• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembinaan Tenaga Kerja

Dalam dokumen Penyelenggaraan Makanan RS (Halaman 81-120)

HASIL DAN PEMBAHASAN

3) Pembinaan Tenaga Kerja

Di RSUD Pasar Rebo jenis diklat meliputi diklat formal dan diklat

non formal. Diklat formal diberikan kepada pekerja yang untuk

menambah wawasan dan keterampilan dalam bidang pekerjaannya. Sedangkan diklat non formal yang diberikan berupa orientasi, kursus dan training. Orientasi biasanya diberikan kepada pekerja baru. Kegiatan yang dilakukan dalam orientasi ini adalah perkenalan pekerja, sarana dan prasarana dan job deskripsion. Adapun materi orientasi disiapkan oleh bagian SDM (Sumber Daya Manusia) dan disesuaikan rencana penempatan pegawai.

Menurut Depkes RI (2007), Pada umumnya jenis diklat meliputi diklat formal dan diklat non formal. Diklat yang bersifat formal merupakan diklat yang berkesinambungan, yang menunjang keprofesian, serta kedudukan jabatan, baik fungsional maupun structural, sedangkan diklat non formal meliputi orientasi, kursus-kursus, symposium dan seminar.

Pembinaan tenaga kerja di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan Depkes 2007 dimana pembinaan tenaga kerja meliputi pendidikan dan pelatihan-pelatihan.

b. Sarana dan Prasarana

1) Denah Ruangan Instalasi Gizi

Ruangan yang digunakan untuk penyelengaraan makanan di RSUD Pasar Rebo diantaranya gudang penyimpanan bahan makanan kering, gudang penyimpanan bahan makanan basah, ruang administrasi, tempat pencucian alat makan, tempat persiapan sayuran dan buah, tempat persiapan lauk, tempat penyajian makanan biasa atau nondiet, tempat penyajian makanan khusus atau diet, tempat pemasakan lauk dan sayuran, tempat pemasakan nasi dan bubur, dan ruang ganti pegawai. Berikut denah ruangan penyelenggaraan makanan di RSUD Pasar Rebo.

Gambar 4.1

Denah Ruangan Instalasi Gizi RSUD Pasar Rebo tahun 2010

Pintu masuk Pintu keluar

Sumber : Data Primer Keterangan:

A: Ruang pencucian alat kls I N : Toilet pegawai

B: Ruang gizi Ranap (Gizi Klinik) O : Wastafle

C: Kantor Administrasi Produksi P : Toilet Wanita

D: Tempat pengolahan snack pasien Q: Toilet Pria

E: Gudang penyimpanan BM kering R: Tempat persiapan lauk F: Gudang penyimpanan BM basah S: Penyimpanan bumbu G: Tempat Pencucian sayuran & buah T: Tempat memasak nasi H: Area pengolahan/pemasakan U: Tempat persiapan Susu I: Tempat penyajian makanan pasien V: Ruang ganti pegawai J: Meja persiapan penyajian makanan pasien W: Gudang Kemasan

K: Meja pengolahan bumbu X: Gudang peralatan

L: Rak Peralatan dapur Y: Penerimaan Bahan Makanan

M: Persiapan buah 1. Letak Dapur B C E F G D A V U T S R I Q P H H H H H H J K L M O W X

2) Fasilitas Fisik a) Letak Dapur

Dapur Instalasi gizi RSUD Pasar Rebo dilengkapi dengan

exhause fan yang terletak diatas tempat pemasakan atau pengolahan

sehingga perputaran sirkulasi udara cukup baik . Letak dapur sudah tertata baik karena mudah dicapai dari semua unit pelayanan sehingga distribusi makanan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu mudah dicapai dengan kendaraan dalam rangka penerimaan bahan makanan dan jauh dari tempat pembuangan sampah akhir.

Menurut Depkes (2007), letak dapur hendaknya mudah dicapai, terletak strategis, Mudah dicapai, memiliki sinar dan udara yang cukup nyaman, tidak berdekatan dengan tempat sampah.

