Terima kasih, pimpinan. B-123.
Menyimak dari yang tadi disampaikan oleh teman-teman, kami dari BK sudah mengadakan pleno beberapa kali dan hasilnya sudah selesai di tingkatan BK. Jadi, yang kami mohonkan kemarin adalah bagaimana bila ini diagendakan. Bahwa kemudian ada kekurangan-kekurangan dari teman-teman, itu silakan disampaikan pada saat pembahasan nanti. Yang penting dibuka ruang untuk kami menyampaikan ini, begitu. Kami merasa bagaimana ya, teman-teman lain bisa dibuka ruang, alat kelengkapan lain. Kami minta dibuka satu ruang untuk kami sampaikan. Kalau misalkan double pasal atau ayat-ayat yang krusial, ayat-ayat yang teman-teman tidak setujui, silakan disampaikan kepada kami sehingga kemudian kita akan sepakati apakah ini diberi jangka berapa minggu untuk diselesaikan, atau beberapa jam, atau beberapa menit atau beberapa detik untuk diselesaikan. Sehingga itu menjadi keputusan kita.
Sekarang kami di BK juga bingung, kita mau mengagendakan pleno lagi, mau pleno tentang apa? Karena sudah selesai kita agendakan itu. Kita sudah bahas itu, sudah selesai. Bahkan dalam satu keputusan kami mengatakan bahwa tata tertib tidak akan dibahas lagi. Itu keputusan pleno yang pertama kita bahas. Sehingga saran kami pada kesempatan ini, menyimak dari tadi yang disampaikan oleh teman-teman semua, kiranya kita membuka ruang
untuk kami menyampaikan hasil yang kami sampaikan. Bila ada kekurangan, bila ada kelebihan, anggota sendirilah yang bisa menambahkan ataupun menguranginya.
Demikian pimpinan.
39. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik, yang lain? Silakan, Bu Elvi.
40. PEMBICARA : Dra. Hj. ELVIANA, M.Si. (JAMBI)
Terima kasih, Pimpinan.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya juga sudah menerima draft yang disusun oleh BK. Dari sekian banyak yang saya baca, memang yang menonjol itu dibuat garis miring. Itu adalah masalah 2,5 tahun dan 5 tahun itu. Saya pikir mungkin itulah yang digiring voting atau segala macam oleh teman-teman. Sebelumnya ijinkan saya menyampaikan pimpinan, sudah dua orang petinggi, orang berpengaruh di negeri ini bertanya ke saya, kesannya mengejek, begitu. “Apa benar DPD mau mengganti pimpinan 2,5 tahun?” Saya bilang, sedang digodok di dalam. Artinya, itu mungkin menjadi bagian pertimbangan kita apakah itu masih perlu kita bahas atau tidak.
Usul saya, saya setuju dengan Bang Rahmat tadi, kita hargai juga pansus ini. Mungkin kita seluruh provinsi memberi tanggapan secara tertulis, pasal-pasal mana yang mau diusulkan, nanti kita berikan lagi. Daripada tidak ada respon sama sekali dari anggota, kan tidak benar juga kalau anggota tidak membaca. Tetapi untuk disampaikan satu per satu mungkin sulit. Jadi per provinsi memberi tanggapan pasal mana yang mau diusulkan. Itu yang pertama.
Yang kedua, sekaligus kita tahulah mungkin sekian banyak yang suka, sekian banyak juga yang tidak suka kepada pimpinan. Mungkin tertulis juga kita usulkan apa sih harapan atau impian kita kepada pimpinan bertiga ini untuk kebaikan gerak dari DPD tiga tahun tersisa ini. Ya mungkin pimpinan juga mohon terbuka untuk menerima kritik dan saran dari kawan-kawan. Mungkin teman-teman ingin dikunjungi per komisi. Mungkin teman-teman ingin masalah kunjungan-kunjungan dibahas secara terbuka. Jadi saya usulkan setiap provinsi mengusulkan apa harapan perbaikan kepada pimpinan bertiga ini. Karena 2,5 tahun dan 5 tahun kan ujung-ujungnya minta diganti. Diganti kan kalau ada salah pimpinan. Salah kalau tidak diungkapkan secara lisan, ya tertulis diungkapkan. Jadi itu usul saya,
Terima kasih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
41. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik. silakan.
