A. Pembinaan dan Pengawasan
Pembinaan adalah suatu proses atau pengembangan yang mencakup usaha – usaha perbaikan, penyempurnaan dan pengembanganpenguatan SIDa.Pembinaan penguatan SIDa dilakukan agar pelaksanaan penguatan SIDa di daerah dapat berjalan dengan baik. Pembinaan dilaksanakan oleh kepala daerah melalui tim koordinasi SIDa daerah. Tim koordinasi SIDa Propinsi melaksanakan pembinaan dan pengawasan Penguatan SIDa di propinsi (termasuk kabupaten/ kota dalam wilayahnya), sedangkan Tim koordinasi SIDa kabupaten/ kota melaksanakan pembinaan pada kabupaten/ kota masing-masing.
Tugas Pembinaan Penguatan SIDa adalah dengan melakukan: 1. koordinasi penguatan SIDa;
2. pemberian pedoman dan standar pelaksanaan penguatan SIDa;
3. pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi pelaksanaan penguatan SIDa; 4. pendidikan dan pelatihan;
5. melaksanakan kegiatan kelitbangan dalam rangka penguatan SIDa; dan 6. perencanaan,pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan penguatan SIDa.
Sementara itu, Pengawasan adalah proses mengawasi pelaksanaan seluruh kegiatanpenguatan SIDa untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana.
Pengawasan yang dimaksud dalam peraturan bersama Menristek dan Mendagri tentang penguatan SIDa pasal 39 meliputi :
(1)
Pengawasan penguatan SIDameliputi:a. pengawasan secara berkala terhadap pelaksanan penguatan SIDa antarsusunan pemerintahan; dan
b. pengawasan secara tentatif terhadap pelaksanan penguatan SIDa antarsusunan pemerintahan.
(2)
Pengawasan secara berkala dilakukan oleh Tim Koordinasi Nasional kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Koordinasi Provinsi kepada Tim Koordinasi Kabupaten/Kota dengan periode setiap 6 bulan dan setiap akhir tahun anggaran.(3)
Pengawasan secara tentatif dilakukan oleh Tim Koordinasi Nasional kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Koordinasi Provinsi kepada Tim Koordinasi Kabupaten/Kota pada waktu tertentu sesuai kebutuhan.B.
Evaluasi
Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program penguatan SIDa. Evaluasi adalah penggunaan metode penelitian social untuk secara sistematis menginvestigasi efektifitas program penguatan SIDa.
Salah satu cara untuk mengetahui perkembangan dari sebuah kegiatan adalah melakukan monitoring, tetapi untuk mendapatkan informasi yang terukur dari perkembangan
41
sebagai ukuran. Demikian pula untuk dapat membandingkan perkembangan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh pelaku yang berbeda, diperlukan angka atau nilai yang standar. Kemajuan atau progres dari penguatan SIDa di masing-masing Provinsi maupun Kabupaten/Kota perlu di ketahui, sehingga diperlukan cara pengukuran yang terukur. Bila cara Pengukuran yang sama dilakukan kepada provinsi-provinsi, maka hasilnya dapat dinyatakan sebagai perbandingan kemajuan penguatan SIDa antar provinsi. Hal yang sama juga dapat diterapkan di tingkat kabupaten/kota. Untuk kebutuhan ini diperlukan sebuah cara yang dapat diterapkan dengan mudah tetapi hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
C. Pengukuran Pelaksanaan Penguatan SIDa Propinsi dan kabupaten/ kota
Dalam rangka pembinaan dan mengetahui perkembangan penguatan SIDa pada wilayah tanggung jawab masing-masing, maka Propinsi/ Kabupaten/ kota wajib mengukur penguatan SIDa masing-masing. Pembinaan dilaksanakan melalui Pengukuran mandiri terhadap indikator output dan outcome dari pelaksanaan penguatan SIDa di masing-masing wilayah tanggungjawabnya. Kabupaten/ kota menyampaikan hasil Pengukuran mandiri kepada propinsi selaku pembina propinsi pada akhir tahun, dengan tembusan kemenristek c.q. Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah dan Kemendagri c.q. Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri selaku Pembina SIDa tingkat nasional. Sedangkan Propinsi juga melakukan Pengukuran mandiri bagi propinsi pada akhir tahun dan hasilnya disampaikan kepada Kemenristek c.q. Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah dengan tembusan Kemendagri c.q. Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri. Form Pengukuran indikator output dan outcome dapat mencontoh seperti:
1. Pengukuran capaian output:
a. Error! Reference source not found. bagi Penguatan Kebijakan SIDa b. Bagi Penataan unsur SIDa
i. Error! Reference source not found. bagi Penataan Kelembagaan IDa
ii. Error! Reference source not found. bagi Penataan Jaringan SIDa iii. Error! Reference source not found. bagi Penataan Sumberdaya
IDa
c. Error! Reference source not found. bagi Pengembangan SIDa 2. Pengukuran capaian outcome pada Error! Reference source not found.