Letak dapur Instalasi gizi RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan teori Depkes 2007.

b) Ruang Penerimaan Bahan Makanan

Ruang penerimaan bahan makanan di RSUD Pasar Rebo terbagi dua yaitu penerimaan bahan makan basah dan penerimaan bahan makanan kering. Letak ke dua rungan ini mudah dicapai dan dekat dengan proses persiapan bahan makanan dan dilengkapi dengan timbangan yang digunakan untuk mengecek kualitas serta jumlah bahan makanan yang di pesan serta kereta dorong yang

digunakan untuk membawa bahan makanan ke tempat penyimpanan bahan makanan.

Menurut Depkes (2007), ruangan ini digunakan untuk penerimaan bahan makanan dan mengecek kualitas serta kuantitasnya. Letak ruangan ini sebaiknya mudah dicapai kendaraan, dekat dengan ruang penyimpanan serta persiapan bahan makanan.

Ruang penerimaan bahan makanan di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan teori (Depkes, 2007).

c) Ruang Penyimpanan bahan makanan

Ruang penyimpanan bahan makanan di RSUD Pasar Rebo terdiri dari ruangan penyimpanan bahan makan basah dan ruangan penyimpanan bahan makanan kering. Ruang penyimpanan bahan makanan basah terdapat 3 buah freezer. Sedangkan ruang penyimpanan bahan makanan kering tedapat rak, timbangan, 1 set komputer, dll.

Menurut Depkes (2007), tempat penyimpanan bahan makanan terdiri dari dua jenis penyimpanan bahan makanan segar (ruang pendingin) dan penyimpanan bahan makanan kering.

Ruang penyimpanan bahan makanan di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan teori (Depkes 2007).

d) Tempat Persiapan Bahan Makanan

Ruang persiapan bahan makanan di RSUD pasar Rebo dekat dengan ruang penyimpanan bahan makanan, ruang pengolahan, dan mudah dijangkau, kontruksi lantai tidak licin, rata, konstruksi kuat, dan kedap air, dan dilengkapi dengan bak pencucian sayur dan buah.

e) Tempat Pencucian

Ruang pencucian di RSUD Pasar Rebo terbagi dua yaitu pencucian bahan makanan dan pencucian alat makan. Ke dua ruangan ini letaknya dekat dengan dengan ruang pengolahan makanan, penyimpanan alat, dan terdapat bak pencucian yang dilengkapi dengan air mengalir, tersedia alat pembersih seperti sabun dan spons.

f) Ruang Pengolahan/Pemasakan

Ruang pengolahan di RSUD Pasar Rebo dilengkapi dengan cerobong asap, kompor, oven, dll. Ruangan ini cukup luas sehingga memudahkan pegawai untuk bergerak kemudian letaknya dekat dengan ruang persiapan, ruang penyimpanan bahan makanan, serta ruang pemorsian.

g) Ruang fasilitas pegawai

Ruang fasilitas di RSUD pasar Rebo digunakan untuk ganti pakaian, istirahat, dan toilet. Di ruangan ini terdapat loker pegawai, kasur tempat istirahat pegawai dan lemari.

h) Ruang Kantor/Administrasi

Ruang kantor di RSUD Pasar Rebo letaknya dekat dengan ruang produksi, di ruangan ini terdapat meja, lemari, dan komputer.

Seluruh sarana yang ada di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan standar Depkes 2007. Adapun arus kerja penyelenggaraan makanan di RSUD Pasar Rebo dijelaskan pada bagan 4.3 sebagai berikut

Bagan 4.4

Alur Kerja Penyelenggaraan Makanan RSUD Pasar Rebo tahun 2010

Sumber : Data Sekunder

Bahan Makanan kering Kering

Pasien Rawat

Rekap kebutuhan bahan makanan Daftar Permintaan Makan Pasien

Pemesanan bahan makanan basah/kering

Persiapan Gudang penyimpanan

bahan makanan kering Penerimaan bahan makanan

Pengolahan Pemorsian Pendistribusian Pembuangan sampah akhir Pasien Penyimpanan bahan makanan basah

