• Tidak ada hasil yang ditemukan

evaluasi_belajar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "evaluasi_belajar"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1Latar BelakangLatar Belakang

Evaluasi dapat digambarkan sebagai pembuatan penetapan tentang nilai, untuk Evaluasi dapat digambarkan sebagai pembuatan penetapan tentang nilai, untuk tujuan tertentu, baik berupa gagasan, pekerjaan, solusi, metode, material dan lain

tujuan tertentu, baik berupa gagasan, pekerjaan, solusi, metode, material dan lain––lain,lain, yang melibatkan penggunaan ukuran seperti halnya untuk menilai tingkat suatu tertentu yang melibatkan penggunaan ukuran seperti halnya untuk menilai tingkat suatu tertentu itu akurat, efektif, hemat, atau memuaskan, ketentuan itu baik yang kwantitatif atau itu akurat, efektif, hemat, atau memuaskan, ketentuan itu baik yang kwantitatif atau kwalitatif. Dengan demikian maka evaluasi merupakan kegiatan yang sangat penting kwalitatif. Dengan demikian maka evaluasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pengajaran. Dan kegiatan ini merupakan salah satu dari empat tugas pokok dalam pengajaran. Dan kegiatan ini merupakan salah satu dari empat tugas pokok seorang guru.

seorang guru.

Dalam praktek pengajaran keempat kegiatan pokok ini merupakan sebuah Dalam praktek pengajaran keempat kegiatan pokok ini merupakan sebuah kesatuan yang padu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dalam kesatuan yang padu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dalam melaksanakan tugas mengajarnya seorang guru berusaha untuk menciptakan situasi melaksanakan tugas mengajarnya seorang guru berusaha untuk menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar, memotivasi, mengajukan bahan ajar, belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar, memotivasi, mengajukan bahan ajar, serta menggunbakan metode dan media yang telah disiapkan. Selain itu guna mencapai serta menggunbakan metode dan media yang telah disiapkan. Selain itu guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal , guru memberikan bimbingan kepada siswa dengan tujuan pendidikan yang optimal , guru memberikan bimbingan kepada siswa dengan berupaya untuk memahami kesulitan belajar yang dialami sis

berupaya untuk memahami kesulitan belajar yang dialami siswa. Dari berbagai persoalanwa. Dari berbagai persoalan yang di hadapi dalam proses belajar mengajar evaluasi memberikan sumbangan yang yang di hadapi dalam proses belajar mengajar evaluasi memberikan sumbangan yang cukup berarti. fungsi evaluasi digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki cukup berarti. fungsi evaluasi digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan proses pembelajaran serta sebagai alat untuk menyeleksi dan sebagai alat untuk kegiatan proses pembelajaran serta sebagai alat untuk menyeleksi dan sebagai alat untuk memberikan motivasi belajar siswa.

memberikan motivasi belajar siswa.

1.2

1.2 TujuanTujuan

Adapun tujuan sebagai berikut : Adapun tujuan sebagai berikut : 1.

1. Untuk mengkritik kelebihan dan kelemahan buku utama dan buku pembandingUntuk mengkritik kelebihan dan kelemahan buku utama dan buku pembanding 2.

2. Untuk mencari metode apa saja yang digunakan dalam Evaluasi Hasil BelajarUntuk mencari metode apa saja yang digunakan dalam Evaluasi Hasil Belajar 3.

3. Untuk melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikanUntuk melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap bab dari kedua buku tersebut

oleh setiap bab dari kedua buku tersebut 4.

(2)

1.3

1.3ManfaatManfaat

 Adapun manfaat sebagai berikut :  Adapun manfaat sebagai berikut :

1.

1. Dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai Evaluasi Dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai Evaluasi Hasil BelajarHasil Belajar 2.

2. Dapat mengetahui kegunaan metode dalam Evaluasi PembelajaranDapat mengetahui kegunaan metode dalam Evaluasi Pembelajaran 3.

3. Dapat mengambil kesimpulan dari kedua buku yang telah di reviewDapat mengambil kesimpulan dari kedua buku yang telah di review 4.

4. Dapat menyarankan ke pada para pembaca buku mana yang baik untuk digunakanDapat menyarankan ke pada para pembaca buku mana yang baik untuk digunakan oleh Calon Guru.

oleh Calon Guru.

1.4

1.4Identitas BukuIdentitas Buku

 Judul Judul : : Bagaimana Bagaimana Menjadi Menjadi Calon Calon Guru Guru dan dan Guru Guru ProfesionalProfesional 

 Edisi Edisi : : --

 Pengarang Pengarang : : Prof.Dr.Suyanto, Prof.Dr.Suyanto, Ph.D Ph.D dan dan Drs.Asep Drs.Asep Djihad, Djihad, M.PdM.Pd 

 Penerbit Penerbit : : Multi Multi PressindoPressindo 

 Kota Kota Terbit Terbit : : YogyakartaYogyakarta 

 Tahun Terbit : 2013Tahun Terbit : 2013 

(3)

BAB II BAB II

RINGKASAN ISI BUKU RINGKASAN ISI BUKU 2.1 Ringkasan Buku

2.1 Ringkasan Buku

BAB I BAB I

Guru Yang Profesional dan Efekif Guru Yang Profesional dan Efekif

A.

A. Kompetensi GuruKompetensi Guru

Secara umum, ada tiga tugas guru sebagai profesi, mendidik, mengajar, dan melatih. Secara umum, ada tiga tugas guru sebagai profesi, mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti bertahan dan mengembang- kan hidup-hidup; mengajar berarti Mendidik berarti bertahan dan mengembang- kan hidup-hidup; mengajar berarti mengajar dan mengembang- kan ilmu pengetahuan; pelatihan berarti mengembangkan mengajar dan mengembang- kan ilmu pengetahuan; pelatihan berarti mengembangkan keterampilan- untuk hidup siswa. Untuk dapat mengirimkan tugas dan tanggung jawab keterampilan- untuk hidup siswa. Untuk dapat mengirimkan tugas dan tanggung jawab di atas, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan kompetensi tertentu di atas, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan kompetensi tertentu sebagai bagian dari profesional- isme guru. Diatas kompetensi diartikan sebagai sebagai bagian dari profesional- isme guru. Diatas kompetensi diartikan sebagai kemampuan atau ke- cakapan. Mc Load (1990) mendefinisikan sikap sebagai perilaku kemampuan atau ke- cakapan. Mc Load (1990) mendefinisikan sikap sebagai perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kompetensi guru sendiri merupakan kemam puan seorang guru dalam diharapkan. Kompetensi guru sendiri merupakan kemam puan seorang guru dalam menjalankannya bertanggung jawab dan layak dimata pemangku kepentingan. Seiring menjalankannya bertanggung jawab dan layak dimata pemangku kepentingan. Seiring pengajar, guru dituntut memiliki kewenangan menga jar berdasarkan kualifikasinya pengajar, guru dituntut memiliki kewenangan menga jar berdasarkan kualifikasinya sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar, guru harus memiliki kemampuan sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar, guru harus memiliki kemampuan profesional dala b

profesional dala b setiap kemampuan itu dang setiap kemampuan itu dang pembelajaran.Depembelajaran.Dengan nakan menyediakanngan nakan menyediakan kemudahan-kemudahan b fasilitator yang mengajar; peserta didik dalam proses belajar kemudahan-kemudahan b fasilitator yang mengajar; peserta didik dalam proses belajar siswa mengatasi kesulitan 2 yang membantu dalam proses

siswa mengatasi kesulitan 2 yang membantu dalam proses belajar mengajar; lingu 3. jadibelajar mengajar; lingu 3. jadi penyedia yang sedang m gan belajar yang menantang bagi siswa agar mereka sedang penyedia yang sedang m gan belajar yang menantang bagi siswa agar mereka sedang belajar dengan bersemangat; Model yang mampu memberikan contoh yang baik ke belajar dengan bersemangat; Model yang mampu memberikan contoh yang baik ke peserta didik agar berperilaku sesuai dengan norma yang ada dan berlaku di dunia peserta didik agar berperilaku sesuai dengan norma yang ada dan berlaku di dunia pendidikan; sebagai motivator yang turut menyebarluaskan usaha-usah pem bahtim pendidikan; sebagai motivator yang turut menyebarluaskan usaha-usah pem bahtim kepada masyarakat khususnya kepada subjek didik yaiti siswa; 6 sebagai agen kepada masyarakat khususnya kepada subjek didik yaiti siswa; 6 sebagai agen

