A. Business Unit Head Sumbar (BUH)
1. Pembibitan Pre Nursery
Pre nursery merupakan tahapan awal penanaman kecambah dalam baby polybag sampai umur 3-4 bulan, kegiatan yang dilakukan pada pembibitan pre nursery diantaranya yaitu :
a) Pembuatan Bedengan
Bedengan adalah tempat menyusun baby polybag di pre nursery yang dibuat dengan 1.0 m x1.0 m x 0.15 m atau tergantung kepada kondisi areal.
Permukaan tanah bedengan dibuat rata agar baby polybag dapat disusun dan berdiri tegak. Diantara bedengan dibuat jalan kontrol lebar 1.5 m memanjang arah Timur – Barat, disisi kiri kanan jalan dibuat parit ukuran 40 cm x 30 cm x 30 cm untukmenampung dan mengalirkan air yang berlebihan di permukaan tanah. Antara bedengan arah Utara – selatan dibuat jalan selebar 0.75 m yang berfungsi sebagai jalan kontrol dan pemeliharaan.
Untuk lebih jelasnya desain bedengan yang digunakan untuk penyusunan polybag pada pre nursery dapat dilihat pada gambar 9 dibawah ini.
44 Program Studi Agribisnis Pertanian
U 1,5 m
85 cm
j a l a n
10 m 100 polybag
Gambar 9. Desain Bedengan Pre Nursery.
b) Pengisian baby Polibag
Baby polybag yang digunakan berukuran 15 cm x 21 cm x 0,1 membalikkan polybag sebelum diisi tanah top soil dan setelah polybag diisi polybag dihentak-hentakkan agar baby polybag dapat berdiri tegak.
Prestasi kerja yaitu 650 bibit/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
c) Penyusunan polybag
Setelah baby polybag diisi tanah, kemudian diangkat secara hati-hati kemudian disusun teratur dan rapat berdampingan di dalam bedengan.
Setiap bedengan berisi 1000 – 1300 polybag, yaitu arah Utara – Selatan
45 Program Studi Agribisnis Pertanian
memuat 100 – 130 polybag dan arah Timur – Barat memuat 10 polybag, sehingga dalam 1 bedengan dengan ukuran 8,5 m (panjang bedengan) dan 1 m (lebar bedengan) dapat memuat 1000 – 1300 polybag. Prestasi kerja yaitu 2.000 polybag/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
d) Seleksi kecambah
Sebelum ditanam terlebih dahulu dilakukan seleksi kecambah, pengaturan kantong kecambah disesuaikan dengan nomor label untuk memudahkan perhitungan dan administrasinya. Kecambah normal apabila bakal akar (radicula) dan bakal batang(plumula) terlihat jelas, panjangnya 8 – 25 mm. Raducula berujung tumpul seperti bertudung agak kasar, sedangkan plumula ujungnya tajam seperti tombak. Untuk kecambah yang afkir dihitung untuk dibuat laporannya, kriteria kecambah yang dikatakan afkir adalah :
Bakal akar/batang patah.
Bakal akar/batang tidak tumbuh.
Bakal akar/batang membengkok.
Bakal akar/batang tumbuh satu arah
Bakal akar/batang busuk terserang cendawan.
Bakal akar/batang layu karena kekeringan.
Prestasi kerja yaitu 5.000 bibit/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
e) Penanaman kecambah
Sebelum dilaksanakan penanaman, baby polybag terlebih dahulu disiram air sampai jenuh agar proses penanaman manjadi mudah sekaligus
46 Program Studi Agribisnis Pertanian
untuk memadatkan tanah. Pada bagian pertengahan tanah baby polybag dibuat lubang tanam sedalam 2 cm – 3 cm dengan ukuran sebesar kecambah.
Pembuatan lubang tanam pada polybag dapat dilakukan dengan dengan menggunakan jari telunjuk atau kayu yang mempunyai diameter ± 10 cm.