42. PEMBICARA : H. T. BACHRUM MANYAK (NAD)
Terima kasih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak pimpinan yang saya hormati beserta rekan-rekan anggota DPD RI yang hadir pada hari yang berbahagia ini. Saya hanya ingin mengingatkan semua kita bahwa kita memang saling menghormati, kemudian kita tetap berada dalam koridor mekanisme yang ada. Nah, menyangkut masalah tatib, ini sama-sama kita ketahui. Yang pertama telah dibentuk pansus dengan keputusan pimpinan, putusan paripurna, di-SK-kan pansus. Pansus
sudah bekerja, kemudian hasilnya dilaporkan ke paripurna. Nah, kemudian hasil pansus itu diserahkan kepada BK untuk melakukan penyempurnaan. Kemudian BK sudah selesai melakukan penyempurnaan tersebut. Nah, lantas dibawa ke forum PPUU bersama daripada BK untuk harmonisasi. Itu sudah selesai dilakukan. Kemudian dalam paripurna yang lalu ada timbul masalah lagi, dikembalikan lagi ke BK. BK sudah bekerja lagi. Dan alhamdulillah BK sudah selesai menjalankan tugasnya untuk ke sekian kalinya. Nah, untuk ini sesuai yang disampaikan oleh pimpinan Badan Kehormatan tadi, ini kita sudah bekerja, BK merupakan alat kelengkapan. Saya rasa sangat naif kalau memang keputusan alat kelengkapan dibatalkan oleh BK. Itu sangat sungguh melanggar Pasal 44 Tatib tersebut. Nah, saya sangat sependapat. Bukan masalah 2,5 atau 5 tahun. Itu kalau ada yang mengatakan melanggar aturan, saya ingin membuktikan undang-undang mana yang dilanggar. Karena, saya rasa 1 tahun tidak ada melanggar undang-undang; 2 tahun, tidak; 3 tahun, tidak; 5 tahun tidak. Yang tidak boleh 6 tahun karena masanya 5 tahun.
Justru karena itu saya sangat mengharapkan untuk menghargai hasil daripada alat kelengkapan lain. Untuk ini diberikan kesempatan kepada BK dalam rangka menyampaikan laporannya di paripurna tersebut. Terserah nantinya setelah dilaporkan oleh Badan Kehormatan hasilnya terus diserahkan sepenuhnya kepada keputusan BK. Belum disampaikan lagi kok sudah ada perdebatan, kan belum tahu apa hasil BK. Tetapi yang jelas persoalannya ini dibagi sudah dibagi semua, tetapi tidak sepenuhnya ini dibaca. Tetapi hasilnya nantinya ada laporan yang resmi adalah laporan daripada Badan Kehormatan di forum paripurna yang terhormat ini. Saya rasa ini diberikan kesempatan. Setelah disampaikan oleh Badan Kehormatan kalau perlu lakukan perdebatan-perdebatan lagi.
Terima kasih Pak.
43. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik. Saya ingin luruskan lagi ya. Jadi, kemarin kan kita rapat Panmus untuk menyusun agenda ini. Kemudian semua pimpinan dan juga anggota yang tidak di pimpinan menyampaikan apa-apa yang jadi keputusan. Rapat hari ini, itu adalah usulan dari pimpinan Komite IV untuk mengesahkan keputusan untuk pertimbangan RAPBN dan Hapsem, kemudian juga pengesahan terhadap Baleg. Ini semua tahu. Kemudian dari itu, kita beri kesempatan berbicara. Nah, timbulah apa yang disampaikan oleh BK. Tidak ada yang menghalang, tidak ada. Percayalah, dari pimpinan juga ikhlas, kok. Tidak ada. Hanya menjaga kehormatan kita bersama. Percaya itu. nah, disampaikan, terus menjadi dipelajari. Ternyata beberapa hal banyak yang belum terkoordinasi.