(4)

perkembangan kognitif, yang menyebarluaskan ilmu dan teknologi kepada peserta didik perkembangan kognitif, yang menyebarluaskan ilmu dan teknologi kepada peserta didik dan masyarakat dan; tim manajer, siswa dalam kelas se asa belajar mengajar dan masyarakat dan; tim manajer, siswa dalam kelas se asa belajar mengajar mencapai.Hakikat pengajaran adalah proses yang menghantarkan siswa untuk belajar mencapai.Hakikat pengajaran adalah proses yang menghantarkan siswa untuk belajar dengan cara kegiatan, persiapan dan mewujudkan, memberikan fasi litas, memberikan dengan cara kegiatan, persiapan dan mewujudkan, memberikan fasi litas, memberikan ceramah dan latihan, memecahkan masalah, membimbing, mengarahkan dan ceramah dan latihan, memecahkan masalah, membimbing, mengarahkan dan memberikan dorongan atau motivasi untuk

memberikan dorongan atau motivasi untuk merealisasikan hakikat mengajar yang sejatimerealisasikan hakikat mengajar yang sejati diser kolah, guru harus memiliki pengetahuan / bidang ilmu yang terbagi dan besar, diser kolah, guru harus memiliki pengetahuan / bidang ilmu yang terbagi dan besar, memiliki iktikad yang baik untuk mem

memiliki iktikad yang baik untuk mem memalui ilmu pengetahuan yang dimiliki denganmemalui ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan siswa, memiliki komit pria untuk terus belajar sepanjang hayat.Yang dengan belajar siswa, memiliki komit pria untuk terus belajar sepanjang hayat.Yang dengan belajar untuk gu ru dalam konteks ini adalah belajar bidang ilmu yang belajar atau cara untuk gu ru dalam konteks ini adalah belajar bidang ilmu yang belajar atau cara pengembangan ilmu / bidang siswanya serta belajar metode pembelajaran mandiri, pengembangan ilmu / bidang siswanya serta belajar metode pembelajaran mandiri, dalam arti is the ca madai maka adalah metode pengajarannya tidak mer baca berbagai dalam arti is the ca madai maka adalah metode pengajarannya tidak mer baca berbagai buku barumelalui berbagai pelatihan, mem bidang pembelajaran, akses internet untuk buku barumelalui berbagai pelatihan, mem bidang pembelajaran, akses internet untuk mencari berbagai metode pembelajaran yang bisa diadopsi dalam rangka peningkatan mencari berbagai metode pembelajaran yang bisa diadopsi dalam rangka peningkatan kemampuan mengajarnya. seorang guru harus memiliki motivasi yang tinggi untuk kemampuan mengajarnya. seorang guru harus memiliki motivasi yang tinggi untuk terlibat dalam kegiatan belajar sepanjang hayat. memahami para siswa memiliki terlibat dalam kegiatan belajar sepanjang hayat. memahami para siswa memiliki keinginan agar mereka lebih mudah tiap sarjana. Ha ini pun terjadi jika seti

keinginan agar mereka lebih mudah tiap sarjana. Ha ini pun terjadi jika seti ap guru dalamap guru dalam proses pem 1. Mampu melibatkan mereka sebagai subjek belajaran, di mana setiap guru proses pem 1. Mampu melibatkan mereka sebagai subjek belajaran, di mana setiap guru harus berkeyakinan semua siswanya bisa

harus berkeyakinan semua siswanya bisa belajar, taruh siswanya secara adil dan belajar, taruh siswanya secara adil dan mampumampu memahami perbedaan siswa yang satu dengan yang lain 2.

memahami perbedaan siswa yang satu dengan yang lain 2. Menguasai bidang ilmu yangMenguasai bidang ilmu yang mengajarkan dan mampu menghubung- kan dengan bidang ilmu lain serta mengajarkan dan mampu menghubung- kan dengan bidang ilmu lain serta menerapkannya dalam dunia 3. nyata; dan meng buat, memperkaya, dan metode menerapkannya dalam dunia 3. nyata; dan meng buat, memperkaya, dan metode penjelajahan ajarnya untuk menarik sekaligus. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, penjelajahan ajarnya untuk menarik sekaligus. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, guru dapat menggunakan strategi belajar kontekstual dengan beberapa hal, yaitu: guru dapat menggunakan strategi belajar kontekstual dengan beberapa hal, yaitu: kegiatan yang bervariasi dapat melayani perbedaan individu siswa, lebih aktif siswa dan kegiatan yang bervariasi dapat melayani perbedaan individu siswa, lebih aktif siswa dan guru, mendorong berkembangnya kemampuan baru, menciptakan jalinan kegiatan guru, mendorong berkembangnya kemampuan baru, menciptakan jalinan kegiatan belajar di sekolah, rumah dan lingkungan masyarakat. Melalui pembelajaran ini, siswa belajar di sekolah, rumah dan lingkungan masyarakat. Melalui pembelajaran ini, siswa menjadi lebih responsif dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan secara menjadi lebih responsif dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan secara kontekstual dalam kehidupan nyata karena memiliki motivasi tinggi

kontekstual dalam kehidupan nyata karena memiliki motivasi tinggi untuk belajar. Untukuntuk belajar. Untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran terse but, tentunya setiap guru menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran terse but, tentunya setiap guru harus meningkatkan kemampuannya, baik melalui keikutsertaaannya dalam pelbagai harus meningkatkan kemampuannya, baik melalui keikutsertaaannya dalam pelbagai pelatihan, seminar lokakarya melakukan studi

pelatihan, seminar lokakarya melakukan studi kependidikan seperti penelitian tindakankependidikan seperti penelitian tindakan teknik pengembangan, pengajaran kelas, kan disiplin kelas, mene apkan prinsip-prinsip teknik pengembangan, pengajaran kelas, kan disiplin kelas, mene apkan prinsip-prinsip

(5)

pengajaran yang mampu menginspirasi perkem bangan kognitif siswa dan sebagainya. pengajaran yang mampu menginspirasi perkem bangan kognitif siswa dan sebagainya. Di samping itu, guru juga harus bisa mendapatkan umpan balik bagaimana cara Di samping itu, guru juga harus bisa mendapatkan umpan balik bagaimana cara mengajarnya dari dan sesama guru untuk mendapatkan masukan cara mengajarnya dari dan sesama guru untuk mendapatkan masukan cara memperjuangkannya dengan baik.

memperjuangkannya dengan baik.

B.

B. GURU PROFESIONALGURU PROFESIONAL

Pada era otonomi pendidikan, pemerintah daerah memiliki kewenangan yang amat besar Pada era otonomi pendidikan, pemerintah daerah memiliki kewenangan yang amat besar bagi penentuan kualitas guru yang di

bagi penentuan kualitas guru yang di perlukan di daerahnya masing-masing. Oleh karenaperlukan di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu di masa yang akan dating daerah benar-benar harus memiliki pola rekrutmen dan itu di masa yang akan dating daerah benar-benar harus memiliki pola rekrutmen dan polasa pembinaan karie guru

polasa pembinaan karie guru secara tersistem agar tercipta secara tersistem agar tercipta profesionalisme pendidikanprofesionalisme pendidikan di daerah.

di daerah.

Lantas, seperti apa suatu pekerjaan disebut professional? C.O Houle (1980), membuat Lantas, seperti apa suatu pekerjaan disebut professional? C.O Houle (1980), membuat ciri-ciri suatu pekerjaan disebut professional meliputi :

ciri-ciri suatu pekerjaan disebut professional meliputi : 1.. Harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat 1.. Harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat 2. Harus berdasarkan atas kompetensi individual 2. Harus berdasarkan atas kompetensi individual 3. Memiliki Sistem Seleksi dan sertifikasi

3. Memiliki Sistem Seleksi dan sertifikasi

4. Ada kerjasama dan kompetensi yang sehat antar sejawat 4. Ada kerjasama dan kompetensi yang sehat antar sejawat 5. Adanya kesadaran professional yang tinggi

5. Adanya kesadaran professional yang tinggi 6. Memiliki prinsip-prinsip etik

6. Memiliki prinsip-prinsip etik 7. Adanya militansi individual 7. Adanya militansi individual 8. Memiliki system Sanksi 8. Memiliki system Sanksi 9. Memiliki organisasi profesi 9. Memiliki organisasi profesi

C.

C. Guru EfektifGuru Efektif

Dalam manajemen SDA, menjadi professional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan Dalam manajemen SDA, menjadi professional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Hal penting yang menjadi aspek bagi sebuah profesi, yaiu sikap ataupun profesi. Hal penting yang menjadi aspek bagi sebuah profesi, yaiu sikap professional dan kualitas kerja. Menjadi Seorang guru professional adalah keniscayaan. professional dan kualitas kerja. Menjadi Seorang guru professional adalah keniscayaan. Profesi guru juga sangat lekat dengan integritas dan personality bahkan identik dengan Profesi guru juga sangat lekat dengan integritas dan personality bahkan identik dengan

(6)

citra kemanusiaan. Menjadi guru mungkin orang bias. Tetapi menjadi guru yang memiliki citra kemanusiaan. Menjadi guru mungkin orang bias. Tetapi menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidik perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai. keahlian dalam mendidik perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai. Dalam konteks tersebut, menjadi guru

Dalam konteks tersebut, menjadi guru professional setidaknya memiliki standar minimalprofessional setidaknya memiliki standar minimal yakni :

yakni : 1.

1. Memiliki kemampuan intelektual yang baikMemiliki kemampuan intelektual yang baik 2.

2. Memiliki kemampuan memahami visi dan misi pendidikan nasionalMemiliki kemampuan memahami visi dan misi pendidikan nasional 3.

