PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
A. Perumusan Faktor Internal dan Faktor Eksternal
7. Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Kerjasama
6.2.3 Pembobotan Internal Factor Analysis System (IFAS) dan External Factor Analysis System (EFAS)
Setelah faktor-faktor internal dikelompokkan menjadi kekuatan dan kelemahan, dan faktor-faktor eksternal dikelompokkan menjadi peluang dan ancaman, langkah selanjutnya adalah melakukan pembobotan IFAS β EFAS berdasar pada isian kuisioner dengan hasil seperti yang disajikan dalam tabel 5.23. Pada penentuan bobot dan rating ini digunakan untuk mengetahui posisi dan strategi yang akan digunakan Program Studi Teknik Industri Dumai.
Pada perhitungan bobot yaitu total jumlah rata-rata faktor internal sebesar 348,75 dimana untuk faktor kekuatan sebesar 202,75 atau 58,14% dan faktor kelemahan sebesar 146 atau 41,86%. Untuk faktor kekuatan yang pertama (Sosialisasi yang efektif tercermin dari tingkat pemahaman pihak terkait) dapat dilihat sebagai berikut.
Bobot 1 = Rataβrata (faktor 1)
Total rataβrata faktor kekuatanX persentase faktor kekuatan ...
...(5.1)
Bobot 1 = π
πππ,ππ X 54,19 = 2,36
Berdasarkan perhitungan diatas maka bobot yang diperoleh sebesar 2,36.
Sedangkan untuk perhitungan Nilai yaitu Bobot x Rating maka diperoleh sebesar 0,08. Begitu juga untuk perhitungan faktor-faktor selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 5.17.
Tabel 5.17 Pembobotan Kekuatan dan Kelemahan
No. Uraian Bobot
(%) Rating Nilai Visi Misi
1 Sosialisasi yang efektif tercermin dari tingkat pemahaman pihak terkait.
2,36 3,50 0,08 Tata Pamong
2 Tatapamong telah menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil.
2,10 3,42 0,07
3. Karakteristik kepemimpinan yang efektif. 1,70 3,33 0,06 4. Penjaringan umpan balik dan tindak lanjutnya
berjalan dengan baik.
1,46 3,33 0,05 5. Upaya-upaya yang telah dilakukan penyelenggara
program studi untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) program studi sesuai dengan standar BAN PT.
1,53 3,00 0,05
Mahasiswa dan Lulusan
6. Penerimaan mahasiswa non-reguler selayaknya tidak membuat beban dosen sangat berat, jauh melebihi beban ideal
1,64 3,33 0,05
7. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama lima tahun terakhir lebih dari 3,00.
0,94 3,25 0,03 8. Tidak adanya penerimaan mahasiswa non-reguler
selayaknya tidak membuat beban dosen sangat berat, jauh melebihi beban ideal
1,42 3,50 0,05
Sumber Daya Manusia
9. Ada Pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan.
mata kuliah yang diampu sangat baik.
1,68 3,25 0,05 12 Pelaksanaan tugas/ tingkat kehadiran dosen tidak
tetap dalam mengajar sangat baik.
1,64 3,25 0,05 13 Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui 1,40 3,33 0,05
program tugas belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang program studi sangat baik
Tabel 5.17 (lanjutan)
No. Uraian Bobot Rating Nilai
14 Tenaga administrasi telah memenuhi kualifikasi dengan baik.
1,33 3,50 0,05 15 Upaya yang telah dilakukan PS dalam meningkatkan
kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan sangat baik.
1,68 3,25 0,05
16 Rata-rata beban dosen per semester, atau rata-rata FTE sangat baik sebesar 12,5 sks
1,40 3,00 0,04 Kurikulum
17. Persentase mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas sudah sesuai dengan standar BAN PT
1,62 3,08 0,05
18. Semua matakuliah dilengkapi dengan deskripsi matakuliah, silabus dan SAP.
1,68 3,25 0,05 19. Fleksibilitas mata kuliah pilihan. 1,62 2,92 0,05 20. Penyesuaian kurikulumsesuai dengan perkembangan
Ipteks dan kebutuhan.
1,46 3,00 0,04 21. Pelaksanaan pembelajaran memiliki mekanisme untuk
memonitor, mengkaji, dan memperbaiki setiap semester.
1,24 3,33 0,04
22 Jumlah rata-rata pertemuan pembimbingan per mahasiswa per semester sudah sangat baik.
1,27 3,08 0,04 23 Rata-rata jumlah pertemuan/pembimbinganselama
penyelesaian TA sebesar 10 kali.
