• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal

Kegiatan penanaman modal telah menjadi bagian dari penyelenggaraan perekonomian dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian nasional serta perekonomian daerah. Untuk mempercepat proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melalui penanaman modal tersebut, pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk menarik investor domestik maupun asing yang akan menanamkan modalnya, dengan membuat kebijakan melalui pemberian fasilitas dan kemudahan bagi penanaman modal. Fasilitas tersebut berupa menanamkan modalnya

Beberapa kemudahan penanaman modal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh adalah dengan memberikan kemudahan pada persyaratan perizinan (satu persyaratan digunakan untuk beberapa jenis perizinan) serta memproses perizinan secara paralel (beberapa perizinan dapat dilaksanakan secara bersama).

Selain itu, saat ini pemerintah Provinsi Aceh dalam hal ini DPMPTSP sedang menyempurnakan aplikasi perizinan si cantik cloud yang bekerjasama dengan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh, pengembangan dan penyempurnaan aplikasi ini diutamakan untuk Pelayanan Perizinan yang di luar lampiran PP Nomor 24 Tahun 2018.

Pemberian kemudahan dan fasilitas Penanaman Modal terdapat dalam Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2018.

Pemerintah Aceh sesuai dengan kewenangannya dapat mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk mendapat kemudahan dan/atau Fasilitas Penanaman Modal bagi Penanaman Modal yang melakukan Penanaman Modal di Aceh. Pemerintah Aceh sesuai dengan kewenangannya dapat memberikan kemudahan dan/atau Fasilitas Penanaman Modal kepada Penanam Modal yang melukan Penanaman Modal di Aceh.

8 Kemudahan dan/atau Fasilitas Penanaman Modal dapat diberikan kepada Penanam Modal yang melakukan :

✓ Penanaman Modal baru

✓ Perluasan usaha

Pemberian Kemudahan dan Fasilitas Penanaman Modal harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

✓ Memberikan kontribusi terhadap pengingkatan pendapatan masyarakat

✓ Menyerap tenaga kerja lokal

✓ Menggunakan sebagian besar sumber daya lokal

✓ Memberikan kontribusi terhadap bagi pengingkatan produk domestik regional bruto

✓ Berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

✓ Mempunyai skala prioritas tinggi

✓ Pembangunan insfrastruktur

✓ Melakukan alih teknologi

✓ Melakukan industri pioner

✓ Berada di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan dan berada di kawasan stategis tertentu

✓ Melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi

✓ Bermitra dengan usaha mikro, kecil, menengah atau koperasi

✓ Industri yang menggunakan barang modal, mesin, atau peralatan yang di produksi di dalam negeri

✓ Melakukan kegiatan usaha sesuai dengan program prioritas dalam rangka mendukung pertumbuhan perekonomian nasional

✓ Berorientasi ekspor

Bentuk kemudahan fasilitas Penanaman Modal antara lain sebagai berikut :

✓ Penyediaan data dan informasi peluang Penanaman Modal

✓ Penyediaan sarana dan prasarana

✓ Penyediaan lahan atau lokasi

✓ Pemberian bantuan teknis

✓ Penyederhanaan dan percepatan pemberian percepatan pemberian perizinan melalui PTSP

✓ Kemudahan pelayanan perizinan dan nonperizinan secara daring terintegrasi

✓ Kemudahan investasi di kawasan strategi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berpotensi pada pembangunan Aceh

✓ Kemudahan akses perbankan pembangunan daerah untuk mendukung operasional perusahaan seperti pembayaran gaji pegawai, dan lain-lain

✓ Pemberian keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Aceh

✓ Kemudahan proses sertifikasi dan standarisasi sesuai peraturan perundang-undangan

✓ Kemudahan akses tenaga kerja siap pakai dan terampil melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang linked serta pendidikan formal atau non formal lainnya