3. Mempunyai keahlian mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa secara efektifMempunyai keahlian mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa secara efektif 4.

4. Memahami konsep perkembangan psikologi anakMemahami konsep perkembangan psikologi anak 5.

5. Memiliki kemampuan mengorganisir dan proser Memiliki kemampuan mengorganisir dan proser belajarbelajar 6.

6. Memiliki kreativitas dan seni mendidik.Memiliki kreativitas dan seni mendidik. 2. Kemampuan yang terkait dengan strategi

2. Kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran yang meliputi :manajemen pembelajaran yang meliputi : a. Memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani siswa yang tidak memiliki a. Memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani siswa yang tidak memiliki perhatiaan, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mapu memberikan transisi perhatiaan, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mapu memberikan transisi subtansi bahan ajar

subtansi bahan ajar dalam proses pembelajaran.dalam proses pembelajaran.

b. Mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang b. Mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda unutuk semua siswa.

berbeda unutuk semua siswa.

3. Memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan 3. Memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan yang meliputi :

yang meliputi :

a. Mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon siswa. a. Mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon siswa.

b. Mampu memberikan respon yang berifat membantu terhadap siswa yang lamban b. Mampu memberikan respon yang berifat membantu terhadap siswa yang lamban belajar

belajar

c. Mampu meberikan bantuan professional kepada siswa jika diperlukan c. Mampu meberikan bantuan professional kepada siswa jika diperlukan d. Mampu memberikan bantuan professional kepada siswa jika di perlukan d. Mampu memberikan bantuan professional kepada siswa jika di perlukan 4. Memiliki kemampuan yang tekait peningkatan diri, meliputi ;

4. Memiliki kemampuan yang tekait peningkatan diri, meliputi ; a. Mampu menerapkan kurikulum dan metode

a. Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatifmengajar secara inovatif b. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan

b. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode pengajaranmengenai metode pengajaran c. Mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban siswa yang kurang mampu. c. Mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban siswa yang kurang mampu.

(7)

d. Mampu memberikan bantuan professional kepada siswa

d. Mampu memberikan bantuan professional kepada siswa jika diperlukanjika diperlukan 4. Memiliki kemampuan yang terkait peningktan diri :

4. Memiliki kemampuan yang terkait peningktan diri :

a. Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovtif a. Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovtif b. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai mteode

b. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai mteode pengajaranpengajaran c. mampu memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan c. mampu memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan mengembangkan metode pengajaran yang relevan

mengembangkan metode pengajaran yang relevan D. Implementasi di Ruang Kelas

D. Implementasi di Ruang Kelas

Beberapa cermin diri yang dapat guru pakai dalam peningkatan kemampuannya antara Beberapa cermin diri yang dapat guru pakai dalam peningkatan kemampuannya antara lain:

lain: 1.

1. Siswa memperhatikan guru atau tidakSiswa memperhatikan guru atau tidak 2.

2. Siswa semangat mengikuti pelajaran atau tidakSiswa semangat mengikuti pelajaran atau tidak 3.

3. Siswa memahami atau tidak ketika di tanyaSiswa memahami atau tidak ketika di tanya 4.

4. Siswa sudah berakhlak mulia atau tidakSiswa sudah berakhlak mulia atau tidak 5.

(8)

BAB II BAB II

Kepribadian dan profesioanlisme guru Kepribadian dan profesioanlisme guru

A. KEPRIBADIAN GURU A. KEPRIBADIAN GURU

Untuk menjadi guru seseorang harus memiliki kepribadian yang kuat dan terpuji, Untuk menjadi guru seseorang harus memiliki kepribadian yang kuat dan terpuji, Kepribadian yang harus ada pada diri

Kepribadian yang harus ada pada diri guru itu: kepribadian yang guru itu: kepribadian yang mantap, stabil, dewasa,mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, jaditeladan untuk hal menainya, danberakhlakmulia, Kepribadian arif dan berwibawa, jaditeladan untuk hal menainya, danberakhlakmulia, Kepribadian yangmantap dan stabilmemi liki indikator esensial bertindak sesuai dengan norma yangmantap dan stabilmemi liki indikator esensial bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial, tumbuhnya sebagai guru, dan memiliki hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial, tumbuhnya sebagai guru, dan memiliki reputasi-sidalam bertindak dan berperilaku Kepribadian yang dewasa memiliki in-i

reputasi-sidalam bertindak dan berperilaku Kepribadian yang dewasa memiliki in-i sipansipan esensial menampilkan kemandirian dalam bahasa sebagai pena didik dan memiliki etos esensial menampilkan kemandirian dalam bahasa sebagai pena didik dan memiliki etos kerja sebagai guru Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial menampilkan kerja sebagai guru Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial menampilkan tindakanyang dibangun pada kemanfaa- tan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta tindakanyang dibangun pada kemanfaa- tan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkanketerbukaan dalam pemikiran dan tindakan. Kepribadian yang menunjukkanketerbukaan dalam pemikiran dan tindakan. Kepribadian yang berwibawamemiliki indika- tor esensial memiliki perilaku yang berpengaruh positif berwibawamemiliki indika- tor esensial memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap proses dan hasil belajar peserta didik dan

terhadap proses dan hasil belajar peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani bera-memiliki perilaku yang disegani bera-khlak mulia, bertindak sesuai dengan norma agama iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka khlak mulia, bertindak sesuai dengan norma agama iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani pes didik 1. Ciri Kepribadian Guru ru menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani pes didik 1. Ciri Kepribadian Guru ru adalah faktor utama dan bagi proses belajar siswa. Dalam pandangan siswa, guru adalah faktor utama dan bagi proses belajar siswa. Dalam pandangan siswa, guru memiliki otoritas, bukan saja dalam bidang akademis, pelaut juga dalam bidang non memiliki otoritas, bukan saja dalam bidang akademis, pelaut juga dalam bidang non akademis, karena itu pengaruh guru terhadap para siswanya sangat mudah dan sangat akademis, karena itu pengaruh guru terhadap para siswanya sangat mudah dan sangat menentukan. Kepribadian guru memiliki pengaruh langsung dan kumulatif terhadap menentukan. Kepribadian guru memiliki pengaruh langsung dan kumulatif terhadap hidup dan kebiasaan-kebiasaan belajar para siswa. Hasil percobaan dan hasil-hasil hidup dan kebiasaan-kebiasaan belajar para siswa. Hasil percobaan dan hasil-hasil observasi menguatkan. yak apa yang dipelajari oleh siswa dari gurunya Para Siswa observasi menguatkan. yak apa yang dipelajari oleh siswa dari gurunya Para Siswa menyerap sikap-sikap merefleksikan perasaan-perasaannya, menyerap menyerap sikap-sikap merefleksikan perasaan-perasaannya, menyerap keyakinan-keyakinannya, m tingkah lakunya,

keyakinannya, m tingkah lakunya, dan kutipan pern- dan kutipan pern- yataan-pernyataayataan-pernyataannya. Pengalamannnya. Pengalaman menunjukkan masalah-ma salah seperti motivasi, disiplin, tingkah laku sosial, prestasi, menunjukkan masalah-ma salah seperti motivasi, disiplin, tingkah laku sosial, prestasi, dan hasrat belajar yang terus-terus pada diri siswa yang bersumber dari keprib adian dan hasrat belajar yang terus-terus pada diri siswa yang bersumber dari keprib adian guru. Kepribadian guru sangat sangat terhadap siswa, maka guru perlu memiliki ciri guru. Kepribadian guru sangat sangat terhadap siswa, maka guru perlu memiliki ciri sebagai orang yang berpribadi matang dan sehat. Allport (1978) mengemukakan ciri sebagai orang yang berpribadi matang dan sehat. Allport (1978) mengemukakan ciri

(9)

khas orang yang memiliki

khas orang yang memiliki kepribadian matang adalah: Ekstensian rasa diri Meningkatkankepribadian matang adalah: Ekstensian rasa diri Meningkatkan kesadaran diri, melihat sisi lebih dan sisi kurang dari diri; b. Keterkaitan yang hangat kesadaran diri, melihat sisi lebih dan sisi kurang dari diri; b. Keterkaitan yang hangat dengan orang lain ini

dengan orang lain ini bisa menjalin relasi dengan hangat dengan orang lain. bisa menjalin relasi dengan hangat dengan orang lain. Allport sukaAllport suka menjadi in itinag dan kasih sayang (Keajaiban) Keintiman merupa. kan kemampuan menjadi in itinag dan kasih sayang (Keajaiban) Keintiman merupa. kan kemampuan orang mencintai keluarga atau teman. Sementara kecintaan adalah kemampuan orang orang mencintai keluarga atau teman. Sementara kecintaan adalah kemampuan orang untuk mencintai kelu- arga, teman, maupun orang lain. Guru yang memiliki tipe ini bias. untuk mencintai kelu- arga, teman, maupun orang lain. Guru yang memiliki tipe ini bias. anya memiliki banyak relasi, tidak hanya sebatas relasi disekolah, juga relasi di anya memiliki banyak relasi, tidak hanya sebatas relasi disekolah, juga relasi di lingkungan penerimaan diri. Memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan lingkungan penerimaan diri. Memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan mampu. Biasanya, guru yang memiliki sifat ni memiliki toleransi tinggi terhadap frustasi, mampu. Biasanya, guru yang memiliki sifat ni memiliki toleransi tinggi terhadap frustasi, dan mau meneri. ma apa yang ada dalam dirinya.