Bahan makanan basah

Pembuangan sampah sementara

Keterangan :

Pasien datang dan dirawat, kemudian perawat mengisi form DPMP (Daftar Permintaan Bahan Makanan), lalu form tersebut direkap oleh petugas gizi untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan makanan, setelah diketahui jumlah pesanan bahan makanan kemudian bahan makanan dipesan melalui supplier. Setelah bahan makanan diterima oleh petugas gudang dilakukan pemeriksaan berdasarkan spesifikasi dan jumlah. Untuk bahan makanan basah didistribusikan ke persiapan, sedangkan untuk bahan makanan kering disimpan digudang penyimpanan bahan makanan kering. Untuk bahan makanan basah yang belum segera diolah, setelah dibersihkan kemudian ditutup dengan wrapping lalu disimpan di tempat penyimpanan bahan makanan basah/freezer. Setelah persiapan bahan makanan lalu bahan makanan diolah sesuai dengan menu pada hari tersebut. Setelah makanan dimasak, makanan diporsi berdasarkan makanan diet dan non diet, serta sesuai dengan kelas perawatan, lalu makanan yang telah diporsi didistribusikan kepasien sesuai Form DPMP. Seluruh sampah dalam proses persiapan, pengolahan, pemorsian, dibuang ketempat pembuangan sampah sementara, kemudian diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir.

Arus kerja penyelenggaraan makanan di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan Buku Pedoman Gizi Rumah Sakit, (Depkes 1991) bahwa arus penyelenggaraan makanan terdiri dari penerimaan bahan makanan, persiapan, pengolahan dan pendistribusian.

3) Inventaris Peralatan

Inventaris peralatan pengolahan di Instalasi gizi RSUD Pasar Rebo antara lain yaitu:

Tabel 4.2

Inventaris Peralatan Besar Memasak di RSUD Pasar Rebo Tahun 2010

No Nama Alat Jumlah

1. Kompor gas 5

2. Steam boiling pan 4

3. Gas automatic rice cooker 2

4. Tilting frying pan 2

5. Vegetabale preparation machine 1

6. Penggiling daging 1

7. Meja penyimpanan makanan 4

8. Meja persiapan makanan 3

9. Bak pencucian piring 2

10. Trolly Tertutup 2

11. Trolly terbuka 7

Sumber: Data Sekunder

Menurut Depkes RI (2007), Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan makanan terdiri dari peralatan besar, peralatan kecil, alat-alat makan, dan peralatan khusus untuk pemberian formula makanan bayi.

Inventaris peralatan penyelenggaraan makanan di RSUD Pasar Rebo telah cukup tersedia, hanya saja perlu penambahan khususnya peralatan kecil seperti pisau.

c. Sumber Dana dan Perencanaan Anggaran Penyelenggaraan Makanan.

Sumber anggaran dana di instalasi gizi RSUD Pasar Rebo dalam rangka menyelenggarakan penyelenggaraan makan pasien berasal dari anggaran pendapatan rumah sakit. Anggaran tersebut diajukan oleh tim gizi kepada rumah sakit pada saat penyusunan anggaran yang dilaksanakan pada bulan september, anggaran pengadaan makanan untuk pasien ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kebijakan rumah sakit

Di instalasi gizi RSUD Pasar Rebo yang bertanggung jawab membuat perencanaan anggaran adalah tim gizi yang ditunjuk oleh Ka.Gizi, yang dilakukan setiap bulan september dengan menggunakan harga patokan yang sedang berjalan ditambah kenaikan angka inflasi. Langkah-langkah perencanaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1) Menghitung unit cost per orang perhari

2) Menghitung anggaran biaya makan pasien =unit cost x BOR tahun sebelumnya x jumlah tempat tidur x 365 hari. Dan untuk pegawai = unit cost x jumlah pegawai x 365 hari

3) Mengajukan rancangan anggaran biaya ke pihak rumah sakit melalui rapat pleno yang dihadiri oleh tujuh unit pengelola anggaran yaitu unit logistik, unit farmasi, unit gedung dan lingkungan, diklat, SDM, Unit gizi dan keuangan, serta direksi dan staff.

