A. Business Unit Head Sumbar (BUH)
2. Pembibitan Main Nursery
4.2.3. Pemeliharaan tanaman
a. Pemeliharaan tanaman belum menghasilakan (TBM)
Pemeliharaan pada masa TBM merupakan pekerjaan yang paling banyak menghabiskan biaya dalam budidaya kelapa sawit maka setiap pos kegiatan harus benar-benar terkontrol sehingga biaya yang dihabiskan tidak sia-sia.
61 Program Studi Agribisnis Pertanian
Kegiatan pemeliharaan yang dilakuakan pada TBM kelapa sawit meliputi:
Penyulaman
Penyulaman merupakan kegiatan yang penting untuk mempertahankan jumlah populasi dalam satu areal, penyulaman dimaksudkan untuk mengganti tanaman yang mati, sehingga jumlah tanaman per luasan areal tetap terjaga.
Penyulaman dilakukan secepat mungkin menjelang tanaman berumur 3 tahun di lapangan, sehingga pertumbuhan tanaman sulaman tidak tertinggal pertumbuhannya.
Penyulaman yang baik adalah pada musim hujan dengan menggunakan bibit yang seumur dengan bibit yang disulam yaitu yang telah berumur 10–14 bulan.
Banyaknya sulaman biasanya sekitar 3–5 % setiap hektarnya.
Sebelum dilakukan penyulaman terlebih dahulu dilakukan inventarisasi terhadap semua pokok tanaman. kemudian dibedakan tanaman yang sakit, mati, atau titik tanaman yang kosong kemudian dipancang untuk mengetahui posisi tanaman yang akan disulam. Jumlah pancang yang akan disulam dihitung untuk mengetahui berapa jumlah bibit yang akan diperlukan. Seminggu sebelum bibit di tanam, pokok yang sakit atau mati dibongkar dan pada bekas tempatnya dibuat lubang baru, demikian juga pada titik tanam kosong dibuat lubang baru, lalu di tengah lubang ditancapkan lagi pancangnya. Setiap lubang yang telah dibuat disulam dengan bibit baru yang sehat, dimana cara dan prosedurnya sama dengan tanaman baru.
Pengendalian gulma
Pengendalian gulma bertujuan untuk membersihkan gulma agar proses pertumbuhan lebih cepat. Pengendalian gulma yang dilakukan oleh PT. Pasaman
62 Program Studi Agribisnis Pertanian
Plantations menggunakan metode mekanis dan kimia. Adapun cara yang dipakai adalah sebagai berikut :
Manual weeding
Penyiangan dilakukan menggunakan cangkul pada piringan tanaman kelapa sawit. Gulma yang diberantas pada umumnya adalah gulma yang berkayu atau sejenis perdu dan juga dari jenis keladi (talas). Pada tanaman belum menghasilkan penyiangan dilakukan di seluruh areal kebun. Bila pada areal kebun ditemukan gulma berkayu seperti anak pohon, sawit liar dan jenis keladi maka langsung dibongkar.
Chemical weeding
Chemical weeding adalah pemberantasan gulma dengan cara kimia menggunakan cairan/material kimia.
Spraying circle : yaitu pengendalian gulma yang dilakukan dengan menggunakan herbisida yang disemprotkan dengan knapsack sprayer. Penyemprotan dilakukan pada piringan tanaman kelapa sawit dengan diameter 2 m. Bahan yang digunakan di dalam penyemprotan ini adalah Glifosate dengan konsentrasi 4 cc/liter air dan diamin konsentrasi 1,5 cc/ liter air.
Spraying circle + spraying path : yaitu pengendalian gulma dilakukan dengan herbisida yang disemprotkan menggunakan alat micron herby. Penyemprotan dilakukan pada piringan tanaman kelapa sawit dengan diameter 2 m dan pasar pikul selebar 1,2 m. Rotasi dilakukan 2 bulan sekali
63 Program Studi Agribisnis Pertanian
Pengendalian gulma dengan cara spraying circle dapat di lihat pada gambar 11 dibawah ini.
