Pembentukan identitas diri membuat individu mulai mempertanyakan kembali tentang dirinya, meninjau dan mengevaluasi perubahan perasaan-perasaan dan penampilan yang terjadi dan mempertanyakan kembali bagaimana hubungan yang dilakukan dengan orangtua dan oranglain (Gardner, 2002).
Proses pembentukan identitas diri merupakan suatu proses yang berkepanjangan. Pembentukan identitas muncul sejak timbulnya kelekatan, perkembangan perasaan diri dan munculnya kemandirian pada masa bayi, dan mencapai fase akhirnya dengan tinjauan dan integrasi kehidupan pada masa lanjut usia. Pembentukan identitas tidak dimulai atau berakhir pada masa remaja (Santrock, 1995).
Perkembangan identitas oleh Marcia (1993) berfokus pada area ideologi yang merefleksikan pendekatan individu dalam konteks umum yaitu pada pekerjaan,
agama dan politik dan area interpersonal yang meliputi peran jenis kelamin, hubungan berpacaran dan hubungan persahabatan. Sejumlah pencarian dan komitmen yang dimiliki pada area interpersonal merupakan aspek yang penting dalam perkembangan identitas yang secara khusus berhubungan dengan pembentukan keintiman dalam hubungan berpacaran. Marcia (1993) menyatakan bahwa pembentukan identitas dapat dilihat melalui kehadiran dari krisis dan komitmen.
3. Krisis
Krisis didefinisikan sebagai sebuah periode pembuatan keputusan ketika pilihan-pilihan, kepercayaan-kepercayaan, dan pengidentifikasian yang telah ada sebelumnya dipertanyakan oleh individu dan informasi atau pengalaman yang berhubungan terhadap pilihannya untuk dilakukan pencarian. Krisis juga menggambarkan sejumlah pencarian untuk meninjau kembali atau mendefinisikan ulang mengenai dirinya.
Masa ini biasanya ditandai dengan kebingungan, kecemasan dan ketidakkonsistenan dan sebuah usaha aktif untuk bekerja melalui konflik (dalam Kroger, 2001). Adapun kriteria yang digunakan untuk menggambarkan terjadinya krisis yaitu :
1. Kemampuan Mengetahui
Orang dewasa memiliki kemampuan mengetahui dengan standard yang lebih tinggi dari pada anak sekolah atau mahasiswa. Kehidupan yang lebih lama dan waktu yang lebih panjang dalam mengumpulkan informasi
berarti bahwa mereka melewati gambaran yang lebih spesifik tentang alternatif yang mereka pertimbangkan sebagai orang dewasa atau sudah mereka pertimbangkan sebelumnya. Kemampuan ini dapat dilihat dari keluasan dan kedalaman pengetahuan dalam menyelidiki berbagai pilihan yang tersedia.
2. Aktivitas Yang Bertujuan Untuk Mengumpulkan Informasi
Aktivitas yang dilakukan orang dewasa untuk mendapatkan informasi dan memperdalam pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keputusan diantara berbagai alternatif yang ada.
3. Mempertimbangkan Alternatif Elemen Identitas yang Potensial
Bukti dari sejumlah eksplorasi yang dilakukan. Hal ini terlihat dari keputusan penting yang akan diambil seseorang yang mencerminkan eksplorasi yang dilakukan. Mengenai cara yang dilakukan seseorang dalam mempertimbangkan alternatif pilihan yang tersedia dalam rangka
mendapatkan komitmen yang jelas dalam hidupnya. 4. Bentuk-Bentuk Emosi
Ketika krisis identitas selama masa remaja awalnya menyenangkan dan proses eksplorasi dinikmati sebagai pengembangan pengalaman. Hal ini jarang menjadi masalah apabila seseorang menjelang masa dewasa dan memasuki krisis dengan kehidupan. Selama tahun-tahun dewasa krisis identitas biasanya melibatkan perubahan pola aktivitas yang sudah ada, berhenti melakukan apa yang telah diketahui dan mencoba hal lain yang belum diketahui. Meskipun tujuan atau nilai lama dipandang tidak lagi
sesuai dengan seseorang di situasi yang sekarang, prospek untuk menemukan pilihan yang baru lebih cenderung menghasilkan kecemasan daripada semangat.