1,46 3,50 0,05 24 Rata-rata waktu penyelesaian penulisan tugas akhir 6
bulan
1,81 3,25 0,06 25 Upaya perbaikan sistem pembelajaran yang telah
dilakukan selama tiga tahun terakhir sangat baik.
1,24 3,17 0,04
Pembiayaan 0,00
26. Keterlibatan program studi dalam perencanaan target kinerja, perencanaan kegiatan/ kerja dan perencanaan alokasi dan pengelolaan dana.
1,37 3,25 0,04
27. Dana yang diperoleh dalam rangka pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir sangat memadai.
1,66 3,17 0,05
28. Prasarana lain yang menunjang (misalnya tempat olah raga, ruang bersama) memadai.
1,83 3,25 0,06 29. Memiliki bahan pustaka berupa buku teks jumlahnya
978.
1,13 3,00 0,03 30. Memiliki bahan pustaka berupa disertasi/tesis/ skripsi/
tugas akhir berjumlah 222
1,62 3,08 0,05 31. Bahan pustaka berupa jurnal ilmiah internasional
berjumlah dua jurnal.
1,68 3,00 0,05
32. Bahan pustaka berupa prosiding seminardalam tiga tahun terakhir berjumlah 9.
1,66 3,25 0,05 Tabel 5.17 (lanjutan)
No. Uraian Bobot
(%) Rating Nilai 33. Aksesibilitas data dalam sistem informasi sudah
baik.
1,57 3,00 0,05 Penelitian
34. Adanya keterlibatan mahasiswa yang melakukan tugas akhir dalam penelitian dosen.
1,66 3,00 0,05 35. Adanya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan
pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
1,57 3,00 0,05
Jumlah 54,19 1,76
Kelemahan Visi Misi
1 Belum spesifik dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi.
2,01 2,25 0,05 2 Strategi pencapaian sasaran belum dilengkapi rentang
waktu yang jelas.
2,14 2,00 0,04
Tata Pamong 0,00
3 Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi belum efektif dilaksanakan.
1,79 2,00 0,04 4. Pelaksanaan penjaminan mutu di program studi belum
maksimal
1,42 2,33 0,03
.Mahasiswa dan Lulusan 0,00
5. Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi masih sangat kurang.
1,40 2,92 0,04 6. Penghargaan atas prestasi mahasiswa di bidang nalar,
bakat dan minat masih kurang.
1,48 2,17 0,03 7. Persentase kelulusan tepat waktu masih sangat kecil. 1,18 2,50 0,03 8. Masih besarnya mahasiswa yang DO atau
mengundurkan diri.
1,33 2,00 0,03 Sumber Daya Manusia
9 Dosen tetap yang berpendidikan S3yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS belum ada.
1,44 2,33 0,03 10. Dosen tetap yang memiliki jabatan lektor kepala dan
guru besaryang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS belum ada.
1,81 2,42 0,04
11. Dosen yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional masih sedikit.
1,55 2,58 0,04 12 Masih besarnnya rasio mahasiswa terhadap dosen tetap
yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS
1,48 1,33 0,02
Tabel 5.17 (lanjutan)
No. Uraian Bobot Rating Nilai
13 Masih adanya ketidaksesuaian keahlian (pendidikan terakhir) dosen dengan mata kuliah yang diajarkannya
1,40 2,17 0,03
14. Persentase jumlah dosen tidak tetap,
terhadap jumlah seluruh dosen masih cukup besar
1,33 1,67 0,02
15. Belum adanya prestasi dalam mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari tingkat nasional dan internasional
1,27 1,92 0,02
16. Reputasi dan keluasan jejaring dosen dalam bidang akademik dan profesi masih sangat kurang.
1,13 2,33 0,03
17 Pustakawan dan kualifikasinya masih kurang
19. Kualifikasi akademik dosen pembimbing tugas akhir masih ada dosen yang tidak sesuai dengan bidang dan keahliannya dalam membimbing
1,66 2,50 0,04
20. Program dan kegiatan akademik untuk menciptakan suasana akademik (seminar, simposium, lokakarya, penelitian bersama dll) dilakukan lebih enam bulan sekali.
1,46 2,42 0,04
Pembiayaan
21. Penggunaan dana untuk operasional masih terbatas.
1,33 2,58 0,03
22 Minimnya dana penelitian dalam tiga tahun terakhir
0,83 2,50 0,02
23. Luas ruang kerja dosen masih kurang. 1,27 2,17 0,03 24. Prasarana(kantor, ruang kelas, ruang
laboratorium, studio, ruang perpustakaan, kebun percobaan, dsb. kecuali ruang dosen) belum semua terpenuhi.