dan mau meneri. ma apa yang ada dalam dirinya. 2. Kepribadina Guru yang Konstruktif

2. Kepribadina Guru yang Konstruktif

Guru yang konstruktif adalah guru yang memiliki tujuan untuk melakukan perubahan Guru yang konstruktif adalah guru yang memiliki tujuan untuk melakukan perubahan dari diri peserta didiknya.Perubahan terse- but bisa dicapai jika guru mampu dari diri peserta didiknya.Perubahan terse- but bisa dicapai jika guru mampu menempatkan diri sebagai sumber kreativitas dan inspirasi. Bagi peserta didik.Sebagai menempatkan diri sebagai sumber kreativitas dan inspirasi. Bagi peserta didik.Sebagai sumber tenaga energi untuk peserta didik, mata batin guru yang sudah terlatih dengan sumber tenaga energi untuk peserta didik, mata batin guru yang sudah terlatih dengan baik, dipastikan akan mampu menyentuh dan menggetarkan jiwa dan lainya.Terlebih, baik, dipastikan akan mampu menyentuh dan menggetarkan jiwa dan lainya.Terlebih, jika itu dilakukan dalam suasana kelas yang kondusif, maka para peserta didik akan lebih jika itu dilakukan dalam suasana kelas yang kondusif, maka para peserta didik akan lebih mudah menyerap materi yang diberikan.Dengan kata lain, saat seorang guru berbicara mudah menyerap materi yang diberikan.Dengan kata lain, saat seorang guru berbicara sesuatu, maka seluruh peserta didik akan menyimaknya bahkan menunggu tiap kata sesuatu, maka seluruh peserta didik akan menyimaknya bahkan menunggu tiap kata yang diucapkan sang guru untuk

yang diucapkan sang guru untuk dijadikan pedoman dalam pembelajaran maupun dalamdijadikan pedoman dalam pembelajaran maupun dalam perilaku keseharian.Jika ingin menjadi guru yang konstruktif yang mudah memotivasi perilaku keseharian.Jika ingin menjadi guru yang konstruktif yang mudah memotivasi belajar para peserta didik, maka guru itu harus lebih dahu lu bisa memotivasi diri belajar para peserta didik, maka guru itu harus lebih dahu lu bisa memotivasi diri sendiri.Dia harus mampu memahami dan mengen- dalikan diri sendiri.Akan, jika dia sendiri.Dia harus mampu memahami dan mengen- dalikan diri sendiri.Akan, jika dia sibuk dengan begitu banyak kesalahpahaman dalam dirinya, dalam keluarga, dan dalam sibuk dengan begitu banyak kesalahpahaman dalam dirinya, dalam keluarga, dan dalam memilih profesinya, maka kemungkinan besar akan sukar ubah

memilih profesinya, maka kemungkinan besar akan sukar ubah hati dan pikiran pesertahati dan pikiran peserta didiknya .Selain itu, guru yang konstruktif juga harus dapat memahami kebutuhan dan didiknya .Selain itu, guru yang konstruktif juga harus dapat memahami kebutuhan dan masalah-masalah siswa, seperti hal nya tugas guru BK (Bimbingan & Konseling) karena masalah-masalah siswa, seperti hal nya tugas guru BK (Bimbingan & Konseling) karena dengan memahami kondisi psikologi siswa, seorang guru konstruktif mudah mengubah dengan memahami kondisi psikologi siswa, seorang guru konstruktif mudah mengubah kesadaran siswanya.

(10)

B. Profesionalisme Guru B. Profesionalisme Guru

1. Memaknai Profesionalisme Guru 1. Memaknai Profesionalisme Guru

Memaknai Profesionalisme Guru yang menyandang suatu Makna "profesional" pada Memaknai Profesionalisme Guru yang menyandang suatu Makna "profesional" pada orang mewujudkan profesi atau sebutan tentang penampilan seseorang dalam unjuk orang mewujudkan profesi atau sebutan tentang penampilan seseorang dalam unjuk kerja sesuai dengan profesinya. dan juga ini telah mendapat baik segara formal kerja sesuai dengan profesinya. dan juga ini telah mendapat baik segara formal lem-informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau / yang memiliki informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau / yang memiliki kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah informal pengakuan itu diberikan tau pengguna kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah informal pengakuan itu diberikan tau pengguna jasa suatu profesi. Bagi para humberan luas dan para telah mendapat penind sebutan jasa suatu profesi. Bagi para humberan luas dan para telah mendapat penind sebutan "guru profesional" adalah guru

"guru profesional" adalah guru yang berlaku, balk secara formal dengan ketentuan yangyang berlaku, balk secara formal dengan ketentuan yang belakang dengan jabatan jabatan belakang pendidikan formalnya. Pengakuan

belakang dengan jabatan jabatan belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini berlakuini berlaku dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dan sebagainya baik yang dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dan sebagainya baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan "guru profesional" juga bisa lolos menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan "guru profesional" juga bisa lolos ke pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam ke pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai tenaga pengajar. Dengan demikian, sebutan pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai tenaga pengajar. Dengan demikian, sebutan "profesional" terwujud pada pengakuan formal ter hadap kualifikasi dan kompetensi "profesional" terwujud pada pengakuan formal ter hadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jaba- tan atau pekerjaan tertentu. iDalam UU Guru dan penampilan unjuk kerja suatu jaba- tan atau pekerjaan tertentu. iDalam UU Guru dan Dosen (pasal 1 ayat 4) adalah profesi atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan Dosen (pasal 1 ayat 4) adalah profesi atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan yang membutuhkan keahlian, kemahiran, atau kecakapan menjadi sumber penghasilan yang membutuhkan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar profesionalisme " adalah sebutan yang diharapkan untuk yang memenuhi standar profesionalisme " adalah sebutan yang diharapkan untuk mewujudkan senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. mewujudkan senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercer- min dalam sikap Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercer- min dalam sikap mental serta komitmen terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional mental serta komitmen terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi.

melalui berbagai cara dan strategi. 2. Profesi Guru

2. Profesi Guru

Profesi dan profesional adalah dua kata yang mirip hati mempu- nyai makna yang Profesi dan profesional adalah dua kata yang mirip hati mempu- nyai makna yang berbeda. Profesi berasal dari kata profesi, semen- tara profesional berasal dari kata berbeda. Profesi berasal dari kata profesi, semen- tara profesional berasal dari kata profesional, yang memiliki batasan bervariasi tergantung dari konteks yang ingin halal. profesional, yang memiliki batasan bervariasi tergantung dari konteks yang ingin halal. Batasan mengenai profesi dan profesional ditandaskan oleh Page & Thomas (1979), Batasan mengenai profesi dan profesional ditandaskan oleh Page & Thomas (1979), seperti kutipan berikut ini, profesi, istilah evaluatif yang menggambarkan pekerjaan seperti kutipan berikut ini, profesi, istilah evaluatif yang menggambarkan pekerjaan paling bergengsi yang bisa disebut profesion

(11)

Dari batasan di atas, bisa dikatakan etika profesi itu berkai- tan dengan baik dan Dari batasan di atas, bisa dikatakan etika profesi itu berkai- tan dengan baik dan buruknya tingkah laku individu dalam suatu peker- jaan, yang telah diatur dalam kode buruknya tingkah laku individu dalam suatu peker- jaan, yang telah diatur dalam kode etik. Prasyarat profesi akan terpenuhi jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Profesi etik. Prasyarat profesi akan terpenuhi jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Profesi menuntut suatu latihan profesional yang dipersyaratkan dan membudaya; b. Profesi menuntut suatu latihan profesional yang dipersyaratkan dan membudaya; b. Profesi menuntut suatu lembaga yang sistematis dan terspesialisasi; c. Profesi harus menuntut suatu lembaga yang sistematis dan terspesialisasi; c. Profesi harus memberikan keterangan tentang keterampilan yang dibutuhkan di mana masyarakat memberikan keterangan tentang keterampilan yang dibutuhkan di mana masyarakat umum tidak memilikinya; d. Profesi harus sudah