Kemarin saja kita membahas soal Pansus Pertambangan karena ada perubahan, transisi dari masa sidang I ke masa sidang yang berganti pimpinan, soal Pak Budi Doku. Ya representasi. Itu pun juga selama ini kan masih dalam, tidak ada yang baku, belum diatur di tatib. PPUU harus ada representasi, PAP juga ada. Kemudian juga kita membentuk Pansus DBH, juga begitu. Sehingga menyusun itu juga tidak mudah, lama itu. Nah, kemudian disampaikan juga ada beberapa pasal. Di sini kan ada, ada semua. Nah, jadi makanya dari pembicaraan sampai maghribpun menjadi terlambat, ada beberapa hal yang di tatib itu yang harus kita sempurnakan. Kan biasa saja kalau pekerjaannya. Kita sangat menghargai semua, tidak yang, saya juga tidak ada intervensi. Boleh tanya, kan semua juga tahu. Cuma kita mari hal-hal apa saja, begitu. Bukannya menyangkut soal yang itu, banyak lagi, begitu lho. Ya, toh selama ini kan tidak ada mengganggu.
Pada kesempatan ini, kemarin kesimpulannnya akhirnya dibentuk pansus. Ini ada Ibu Ketuanya di sini. Tetapi kalau di sini tidak berkesepakat pansus hanya dikembalikan lagi ke BK, dan diharmonisasikan dengan PPUU, ditambah usul-usul dari provinsi supaya ini segera
dilaksanakan, begitu lho. Supaya kita mempunyai suatu tatib yang betul-betul yang baik. Itu saja, ya.
44. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Ya sudah pimpinan. Saya rasa itu saja. Jadi marilah sesame kita, oke kita saling menghargai di sini, bahwa ada masukan-masukan, bahwa konsep ini perlu diperbaiki. Kepada BK yang baru kita oke terima, begitu. Jadi bahwa keinginan untuk memastikan juga kita tampung. Jadi jalan tengahnya sudah ini dikembalikan kepada BK tapi dikasih waktu tanggal 28 Oktober nanti dikasih kesempatan. Jadi saya harapkan sama-sama mengertilah. Jadi segala sesuatu kalau ada pemikiran mari kita fokus kepada BK. Kalau ada pemikiran, tuntaskan di sana. Kalau perlu mana yang memang tidak disepakati oke, kita utamakan kebersamaan, saling menghargai itu lebih tinggi dari segala-galanya. Jadi sekarang sudah pimpinan kembalikan kepada BK, batas waktu paripurna berikut BK diberi kesempatan laporkan yang optimal mungkin untuk kita sepakati. Terima kasih
45. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik. Tolong Pak Bahar.
46. PEMBICARA : H Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Baik. Terima kasih pimpinan dan forum yang terhormat.
Menyimak beberapa penyampaian kawan-kawan yang terhormat, ini sebenarnya sudah berkembang juga di rapat Panmus kemarin yang kita laksanakan sampai lewat maghrib. Termasuk yang disampaikan oleh Prof. Farouk baru-baru saja. Malah kemarin bukan cuma BK, malah harus dipadukan dengan PPUU, sekalian melibatkan. Hanya memang ada satu wadah supaya kita bisa menghasilkan sebuah tata tertib yang akan memandu kita di dalam parlemen ini selama kita berada di sini. Sehingga kita tidak memerlukan waktu yang buru-buru. Kita perlu waktu, kita perlu masukan dari seluruh anggota. Buktinya tatib yang ada draft kemarin yang disampaikan ke Panmus yang kita baca bersama masih banyak hal-hal yang tidak terakomodir. Termasuk penempatan pasal yang double-double. Nah ini hal-hal-hal-hal yang sangat, jadi kalau diputuskan saya kira terlalu buru-buru. Saya kira apa yang disampaikan Pak Farouk itu baik hanya mungkin perlu sekaligus. Malah usulan saya kemarin dilibatkan PPUU sekalian dengan BK, malah saya tambahkan seluruh ketua alat kelengkapan, pimpinan alat kelengkapan. Nah di situ dan segera disampaikan kepada draft yang ini, yang ada sekarang disampaikan kepada anggota. Karena draft yang ada kemarin itu disampaikan sehari. Jadi memang bukan anggota tidak mau baca, tidak ada kesempatan, karena hanya sehari diberi kesempatan untuk membaca. Jadi saya kira kalau dalam minggu ini penetapan tanggal juga tidak harus kita terburu-buru tanggal 28, menurut saya. Kapan saja BK dan PPUU atau apa namanya yang akan membahas ini selesai baru dimajukan. Karena kalau kita menetapkan tanggal, kita akan diburu waktu lagi. Ada saja kemungkinan kalau, karena kalau yang akan datang mana kita mau masuk reses lagi. Jadi memang kita butuh pemikiran yang dingin bahwa kita ingin menghasilkan sebuah produk yang bisa memandu kita secara baik selama berada di parlemen ini. Terima kasih pimpinan.
47. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
48. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Pimpinan. Jadi saya rasa usul daripada Pak Farouk dipadukan dengan usul dari Pak Bahar saya rasa sudah sampai pada titik akhir. Yakni tata tertib ini draftnya kita kembalikan lagi ke BK. Tapi dengan catatan BK adalah leading-nya sedangkan PPUU akan menambahkan tambah dengan alat-alat kelengkapan ,sehingga tidak perlu lagi membentuk pansus. Dengan catatan, guideline pasal-pasal dan hal-hal yang krusial yang Panmus temui dalam hal kemarin itu dijadikan petunjuk untuk penyelesaian draft ini. Sehingga pada saatnya kalau sudah selesai tanpa tanggal 28-pun kita bisa sewaktu-waktu berkumpul menyelesaikannya. Karena menurut hemat saya juga terlalu lama Pak kalau tata tertib ini kita biarkan terkatung-katung. Karena kita dengan petunjuk Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 berarti tata tertib kita ini menjadi peraturan Pak, yang mengikat kita. Sehingga hal ini nilainya sama dengan undang-undang karena akan masuk juga lembaga negara Pak. Kalau itu sudah berarti kita sudah luar biasa DPD ini Pak. Jadi karena itu saya usulkan usul-usul yang tadi itu dikembalikan di BK dengan guideline dari Panmus sesuai dengan temuan-temuan yang didapatkan kemarin. Terima kasih Pak.
49. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik. Silakan Pak Sofwat, habis itu Pak Farouk.
50. PEMBICARA : Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI, SH. (KALSEL)
Terima kasih.
Sofwat Hadi dari Kalimantan Selatan.
Kemarin setelah dipelajari di Panmus ternyata banyak masalah-masalah yang tersebar di tatib itu yang memang harus disinkronkan kembali. Misalnya muncul pasal tentang 1/3 tanda tangan anggota bisa mengusulkan pergantian pimpinan DPD. Bahkan kalau tidak salah 10 anggota dari kawasan yang sama pimpinan yang supaya untuk supaya diganti.
Nah ini kan tidak mungkin diperdebatkan di sini.
Kemudian kedua, setiap anggota minimal wajib duduk di komite. Kalau tidak begitu bisa saja ada anggota hasil musyawarah provinsi tidak duduk sama sekali di alat kelengkapan. Ini kan perlu dipertimbangkan lagi. Jadi memang tidak ada lagi keharusan duduk di komite. Dan juga pengecualian pimpinan untuk duduk di komite sudah hilang lagi, berarti pimpinan DPD harus menjadi anggota komite.