1,66 2,00 0,03
25. Kurangnya bahan pustaka berupa jurnal ilmiah terakreditasi Dikti.
1,20 1,58 0,02
Tabel 5.17 (lanjutan)
No. Uraian Bobot Rating Nilai
26. Ketersediaan, akses dan pendayagunaan sarana utama di lab (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house,, dan sejenisnya).
1,37 2,00 0,03
Penelitian
27. Kurangnya jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS, yang dilakukan dosen tetap.
0,83 2,50 0,02
28. Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS per tahun, selama 3 tahun tidak ada dilakukan.
1,27 1,27 0,02
29 Belum adanya karya-karya PS/institusi yang telah memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam tiga tahun terakhir.
1,66 2,00 0,03
30 Jumlah kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama tiga tahun masih sedikit.
1,20 1,58 0,02
31 Belum adanya Kegiatan kerjasama dengan instansi di luar negeri dalam tiga tahun terakhir.
1,37 2,00 0,03
Jumlah 45,81
Total 100 0,96
Berikut ini adalah tabel hasil penilaian responden atas faktor-faktor eksternal dapat dilihat pada Tabel 5.18
Tabel 5.18 Pembobotan Peluang dan Ancaman
No. Uraian Bobot luar semakin terbuka untuk ditingkatkan.
4,86 3,25 0,16 3. Adanya dukungan yang kuat dari yayasan 3,91 3,33 0,13 4. Respon positif pihak luar terhadap kehadiran program
studi.
4,21 3,08 0,13 5. Lingkungan strategis dan kondusif untuk
penyelenggaraan pendidikan.
3,81 3,00 0,11 Mahasiswa dan Lulusan
6. Partisipasi alumni dalam mendukung pengembangan akademik program studi sangat baik dilakukan.
3,46 3,42 0,12 7. Pendapat pengguna (employer) lulusan terhadap
kualitas alumni sangat baik.
2,71 3,50 0,09 8. Meningkatnya minat calon mahasiswaa Teknik
Industri.
1,20 3,50 0,04 9 Banyaknya kegiatan berskala nasional yang dapat
diikuti mahasiswa Teknik Industri.
3,31 3,25 0,11 10. Banyaknya kegiatan ekstrakurikuler di STT Dumai. 4,16 3,00 0,12
Sumber Daya Manusia
11. Banyaknya seminar-seminar yang diadakan oleh berbagai perguruan tinggi dan organisasi Teknik Industri untuk pengembangan keilmuan dosen.
3,86 3,08 0,12
12. Kesempatan memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan lanjut baik dari dalam maupun dari luar negeri cukup besar.
3,36 3,25 0,11
13. Adanya peningkatan jumlah pelamar pada program studi Teknik Industri untuk posisi dosen
2,41 3,17 0,08 Kurikulum
14. Kerjasama antar perguruan tinggi dan kelembagaan 3,06 3,50 0,11
pendidikan lain dalam perbaikan sangat terbuka.
Tabel 5.18 (lanjutan)
No. Uraian Bobot
(%) Rating Nilai 15. Pihak Perguruan Tinggi STT Dumai
memberikan keleluasaan bagi program studi mengembangkan kurikulum mendasarkan pada kebutuhan stakeholders dan kompetensi staf pengajar.
2,91 3,25 0,09
Pembiayaan
16. Tersedianya berbagai dana beasiswa baik dari instansi pemerintahm pemerintah daerah, hingga lembaga pemberi beasiswa luar negeri.
2,61 3,00 0,08 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri.
3,21 2,83 0,09
20. Banyaknya instasi dan perusahaan industri dilingkungan kampus STT Dumai.
2. Semakin tingginya tuntutan akan standarmutu lulusan dan pengelolaan progran studi
4,51 3,17 0,14 .Mahasiswa dan Lulusan
3. Masih rendahnya kesesuaian bidang kerja dengan bidang keahlian lulusan
3,91 2,67 0,10 Sumber Daya Manusia
4. Ekspektasi masyarakat/pengguna jasa perguruan tinggi atas kualifikasi dosen yang terus meningkat.
4,21 3,17 0,13
5. Persaingan untuk mendapat dana beasiswa, dana penelitian, dan dana sertifikasi semakin ketat
3,81 2,92 0,11
Tabel 5.18 (lanjutan)
No. Uraian Bobot
(%) Rating Nilai Kurikulum
6. Kebutuhan pasar kerja yang menginginkan kompetensi dan skill lulusan yang spesifik dan dinamis membutuhkan adanya pembenahan kurikulum yang harus mampu memenuhi keinginan pengguna lulusan.