umum tidak memilikinya; d. Profesi harus sudah mengembangkan hasil dan pengalamanmengembangkan hasil dan pengalaman yang sudah teruji; e. Profesi harus membutuhkan pelatihan dan penampungan tugas; yang sudah teruji; e. Profesi harus membutuhkan pelatihan dan penampungan tugas; Profesi harus merupakan tipe pekerjaan yang bermanfaat; g, Profesi harus memiliki Profesi harus merupakan tipe pekerjaan yang bermanfaat; g, Profesi harus memiliki kesadaran kelompok sebagai kekuatan yang mampu mendorong dan membina kesadaran kelompok sebagai kekuatan yang mampu mendorong dan membina anggotanya; h. tidak boleh menjadi batu loncatan mencari pekerjaan lain; Profesi harus anggotanya; h. tidak boleh menjadi batu loncatan mencari pekerjaan lain; Profesi harus terjerat dalam masyarakat dengan meminta anggotanya penuh kode etik yang diterima terjerat dalam masyarakat dengan meminta anggotanya penuh kode etik yang diterima dan membangun nya. Prasyarat profesi akan terpenuhi jika memenuhi kriteria sebagai dan membangun nya. Prasyarat profesi akan terpenuhi jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Profesi menuntut suatu latihan

berikut: a. Profesi menuntut suatu latihan profesional yang memadai dan membudaya b.profesional yang memadai dan membudaya b. Profesi muhammad tentang apa yang sedang terjadi pada umumnya tidak memilikinya; Profesi muhammad tentang apa yang sedang terjadi pada umumnya tidak memilikinya; c. Profesi harus mampu mengembangkan suatu basil dan pengalaman yang sudah teruji c. Profesi harus mampu mengembangkan suatu basil dan pengalaman yang sudah teruji kemanfaatannya, d. Profesi membutuhkan pelatihan spesifik; e. Profesi adalah tipe kemanfaatannya, d. Profesi membutuhkan pelatihan spesifik; e. Profesi adalah tipe pekerjaan yang bermanfaat f Profesi memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan pekerjaan yang bermanfaat f Profesi memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan membina anggotanya; g. Profesi tidak menjadi batu loncatan mencari pekerjaan lain. membina anggotanya; g. Profesi tidak menjadi batu loncatan mencari pekerjaan lain. Dalam UU Guru dan Dosen pasal (7) ayat (1) kata guru pro dan fiksi adalah bidang Dalam UU Guru dan Dosen pasal (7) ayat (1) kata guru pro dan fiksi adalah bidang pekerjaaan khusus yang memer- lukan prinsip-prinsip profesional sebagai berikut: a. pekerjaaan khusus yang memer- lukan prinsip-prinsip profesional sebagai berikut: a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme b. Memiliki kualifikasi pendidikan Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme b. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan seskin dengan jurusan tugasnya Memiliki kompetensi dan latar belakang pendidikan seskin dengan jurusan tugasnya Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugasnya d. Mematuhi kode etik profesi e. Memiliki hak yang diperlukan sesuai bidang tugasnya d. Mematuhi kode etik profesi e. Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas f

dan kewajiban dalam melaksanakan tugas f Memperoleh penghasilan yang sesuai denganMemperoleh penghasilan yang sesuai dengan prestasi kerja g Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara prestasi kerja g Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan h. Memperoleh badan dalam tugas pro- fesionalnya i. Memiliki organisasi berkelanjutan h. Memperoleh badan dalam tugas pro- fesionalnya i. Memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum Pada prinsipnya profesionalisme guru dapat diartikan profesi yang berbadan hukum Pada prinsipnya profesionalisme guru dapat diartikan sebagai guru yang

sebagai guru yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Untuk melihat dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Untuk melihat apakahapakah seorang guru sedang profesional atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif Pertamo, seorang guru sedang profesional atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif Pertamo, dilihat dari tingkat pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untukjenjang dilihat dari tingkat pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untukjenjang sekolah tempat bekerja menja. di guru Kedua, penguasaan guru terhadap materi bahan sekolah tempat bekerja menja. di guru Kedua, penguasaan guru terhadap materi bahan

(12)

ajar, penyusunan proses pembelajaran, penyusunan siswa, melakukan tugas-tugas ajar, penyusunan proses pembelajaran, penyusunan siswa, melakukan tugas-tugas bimbin gan, dan lain-lain. Sementara itu, untuk melihatlebih jauh profesionalisme guru, bimbin gan, dan lain-lain. Sementara itu, untuk melihatlebih jauh profesionalisme guru, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut 1. Ahli di bidang teori dan praktik dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut 1. Ahli di bidang teori dan praktik keguruan. Guru profesional adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang keguruan. Guru profesional adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan ahli

diajarkan dan ahli

Selanjutnya Suyanto (2001) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat Selanjutnya Suyanto (2001) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat dikatakan profesional,

dikatakan profesional,

1. kemampuan guru mengolah atau menyiasati kurikulum, 1. kemampuan guru mengolah atau menyiasati kurikulum,

2. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum

2. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan lingkungan.dengan lingkungan. 3 kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri.

3 kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri.

4 kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang atau mata pelajaran 4 kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang atau mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh.

menjadi kesatuan konsep yang utuh.

a.

a. Keshalehan PribadiKeshalehan Pribadi

Makna shaleh sebenarnya bukan hanya baik dalam arti hubungan dengan sesama Makna shaleh sebenarnya bukan hanya baik dalam arti hubungan dengan sesama manusia, akankah juga mengandung makna baik ter hadap diri alam semesta, dan manusia, akankah juga mengandung makna baik ter hadap diri alam semesta, dan hubungan manusia dengan Tuhan Keshalehan pribadi

hubungan manusia dengan Tuhan Keshalehan pribadi ini bisa diwujudkan dalam beberaini bisa diwujudkan dalam bebera pa bentuk, seperti obyektif dewasa , berakhlak mulia, teladan, beriman (iryakinan pa bentuk, seperti obyektif dewasa , berakhlak mulia, teladan, beriman (iryakinan terhadap Tuhan), dan bertakwa (guru dan anak-anak) a guru harus mampu menjaga terhadap Tuhan), dan bertakwa (guru dan anak-anak) a guru harus mampu menjaga dirinya sendiri dengan mengembangkan sikap dewasa (beraplak mulia) berakhlak mulia, dirinya sendiri dengan mengembangkan sikap dewasa (beraplak mulia) berakhlak mulia, dan bisa menjadi teladan bagi siapa saja, sehingga kewibawaan akan tumbuh pada dan bisa menjadi teladan bagi siapa saja, sehingga kewibawaan akan tumbuh pada dirinya.

(13)

BAB III BAB III

Kompetensi Guru dalam Berbagai Perspektif Kompetensi Guru dalam Berbagai Perspektif

A.

A. KOMPETENSI GURUKOMPETENSI GURU

Dalam merumuskan kompetensi, Louise Moqvist

Dalam merumuskan kompetensi, Louise Moqvist (2003) berpendirian "kompete(2003) berpendirian "kompetensi telahnsi telah didefinisikan dalam kenyataan yang sebenarnya berkaitan dengan individu dan didefinisikan dalam kenyataan yang sebenarnya berkaitan dengan individu dan pekerjaan. Sementara itu, dalam Len Holmes (1992) mendefinisikan:" A Kompetensi pekerjaan. Sementara itu, dalam Len Holmes (1992) mendefinisikan:" A Kompetensi adalah deskripsi tentang beberapa hal yang seseorang yang bekerja di area pekerjaan adalah deskripsi tentang beberapa hal yang seseorang yang bekerja di area pekerjaan tertentu harus menjadi Ini adalah deskripsi tindakan, perilaku atau hasil yang seseorang tertentu harus menjadi Ini adalah deskripsi tindakan, perilaku atau hasil yang seseorang harus dapat tunjukkan. Jadi seseorang baru di rebut s

harus dapat tunjukkan. Jadi seseorang baru di rebut saya-punya kompetensi jika dia bisaaya-punya kompetensi jika dia bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik. Begitu juga seorang guru,

melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik. Begitu juga seorang guru, ia bisaia bisa dikatakan memiliki kompetensi mengajar jika guru yang mampu mengajar dengan baik dikatakan memiliki kompetensi mengajar jika guru yang mampu mengajar dengan baik bagi siswa yang diajarnya. Kompetensi

bagi siswa yang diajarnya. Kompetensi pada hambatan, merupakan deskripsi tentang apapada hambatan, merupakan deskripsi tentang apa yang bisa dilakukan seseorang dalam bekerja, dan apa wujucl dari peker- jaan tersebut yang bisa dilakukan seseorang dalam bekerja, dan apa wujucl dari peker- jaan tersebut yang bisa terlihat. Untuk dapat melakukan suatu peker jaan, seseorang harus memiliki yang bisa terlihat. Untuk dapat melakukan suatu peker jaan, seseorang harus memiliki kemampuan dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan yang relevan dengan kemampuan dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaannya.

bidang pekerjaannya.