Ketiga, komite itu satu alat kelengkapan. Baca undang-undang. Jadi kalau ada Komite I, II, III dan IV itu adalah bagian-bagian dari komite. Jadi tidak boleh ada anggota yang merangkap di komite. Sekarang dibolehkan karena tatib tidak melarang. Hilangnya istilah dibagi habis. Oleh sebab itulah di komite sebanyak-banyaknya 33 orang karena ada pimpinan dikecualikan, begitu. Jadi kita harus berpikir bahwa komite ini satu alat kelengkapan, bukan empat alat kelengkapan. Selama ini kita ini keliru berpikirnya. Oleh sebab itulah komite kegiatannya bersamaan. Bayangkan kalau misalnya satu anggota komite saja kita kalang kabut, bagaimana dua komite? Dia lebih kalang kabut tapi honornya paling tinggi. Jadi ini soal komite. Belum di alat-alat kelengkapan yang lain, yang justru bunyinya sebanyak-banyaknya 33, padahal boleh merangkap. Artinya misalnya di PAP boleh, di ini boleh, itu tergantung kesepakatan provinsi. Kemudian ada perkembangan baru, selama ini sering ada keluhan dari beberapa menteri dan beberapa pejabat lembaga negara. Hari ini rapat dengan Komite I, minggu depan diundang oleh Komite IV. Komite IV alasannya dengan APBN. Padahal semua lembaga negara, semua kementerian ujung-ujungnya programnya terkait dengan APBN. Begitu juga dalam pengawasan. Jadi ini perlu, kalau
menurut saya lebih bagus kita itu meniru DPR bagaimana supaya masing-masing mitra kerja kita ini tidak tumpang tindih, begitu. Oleh sebab itulah perlu kita kembalikan lagi susun. Walaupun saya ini dari Komite IV, kalau memang kita ini bidang keuangan sudah lembaga-lembaga atau pejabat negara yang memang ada kaitannya dengan keuangan, bukan dikaitkan dengan APBN. Kalau dikaitkan dengan APBN semua komite berkepentingan akhirnya tumpang tindih. Ini perlu ditinjau lagi.
Jadi dalam hal ini, kemudian Panmus mendengar bahwa BK kalau diminta perkembangan-perkembangan itu lagi, itu lagi, itu lagi. Bahkan tadi ada pernayataan BK tidak lagi akan mengadakan pleno soal tatib. Oleh sebab itulah untuk mencari jalan keluar ini kemarin ada yang usulkan dan disetujui kalau begitu kita bentuk pansus lagi. Jadi jangan nanti kita sekarang diserahkan ke BK tapi BK itu lagi-itu lagi bahannya yang disampaikan. Seperti sekarang ini yang disampaikan ini sudah tiga kali di paripurna. Kenapa tidak ada perubahan-perubahan? Apalagi tadi ada pernyataan BK tidak akan pleno lagi soal tatib. Berarti sudah menyerahkan ke forum yang lain. Akhirnya kesepakatan pansus. Itulah latar belakangnya kenapa Panmus ada kesepakatan minta persetujuan untuk dibikin pansus lagi. Dan pansus itu minimal 6 bulan, eh bukan, maksimal. Jadi kalau dibentuk pansus 6 bulan harus selesai. Itu saja. Terima kasih.
51. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik. Silakan Pak Farouk dulu.
52. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Baik pimpinan. Saya coba menjadi ariflah, mejadi negarawan. Semua aspirasi kita tampung. Khusus Pak Sofwat usulan perbaikan saya pikir berikanlah catatan-catatan kekurangannya, nanti serahkan kepada BK. Kemudian kepada BK, Pak Mervin mohon dan teman-teman pimpinan ya mohon kearifan. Betul semangat itu sudah baguslah. Tapi namanya kalau memang paripurna meminta BK ya silakan diselesaikan lagi. Nah saya coba mencari jalan tengah kepada, mana tadi Pak Bahar Ngitung? Lho ini soalnya Pak Bahar Ngitung perlu ini, karena yang ngomong itu Pak Bahar Ngitung, Pak Rahmat Shah, orang-orang hebat semua ini, para pengusaha semua ini yang anu ini. Jadi kita harus dengar ini.
Saya begini saja Ketua, sudah kita tampung. Begini kira-kira, kalau memang 28 Oktober terlalu kepepet karena memang semua sudah punya ini, saya mengusulkan begini, BK selesaikan sampai dengan sebelum ini, diharapkan 28 Oktober itu sudah dibagi yang relatif sudah diperbaiki, kepada seluruh anggota. Waktu kita kembali reses pada tanggal 20-21 kan? 20-21, 22, 23 diharapkan masukan dari semua anggota. Nah, 24, 25, 26 mohon BK menyelenggarakan suatu forum bersama pimpinan alat kelengkapan dan PPUU untuk merampungkan semua itu. Ini mini, jadi yang besar 132 kan besar tuh, kita perkecil, mini, begitu. Pada 24, 25, 26 November. Kemudian kita agendakan minggu berikut tanggal 1 Desember sudah kita khusus, jadi jangan digabung yang lain-lain ini paripurna untuk tatib ini, khusus, paripurna khusus mengesahkan tanggal 1 Desember.
