• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.2. Amerika Serikat sebagai masyarakat baru

2.2.1. Pembentukan Pemerintahan Nasional Amerika

Deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat sebagaian besar merupakan karya Jefferson, yang dikumandangkan pada tanggal 4 Juli 1776, bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, tapi juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia yang kemudian menjadi kekuatan yang dinamis yang menyebar ke seluruh dunia. Deklarasi ini menganut konsep hak-hak tradisional yang dikumundangkan oleh Jhon Locke sebagai hak-hak asasi seluruh umat manusia. Gema dari teori kontrak sosial Jhon Locke tentang pemerintahan dinyatakan sebagai berikut:35

“Kami berpegang teguh pada kebenaran-kebenaran ini, bahwa Semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka dianugerahi Pencipta-Nya Hak Asasi yang melekat, di antaranya adalah kehidupan Kemerdekaan, dan hak-hak untuk mencapai kebahagiaan. Untuk Melindungi hak-hak ini, pemerintah dibentuk di antara-antara Kekuasaan mereka berasal dari yang diperintah, sehingga kapan Saja sebuah bentuk pemerintahan menjadi hak rakyat untuk

Menggantinya atau menghapuskannya dan membentuk pemerintahan Baru, yang berlandaskan prinsip-prinsip tertentu dan yang mengatur Kekuasannya dalam bentuk tertentu, sehingga bagi orang-orang Hal ini dinilai paling bisa menjamin keselamatan dan kebahagiaan mereka”.

Dalam deklarasi tersebut, Jefferson menghubungkan prinsip-prinsip Locke secara langsung dengan situasi yang ada di koloni-koloni. Untuk berjuang demi kemerdekaan Amerika Serikat adalah sama seperti berjuang untuk mendapatkan

35 ...2005 Op.cit. hlm 81

suatu pemerintah yang berdasarkan kesepakatan bersama sebagai ganti sebuah pemerintahan yang dipimpin seorang raja yang telah dengan satu dan lain cara menjadikan kita subjek kekuasaan hukum asing di luar konstitusi kita, dan yang tidak diakui oleh hukum kita. Hanya pemerintah yang dibangun berdasarkan kesepakatan bersama yang dapat melindungi hak-hak asasi untuk hidup, merdeka, dan mengejar kebahagiaan. Maka berjuang demi kemerdekaan Amerika adalah berjuang atas hak-hak dasar seseorang.36

Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat pernah meyatakan bahwa:

semua orang dan semua kelompok di bumi mempunyai hak pemerintahan sendiri.

Pemikiran ini juga tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Thomas Paine, seorang pemikir politik dan penulis yang datang ke Amerika Serikat dari Inggris pada tahun 1774, menerbitkan pamflet setebal 50 halaman yang bertajuk common sense (akal sehat). Paine menyerang monarkhi yang diwariskan secara turun temurun. Ia menyatakan bahwa seorang lelaki yang jujur jauh lebih berguna bagi masyarakat ketimbang semua cecunguk dan antek-antek kerajaan yang ada. Ia memberikan pilihan: terus tunduk pada raja tiran dan pemerintahan yang usang, atau kebebasan dan kebahagiaan sebagai Republik yang merdeka dan mandiri.37

Keberhasilan revolusi menyodori orang-orang Amerika Serikat kesempatan untuk memberi membentuk resmi kepada cita-cita mereka seperti yang tercantum dalam deklarasi kemerdekaan serta untuk mengatasi keluhan dan ketidakpuasan melalui konstitusi-konstitusi negara bagian. Pada tanggal 10 mei 1776, kongres telah mengeluarkan resolusi yang menganjurkan daerah koloni membentuk

36 Ibid hlm 82

37 Ibid hlm 80

pemerintahan baru yang diharapkan bisa memberikan yang terbaik untuk mendatangkan kebahagiaan dan keselamatan bagi para pemilih mereka. Beberapa negara bagian bahkan sudah melakukannya dan dalam waktu satu tahun setelah deklarasi kemerdekaan hanya tiga negara bagian yang belum menyusun konstitusi.

Konstitusi-konstitusi baru menunjukkan pengaruh cita-cita demokrasi. Tak satupun yang melenceng jauh dari massa silam mengingat semuannya disusun di atas landasan kuat pengalaman kolonia dan praktek pemerintahan yang dijalankan Inggris. Tetapi tiap konstitusi juga digerakkan oleh semangat aliran republik yaitu suatu cita-cita yang telah lama dipuji oleh para ahli filsuf aliran pencerahan.

Tentu saja tujuan pertama dari perencana konstitusi negara bagian adalah melindungi hak-hak yang melekat yang pelanggarannya menyebabkan bekas daerah jajahan memutuskan hubungan mereka dengan Inggris. Jadi setiap konstitusi dimulai dengan sebuah deklarasi atau pernyataan hak-hak asasi manusia. Konstitusi virginia yang menjadi contoh bagi semua negara bagian yang lain, memasukkan sebuah deklarasi yang berisi prinsip-prinsip dasar, seperti kedaulatan rakyat, pergantian kedudukan di kantor-kantor pemerintah, kebebasan memilih, dan sejumlah kebebasan mendasar, uang jaminan dalam jumlah kecil dan hukuman yang berperikemanusiaan, pelaksanaan sidang pengadilan yang cepat dengan juri, kebebesan pers dan suara hati, serta hak mayoritas untuk mereformasi atau menggantikan pemerintahan.

Negara-negara bagian yang lain memperluas daftar kebebasan ini untuk menjamin kebebasan berbicara, berkumpul, dan mengajukan petisi, dan seringkali termasuk ketentuan seperti hak untuk membawa senjata api, hak untuk diperiksa di

muka hakim, tidak dipermasalahkan tempat tinggalnya, dan perlindungan yang sama di hukum. Selain itu semua konstitusi setia pada struktur pemerintahan dengan tiga cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang masing-masing diawasi dan diimbangi oleh yang lain. Konstitusi negara bagian Pennsylvania adalah yang paling radikal. Di negara bagian tersebut para perajin Philadelphia, kelompok Skotlandia-Irlandia yang tinggal di daerah tapal batas, serta para petani berbahasa Jermanlah yang memegang kendali. Kongres provinsi memberlakukan konstitusi yang mengijinkan setiap pembayar pajak berjenis kelamin laki dan anak laki-lakinya untuk memberikan suara, mengharuskan rotasi di kantor pemerintahan (tak seorang pun boleh menjabat sebagai wakil rakyat lebih dari empat tahun dari setiap tujuh) dan mendirikan sebuah dewan legislatif satu kamar.

Konstitusi-konstitusi negara bagian mempunyai keterbatasan mencolok, terutama bila dilihat dengan standar saat ini. Konstitusi yang dibentuk untuk menjamin rakyat akan hak-hak dasar mereka ternyata tidak melindungi hak paling mendasar semua orang ataupun kesetaraan. Koloni-koloni di selatan Pennsylvania tidak menyertakan budak-budak mereka untuk mendapatkan hak yang melekat pada setiap manusia ini. Para wanita tidak mempunyai hak berpolitik. Yang paling jauh dilakukan oleh negara-negara bagian adalah memberikan hak pilih pada semua laki-laki, dan bahkan di negara-negara bagian yang memperbolehkan semua pembayar pajak untuk memberikan suara (Delaware, North Carolina, Georgia, dan Pennsylvania tentu saja), yang boleh duduk di pemerintahan harus memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu.38

38 Ibid hlm 92-94