Instalasi gizi tidak melakukan transaksi keuangan karena sistem pembiayaan yang dipakai adalah sistem satu pintu, yaitu uang keluar masuk hanya melalui unit keuangan. Jika harus melakukan pembelian alat-alat atau barang dapat mengajukan permintaan ke unit pengadaan.

Dalam perencanaan cash flow di instalasi gizi pemakaian anggarannya di bagi menjadi:

1) Makan pasien 2) Makan pegawai 3) Kemasan 4) Gas

Perencanaan ini disusun pada tahun sebelumnya . Dalam merencanakan anggaran tim gizi juga memperhitungkan jumlah konsumen (pasien dan pegawai) bahan makanan, zat gizi yang dibutuhkan, kebiasaan makan, dan anggaran yang tersedia.

Menurut Depkes RI (2007), Unsur-unsur biaya dalam penyelenggaraan

makanan terdiri dari perhitungan biaya makanan, perhitungan biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

Perencanaan anggaran dana di RSUD telah memenuhi unsur biaya seperti dalam teori (Depkes, 2007).

d. Peraturan Pemberian Makanan

Peraturan pemberian makan pasien rawat inap di RSUD Pasar Rebo adalah sbb:

a) Permintaan makanan pasien

Permintaan makanan pasien ditulis dalam form DPMP (Daftar Pemesanan Makan Pasien) yang dibagikan kesetiap ruangan dan diisi oleh perawat yang dinas malam, kemudian diambil oleh petugas gizi yang dinas malam setiap harinya kemudian direkap. Untuk pasien kelas satu tersedia menu pilihan.

b) Permintaan makanan pasien baru

Untuk pasien baru diinformasikan melalui telepon yaitu nama pasien, ruangan dan dietnya, dan perawat tetap harus mengisi form DPMP yang nantinya diserahkan kepada petugas gizi.

c) Untuk pasien pulang, pasien puasa, perubahan diet, dan pasien pindah ruangan

Pembatalan makanan pasien pulang, pasien puasa, perubahan diet, dan pasien pindah ruangan dapat diketahui melalui petugas gizi ruangan yang masuk ke setiap ruangan, selain untuk mengevaluasi makan pasien dan penyuluhan, informasi terkait hal-hal ditasa juga dapat diketahui, kemudian petugas gizi menginformasikan ke bagian dapur gizi melalui telepon terkait perubahan-perubahan tersebut.

d) Penawaran Menu pilihan

Penawaran menu pilihan hanya diberikan kepada pasien VIP dan kelas I. Menu pilihan untuk pasien disesuaikan dengan diitnya. Menu pilihan ditawarkan satu hari sebelumnya.

e) Siklus Menu

Siklus menu menggunakan siklus 10+1 hari. f) Siklus garnis dan siklus snack pasien

Menggunakan siklus 10 hari.

g) Jadwal distribusi makan di ruangan: Tabel 4.3

Jadwal Distribusi Makan Pasien di RSUD Pasar Rebo Tahun 2010

Sumber: Data Sekunder

Untuk kelas I dan VIP, pengambilan peralatan kotor dilakukan ±1 ½ jam setelah pendistribusian makan pasien.

h) Standar prosedur

Semua kegiatan penyelenggaraan makanan yang dilakukan di RSUD Pasar Rebo Sesuai PGRS (Pelayanan gizi Rumah Sakit) 2006 dan telah lulus ISO 9001-2000.

No Jadwal Makan Pukul

1 Makan pagi 06.00-07.30

2 Snack pagi 09.00-09.30

3 Makan siang 11.30-12.30

4 Snack sore 14.30-15.00

Menurut Depkes (2007), peraturan pemberian makanan rumah sakit adalah suatu pedoman yang ditetapkan pimpinan rumah sakit sebagai salah satu acuan dalam memberikan pelayanan gizi pada pasien dan karyawan yang memuat: pola makan sehari, nilai gizi yang mengacu pada buku penuntun diet, standar makanan, jenis konsumen yang dilayani.

