• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORI TINJAUAN TEORI

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Pemberdayaan Terhadap Usaha Kecil Dan Menengah

Kegiatan wirausaha dikalangan masarakat barat disebut dengan profesi entrepreneur. Menurut peneliti para ahli, dikatakan bahwa seseorang mempunyai jiwa kewirausahaan apabila seseorang tersebut mempunyai suatu motif atau kegiatan tertentu untuk memperoleh keberhasilan yang diperhitungkan, direncanakan dan dikerjakan secara teratur dan terorganisir. Dalam jiwa seorang wirausaha, di dalam dirinya memiliki sikap pantang mundur dalam melakukan segala macam usah, sampai akhirnya bisa dilakukan evaluasi secara objektif.7

Bagi muslim, implemintasi dari mutif atau keinginan itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu proses ikhtiar dalam rangka ibadah dalam mencari keridhaan Allah SWT untuk mencapai keberuntungan, tidak saja dalam

7

kehidupan duniawi tetapi juga untuk kehidupan akhirat kelak. Salah satu ayat Al-quran mengingatkan kepada kita semua :Yang artinya :

☺ ☺

Artinya: “Bahwa seseorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna

(setimpal). Dan kepada tuhanmulah segala sesuatu akan

berkesudahan” (Q.S. 53 : 39-42 ).

Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, bahwa profesi sebagai wirausaha adalah sektor yang tahan banting dan tidak alergi menantang krisis. Sektor tersebut mendapatkan prioritas yang tinggi dari pemerintah. Hal ini merupakan peluang yang cukup baik bagi para pelaku usaha khususnya bagi kalangan pemuda karena selain ada dukungan dan fasilitas juga ditunjang adanya potensi sumberdaya alam serta peluang pasar yang cukup luas.

Dilihat dari pendekatan sumberdaya alam, sektor tersebut peluangnya lebih banyak terbuka di daerah pedesaan, di mana kondisinya sekarang justru banyak ditinggalakan oleh tenaga-tenaga muda potensial untuk menjadi masyarakat urban yang mengadu nasib kedaerah perkotaan. Hal ini terjadi karena kebanyakan dari mereka tidak mempunyai visi dan skill dalam bidang kewirausahaan. Oleh karena itu setidak-tidaknya ada dua hal yang perlu dipersiapkan terutama bagi pelaku usaha itu sendiri. Yaitu, pertama, penilaian keadaan faktor alam dan ketersediaan sumberdaya potensial yang ada. Dan

daerah lain yang ada disekitarnya, atau unit produksi yang satu dengan unit produksi yang lainnya, atau keterkaitan antara potesi produksi di satu pihak dengan peluang pasar dilain pihak.

Etos kerja juga merupakan hal yang penting dalam dunia wirausaha, etos kerja merupakan kegiata sehari-hari. Jika kita tidak mempunyai kebiasaan untuk melakukan segala sesuatu secara giat, maka kebiasaan itu akan berpengaruh terhadap etos kerja yang cendrung kurang produktif dan tidak efisien. Jika pemuda kita yang relative baru terjun kedunia usaha tidak dapat menumbuhkan etos kerja yang baik, maka kemungkinan besar mereka tidak akan berhasil mengungguli pesaing-pesaingnya, apalagi jika dihadapkan dengan pelaku-pelaku usaha yang sudah lama manjalani kegiatan usahanya. Dengan kata lain, etos kerja menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kewirausahaan yang unggul. Apapun tantangan dan ruang lingkup pekerjaannya akan punya arti yang sangat penting jika kita sendiri mampu memberikan apresiasi atas apa yang telah dikerjakan. Demikian dalam dunia wirausaha terlepas apakah itu usaha kecil dan menengah atu usaha besar akan memberikan nilai yang berarti jika usaha ditangani dan dilakukan dengan suatu etos kerja yang baik.

Bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh koperasi syariah BMT Assalam terhadap UKM diantaranya :

1. Memberikan bantuan modal terhadap UKM untuk memperbesar usahanya 2. Dalam kerjasama dengan nasabah tidak ada unsur riba

3. Kerugian dalam kerjasama ditanggung oleh dua pihak yaitu koperasi dengan nasabah

4. Melakukan pembinaan manajemen usaha yang sehat terhadap UKM agar berkembang menjadi usaha yang tangguh, sehat dan handal

5. Memberikan seminar/pelatihan jenis usaha untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha yang dijalani

6. Memberikan kemudahan terhadap nasabah dalam bentuk produk simpanan Assalam diantaranya :

a. Simpanan Mudharabah (Bagi Hasil)

Merupakan simpanan pihak ketiga yang dapat di investasikan oleh mudharib (Assalam), dimana nasabah/anggota akan mendapat bagian hasil dari pendapatan atas dana tersebut. Simpanan ini dapat diambil setiap saat. Setoran awal Rp.5.000, porsi Nisbah (bagi hasil).Assalam dan nasabah : 70% : 30%.

b. Simpanan Idul Fitri (Safitri)

Simpanan ini diperuntukkan bagi nasabah (anggota yang berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan idul fitri dan nasabah akan mendapatkan bagi Hasil dari pendapatan atas dana yang diinvestasikannya. Pengambilan simpanan hanya dapat dicairkan tiga minggu mendekati hari raya idul fitri. Setoran awal Rp. 10.000, porsi nisbah bagi hasil Assalam dan Nasabah 70% : 30%.

c. Simpanan Qurban (Surban)

Simpanan ini diperuntukkan untuk nasabah (anggota) yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah Qurban dan nasabah akan mendapatkan bagi hasil dari pendapatan atas dana yang diinvestasikannya. Pengambilan simpanan hanya dapat dilakukan satu

minggu menjalang hari ray Qurban (Idul Adha). Setoran awal Rp. 10.000, nisbah bagi hasil Assalam dan nasabah 70% : 30%.

d. Simpanan Haji (Sipaji)

Simpanan ini diperuntukkan bagi nasabah (anggota )yang ingin melaksanakan ibadah haji dan nasabah akan mendapat bagi hasil dari pendapatan atas dana yang diinvestasikan. Pengambilan simpanan ini ketika saldo simpanan sudah cukup untuk menunaikan ibadah haji. Setoran awal 100.000, nisbah bagi hasil Assalam dan nasabah 70% : 30%.

e. Simpanana Berjangka Mudharabah (Deposito)

Sama seperti simpanan mudharabah Assalam namun simpanan dibatasi jangka waktu tertentu setoran minimal Rp. 500.000, Nisbah bagi hasil sebagi berikut :

1) 1 bulan Assalam dan Nasabah = 65% : 35% 2) 2 bulan Assalam dan Nasabah = 63% : 37% 3) 3 bulan Assalam dan Nasabah = 60% : 40% 4) 6 bulan Assalam dan Nasabah = 55% : 45% f. Simpanan Pendidikan

Simpanan ini diperuntukkan bagi angota (nasabah) yang ingin menyimpan uangnya uangnya khusus biaya pendidikan, dana tersebut baru dapat diambil setelah masuk pendaftaran sekolah. Disamping itu simpanan ini dapat juga berupa tabungan para pelajar melalui kordinatornya yang dititipkan pada BMT. Nasabah berhak mendapat

bagi hasil dari dana yng diinvestasikannya, dengan porsi nisbah bagi hasil Asalam dan Nasabah 70% : 30%.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian terhadap koperasi syariah BMT Assalam yang terkait dengan Mekanisme Penyaluran dana Kopsyah BMT Assalam Kebayoran Baru Jakarta Slatan dalam memberdayakan UKM. Penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Kopsyah BMT Assalam merupakan jenis koperasi yang bergerak dalam usaha simpan pinjam dalam mensejahterakan anggota/UKM dengan menggunakan prinsip ekonomi Islam yang berpedoman terhadap Al-Quran dan Al-Hadist.

