

segera benar atau salahnya.

11.

11. Metode QolloqiumMetode Qolloqium

Digunakan guru yang memberikan tugas belajar yang agak mendalam kepada siswa. Digunakan guru yang memberikan tugas belajar yang agak mendalam kepada siswa. Apabila siswa itu telah menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan, ia dianggap telah Apabila siswa itu telah menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan, ia dianggap telah menguasai masalahnya.

menguasai masalahnya.

12.

12. Metode Demonstrasi dan EksperimenMetode Demonstrasi dan Eksperimen

Kedua metode ini dalam praktik sering digunakan silih berganti atau saling melengkapi. Kedua metode ini dalam praktik sering digunakan silih berganti atau saling melengkapi. Eksperimen adlah sutu metode yang biasanya digunakan di suatu pelajaran sains. Di Eksperimen adlah sutu metode yang biasanya digunakan di suatu pelajaran sains. Di dalam eksperimen pengujian hipotesis melalui penyelidikan mereka sendiri untuk dalam eksperimen pengujian hipotesis melalui penyelidikan mereka sendiri untuk menembukan konsep sains spesifik dan prinsip.

menembukan konsep sains spesifik dan prinsip.

13.

13. Metode Sosio DramaMetode Sosio Drama

Melalui metode bermain anak-anak deberi memainkan peran seseorang dan Melalui metode bermain anak-anak deberi memainkan peran seseorang dan menampilkan peranannya itu didepan kelas. Hal-hal yang

menampilkan peranannya itu didepan kelas. Hal-hal yang berhubungan dengan masalahberhubungan dengan masalah social yang dimainkan oleh siswa disebut sos

social yang dimainkan oleh siswa disebut sosio dramaio drama

14.

14. Metode PermainanMetode Permainan

Tujuan utama permainan adalah untuk mrniptakan kesenangan dan keterkaitan akan Tujuan utama permainan adalah untuk mrniptakan kesenangan dan keterkaitan akan proses pelajaran. Pemainan tertentu membantu di

proses pelajaran. Pemainan tertentu membantu di dalam hal pelajaran tertentu, dengandalam hal pelajaran tertentu, dengan demikian mereka mendapat pengalaman manis

demikian mereka mendapat pengalaman manis dan menyenangkan.dan menyenangkan. 15.

15. Metode DrillMetode Drill

Merupakan metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan kepada siswa untuk Merupakan metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan kepada siswa untuk memperoleh suatu

BAB VIII BAB VIII

Guru dan Perubahan Zaman Guru dan Perubahan Zaman

A.

A. Pembelajaran Berbasis TeknologiPembelajaran Berbasis Teknologi

1.

1. Perubahan Iptek dan guru.Perubahan Iptek dan guru.

Ilmu pengetahuan kian berkembang cepat seiring dengan perkembagan teknogi dan Ilmu pengetahuan kian berkembang cepat seiring dengan perkembagan teknogi dan informasi. Jika guru tidaks segera menysuaikan dengan laju perkembangan ilmu informasi. Jika guru tidaks segera menysuaikan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan tersebut, maka bias dipastikan pengetahuan yang diperoleh dan pengetahuan tersebut, maka bias dipastikan pengetahuan yang diperoleh dan dikuasainya selama d

dikuasainya selama dua-tiga ua-tiga tahun kulaih akan using di telan ztahun kulaih akan using di telan zaman.aman.

2.

2. Pengaruh Teknologi Informasi dan KPengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaranomunikasi dalam pembelajaran

Ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran seiring dengan perkembangan Ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran seiring dengan perkembangan penggunaan TIK, yaitu :

penggunaan TIK, yaitu : 1.

1. Dari pelatihan dan keterampilanDari pelatihan dan keterampilan 2.

2. Dari ruang kelas ke dimana dan kapan sajaDari ruang kelas ke dimana dan kapan saja 3.

3. Dari kertas “online” atau saluranDari kertas “online” atau saluran 4.

4. Dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerjaDari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja 5.

5. Dari waktu siklus ke waktu kerjaDari waktu siklus ke waktu kerja

B.

B. Pergeseran Pandangan Tentang PembelajaranPergeseran Pandangan Tentang Pembelajaran

1.

1. Pemanfaatan Tik dalam pembelajaranPemanfaatan Tik dalam pembelajaran

Untuk dapat memanfaatkan Tik dalam memperbaiki mutu

Untuk dapat memanfaatkan Tik dalam memperbaiki mutu pembelajran, ada tiga hal yangpembelajran, ada tiga hal yang

Dalam dokumen evaluasi_belajar (Halaman 27-52)

Dokumen terkait