Mengacu pada pengertian kompetensi di atas, kompetensi guru dapat dimaknai sebagai Mengacu pada pengertian kompetensi di atas, kompetensi guru dapat dimaknai sebagai gambaran tentang apa yang harus dilakukan ses eorang guru dalam menjalankan gambaran tentang apa yang harus dilakukan ses eorang guru dalam menjalankan pekerjaannya, baik itu kegiatan, perilaku maupun hasil yang dapat saling membantu pekerjaannya, baik itu kegiatan, perilaku maupun hasil yang dapat saling membantu dalam proses belajar mengajar Menurut Suyanto dan Dji

dalam proses belajar mengajar Menurut Suyanto dan Djihad Hisyam (2000) ada tiga jenishad Hisyam (2000) ada tiga jenis kompeni tensi guru, yaitu: 1. Kompetensi profesional; memiliki pengetahuan yang luas kompeni tensi guru, yaitu: 1. Kompetensi profesional; memiliki pengetahuan yang luas dari bi dang studi yang

dari bi dang studi yang mengajarnya, memilih dan menggunakan berbagai metode dalammengajarnya, memilih dan menggunakan berbagai metode dalam proses belajar-mengajar yang diseleng garaka nnya;

proses belajar-mengajar yang diseleng garaka nnya;

2. Kompetensi kemasyarakatan: aampu berkomunikasi, baik dengan siswa,

2. Kompetensi kemasyarakatan: aampu berkomunikasi, baik dengan siswa, sesama guru,sesama guru, maupun masyarakat luas, dalam konteks sosial;

maupun masyarakat luas, dalam konteks sosial;

3. Kompetensi pribadi yang memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. 3. Kompetensi pribadi yang memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran: ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut

menjalankan peran: ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,wuri handayani, B. Kompetensi Guru Dalam Konteks Kebijakan

(14)

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah teilah

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah teilah merumuskan empatmerumuskan empat jenis kompetensi guru dalam hal Peraturan Peraturan No 19 Tahun

jenis kompetensi guru dalam hal Peraturan Peraturan No 19 Tahun 2005 tentang Standar2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu:

Nasional Pendidikan, yaitu:

1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru lingkup 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru lingkup pemaha - man guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pemaha - man guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pem-belajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk belajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara keseluruhan sekali mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara keseluruhan sekali subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut

subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut

a. Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator es ensial: memahami a. Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator es ensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip- prinsip

peserta didik dengan memanfaatkan prinsip- prinsip perkembangan kognitif memahamiperkembangan kognitif memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan WIB bekal ajar peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan WIB bekal ajar awal peserta didik;

awal peserta didik;

b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pena didikan untuk b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pena didikan untuk kepentingan pembelajaran yang memiliki indikator esen- sial memahami landasan kepentingan pembelajaran yang memiliki indikator esen- sial memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta diduk, menetapkan kompetensi yang pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta diduk, menetapkan kompetensi yang ingin di- capai, dan materi ajar; strategi yang

ingin di- capai, dan materi ajar; strategi yang dipilih;dipilih;

c. Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial menata pelajaran; dan c. Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial menata pelajaran; dan pelaksanaan pembelajara

pelaksanaan pembelajaran yang n yang kondusifkondusif

d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dalam d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dalam 2. Kompetensi Kepribadian

2. Kompetensi Kepribadian

kepribadian menurut oleh Hall & Li

kepribadian menurut oleh Hall & Lindzey, (1970: 167), fakta-fakndzey, (1970: 167), fakta-fakta yang tidak diketahui:ta yang tidak diketahui: tidak serangkaian fakta biografi, "itu umum dan dirusak dari karena bisa memperjelas tidak serangkaian fakta biografi, "itu umum dan dirusak dari karena bisa memperjelas konsep kepribadian yang abstrak yang bagaimanapun

konsep kepribadian yang abstrak yang bagaimanapun knya indikatornya berdering tidakknya indikatornya berdering tidak ada sesuaikan dengan apa yang dimaksud dengan karakter, bukan karakter, bukan ada sesuaikan dengan apa yang dimaksud dengan karakter, bukan karakter, bukan karakter, bukan karakter. Itu dan apa adanya, karena itu, tubuh kepribadian untuk guru karakter, bukan karakter. Itu dan apa adanya, karena itu, tubuh kepribadian untuk guru mampuan pribadi yang saling kepribadian yang mantap, sta berakhlak mulia dan mampuan pribadi yang saling kepribadian yang mantap, sta berakhlak mulia dan berwibawa, dan kemudian dapat menjadi teladan bagi

berwibawa, dan kemudian dapat menjadi teladan bagi peserta didik. Secara keseluruhanpeserta didik. Secara keseluruhan kepri badian terdiri dari:

(15)

a. Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial, ber -indak sesuai a. Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial, ber -indak sesuai dengan norma sosial; yang profesional; dan memi konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma sosial; yang profesional; dan memi konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma yang ber la dalam kehidupan; b. Kepribadian yang dewasa memiliki dengan norma yang ber la dalam kehidupan; b. Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampi. kan kemandirian dalam aksi sebagai pendidik dan memiliki indikator esensial: menampi. kan kemandirian dalam aksi sebagai pendidik dan memiliki etos kerja yang tinggi;

etos kerja yang tinggi;

c Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial menampilkan tin- dakan yang c Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial menampilkan tin- dakan yang didirikan pada kemanfaatan peserta didik, sekola

didirikan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan laja keilm tur d h, dan laja keilm tur d likiliki

3. Kompetensi Sosial harus dimiliki Kompetensi sosial merupakan kemampuan yang 3. Kompetensi Sosial harus dimiliki Kompetensi sosial merupakan kemampuan yang dengan peserta guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif peserta didik, dengan peserta guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali didik dan masyarakat sekitar sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali didik dan masyarakat sekitar Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut: Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut: a

a Mampu berkomunikaMampu berkomunikasi dan bergaul si dan bergaul secara otomatis dsecara otomatis dengan peserta engan peserta didik memilikididik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif den gan peserta didik; guru bisa indikator esensial: berkomunikasi secara efektif den gan peserta didik; guru bisa mengerti keinginan dan harapan siswa;

mengerti keinginan dan harapan siswa; b Mampu berkomunikasi dan

b Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenagabergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan; Misalnya bisa berdiskusi tenyang anak didik juga solusinya.

kependidikan; Misalnya bisa berdiskusi tenyang anak didik juga solusinya.

c Mampu berkomunikasi dan bergaul dengan orang tua / dinding peserta didik dan c Mampu berkomunikasi dan bergaul dengan orang tua / dinding peserta didik dan masyarakat sekitar. Contohnya guru mem-informasi tentang bakat, minat dan masyarakat sekitar. Contohnya guru mem-informasi tentang bakat, minat dan kemampuan tertentu untuk orang tua

kemampuan tertentu untuk orang tua peserta didik.peserta didik.

4. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi 4. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembinaan yang sangat luas dan mendalam yang harus dikuasai guru esensi dan pembinaan yang sangat luas dan mendalam yang harus dikuasai guru esensi dan kurikulum keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struk- tur kurikulum keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struk- tur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi indikator memi- liki berikut esensial dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi indikator memi- liki berikut esensial sebagai berikut:

sebagai berikut:

a. Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Hal ini berarti guru a. Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Hal ini berarti guru harus memahami materi ajar yang ada dalam kuriku- lum sekolah; pengertian struktur, harus memahami materi ajar yang ada dalam kuriku- lum sekolah; pengertian struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi dan koheren dengan materi ajar; konsep dan metode keilmuan yang menaungi dan koheren dengan materi ajar; memahami konsep evolusi, dan menerapkan konsep - konsep keilmuan dalam proses memahami konsep evolusi, dan menerapkan konsep - konsep keilmuan dalam proses belajar implikasi itu

(16)

b. Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki langkah - langkah penelitian dan b. Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki langkah - langkah penelitian dan kajian kritis guru untuk memperdalam pengetahuan / materi bidang studi.

kajian kritis guru untuk memperdalam pengetahuan / materi bidang studi.

Keseluruhan kompetensi guru dalam praktiknya merupakan satu kesatuan kesatuan Keseluruhan kompetensi guru dalam praktiknya merupakan satu kesatuan kesatuan kesatuan. Pemilahan menjadi empat ini,

kesatuan. Pemilahan menjadi empat ini, semata-mata untuk kemudahan memahaminya.semata-mata untuk kemudahan memahaminya. Beberapa ahli mengatakan istilah kompetensi profesional sebenarnya adalah "payung Beberapa ahli mengatakan istilah kompetensi profesional sebenarnya adalah "payung karena telah menuturkan semua hal lainnya, sementara penguasaan materi ajar dan karena telah menuturkan semua hal lainnya, sementara penguasaan materi ajar dan luasnya lebih tepat disebut dengan penguasaan sumber ajar atau sering disebut bidang luasnya lebih tepat disebut dengan penguasaan sumber ajar atau sering disebut bidang studi keterampilan. Yang disebut sebagai guru yang berkompeten harus memiliki:

studi keterampilan. Yang disebut sebagai guru yang berkompeten harus memiliki:

a.

a. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didikPemahaman terhadap karakteristik peserta didik b.

b. Penguasaan bidang studiPenguasaan bidang studi c.

c. Kemampuaan penyelengaraaKemampuaan penyelengaraan pembelajaran n pembelajaran yang mendidikyang mendidik d.

d. Kemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadianKemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadian secara berkelanjutan

secara berkelanjutan

Meriam (1989) menyarankan bahwa kompetensi profesioanla yang harus dimiliki oleh Meriam (1989) menyarankan bahwa kompetensi profesioanla yang harus dimiliki oleh guru adalah :

guru adalah : a.

