B. Budidaya Tanaman Wortel
1. Pembuatan benih
Tahap berikutnya adalah penanaman umbi wortel dari tanaman yang di gunakan sumber benih, berikut adalah perlakuan sebelum penanaman umbi wortel dari tanaman yang di gunakan sebagai sumber benih:
1) Memotong berbagian ujung umbi
2) Memangkas tangkai daun dan menyisakan sekitar 10 cm 3) Menyiapkan bendengan sebagai media tanam
4) Membuat lubang tanam dengan jarak 50 – l00 cm
5) Menanam umbi wortel hingga menutup bagian leher batang
Penanaman umbi di lakukan di tempat terpisah dari tanaman wortel yang di ambil umbinya agar tidak terjadi kompetisi dalam penyerapan unsur
UnRegister
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
29 hara dan cahaya. Umbi wortel yang siap tanam ini di tanam dengan cara memasukkan umbi ke dalam lubang tanam kemudian menutupnya dengan tanah sedikit demi sedikit hingga menutup bagian pangkal umbi.
Pemeliharaan tanaman di lakukan hingga tanaman berbunga setiap bunga yang muncul di seleksi dan di sisakan 5-6 tangkai bunga yang terbaik. Bunga dirawat hingga menghasilkan biji. Bunga wortel yang baru tumbuh adalah berwarna putih, Setelah menghasilkan biji yang siap di ambil sebagai benih, bunga terlihat mengering warnanya bembah menjadi coklat. Hal ini terjadi saat tanaman berumur sekitar 180-190 HST. Setelah bunga mencapai waktu panen, maka bunga tersebut di petik. Bunga yang paling baik adalah bunga yang berdiameter sekita 5 cm.
Proses selanjutnya adalah proses pembuatan benih. Proses ini meliputi:
1) Mengeringkan bunga di bawah sinar matahari selama 2-3 hari 2) Merontokkan biji di dalam bunga
3) Menggosok-gosok biji dengan kedua tangan dengan tujuan untuk menghilangkan bulu pada biji
Biji yang sudah bersih dan kering telah siap untuk di tanam. Biji -biji ini dapat langsung di tanam atau bisa juga di simpan terlebih dahulu. Biji yang hendak di simpan hendaknya di masukkan kedalam suatu wadah yang tertutup rapat. Wadah di simpan pada tempat yang dingin dan kering. Benih wortel ini dapat bertahan sampai 3 tahun apabila di simpan di dalam kemasan kedap udara dan pada kondisi yang kering.
2. Penanaman
Waktu penanaman wortel yang paling baik adalah pada awal musim penghujan. Meskipun demikian wortel dapat di tanam sepanjang tahun apabila kebutuan air tercukupi. Kebun Benih Hortikutura mempunyai curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi ini menguntungkan bagi pembudidaya tanaman wortel sepanjang tahun karena ketersediaan air mencukupi pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini.
UnRegister
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
Di Kebun Benih Hortikultura Tawangmansu, tanaman wortel di tanam secara tumpang sari dengan tanaman sawi dan loncang. Benih wortel di tanam dengan cara alur dengan jarak antara 8-10 cm pada bendengan yang telah di persiapkan tanpa melalui persemaian terlebih dahulu. Kemudian bedengan di tutup dengan rerumputan atau jerami secara tipis-tipis. Hal ini di maksudkan agar benih wortel tidak hanyut oleh pecikan air hujan atau bertebangan tertiup oleh angin serta mengurangi penguapan air dan untuk melindungi tanah dari erosi akibat air hujan. Selanjutnya benih akan tumbuh setelah sekitar 10-14 HST.
3. Pengairan
Pengairan pada tanaman wortel sangat di butuhkan karena apabila wortel kekurangan air maka kualitas dan ukuran umbi kurang baik. Tujuan utama pemberian air pada tanaman wortel adalah membasahi tanah guna menciptakan keadaan lembab pada seluruh sistem perakaran untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman wortel.
Tanaman wortel memerlukan air dalam jumlah yang cukup agar di hasil kan pertumbuhan yang baik dan produksi yang tinggi. Pada fase awal petumbuhan. Tanaman wortel memerlukan air yang cukup banyak. Kekurangan air akan mcnyebabkan tanaman wortel layu sehingga pertumbuhan terhambat dan umbi yang di hasilkan akan berbentuk tidak normal serta berukuran kecil (Kualitas dan Kuantitas produk rendah). Sebaliknya tanaman wortel tidak menghendaki keadaan tanah yang terlalu lembab atau basah. Kelebihan air pada tanaman wortel akan menyebabkan akar tanaman membusuk dan dapat menyebabkan kematian. Di samping itu pemberian air yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara dan menghambat sirkulasi udara di dalam tanah (aerasi), sehingga menimbulkan kondisi anacrob (kekurangan oksigen) yang dapat mebahayakan kehidupan tanaman.
Di Kebun Benih Hortikultura Tawangmangu, pada musim penghujan pemberian air kadang tidak dilakukan karena kebutuhan air oleh tanaman tercukupi oleh air hujan. Pada musim kemarau, penyiraman di lakukan
UnRegister
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
31 hampir setiap satu bulan sekali selama tanaman wortel berumur kurang dari 100 HST. Penyiraman dilakukan dengan cara mengairi selokan (leb) Kemudian air itu di siramkan kelahan (bedengan) atau ke tanaman dengan menggunakan alat bantu gayung, piring plastik atau sejenisnya. Pemberian air perlu di kurangi seiiing pertumbuhan umbi wortel.
4. Penjarangan
Tanaman wortel akan tumbuh setelah berumur 10-14 HST. Sistem penanaman tanaman wortel adalah dengan system alur sehingga tanaman wortel tumbuh secara teratur.
Penjarangan tanaman wortel di lakukan setelah tanaman wortel berumur sekitar 60-75 HST, bersamaan dengan penyiangan kedua dan pendangiran pertama, Dalam penjarangan, tanaman wortel yang di cabut harus di buang. Tujuan penjarang yaitu untuk menjaga jarak antara tanaman dalam bendengan sehingga tidak terjadi kompetisi antar tanaman dalam memanfaatkan faktor-faktor lingkungan seperti cahaya matahari dan unsur hara. Di samping itu penjarangan juga ditunjukan untuk menyeragamkan tanaman. Penyeragaman tanaman di lakukan untuk memperoleh tanaman wortel yang tumbuhnya baik dan subur serta sehat yaitu dengan cara mencabut tanaman yang pertumbuhanya lemah, kerdil dan tidak sehat. Sementara tanaman yang pertumbuhanya baik dan normal, di sisakan. Penjarangan dilakukan dengan membuat jarak antara tanaman satu dengan tanaman lain menjadi sekitar 5-10 cm, dengan mencabut tanaman yang kurang sehat. sehingga tanaman wortel tumbuh tidak terlalu rapat dan umbi berkembang dengan optimal.