Gambar 11. Spraying circle
Pemupukan
Pemupukan merupakan pemberian unsur hara ke dalam tanah untuk menjaga keseimbangan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan mengganti unsur hara yang hilang terbawa hasil panen. Pemupukan juga merupakan aktivitas produksi kelapa sawit yang membutuhkan biaya tinggi ± 60 % dari keseluruhan biaya pemeliharaan tanaman. Pemupukan dilakukan pada piringan yang sudah bersih dengan jarak tabur 1 m – 2 m dari pokok. Pengangkutan dilakukan dengan zonder ke lapangan dan di lapangan akan diletakkan tiap karung pupuk dengan jarak tertentu, kemudian pupuk diangsur dengan ember dan mangkok (takaran pupuk) yang ditabur melingkari pokok dan berjalan pada pasar pikul.
Beberapa jenis pupuk yang digunakan yaitu Urea/ZA, Rock Phosphate (RP) Morate Of Potate (MOP), Kieserit dan HGF Borate. Jenis dan dosis pupuk TBM
64 Program Studi Agribisnis Pertanian
dilakukan berdasarkan standar pemupukan yang ada. Jumlah dosis pemupukan pada TBM dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4. Dosis pemupukan pada TBM
Umur
Pemupukan dilakukan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil yang optimal serta masa produksi secara ekonomis panjang, sehingga tanaman kelapa sawit harus dipupuk tepat waktu, jenis, cara, dosis, dan tepat sasaran.
Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit merupakan usaha untuk memperoleh tanaman yang sehat, normal dan berproduktivitas tinggi. Di PT. BPP, prinsip pengendalian hama dan penyakit adalah yang utama. Sebelum dilakukan
65 Program Studi Agribisnis Pertanian
pengendalian seperti pengendalian secara mekanis sebagai pilihan pertama, pengendalian terpadu dengan musuh alami dan pilihan terakhir adalah pestisida. Di PT. BPP biasanya sebelum pengendalian HPT dilakukan sensus HPT yaitu untuk mengetahui tingkat serangan hama. Hama yang banyak menyerang tanaman pada saat TBM adalah babi hutan, tikus, belalang, ulat api, kumbang dan lainnya. Adapun beberapa penyakit yang ditemukan yaitu penyakit tajuk, penyakit busuk pucuk dan lainnya, dapat dikendalikan dengan cara mekanis. Pengendalian hama dengan cara mekanis yaitu dengan memburu hama tersebut, sedangkan pada hama ulat dilakukan dengan cara pengutipan, kepompong dan telur dengan alat galah. Rotasi pengendalian hama penyakit yaitu 1 x 1 bulan.
Kastrasi
Kastrasi adalah pembuangan bunga betina pada tanaman muda. Kastrasi ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan menghilangkan sumber infeksi hama dan penyakit. Dengan dilakukannya kastrasi maka panen tahun pertama dinggap seragam baik berat tandan maupun waktu panennya. Kastrasi dilakukan pada tanaman berumur 17 dan 19 bulan atau pada saat tanaman berbuah lebih dari 50%.
Kastrasi dilakukan dengan cara membuang semua bunga betina tanpa merusak pelepah. Sementara bunga jantan tidak dibuang karena pada bunga jantan terdapat serangga Elaedobius cammerunicus yang akan membantu di dalam penyerbukan. Alat yang dipakai untuk kastrasi berupa dodos. Prestasi kerja untuk kastrasi 80 pokok/ HK dengan sistem borong.
66 Program Studi Agribisnis Pertanian
Konsolidasi pokok
Konsolidasi pokok dilakukan agar pokok tetap dapat berproduksi seperti yang diharapkan, konsolidasi pokok dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pembuatan tapak timbun dan tapak kuda serta lainnya. Hal ini dilakukan agar pokok tidak tumbang dan pemupukan berjalan dengan lancar. Prestasi kerja yaitu 2 pokok/HK dan rotasi dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan.
Pembuatan tempat pemungutan hasil (TPH)
TPH (Tempat Pemungutan Hasil) merupakan tempat untuk mengumpulkan TBS yang sudah dipanen sebelum dilakukan pengangkutan ke pabrik pengolahan.
Pembuatan TPH di Kebun Dolok Estate ini mempunyai ukuran 2 x 3 m. Pembuatan TPH ini dengan sistem 2:1 yang artinya dari 2 pasar pikul terdapat 1 TPH.