a. Memahami motivasi para siswaMemahami motivasi para siswa b.

b. Memahami kebutuhan belajar siswaMemahami kebutuhan belajar siswa c.

c. Memiliki kemampuan yang cukup tentang teori dan praktikMemiliki kemampuan yang cukup tentang teori dan praktik d.

d. Mengetahui kebutuhan masyarakat para pengguna pendidikanMengetahui kebutuhan masyarakat para pengguna pendidikan e.

e. Mampu menggunakan beragam metode dan teknik pembelajaranMampu menggunakan beragam metode dan teknik pembelajaran f.

f. Memiliki keterampilan mendengar dan berkomunikasiMemiliki keterampilan mendengar dan berkomunikasi g.

g. Mengetahui bagaimana menggunakan materi yang diajarkan dalam praktikMengetahui bagaimana menggunakan materi yang diajarkan dalam praktik kehidupan nyata

kehidupan nyata h.

h. Memiliki Memiliki pandangan pandangan yang yang terbuka terbuka untuk untuk memperkenalkan memperkenalkan siswasiswa mengembangkan minatnya masing-masing

mengembangkan minatnya masing-masing

C.Perbandingan Kompetensi Dengan Negara Lain C.Perbandingan Kompetensi Dengan Negara Lain 1. Pemahaman guru tentang peserta didik

1. Pemahaman guru tentang peserta didik 2. Pengetahuan tentang bahan ajar

(17)

3. Pengelolaan Pembelajaran 3. Pengelolaan Pembelajaran

D.

D. Kompetensi dalam mengajarKompetensi dalam mengajar

1. Mengajar dan mengembangkan potensi siswa 1. Mengajar dan mengembangkan potensi siswa 2. Merancang pembelajaran yang menarik

2. Merancang pembelajaran yang menarik 3. Membangun pembelajaran yang menarik 3. Membangun pembelajaran yang menarik

4. Memahami gaya mengajar guru adalah gaya belajar siswa 4. Memahami gaya mengajar guru adalah gaya belajar siswa 5. Membangun kreativitas

5. Membangun kreativitas dalam pembelajarandalam pembelajaran 6. Memahami beragam kecerdasan siswa

(18)

BAB IV BAB IV

Pengelolan Proses Pembelajaran Pengelolan Proses Pembelajaran

A.

A. Pengolalaan kegiatan Pengolalaan kegiatan pembelajaranpembelajaran

Secara garis besar aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dan pelaksanaan Secara garis besar aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran, meliputi pengelolaan ruang belajar (kelas), pengelolaan pembelajaran pembelajaran, meliputi pengelolaan ruang belajar (kelas), pengelolaan slawa dan kegiatan pembelajaran (Puskur Balitbang

slawa dan kegiatan pembelajaran (Puskur Balitbang Depdiknas 2002).Depdiknas 2002).

Pengelolaan Ruang Belajar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran, Pengelolaan Ruang Belajar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran, lazimnya bentuk ruang kelas selama berjam-jam siswa berada di

lazimnya bentuk ruang kelas selama berjam-jam siswa berada di tempat tersebut, selamatempat tersebut, selama itu terbilang interakel antara turu

itu terbilang interakel antara turu dan anak-anak. yang teritunya haris dan anak-anak. yang teritunya haris dilala sedemiklandilala sedemiklan enggan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. oleh karena itu, enggan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. oleh karena itu, suasana dan penataan ruang belajar yang palingnya tidak ada empat kondisi berikut : suasana dan penataan ruang belajar yang palingnya tidak ada empat kondisi berikut :

a.

a. Aksesibilitas, apakah siswa atau guru Aksesibilitas, apakah siswa atau guru mudah terkena dampak dan sumber belajarmudah terkena dampak dan sumber belajar yang sedang dalam proses belajar

yang sedang dalam proses belajar mengajar.mengajar. b.

b. Mobilitas, yakni siswa dan guru Mobilitas, yakni siswa dan guru mudah bergerak dari suatu bagian ke bagian lainmudah bergerak dari suatu bagian ke bagian lain dalam kelas

dalam kelas c.

c. Interaksi, yakni memudahkan terjadinya interaksi antara guru dan siswa maupunInteraksi, yakni memudahkan terjadinya interaksi antara guru dan siswa maupun antar sesama siswa

antar sesama siswa d.

d. Variasi kerja siswa, yakni memungkinkan siswa bekerja secara perorangan,Variasi kerja siswa, yakni memungkinkan siswa bekerja secara perorangan, berpasangan, ataupun kelompok secara variatif

berpasangan, ataupun kelompok secara variatif

2. Pengelolaan Siswa memiliki kemampuan dalam kelas biasanya belajar beragam, 2. Pengelolaan Siswa memiliki kemampuan dalam kelas biasanya belajar beragam, terutama dalam hal ini termasuk materi yang harus dikuasainya. karena guru maunya terutama dalam hal ini termasuk materi yang harus dikuasainya. karena guru maunya memahami tentang karakteristik masalah berkenaan dengan kemampuan siswa. Bobbi memahami tentang karakteristik masalah berkenaan dengan kemampuan siswa. Bobbi DePorter & Mike Hernacki dalam tiga karakter, yaitu: menggu.

DePorter & Mike Hernacki dalam tiga karakter, yaitu: menggu. 1. Pelajar visual,

1. Pelajar visual, kemampuan belajar cepat dengan nakan penglihatan mata; cepat kemampuan belajar cepat dengan nakan penglihatan mata; cepat dengandengan penden

penden

2. Pelajar auditorial, kemampuan belajar cepat; dan dengan

(19)

3. Pelajar kinestik yakni kemampuan belajar dengan cara bergerak, bekerja atau 3. Pelajar kinestik yakni kemampuan belajar dengan cara bergerak, bekerja atau menyentuh dan Bahasa tubuh lainnya.

menyentuh dan Bahasa tubuh lainnya.

Dalam proses belajar, semakin banyak melibatkan panca indera, semakin baik hasil Dalam proses belajar, semakin banyak melibatkan panca indera, semakin baik hasil belajar yang bisa dicapai. Pola pikir yang tidak membutuhnya dalam jangka waktu lama, belajar yang bisa dicapai. Pola pikir yang tidak membutuhnya dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan ker jenuh otak, belajar menjadi lambat, bahkan kemampuan dapat akan menyebabkan ker jenuh otak, belajar menjadi lambat, bahkan kemampuan dapat terhenti, dengan kata lain stan

terhenti, dengan kata lain stan

Dave Meier (2002: 90) fisik mening- katkan proses mental. Bagian otak manusia yang Dave Meier (2002: 90) fisik mening- katkan proses mental. Bagian otak manusia yang terlibat dalam gerakan tubuh (korteks motor) terletak tepat di sebelah otak yang nakan terlibat dalam gerakan tubuh (korteks motor) terletak tepat di sebelah otak yang nakan untuk berpikir dan memecahkan rnasala oleh karena mengimbangi tubuh. Rasa, untuk berpikir dan memecahkan rnasala oleh karena mengimbangi tubuh. Rasa, pengaruh tubuh dalam belajar.

pengaruh tubuh dalam belajar.

Dalam mengefektifkan kegiatan dalam belajar, Dave Meier (2002: 91) menggunakan Dalam mengefektifkan kegiatan dalam belajar, Dave Meier (2002: 91) menggunakan pendekatan "SAVI" yaitu: a. Somalia: Belajar dengan bergerak dan bersama b. Auditori: pendekatan "SAVI" yaitu: a. Somalia: Belajar dengan bergerak dan bersama b. Auditori: Belajar dengan berbicara dan belajar c visual: Belajar dengan dan pilihan d. Intelektual: Belajar dengan berbicara dan belajar c visual: Belajar dengan dan pilihan d. Intelektual: Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. Pengelolaan Kegiatan Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran

3. Kegiatan belajar siswa perlu disesuaikan dengan ukuran sesuai denagn tingkat 3. Kegiatan belajar siswa perlu disesuaikan dengan ukuran sesuai denagn tingkat kemampuannya. Seorang guru dituntut untuk menciptakan berbagai bentuk kegiatan kemampuannya. Seorang guru dituntut untuk menciptakan berbagai bentuk kegiatan dalam mengelolaan pembelajaran, agar siswa secara optimal dapat mengembangkan dalam mengelolaan pembelajaran, agar siswa secara optimal dapat mengembangkan kemampuan diri den gan berbekal pengalaman yang ditempuh selama melakukan kemampuan diri den gan berbekal pengalaman yang ditempuh selama melakukan kegiatan belajar. Berkenaan dengan optimalisasi kemampuan belajar seseorang, Sheal, kegiatan belajar. Berkenaan dengan optimalisasi kemampuan belajar seseorang, Sheal, Peter (1989) menggambarkan enam kualifikasi kemampuan sebagai berikut:

Peter (1989) menggambarkan enam kualifikasi kemampuan sebagai berikut:

B.

