BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
1. Pembiayaan Pendidikan di SMK NUSANTARA
Sebagai sekolah swasta yang mandiri, maka Sumber pemasukan adalah dari masyarakat/ orang tua siswa yang berupa SPP dan biaya lainya. Jadi uang SPP sangat penting untuk kelancaran pembiayaan pendidikan. Jika uang SPP terhambat, maka pelaksanaan pembiayaan keuangan di SMK Nusantara juga terhambat, karena semua aktivitas dan kegiatan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Dalam pelaksanaan pembiayaan pendidikan disekolah pihak Yayasan bekerjasama dengan Bagian keuangan dalam pelayanan pembayaran SPP, para peserta didik dapat melakukan transaksi pembayaran melalui kasir yang berada bagian administrasi sekolah pihak
Biro Keuangan SMK Nusantara pun memberikan pelayanan pembayaran dengan pelayanan yang sopan dan ramah. Direktur Keuangan sekolah akan melakukan pemanggilan wali murid bagi para siswa yang terlambat dalam pembayaran SPP. Hingga saat ini dana yang telah diperuntukan dapat dikatakan sedikit banyaknya telah memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pendidikan.47
Pemasukan pembiayaan pendidikan di SMK Nusantara meliputi:
a. Uang PSB dan DU.
Supaya kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik, maka perlu adanya dana yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang di inginkan. Sebagai lembaga pendidikan Swasta yang berdiri sendiri maka pemasukan keuangan sekolah hanya dari masyarakat, dan dengan tampa ada dana dari masyarakat maka proses pendidikan tidak akan terlaksana.
Pemasukan pembiayaan pendidikan di SMK Nusantara yang pertama adalah dari siswa berupa uang PSB (Pendaftaran Siswa Baru) dan Daftar ulang. Uang PSB meliputi pertama, uang formulir calon siswa baru yang berlaku hanya untuk para siswa yang akan mendaftar untuk masuk ke sekolah sebesar Rp. 75. 000,00 setiap siswa. Kedua, yaitu uang Daftar Ulang hanya untuk kls II dan kls III, pendaftaran ulang ini dilakukan siswa apabila dia ingin melanjutkan proses belajar ke tingkat selanjutnya misalnya dari kls II ke kls III dan apabila ada siswa tidak melakukan daftar ulang pada waktu yang telah ditentukan maka siswa tersebut di anggap mengundurkan diri atau berhenti dari sekolah, uang daftar ulang setiap siswa sebesar Rp. 60.000, 00 setiap jurusan dari kls II sampai kls III. Dan uang PSB dan DU yang ketiga adalah uang pasphoto dan raport, biaya ini lebih besar dari biaya sebelumnya karena untuk pasphoto dan raport yang diperlukan untuk kelancaran proses belajar mengajar, untuk hal ini setiap siswa uang pasphoto dan raport sebesar Rp. 100.000.
47
b. Uang pangkal
Uang pangkal dibayarkan pada waktu siswa telah resmi masuk ke sekolah dan telah terdaftar sebagai siswa SMK Nusantara. Uang pangkal setiap jurusan berbeda, untuk jurusan APH, UPW, TKJ, RPL, DAN MM sebesar Rp. 2. 175. 000. Untuk jurusan Boga sebesar Rp. 2. 200. 000. Dan untuk jurusan PM dan AK sebesar Rp. 1.225. 000 biaya ini berbeda setiap gelombang. Uang pangkal sudah termasuk pembayaran gedung atau bangunan sekolah, pembelian baju batik, jas
almamater, seragam olahraga, seragam untuk hari jum’at, baju praktek
dan dasi.
c. Uang MBS
MBS atau Masa Bimbingan Siswa dilakukan pada waktu para siswa akan memasuki sekolah yaitu sebelum pembelajaran akan dilaksanakan, hal ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa tentang keadaan sekolah atau lingkungan sekolah, mengenalkan kepada siswa kepada para warga sekolah, dan tujuan yang paling utama adalah supaya siswa baru dapat saling mengenal baik antara sesama siswa baru maupun kakak senior atau kakak kelas yang terlebih dahulu sudah masuk dan belajar di sekolah tersebut.