Pembuatan pasar pikul
Pasar pikul merupakan jalan untuk mengantarkan buah yang sudah dipanen ke TPH serta untuk memudahkan kegiatan pemeliharaaan lainnya, jadi pasar pikul harus dalam kondisi siap pakai dan baik kondisinya. Pembuatan pasar pikul ini dengan sistim 2:1 yang artinya dari 2 gawangan terdapat 1 pasar pikul dengan uraian 1 sebagai pasar pikul dan satu lagi sebagai gawangan mati dengan lebar pasar pikul 1,2 m. Kegiatannya adalah dengan cara membersihkan vegetasi yang berada di atasnya secara kimia dengan menyemprot.
Herbisida yang dipakai adalah Roumd Up bahan aktif Glifosate dengan konsentrasi 400 cc/20 ltr air dan dicampur dengan DMA bahan aktif Dimetil Amin
67 Program Studi Agribisnis Pertanian
konsentrasi 100 ml/ 20 ltr air. Sebelum dimasukkan ke dalam micron herby terlebih dahulu Round up dan DMA dilarutkan ke dalam air.
Perawatan jalan dan parit
Jalan merupakan hal utama yang harus diperhatikan, sebab jalan merupakan penghubung kebun dengan dunia luar. Perawatan jalan dilakukan dengan menggunakan road greader. Jalan yang rusak dan berlobang-lobang segera diratakan dengan road greader. Perawatan jalan yang dilakukan di Kebun Dolok Estate meliputi:
- Pembuangan rumput – rumput yang tumbuh di pinggir badan jalan lalu membuangnya ke gawangan mati.
- Menimbun badan jalan yang berlubang dengan batu, tanah, atau ketel (cangkang buah sawit).
- Pengikisan dan perataan badan jalan dengan menggunakan greder.
Perawatan parit yang dilakukan adalah cuci parit yaitu membersihkan parit dari rerumputan yang tumbuh, kotoran yang menghambat aliran air serta menjaga kedalaman parit (Gambar 12). Prestasi kerja dalam perawatan parit adalah 100 m/
HK.
Gambar 12. Perawatan parit/ cuci parit pada saluran pembuangan
68 Program Studi Agribisnis Pertanian
b. Pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM)
Pada prinsipnya pemeliharaan tanaman di TM hampir sama dengan di TBM, karena merupakan kegiatan lanjutan dari pemeliharaan TBM. Tanaman kelapa sawit telah beralih ke TM apabila 60% dari populasi telah menghasilkan atau berproduksi secara maksimal dengan berat janjangan rata-rata 3 kg/janjang. Umumnya tanaman memasuki masa TM berumur 4 tahun. Kegiatan yang dilakukan pada PT. Bakrie Pasaman Plantations dapat diuraikan sebagai berikut :
Sanitasi
Sanitasi dilakukan pada pokok kelapa sawit yang ditumbuhi oleh gulma atau vegetasi lainnya yang dianggap akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman ataupun dapat dijadikan sebagai sarang hama dan penyakit. Sanitasi dilakukan dengan cara membuang gulma tersebut dengan menggunakan parang atau lainnya kemudian dibuang pada gawangan mati. Prestasi kerja dalam kegiatan sanitasi ini adalah 1,8 HK/ha dan rotasi 1 – 2 x setahun.
Pemupukan
Pemupukan pada tanaman menghasilkan dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi yang dilakukan dari hasil analisa sampel daun yang dilakukan oleh konsultan dari Malaysia. Jenis pupuk yang diberikan terhadap tanaman menghasilkan berupa MPO / KCl, TSP / RP, Kieserit, Urea / ZA dan Borate. Pemberian pupuk ini dilakukan 3 kali dalam setahun secara terpisah antara satu jenis pupuk dengan pupuk lainnya. Seperti antara Urea / ZA tidak boleh dicampur dengan pupuk Posfat (RP dan TSP) dan pupuk KCl, Kieserit tidak boleh dicampur dengan pupuk lainnya.