Isi dari peraturan pemberian makanan RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan ketentuan DepKes (2007) bahwa peraturan pemberian makanan idealnya meliputi pola makan, nilai gizi, standar makanan dan jenis konsumen.

4.3.2 Proses

a. Penyusunan Standar Makanan

Standar bahan makanan yang digunakan di RSUD Pasar Rebo terdiri atas bahan makanan gol I yaitu makanan pokok, Golongan II yaitu lauk hewani, golongan III yaitu lauk nabati, golongan IV sayuran, golongan V buah-buahan dan golongn VI yaitu susu. Standar bahan makanan RSUD Pasar Rebo disusun berdasarkan jenis, berat bersih dan berat kotor. Alternatif bahan makanan yang digunakan disusun dengan beberapa pertimbangan antara lain mempertimbangkan alokasi dana, siklus menu, standar bahan makanan yang ditetapkan, serta jumlah pasien yang diketahui melalui DPMP (Daftar Permintaan Makan Pasien).

Menurut Depkes RI (2007), bahwa standar bahan makanan adalah susunan bahan makanan berdasarkan macam dan jumlahnya (berat kotor) yang disesuaikan dengan dana yang tersedia dan kecukupan gizi.

Penyusunan standar makanan di RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan definisi penyusunan standar makanan yang ditetapkan Depkes (2007) bahwa standar bahan makanan adalah susunan bahan makanan berdasarkan macam dan jumlahnya (berat kotor) yang disesuaikan dengan dana yang tersedia dan kecukupan gizi.

b. Perencanaan anggaran bahan makanan

Perencanaan anggaran harga bahan makanan adalah rangkaian kegiatan perhitungan anggaran berdasarkan laporan penggunaan bahan makanan tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan fluktuasi harga, fluktuasi konsumen dan tren penyakit. Adanya rencana anggaran belanja berfungsi untuk mengetahui perkiraan jumlah anggaran bahan makanan yang dibutuhkan selam periode tertentu (satu bulan, enam bulan, satu tahun).

Tabel 4.4

Biaya Kebutuhan Makan Pasien RSUD Pasar Rebo tahun 2010

No Uraian Satuan Volume Harga

Satuan

Total harga 1 Pasien kelas I &

VIP ● VVIP ● Kelas I, CVCU,ICU Orang Orang 986 12.099 40.000 37.000 39.440.000 447.663.000

2. Pasien kelas II Orang 20.042 24.000 481.008.000

3. Pasien kelas III Orang 39.695 19.000 754.205.000

4. Pasien diet ● Diet khusus ● Diet cair Orang Orang 364 182 5.750 32.000 2.093.000 5.824.000 Sumber: Data Sekunder

Dalam penyusunan perencanaan anggaran RSUD Pasar Rebo menggunakan data pasien tahun lalu untuk menentukan estimasi rata-rata jumlah pasien pertahun dan trend penyakit. Penetapan spesifikasi harga bahan makanan ditetapkan berdasarkan kualitas, harga, nilai gizi dan keberadaan di pasar. Periode perencanaan anggaran bahan makanan berlaku selama periode satu tahun dan ditetapkan berdasarkan persetujuan antara Rumah Sakit dengan rekanan.

Perencanaan anggaran bahan makanan RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan ketentuan Depkes (2007) karena dilakukan dengan membandingkan dengan laporan penggunaan bahan makanan tahun sebelumnya, dan mempertimbangkan fluktuasi harga, konsumen dan trend penyakit.