Pelaksanaan MBS biasanya berlangsung selama 1 hari atau 2 hari, yang menjadi peserta adalah semua siswa baru yang sudah membayar uang MBS yang telah ditentukan oleh pihak sekolah sebesar Rp. 90. 000, 00 untuk jurusan APH, UPW, TKJ, RPL dan MM. untuk jurusan Boga sebesar Rp. 90. 000,00.dan jurusan PM, Boga dan AK sebesar Rp. 90. 000, 00. Biaya setiap gelombang berbeda, maksudnya adalah ada 3 gelombang yang diberlakukan untuk siswa baru yang akan mendaftar untuk menjadi siswa SMK Nusantara, gelombang 1 untuk 150 pendaftar, gelombang kedua untuk 150 pendaftar, dan yang ketiga untuk 150 pendaftar. Hal ini berlaku untuk semua pembayaran yang dilakukan oleh siswa baru berupa
pendaftaran, uang pangkal, praktek, spp, kesiswaan dan kesehatan, uang MBS, dan buku UANG 3 buah.
d. SPP
Pemasukan yang paling besar dari masyarakat adalah uang SPP yang rutin dibayarkan oleh para sisa setiap bulanya yang mana dana tersebut digunakan untuk proses belajar mengajar. Akan tetapi kendala yang dihadapi di SMK Nusantara adalah banyaknya Siswa terlambat dalam membayar SPP dan uang pembangunan, namun hal tersebut tidak mempengaruhi proses belajar mengajar, proses belajar mengajar tetap terlaksana dengan baik. Dalam dokumentasi Pembiayaan bagian keuangan SMK Nusantara pada tahun 2011 jumlah siswa yang terlamabat membayar SPP sebanyak 1. 373 181. 550 per tanggal 15 november 2011.
Dan Untuk mengatasi jumlah tunggakan SPP siswa, pihak sekolah memberikan peraturan sebagai berikut:
1) Bagi siswa yang mempunyai tunggakan tidak di izinkan untuk mengikuti ujian sekolah seperti MID Semester, Ujian Semester Ganjil, Ujian Semester Genap. Sebelum siswa yang bersangkutan membayar tunggakan SPP minimal 50% dari tunggakan.
2) Bagi siswa yang mempunyai tunggakan SPP diatas 2 juta, Bagian Keuangan sekolah akan melakukan pemanggilan wali murid. 3) Dan bagi siswa yang kurang mampu, pihak sekolah memberikan
keringan untuk pembayaran SPP atau penerima Beasiswa. Siswa yang mendapat keringanan biaya/ beasiswa sebanyak 88 orang yang terdiri dari berbagai jurusan. Daftar siswa- siswi penerima beasiswa/ keringan biaya di SMK Nusantara tahun 2011-2012 terlampir.
Untuk menanggulangi jumlah tunggakan yang banyak setiap tahunnya, pihak sekolah melakukan subsidi silang untuk mengatasi kekurangan dana disekolah. Kalau tidak dilakukan subsidi silang maka kegiatan sekolah tidak akan berjalan karena kekurangan biaya. Dan
selama melakukan subsidi silang tak pernah terjadi masalah, semua terselesaikan sesuai rencana, dan guru- guru mendapatkan gaji pas pada waktunya. 48
SPP untuk gelombang- 1, 2 dan 3 tidak berbeda, untuk jurusan APH, UPW, TKJ, RPL dan MM sebesar Rp. 185. 000. Jurusan Boga Rp. 200. 000. Dan jurusan PM dan AK Rp. 135. 000.
e. Kesiswaan dan kesehatan
Uang kesehatan dan uang kesiswaan. Uang kesiswaan sudah termasuk pembayaran untuk OSIS (Organisasi Intra Sekolah), asuransi dan kartu pelajar. Dana Asuransi bertujuan untuk mengantisipasi jikalau ada kejadian yang tidak di inginkan terjadi pada siswa mislanya kecelakaan, sekolah bertanggungjawab terhadap siswa. Asuransi yang diberlakukan oleh sekolah sebesar Rp. 90.000. per-siswa. Dan dana osis digunakan untuk membiayai segiatan siswa dalam berorganisasi disekolah misalnya kegiatan OSIS yang rutin setiap tahun adalah LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) selama 3 hari dan biasanya dilakukan diluar sekolah.
Uang kesehatan sebesar untuk kelas X jurusan APH, UPW, TKJ, RPL, MM Rp. 125. 000. Jurusan Boga dan AK Rp. 125. 000. Nominal untuk pembayaran kesehatan sama setiap jurusan maupun tingkatan. Uang kesehatan ini dipergunakan untuk membiayai para siswa jikalau ada yang sakit, uang kesehatan.
f. Buku UAN
Buku UAN 3 buah yaitu buku Matematika, Bahasa indonesia dan buku Bahasa inggris dan setiap siswa diwajibkan membayar Rp. 115. 000, nominal untuk pembayar buku tersebut sama setiap jurusan. Pembelian buku UAN di awal tahun ajaran atau pada waktu siswa akan masuk ke sekolah bertujuan supaya buku tersebut dapat dipelajari siswa dari kelas 1, dan ketika para siswa sudah menginjak kelas 3 menguasai UAN dengan maksimal.
48
Pengelolaan pembiayaan pendidikan yang baik sangat mempengaruhi penggunaan keuangan sekolah yang efektif dan efesien untuk membiayai seluruh kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan yang sekolah yang di inginkan, maka diperlukan kemampuan untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang memadai tentunya sehingga pengelolaan keuangan sekolah dapat berjalan sesuai acuan efektif dan efesiensi.