69 Program Studi Agribisnis Pertanian
Aplikasi pupuk ke lapangan dilakukan dengan menggunakan ember, agar dosis yang diberikan tidak menyimpang jauh dari rekomendasi yang ada, maka digunakan mangkok yang telah diketahui volumenya, yaitu dalam 1 mangkok berisi ½ kg. Aplikasi ke masing-masing tanaman dilakukan dengan menaburkan pupuk tersebut ke piringan dengan jarak 1 – 1 ½ meter dari batang. Satu karung goni (50 kg) biasanya diletakkan dalam 3 barisan tanaman. Prestasi kerja yaitu 0,5 – 0,8 HK/ha dan rotasi 3 x dalam setahun.
Pemupukan pada TM merupakan hal terpenting ditinjau dari kegunaannya ataupun biaya yang dipakai. Teknik aplikasi, dosis, jenis pemupukan dan lain-lain tergantung pada beberapa hal sebagai berikut :
b. Jenis tanah, umur tanaman, tingkat produksi yang dicapai.
c. Realisasi pemupukan sebelumnya, jenis pupuk yang akan dipakai.
d. Tenaga kerja yang tersedia, keadaan penutup tanah.
e. Analisa kadar hara pada daun dan lain-lain.
Untuk mencapai pemupukan yang tepat pada saat aplikasi di lapangan PT.
BPP harus melalui beberapa cara untuk memudahkan pelaksanaannya yaitu :
a) Organisasi pemupukan
Untuk menghindari adanya kekeliruan dalam aplikasi pupuk di lapangan maka di tiap Divisi setiap harinya hanya dibenarkan menaburkan satu jenis pupuk pada setiap bloknya. Kebutuhan tenaga kerja harus pasti dan sesuai dengan luas areal yang akan dipupuk. Tenaga kerja harus terlatih dan terdiri dari satu mandor tenaga wanita yang tetap untuk satu Divisi. Untuk mengefisienkan waktu dan ketepatan cara
70 Program Studi Agribisnis Pertanian
aplikasi diusahakan agar tidak terjadi pergantian tenaga penabur, kecuali karena sesuatu hal. Selain itu, jumlah takaran harus sesuai dengan penabur.
b) Pengeceran pupuk
Untuk memudahkan pelaksanaan pemupukan terutama pada pekerja yang kesulitan mengangkat pupuk dilakukan kegiatan pengeceran pupuk oleh tenaga ecer yang jumlahnya ditentukan oleh Perusahaan. Pengeceran dilakukan sesuai kebutuhan per bloknya dan dosis yang akan diaplikasikan. Contohnya dosis 1 kg/pokok maka pupuk diecer 1 goni dalam 3 rey, dimana 1 rey adalah 17 pokok kelapa sawit sampai pasar tengah. Jadi 3 rey yang akan dipupuk adalah 51 pokok, dalam satu goni pupuk berisi 50 kg.
c) Cara pemupukan
Penaburan pupuk pada masing-masing pokok dimulai dari batas/rintis tengah blok (batas alam) menuju collection road (pasar tengah/jalan koleksi) sesuai arah barisan tanaman. Takaran yang dibawa harus dipastikan sesuai dosis yang akan digunakan dan sesuai dengan jumlah penabur. Mandor dan Assistant diharuskan mengikuti/mengamati jalannya kegiatan pemupukan, karena banyak pekerja yang kurang tepat dalam penaburan pupuk (lebih atau kurang dosis pada tiap pokok).
d) Pengumpulan goni
Setelah selesai melakukan pemupukan pekerja istirahat sambil menghitung goni yang diawasi oleh mandor pupuk, dengan tujuan untuk mengetahui jumlah pupuk yang telah ditabur dan menghitung biaya pekerja setiap orangnya yaitu Rp 2500 – Rp 3500/goni.
71 Program Studi Agribisnis Pertanian
Selanjutnya karung goni dibawa ke kantor Divisi dan dikumpulkan oleh pihak kantor, karung tersebut digulung setiap 10 lembar untuk memudahkan pengontrolan kembali jumlah pupuk yang dibawa ke lapangan sekaligus mengecek apakah seluruh pupuk sudah ditabur dan tidak ada yang hilang.
Untuk lebih jelasnya kegiatan pemupukan dapat dilihat pada gambar 13 di bawah ini.
Gambar 13. Kegiatan pemupukan yang ada pada TM.