Jadi sekali lagi pimpinan, kira-kira critical point-nya atau critical date-nya itu 28 Oktober BK sudah membagi kepada semua anggota, yang optimal bisa dilakukan BK. Tidak apa-apa, kita pokoknya masukan-masukan itu masukan dulu sekarang. Kembali dari reses semua anggota memberikan masukan kepada BK, 21, 22, 23 diberi kesempatan, 24, 25, 26 semua pimpinan alat kelengkapan jangan agendakan lain, mini, semacam paripurna minilah ini, BK plus ketua pimpinan alat kelengkapan dan PPUU, 24, 25, 26. Hasil ini berarti 28, 29, nah saya pilih 1 Desember khusus paripurna tentang tatib. Tadi tentu nanti dalam perkembangannya kita lihat semualah mana yang, semua yang optimal kita bisa sepakati,
kepentingan lembaga lebih tinggi dari pada kepentingan perorangan dan lain sebagainya. Jadi mohon ini menjadi kesepakatan keputusan pimpinan, tidak usah banyak inilah. Sekian dan terima kasih.
53. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik, silakan Pak Rahmat, tolong waktunya karena sudah 13.40.
54. PEMBICARA : Dr. H. RAHMAT SHAH (SUMUT)
Kami kenapa kemarin putuskan di Panmus, adalah karena dari BK menganggap ada penekanan-penekanan dari kelompok tertentu yang saya tidak etis menyebutkannya, berasa, kalaupun rapat di BK itu selalu.
55. PEMBICARA : H. T. BACHRUM MANYAK (NAD)
Dibuka saja Pak, dibuka saja, ini rapat terbuka.
56. PEMBICARA : Dr. H. RAHMAT SHAH (SUMUT)
Selalu dikendalikan oleh berapa orang, begitu. Oleh karena itu kebijaksanaan, dan bahannya sendiri seperti yang disampaikan Pak Sofwat tadi, belum rampung banyak kesalahan begitu, itu diteliti sekilas, begitu. Jadi ada penekanan-penekanan, ada seperti kata Pak Farouk khusus, khusus, khusus dalam berapa hal, memang ada kekhususan juga, artinya ada agenda disitu. Makanya kita ingin sempurna tatib ini, tapi memang kepentingan semua kepentingan DPD, kepentingan tugas tanggung jawab kita, itu yang perlu saya sampaikan. Kenapa? kalau kita kembalikan ke BK hasilnya juga nanti akan, tanggapan kami kalau menurut laporan kemarin adalah kurang baik juga. Jadi itu makanya keputusan sampai lewat maghrib kemarin, 3 jam membicarakan itu dibentuknya pansus agar lebih baik untuk semua. Jadi itu yang kami dengar, nanti Ibu Aida nyambut itu, silakan. Terima kasih.
57. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Silakan Pak Sumino.
58. PEMBICARA : Drs. PAULUS YOHANES SUMINO, MM. (PAPUA)
Terima kasih Pak Ketua.
Pertama dalam semua perbedaan kita dapat, kalau mau kita dapat bersatu, kita dapat bertemu dalam landasan hukum dasarnya. Dalam hal tata tertib Undang-undang MD3 menugaskan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib pada BK, itu dasar hukumnya. Karena itu dalam semua perbedaan pendapat dan perbedaan pendapat berbagai macam motivasi, kita harus kembali kepada landasan hukumnya. Saya pikir itu kalau kita mau tertib hukum seperti itu.
Yang kedua, dalam sidang paripurna seperti ini, mohon maaf Pak Sofwat, saya pikir tidak pada tempatnya kita bicara materi, kalau kita bicara materi kita salah memperlakukan tidak adil kepada BK. BK belum pernah diberi kesempatan memberi laporan secara lengkap tentang hasil, karena itu jangan korek mulai dari materi, begitu loh. Kalau mulai korek dari materi kita memperlakukan tidak adil kepada BK. Ini kan kehormatan BK. Maka berkali-kali