2. Sumber dana Kopsyah BMT Assalam berasal dari uang simpanan anggota yang terdiri dari sumbangan pokok, sumbangan wajib, dan sumbangan sukarela. Uang pinjaman dari luar yang berasal dari perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah serta uang hibah yang tidak mengikat dari karyawan PU, dan karyawan Menpera.

3. Proses penyaluran dana yang dilakukan Kopsyah BMT Assalam secara garis besar yaitu memberikan pinjaman modal terhadap anggota/UKM dalam rangka mengembangkan uasahanya dengan cara yang halal. Investasi mudal terhadap perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah lainnya.

4. Memberdayakan anggota/UKM dengan kegiatan sebagi berikut :

a. Memberikan bantuan modal terhadap UKM untuk memperbesar usahanya

75

b. Dalam kerjasama dengan nasabah tidak ada unsur riba

c. Kerugian dalam kerjasama ditanggung oleh dua pihak yaitu koperasi dengan nasabah

d. Melakukan pembinaan manajemen usaha yang sehat terhadap UKM agar berkembang menjadi usaha yang tangguh, sehat dan handal e. Memberikan seminar/pelatihan jenis usaha untuk mengembangkan

dan meningkatkan usaha yang dijalani

f. Memberikan kemudahan terhadap nasabah dalam bentuk produk simpanan Assalam diantaranya :

1) Simpanan Mudharabah (Bagi Hasil). 2) Simpanan Idul Fitri (Safitri)

3) Simpanan Qurban (Surban) 4) Simpanan Haji (Sipaji).

5) Simpanana Berjangka Mudharabah (Deposito) 6) Simpanan Pendidikan

B. Saran-saran

Kopsyah BMT Assalam sebagai lembaga keuangan syariah yang bergerak dalam unit usaha simpan pinjam pasti mempunyai keinginan untuk terus eksis dan berkembang, dengan berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan unit usaha dengan modal yang ada. Berdasarkan hasil analisis berkaitan dengan Mekanisme Penyaluran Dana Kopsyah BMT Assalam Dalam memberdayakan UKM penulis menyarankan sebagai berikut :

76

1. Meski banyak unit usaha yang dijalankan oleh Kopsyah, namun diharapkan dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan usahanya serta tidak cepat puas terhadap prestasi yang telah dicapai dengan mengadakan sosialisasi yang lebih luas lagi, sehingga Kopsyah BMT Assalam dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada para pelaku usaha kecil dan menengah serta dapat memperluas wilayah kerjanya.

2. Karena terbatasnya pengetahuan para pelaku usaha kecil dan menengah tentang pengetahuan untuk meningkatkan usahanya, maka penulis menyarankan kepada Kopsyah BMT Assalam agar lebih mengoptimalkan bimbingan baik berupa seminar atau pelatihan menejerial atau suatu unit uasaha yang dapat menambah pengetahuan pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya. Hal ini dilakukan supaya para pengusaha kecil dan menengah lebih terarah dan mendapat pengetahuan lebih mengenai dunia usaha guna meningkatkan uasaha yang akan atau telah mereka kelola.

3. Untuk memberikan kepuasan kepada para nasabah pembiayan, maka Kopsyah BMT Assalam diharapkan tetap berupaya untuk selalu meningkatkan pelayanan kebutuhan-kebutuhan para usaha kecil dan menengah. Dan memberikan kemudahan dalam proses pencairan dana yang diberkan agar nasabah pembiayaan pembiayaan tidak beralih ketempat lain.

Demikian kesimpulan dan saran penulis utarakan. Semoga saran-saran ini dapat menjadi sebuah masukan yang menjadi bahan pertimbangan untuk lebih termutifasi dalam memperbaiki kinerjanya.

Dokumen terkait