B. STRATEGI KEGIATAN PEMBELAJARANSTRATEGI KEGIATAN PEMBELAJARAN Langkah umum strategi

Langkah umum strategi kegiatan pembelajaran merupakan hasil dalam kegiatan belajarkegiatan pembelajaran merupakan hasil dalam kegiatan belajar dilakukan untuk melingkul empat cara efektif efisien. Paling tidak Strategi yang dilakukan untuk melingkul empat cara efektif efisien. Paling tidak Strategi yang dimaksud, yaitu: spesifikasi dan laualifikasi

(20)

1.

1. Mengidentifikasi dan menentukan standar bahan tingkah laku yang diharapkan.Mengidentifikasi dan menentukan standar bahan tingkah laku yang diharapkan. Hal ini berlaku pada kompetensi atau kompetensi tinggi, yang selanjutnya Hal ini berlaku pada kompetensi atau kompetensi tinggi, yang selanjutnya dirumuskan dengan kemampuan dasar siswa untuk mendapatkan suatu dirumuskan dengan kemampuan dasar siswa untuk mendapatkan suatu kompetensi yar mesti besar siswa, sesuai dengan rumpun mata pelajaran yan kompetensi yar mesti besar siswa, sesuai dengan rumpun mata pelajaran yan diberikan

diberikan 2.

2. cara belajar belajar yang tepat untuk mencapai stand. ar kompetensi, dengancara belajar belajar yang tepat untuk mencapai stand. ar kompetensi, dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai su-byek belajar dalam kegiatan ini, memperhatikan karakteristik siswa sebagai su-byek belajar dalam kegiatan ini, kita wajib memahami tentang mo-dalitas dan / atau gaya belajar siswa, sebagai kita wajib memahami tentang mo-dalitas dan / atau gaya belajar siswa, sebagai individu yang menjadi beda baik secara logis, fisiologis, maupun sosiolog

individu yang menjadi beda baik secara logis, fisiologis, maupun sosiolog 3.

3. Pilihan dan ukuran metode pembelajaran, dan metode yang sedangPilihan dan ukuran metode pembelajaran, dan metode yang sedang dikembangkan. dahkan siswa menguasai dan menjiwai seluruh inti

dikembangkan. dahkan siswa menguasai dan menjiwai seluruh inti pesan yang terpesan yang ter kandung dalam setiap sajian pembelajaran.

kandung dalam setiap sajian pembelajaran.

Dalam pengembangan strategi pembelajaran, Dave Maier

Dalam pengembangan strategi pembelajaran, Dave Maier (1990: 103) menawarkan pola(1990: 103) menawarkan pola “Siklus Empat Tahap” :

“Siklus Empat Tahap” : 1. 1. PersiapanPersiapan 2. 2. PenyampaianPenyampaian 3. 3. PraktikPraktik 4.

4. Penampilan HasilPenampilan Hasil

C.

C. SARANA DAN SUMBER BELAJARSARANA DAN SUMBER BELAJAR

Sarana belajar merupakan fasilitas yang sangat antusias dalam mencapai tujuan Sarana belajar merupakan fasilitas yang sangat antusias dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sarana yang paling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran pembelajaran. Sarana yang paling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah media atau alat peraga. oleh karena itu, dalam pembelajaran guru perlu adalah media atau alat peraga. oleh karena itu, dalam pembelajaran guru perlu menggunakan berbagai jenis media pembelajaran dan harus dim atasi secara tepat, menggunakan berbagai jenis media pembelajaran dan harus dim atasi secara tepat, sesuai dengan pengalaman dan tujuan yang belajar akan ditempuh siswa. Dengan sesuai dengan pengalaman dan tujuan yang belajar akan ditempuh siswa. Dengan demikian, media pembelajaran bisa menjadi anggota informasi dan konsep

demikian, media pembelajaran bisa menjadi anggota informasi dan konsep yang sedangyang sedang dipelajari. Beberapa karakteristik sarana yang efektif (Puskur, balitbang Dep- diknas, dipelajari. Beberapa karakteristik sarana yang efektif (Puskur, balitbang Dep- diknas, 2002) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

2002) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Menarik perhatian dan minat siswa 1. Menarik perhatian dan minat siswa

(21)

2. Mampu menguat dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal konkrit, sekaligus dapat 2. Mampu menguat dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal konkrit, sekaligus dapat mencegah atau mengurangi verbalisme.

mencegah atau mengurangi verbalisme.

3, Merangsang tumbuhnya saling pengertian dan /

3, Merangsang tumbuhnya saling pengertian dan / atau tumbuhnya. pengembangan usa-atau tumbuhnya. pengembangan usa-ha.

ha.

4. Mempunyai banyak kegunaan atau multifungsi 4. Mempunyai banyak kegunaan atau multifungsi

5. Memperkuat bentuk yang sederhana, mudah digunakan dan perawatan, mudah 5. Memperkuat bentuk yang sederhana, mudah digunakan dan perawatan, mudah dihasilkan, bisa dibuat sendiri oleh guru. Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun dihasilkan, bisa dibuat sendiri oleh guru. Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Sara-na dan Prasarana, berikut beberapa hal,

2005 tentang Standar Sara-na dan Prasarana, berikut beberapa hal, sebagai berikut:sebagai berikut: 1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang mencakup per abot, peralatan 1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang mencakup per abot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis

pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai sertapakai serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan

teratur dan berkelanjutan

2. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi la

2. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi la han, ruang kelas,han, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium.

perpustakaan, ruang laboratorium.

D.

D. Pengembangan Materi PembelajaranPengembangan Materi Pembelajaran

Perkembangan teknologi dan informasi cepat tut guru untuk mengubah kebiasaan Perkembangan teknologi dan informasi cepat tut guru untuk mengubah kebiasaan belajar-mengajarnya. Guru-guru perlu memperdalam materi pembelajaran lewat belajar-mengajarnya. Guru-guru perlu memperdalam materi pembelajaran lewat pelbagai usaha, diusahakan akses internet, jurnal, majalah, dan media pembelajaran pelbagai usaha, diusahakan akses internet, jurnal, majalah, dan media pembelajaran lainnya. jika guru kurang meningkatkan kemampuan intelek tualnya, maka proses lainnya. jika guru kurang meningkatkan kemampuan intelek tualnya, maka proses belajar-mengajar di kelas menjadi tidak pria oleh karena itu, pengembangan materi belajar-mengajar di kelas menjadi tidak pria oleh karena itu, pengembangan materi pembelajaran melalui media pembelajaran apapun menjadi sangat penting bagi pembelajaran melalui media pembelajaran apapun menjadi sangat penting bagi kelancaran proses belajar-mengajar. pengembangan materi pembelajaran merupakan kelancaran proses belajar-mengajar. pengembangan materi pembelajaran merupakan upaya mening katkan kualitas / kompetensi guru maupun siswa melalui media upaya mening katkan kualitas / kompetensi guru maupun siswa melalui media pembe-lajaran. Materi pelajaran sendiri merupakan bahan yang harus dis ampaikan sesuai lajaran. Materi pelajaran sendiri merupakan bahan yang harus dis ampaikan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Hal yang sama sama bagi para murid adalah dengan kompetensi yang akan dicapai. Hal yang sama sama bagi para murid adalah kebutuhan un tuk. Hal ini berarti membutuhkan pengem bangan materi berdasarkan kebutuhan un tuk. Hal ini berarti membutuhkan pengem bangan materi berdasarkan empat tingkat kurikulum pendidikan ala Dryden dan Vos (2003), yang menekankan empat tingkat kurikulum pendidikan ala Dryden dan Vos (2003), yang menekankan pada:

Referensi

Dokumen terkait

Menghitung konsentrasi ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L) yang dapat mempengaruhi jumlah trombosit pada tikus galur wistar (Rattus norvegicus)

Kegiatan PPL pada tahun 2015 yang berlokasi di SMA Negeri 1 Ngemplak ini berusaha memberikan salah satu langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan

Perusahaan dapat berkonsultasi dengan berbagai sumber untuk mendapatkan informasi mengenai lingkungan bisnis suatu negara dan pasar. Manajer harus berkonsultasi

Oleh karena itu penelitian yang berjudul Prinsip Kesantunan Berbahasa Pembawa Acara Bukan Empat Mata di stasiun televisi Trans7 Bulan Juni penting untuk dilakukan..

pendanaan, peneliti menggunakan variabel-variabel bebas yaitu ukuran perusahaan, struktur aset, dan profitabilitas yang diukur dengan rasio (NPM = Net Profit Margin dan ROE

Kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pasar dan juga keterbatasan sarana sosialisasi menyebabkan PKL Tlogosari tidak seluruhnya mengetahui program pengaturan dan

Penyiraman dilakukan karena cacing akan sangat nyaman sekali di media yang lembab, oleh karena itu juga, kami (peternak cacing) biasanya membalik (mengaduk) media

Kegiatan Praktik Pembelajaran Mikro merupakan kegiatan bagi mahasiswa untuk diberi kesempatan mengembangkan kemampuan mengajarnya melalui praktik pembelajaran yang