Untuk dapat mengukur penguatan SIDa secara keseluruhan, dapat digunakan rumusan sebagai berikut:
Nilai penguatan SIDa propinsi/ Kabupaten/ Kota:
NPS= ( N1xB1 + N2xB2 + N3 x B3 + N4 x B4 + N5xB5 )/ (B1+B2+B3+B4+B5) Di mana N2 adalah:
N2 = (N21 x B21 + N22 x B22 + N23 x B23) / (B21+B22+B23) Dan parameter di atas dapat dilihat pada Tabel 13 di bawah ini.
42
Tabel 13Parameter Pengukuran Penguatan SIDa
Parameter Pengukuran Bobot
Parameter Notasi Propinsi Kab/ kota Notasi
Nilai total Penguatan Kebijakan SIDa N1 2 2 B1
Nilai Total Penataan Unsur SIDa N2 3 3 B2
Nilai Total Penataan Kelembagaan SIDa N21 B21
Nilai Total Penataan Jaringan SIDa N22 B22
Nilai Total Penataan Sumberdaya SIDa N23 B23
Nilai Total Pengembangan SIDa N3 2 3 B3
Nilai total Pembinaan N4 2 1 B4
Nilai total Outcome N5 1 1 B5
Pengukuran mandiri juga dapat dilakukan melalui online pada website www.ristek.go.id. Dalam rangka pembinaan, tim penilai Pusat dapat melakukan fact finding kepada propinsi, dan propinsi kepada kabupaten/ kota. Untuk mempermudah pola pembinaan, Penguatan SIDa yang dilakukan di daerah dapat diklasifikasikan dalam 3 klasifikasi seperti pada tabel di bawah ini.
No. Klasifikasi Kriteria
1 Daerah yang menerapkan SIDa tingkat Utama
NPS ≥7.0
Nilai Penguatan Kebijakan dan Penataan Unsur > 7.0 2 Daerah yang menerapkan SIDa tingkat
Madya
6.0 ≤ NPS <7.0
Nilai Penguatan Kebijakan SIDa > 7.0 3 Daerah yang menerapkan SIDa tingkat
Pratama
5.1<=NPS <6.0
D. TimPembinaan, Pengawasan, dan monitoring Evaluasi
Tim koordinasi dapat menyusun tim kerja bagi Tim pembinaan, pengawasan, dan monitoring evaluasi yang bertugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan, monitoring, dan evaluasi, termasuk di dalamnya tim yang bertugas untuk mengukur penguatan SIDa di wilayahnya. KhususTim penilai pengukuran penguatan SIDa, melakukan pengukuran setiap 6 bulan sekali.
E. Penghargaan
Kepala Daerah dapat memberikan penghargaan kepada stakeholder penguatan SIDa yang menjalankan komitmennya secara luar biasar. Termasuk juga propinsi dapat memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah Kabupaten/ kota yang berprestasi dalam penguatan SIDa di daerahnya. Tujuan dari pemberian penghargaan adalah agar semua daerah berlomba-lomba untuk melaksanakan penguatan SIDa.
43
PENUTUP
Dengan adanya Panduan Penguatan SIDa ini berdasarkan Peraturan Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi dengan Menteri Dalam Negeri ini diharapkan pembangunan ekonomi berbasis pada hasil penelitian lembaga Litbang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan industri. Panduan ini sebagai langkah awal menuju pembangunan yang terintegrasi dengan institusi lain dan menjadikan suatu kolaborasi positif bagi penekanan biaya pembangunan di daerah. Semoga dengan adanya Panduan Penguatan SIDa ini dapat menggiatkan penelitian di Indonesia serta meningkatkan kuantitas dan kualitas riset berbasis pada output.
---
Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Deputi Bidang Jaringan Iptek
Kementerian Riset dan Teknologi
Gedung II BPPT Lt. 20 Jl. MH Thamrin No 8 Jakarta 10340 Kontak person :
Telepon: 021 – Fax: 021 –
44