Persyaratan dalam merencanakan anggaran bahan makanan di RSUD Pasar Rebo juga telah memenuhi syarat Depkes 2007 seperti: Adanya kebijakan rumah sakit, Tersediannya data peraturan pemberian makanan rumah sakit, Tersediannya data standar makanan untuk pasien, Tersedianya data standar harga bahan makanan, Tersedianya data rata-rata jumlah konsumen /pasien yang dilayani, Tersedianya siklus menu. Dan Tersedianya anggaran makanan yang terpisah dari biaya perawatan

c. Perencanaan Menu

Perencanaan menu di RSUD Pasar Rebo mempertimbangkan kecukupan gizi yaitu 2100 kalori dan 50 gr protein. Perencanaan menu dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Perencanaan menu ini diskusikan bersama dengan beberapa tim yang terdiri dari Ka.Gizi, Pananggung jawab bagian produksi, dan bagian litbang gizi.

Langkah-langkah perencanaan menu di RSUD pasar Rebo yaitu: 1) Menetapkan standar menu

2) Peraturan pemberian makan rumah sakit 3) Menetapkan standar porsi

4) Menetapkan standar resep 5) Menetapkan standar bumbu

Perencanaan menu yang dilaksanakan oleh RSUD Pasar Rebo telah memenuhi syarat, hal ini berdasarkan buku pedoman PGRS Depkes (2003)

syarat-syarat yang harus dimiliki untuk melakukan penyusunan menu antara lain:

1) Peraturan pemberian makan rumah skait 2) Standar porsi dan standar resep

3) Standar bumbu

Sedangkan menurut Depkes RI 2007 menyatakan bahwa tujuan institusi dan tenaga juga harus dipertimbangkan dalam penyusunan menu. Langkah-langkah penyususnan menu menurut Depkes RI (2007):

1) Menetapkan macam menu

Pada tahap awal dengan mengacu kepada tujuan institusi, maka perlu ditetapkan macam menu, apakah menu standar atau menu pilihan. Di RSUD Pasar Rebo memiliki menu standar dan menu pilihan, tetapi untuk menu pilihan dikhususkan hanya untuk kelas 1 dan VIP, sedangkan untuk kelas 2 dan 3 menggunakan menu standar.

2) Menetapkan siklus menu

Bila menu yang ditetapkan adalah standar, maka perlu ditetapkan macam siklus menu yang cocok dengan tipe system penyelenggaraan makanan yang sedang berjalan, seperti siklus menu 5 hari, 7 hari atau 10 hari. Siklus menu di RSUD Pasar Rebo menggunakan siklus 10 hari+1 hari jika ada tanggal 31.

3) Menetapkan periode siklus menu

Periode siklus menu adalah lamanya siklus menu berlaku dan perlu penggantian atau modifikasi kembali. Pada menu yang baru disusun, dimana keadaan konsumen belum terlalu dipahami oleh manajemen, biasanya diberlakukan lebih cepat, misalnya tiga bulan.

Pada institusi yang telah lama dibentuk dan pihak manajemen telah melakukan perbaikan-perbaikan yang dapat diberlakukan lebih lama, misalnya enam bulan atau satu tahun. Periode siklus menu di RSUD Pasar Rebo dilakukan setiap enam bulan sampai satu tahun sekali.

4) Menetapkan pola menu

Pola menu yang dimaksud adalah golongan macam hidangan yang direncanakan untuk setiap waktu makan. Tujuan dibuat pola menu adalah agar dalam siklus menu dapat dipastikan mengunakan bahan makanan sumber zat gizi yang dibutuhkan konsumen. Selain itu dengan penetapan pola dapat dikendalikan bahan makanan sumber zat gizi yang diperlukan.

Pola menu yang di gunakan di RSUD Pasar Rebo berasal dari berbagai golongan bahan makanan seperti yang telah dijelaskan pada standar bahan makanan.

5) Membuat master menu

Master menu adalah alokasi item bahan makanan kedalam matrix dalam siklus menu. Tujuan dibuatnya master menu adalah agar distribusi bahan makanan yang digunakan tersebar lebih harmonis, sehingga pengulangan penggunaan bahan makanan tertata dengan baik.