Penanaman dilakukan dengan bakal akar ke bawah dan bakal batang keatas kemudian ditutupi dengan tanah top soil dan dipadatkan. Posisi kecambah berada 1 cm – 1,5 cm dibawah permukaan tanah baby polybag. Setiap penanaman disesuaikan dengan nomor persilangan agar dibuat merek (label) pada pinggir bedengan. Prestasi kerja yaitu 1.250 bibit/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
f) Pemeliharaan bibit
Pembuatan naungan
Pembuatan pelindung atau naungan yang dibuat adalah naungan individu, karena pelaksanaannya mudah serta biaya murah. Bahan naungan yang digunakan adalah helaian daun kelapa sawit sepanjang ± 15 cm yang masing-masing ujungnya ditancapkan pada baby polybag arah Timur – Barat berbentuk setengah lingkaran. Sebelumnya naungan direndam dengan larutan herbisida agar terbebas dari hama dan penyakit, pembuatan naungan dilakukan satu hari setelah kecambah ditanam dibedengan. Prestasi kerja yaitu 2.000 bibit/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
Penyiraman
Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore), kecuali bila hujan turun sekitar ≥ 8 mm per hari maka penyiraman tidak dilakukan. Alat yang digunakan untuk penyiraman adalah selang yang diujungnya
47 Program Studi Agribisnis Pertanian
ditambahkan kepala gembor agar tekanan air yang keluar tidak merusak permukaan tanah dan kecambah. Untuk kebutuhan air pada bibit tergantung dari umur bibit seperti umur 1 bulan memerlukan air 0,1 liter/bibit/hari, umur 2 bulan yaitu 0,2 liter/bibit/hari dan umur 3 bulan yaitu 0,3 liter/bibit/hari. Prestasi kerja yaitu 17.000 bibit/HK dan dilakukan 2 x sehari (pagi dan sore).
Penyiangan
Penyiangan di permukaan tanah polybag (weeding atas) dilakukan secara manual dengan cara mencabut semua gulma yang ada sekaligus membuang sampah atau kotoran yang mengganggu pertumbuhan bibit.
Penyiangan diantara bedengan (weeding bawah) dilakukan dengan cara menggunakan garu atau tajak. Rotasi penyiangan dilakukan 2 kali sebulan dengan prestasi kerja 5.000 bibit (weeding atas) dan 16.000 bibit (weeding bawah
Pemupukan
Pemupukan dilakukan setelah bibit berumur 1 bulan dengan menggunakan pupuk NPK 15 : 15 : 6 : 4 sesuai dosis pemupukan dan dapat diberi pupuk tambahan larutan Urea 0,25 % atau Bayfolan 0,25 % yang disiramkan langsung ke daun. Dosis pupuk dapat dilihat pada Tabel 6 berikut.
48 Program Studi Agribisnis Pertanian
Tabel 2. Dosis pemupukan pada pembibitan prenursery.
Umur dengan penyemprotan campuran 8 gr NPK dalam 5 liter air untuk 100 bibit.
Daun kemudiaan disiram segera setelah dilakukan penyemprotan pupuk untuk menghindari terbakarnya daun.
Prestasi kerja pemupukan pada pre nursery yaitu 5.000 bibit/HK dan dilakukan rotasi 1 x seminggu (setelah bibit berumur 1 bulan).
Pengendalian hama dan penyakit
Jenis hama yang sering menyerang di pre nuesery adalah belalang dan semut. Pengendalian dilakukan dengan insectisida Sevin 85 S konsentrasi 0,2
% dengan rotasi 1 x 2 minggu, sedangkan jenis penyakit yang sering menyerang adalah bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Culvularia sp, pengendalian dilakukan dengan menggunakan fungisida Dithane M – 45 dengan konsentrasi 0,2 % dengan rotasi pengendalian 1 x seminggu dan prestasi kerja yaitu 33.000 bibit/HK.
Konsolidasi bibit
Konsolidasi adalah memperbaiki posisi bibit yang miring atau bedengan yang rusak dan tambah tanah serta lainnya. Pada saat konsolidasi
49 Program Studi Agribisnis Pertanian
dilakukan penjarangan dan pembukaan naungan individual secara bertahap sejak bibit berumur 6 – 8 minggu. Prestasi kerja yaitu 5.000 bibit/HK dan dilakukan 1 x sebulan.
Seleksi bibit
Seleksi bibit merupakan pekerjaan untuk menyingkirkan atau memusnahkan bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang betul-betul bermutu baik dan sehat untuk dialihtanamkan ke lapangan. Persentase seleksi bibit dari persemaian sampai dengan ditanam di lapangan biasanya berkisar 25 – 35 %, tergantung dari jenis bibit dan rekomendasi dari institusi penghasil benihnya. Pada saat bibit akan dipindahkan ke main nursery ( umur 3 bulan) dilakukan seleksi bibit yang abnormal seperti :
Anak daun sempit dan memanjang seperti daun lalang (narrow leaves).
Pertumbuhan bibit berputar (twisted) akibat salah tanam/terbalik.
Pertumbuhan kerdil (dwarfish)
Anak daun menggulung(rolled leaves)Pertumbuhan bibit memanjang (
erected)
Anak daun kusut (crinkled)
Ujung daun membulat seperti mangkok (collante)
Terserang penyakit tajuk (crown disease)
Warna daun menguning (chimera)
Prestasi kerja seleksi bibit yaitu 5.000 bibit/HK dan dilakukan 1 x periode pembibitan.
50 Program Studi Agribisnis Pertanian