3,46 3,33 0,12
7. Pihak Perguruan Tinggi STT Dumai
memberikan keleluasaan bagi program studi mengembangkan kurikulum mendasarkan pada kebutuhan stakeholders dan kompetensi staf pengajar
2,71 3,08 0,08
Pembiayaan
8. Semakin tingginya dana pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
2,06 2,67 0,05 9. Tingkat kemampuan sosial ekonomi orang tua
mahasiswa umumnya rendah
3,31 2,92 0,10 Penelitian
10. Persaingan yang ketat dalam mendapatkan dana penelitian.
3,76 3,00 0,11
Jumlah 35,91
Total 100 1,07
Setelah menentukan skor dari setiap variabel pada Tabel 5.23, maka diketahui untuk skor total faktor internal dengan total 2.72 dan skor total faktor eksternal sebesar 3,15. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan untuk menetukan strategi kedepan.
Dimana faktor-faktor kekuatan (strengths) mempunyai nilai skor 1,76 sedangkan faktor-faktor kelemahan (weaknesses) mempunyai nilai skor 0,96. Hal ini
berarti kekuatan (strengths) lebih besar dari kelemahan (weaknesses) Selanjutnya pada tabel 5.24 di atas faktor-faktor peluang (opportunities) mempunyai skor 2,08 dan faktor-faktor ancaman (Threats) mempunyai nilai skor 1,07. Dari analisa tersebut maka STT Dumai dapat memanfaatkan kekuatan dan peluangnya untuk menentukan strategi kedepannya.
Dari hasil susunan faktor-faktor internal dan eksternal diatas, menghasilkan rangkaian skor sebagai berikut:
1. Kekuatan (Strenghts/S) = 1,76 2. Kelemahan (Weaknesses/W) =0,96 3. Peluang (Opportunities/O) = 2,08 4. Ancaman (Threats/T) = 1,07
Secara ringkas hasil perumusan matriks IFAS β EFAS, berdasarkan strategiSO, ST, WO, dan WT, dilakukan pembobotan penilaian untuk menentukan skalaprioritasnya. Susunan strategi alternatif berdasarkan urutan prioritasnya yangdiperoleh dari pembobotan matriks interaksi SWOT disajikan pada Tabel 5.19.
Tabel 5.19 Pembobotan Hasil Kuisioner SWOT
S = 1,76 W = 0,96
O = 2,08 SO = 3,84 WO = 3,04
T = 1,07 ST = 2,83 WT = 2,03
Dari hasil pembobotan diatas, maka disusun prioritas strategi berdasarkan kombinasi strategi yang memiliki nilai paling tinggi sampai yang paling rendah dapat dilihat pada Tabel 5.20.
Tabel 5.20 Urutan Alternatif Strategi SWOT
Prioritas Strategi Bobot Nilai
I Strength β Opportunity (SO) 3,84 II Weakness β Opportunity (WO) 3,04 III Strength β Threat (ST) 2,83 IV Weakness β Threat (WT) 2,04
Hasil interaksi IFAS β EFAS yang menghasilkan alternatif strategi yang mendapat bobot paling tinggi adalah Strength β Opportunity (SO) sebesar 3,84, dan strategi yang mendapat bobot paling rendah adalah Weakness β Threat (WT) sebesar 2,04.
Untuk menetukan pilihan strategi yang lebih spesifik dari nilai yang didapatdimasukkan ke dalam diagram pilihan strategi. Berdasarkan skor yang menunjukkan kekuatan (Strengths/S) lebih kecil dari peluang (Oportunities/O) sehingga hasilnya berupa matriks SWOT disajikan pada Gambar 5.3.
Kekuatan Peluang
Ancaman Kelemahan
Kuadran I Kuadran II
Kuadran III Kuadran IV
Growth Stability
Disverifikasi
Gambar 5.3 Posisi Program Studi Teknik Industri Dumai dalam kuadran Analisis SWOT
Gambar 5.3 dapat disimpulkan bahwa posisi Program Studi Teknik Industri Dumai dari analisis SWOT berada dalam kuadran I (positif, positif) yang artinya berada pada posisi progresif. Program Studi memiliki posisi yang prima dan mantap untuk menggunakan kekuatan internalnya guna memanfaatkan peluang eksternal, mengatasi kelemahan internal, dan menghindari ancaman ekternal sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Berdasarkan hasil ini akan menjadi pertimbangan pihak Jursan Teknik Industri Dumai strategi mana yang digunakan.