4. Komitmen
Komitmen didefinisikan sebagai pilihan yang relatif stabil pada sejumlah pilihan dan ide-ide yang diambil. Komitmen juga menggambarkan keadaan di mana seseorang telah memiliki sejumlah pilihan-pilihan, kepercayaan dan nilai- nilai yang spesifik. Komitmen juga memperlihatkan suatu tanggung jawab pribadi terhadap apa yang mereka lakukan.
Masa dewasa berbeda dari masa remaja dimana masa dewasa adalah waktu untuk pelaksanaan keputusan yang dibuat pada tahap perkembangan sebelumnya. Komitmen pada masa sekolah dan masa mahasiswa fokus pada reward yang diasumsikan baik interinsik maupun eksterinsik dari segala macam komitmen. Sebaliknya, pada masa dewasa, orang dewasa hidup dengan reward dan pengorbanan yang sebenarnya yang dihasilkan dari mempraktekkan tujuan, nilai dan kepercayaan ke dalam kehidupan nyata. Adapun kriteria yang digunakan untuk menggambarkan komitmen yaitu :
1. Kemampuan Mengetahui
Kemampuan yang mendalam dan akurat tentang satu tujuan serta kemampuan untuk menjelaskan hal-hal yang diputuskan dalam hal ini pada area berpacaran.
2. Aktivitas yang Ditujukan untuk Memperoleh Informasi
Aktivitas yang ditujukan untuk melaksanakan elemen identitas yang sudah dipilih. Hal ini dikarenakan masa dewasa adalah suatu tahap di mana tujuan, nilai dan kepercayaan diharapkan, standard yang lebih tinggi untuk aktivitas harus diterapkan di sini dari pada tahap sebelumnya. Aktivitas ini berupa segala macam bentuk persiapan untuk menjalankan peran-peran kehidupan di masa akan datang pada elemen identitas seseorang.
3. Bentuk-Bentuk Emosi
Di antara orang dewasa, sifat emosional diasosiasikan dengan komitmen yang dapat bervariasi dari sifat yang antusias kepada realita kegembiraan akan antisipasi yang sering ditemukan pada remaja akan digantikan oleh satu perasaan yang lebih tenang karena sudah menemukan perhatian utama.
4. Identifikasi dengan Orang yang Penting
Figur identifikasi merupakan sumber informasi penting untuk memberikan berbagai alternatif melalui peniruan langsung atau dengan membandingkannya dengan orang lain. Figur identifikasi secara umum tidak memainkan peranan penting selama masa dewasa. Mungkin orang yang paling sering dimintai menjadi sumber bagi komitmen identitas yang potensial adalah pasangan responden. Perbedaan antara pasangan pernikahan dalam hal tujuan, nilai dan kepercayaan mungkin menjadi stimulus untuk memikirkan kembali ide-ide yang sebelumnya sudah
dibangun atau komitmen yang berkembang pertama kali pada satu area yang tidak menjadi sumber bagi perhatian personal.
5. Proyeksi dari Masa Depan Seseorang
Kemampuan untuk memproyeksikan gambaran diri sendiri (karakteristik pribadi) pada masa depan dan menggambarkan bermacam aktivitas (rencana) yang akan dilakukan pada lima sampai 10 tahun mendatang. 6. Ketahanan Terhadap Godaan
Orang dewasa dengan komitmen identitas harusnya menjadi yang paling bertahan terhadap usaha yang berasal dari luar untuk melemahkan tujuan, nilai dan kepercayaan yang sudah mereka ekspresikan karena mereka diperkirakan akan bertindak sesuai dengan elemen identitas yang sudah mereka bangun.