✓ Penyediaan penterjemah selama masa penjajakan dan konstruksi

✓ Kemudahan akses pasokan bahan baku

✓ Fasilitas promosi sesuai dengan kewenangan

✓ Kemudahana akses pasokan energi listrik

✓ Penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi

✓ Penyediaan fasilitas pemadam kebakaran

✓ Penyediaan fasilitas persampahan

Bentuk fasilitas Penanaman Modal antara lain sebagai berikut :

✓ Insentif pengurangan, keringanan, atau pembebasan Pajak Aceh

✓ Insentif pengurangan, keringanan, atau pembebasan Retribusi Aceh

✓ Insentif pengurangan besaran tarif dari Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Tanah dan Bangunan

✓ Insentif pengurangan dan keringanan atau pembebasan dalam hal-hal tertentu atas pokok pajak dan sanksinya

✓ Insentif pengurangan atau keringanan atau pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah umum bagi masyarakat berpenghasilan rendah

✓ Insentif pengurangan atau keringanan sewa lahan pada lahan Pemerintah Aceh XI. Jumlah Izin dan Non Izin Terbit

Jumlah perizinan yang diterbitkan oleh DPMPTSP Aceh selama bulan Januari sampai dengan Maret 2021 adalah 805, adapun rekapitulasi berdasarkan jenis perizinan secara lengkap terdapat dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini.

10 XII. Rencana dan Realisasi Investasi

Povinsi Aceh menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya tarik bagi para investor. Hal ini karena letak kabupaten yang sangat strategis dan mempunyai banyak potensi baik dari SDA maupun penduduknya.

8.1 Rencana Investasi Tahun 2021

✓ Januari 2021 Jumlah Izinnya 297, Rencana Investasinya Rp. 102.427.055.000,- Daftar Terlampir

✓ Februari 2021 Jumlah Izinnya 156, Rencana Investasinya Rp.6.031.000.000,- Daftar Terlampir

✓ Maret 2021 Jumlah Izinnya 352, Rencana Investasinya Rp.45.985.000.000,- Daftar Terlampir

8.2 Realisasi Investasi

Adapan Realisasi Investasi Triwulan pertama adalah sebagai berikut

XIII. Kendala dan Solusi

1. Jumlah SDM masih kurang terutamam yang memiliki standar kompetensi yang sesuai di bidangnya (IT, Analis Perizinan, Bagian Informasi dan Pengduan, dll).

2. Upaya untuk peningkatan kapasitas Aparatur Pelayanan belum maksimal.

3. Kemampuan dan Pemahaman SDM yang belum memadai dalam hal penguasaan teoritis perizinan penanaman modal.

4. Sarana dan prasarana kantor yang kurang mendukung dan memadai, seperti komputer yang kurang memadai, printer, mesin fotokopi, lemari arsip, filling, kursi.

5. Konektifitas internet yang tidak stabil.

6. Banyak DPMPTSP Kab/Kota yang masih menggunakan SOP dan SP Perizinan dan Nonperizinan yang lama, dikarenakan SOP dan SP yang baru masih dalam tahap penyusunan.

7. Kendala dalam pelayanan perizinan di Provinsi Aceh :

✓ Jumlah Sumber Daya Manusia masih kurang terutama yang memiliki standar kompetensi yang sesuai di bidangnya (IT, Analis Perizinan, Bagian Informasi dan Pengaduan, dll)

✓ Upaya untuk peningkatan kapasitas aparatur pelayanan belum maksimal

✓ Kemampuan dan pemahaman SDM yang belum memadai dalam hal penguasaan perizinan penanamam modal

✓ Dukungan anggaran yang belum mencukupi dalam rangka memenuhi pelayanan publik yang prima

✓ Sarana dan prasarana kantor yang kurang mendukung dan memadai

✓ Konektifitas internet yang tidak stabil

✓ Belum terlaksananya sistem e-Perizinan secara menyeluruh pada DPMPTSP Kab/Kota

Lampiran:

1. Struktur Organisasi DPMPTSP Aceh

2. Lampiran data jumlah izin dan rencanan investasi

3. Laporan penyelenggaraan dari PTSP Kab/Kota triwulan pertama

12

Dokumen terkait