Master menu di RSUD Pasar Rebo seperti yang telah dijelaskan bahwa master menu terdiri dari siklus 10+1 dan dari berbagai variasi menu.

6) Inventarisasi golongan hidangan, macam hidangan dan resepnya Resep-resep makanan sebaiknya tersedia resep yang telah terstandarisasi. Oleh karena itu kegiatan penelitian dan pengembangan resep harus selalu ada pada dana system penyelenggaraan makanan.

Di RSUD Pasar Rebo telah memiliki resep-resep berbagai masakan yang terangkum dalam buku resep masakan RSUD Pasar Rebo.

Secara umum perencanaan menu di RSUD Pasar Rebo telah sesuai denagn Depkes RI (2007), yaitu adanya penetapan menu, siklus menu, periode siklus menu, penetapan pola menu, penetapan besar porsi, pembuatan master menu, serta inventaris golongan hidangan.

d. Perencanaan Bahan Makanan

Perencanaan bahan makanan di RSUD pasar Rebo disusun dengan mengacu pada peraturan pemberian makanan rumah sakit, standar makanan pasien, standar harga bahan makanan, rata-rata jumlah konsumen /pasien yang dilayani, siklus menu serta ketersediaan dana untuk pelayanan penyelenggaraan makanan pasien.

Perhitungan harga bahan makanan telah sesuai dengan ketentuan Depkes RI (2007) karena telah memperhatikan standar gizi dan standar makanan, standar berat kotor, standar porsi (berat bersih), standar resep, dan menyesuaikannya dengan peraturan pemberian makan.

e. Perhitungan Harga Makanan

Perhitungan harga bahan makanan RSUD Pasar Rebo . Dibedakan sesuai dengan kelas perawatan pasien. Perhitungan bahan makanan disusun dengan berpedoman pada master menu yang telah ditetapkan dimana dalam pembuatan master menu tersebut dengan mempertimbangkan peraturan pemberian makan, standar porsi (berat bersih dan berat kotor), standar resep, serta harga makanan.

Menurut Depkes RI (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan harga makanan yaitu peraturan pemberian makan, standar gizi dan standar makanan, standar waste (berat kotor), tandar porsi(berat bersih), standar resep, dan harga kontrak bahan makanan.

Perhitungan harga bahan makanan RSUD Pasar Rebo telah sesuai dengan ketentuan Depkes RI (2007) karena telah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga makanan dalam perhitungan harga makanan pasien dalam penyelenggaraan makanan.

f. Penyediaan Bahan Makanan

Proses penyediaan bahan makanan atau pengadaan RSUD Pasar Rebo meliputi penentuan spesifikasi bahan makanan, higiene, kehalalan, warna, dan masa pakai atau batas kadaluarsa serta dilakukannya survey pasar.

Menurut Depkes RI (2007), Penyediaan bahan makanan dilakukan dengan memperhatikan spesifikasi barang. Spesifikasi bahan makanan, kehalalan, higiene,warna bahan makanan, masa pakai bahan makanan, dan data isi produk cacat dan rusak.

Penyediaan bahan makanan di RSUD Pasar Rebo telah meliputi spesifikasi seperti yang tercantum dalam (Depkes RI, 2007).

g. Pemesanan bahan makanan

Di RSUD Pasar Rebo pemesanan makanan terbagi dua yaitu: 1) Pemesanan bahan makanan kering

Untuk pemesanan bahan makanan kering dilakukan satu bulan sekali, tetapi penerimaan bahan makanannya dua kali yaitu pada minggu pertama dan minggu kedua. Pemesanan berdasarkan jumlah yang akan dipesan dan jumlah sisa stock barang.

2) Pemesanan bahan makanan basah.

Pemesanan bahan makanan basah diajukan dua hari sebelumnya. Jumlah pemesanan bahan makanan didapat dari jumlah pasien x porsi dan siklus menu kemudian dibuat pengajuan pemesanan kepada

Dalam dokumen Penyelenggaraan Makanan RS (Halaman 81-120)

Dokumen terkait