• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penginderaan Jauh

3.4 Metode Pengolahan Data .1 Pra-Pengolahan Citra

3.4.1.1 Pembuatan Citra Sintetis ( Synthetic Band )

Citra ALOS PALSAR yang digunakan hanya memiliki dua polarisasi yang dapat diperlakukan sebagai band (saluran) yaitu HH dan HV. Supaya dapat ditampilkan dalam warna komposit RGB, maka sekurang-kurangnya dibutuhkan citra dengan tiga band, oleh sebab itu dilakukan pembuatan saluran tambahan (synthetic band). Penambahan band sintetis yang memberikan variasi informasi lebih banyak adalah rasio HH-HV-HH/HV (Bainnaura 2010).

Berdasarkan hasil penelitian Bainnaura (2010) maka band sintesis yang digunakan pada penelitian ini adalah rasio (HH/HV) yang merupakan turunan dari HH dan HV. Selanjutnya band sintetis ini akan digunakan bersama band lainya untuk membentuk warna komposit yang ditampilkan dalam RGB (Red, Green,

Blue), dalam penelitian ini warna komposit yang digunakan adalah kombinasi band HH yang diletakkan pada bidang warna Red, band HV diletakkan pada bidang warna Green, dan band sintesis HH/HV diletakkan pada bidang warna

Blue dari displai citra. Sehingga lebih mudah diinterpretasikan oleh mata manusia serta memberikan informasi yang lebih variatif.

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 5 Citra ALOS PALSAR (a) band HH, (b) band HV (c) band sintesis HH/HV, dan (d) band kombinasi RGB HH-HV-HH/HV

3.4.1.2 Penghalusan Citra dan Pengubahan Resolusi

Gangguan pada citra umumnya berupa variasi intensitas suatu piksel yang tidak berkorelasi dengan piksel-piksel tetangganya. Secara visual, gangguan mudah dilihat oleh mata karena tampak berbeda dengan piksel tetangganya. Penghalusan citra ini dapat digunakan untuk mengurangi gangguan (noise) pada citra yang timbul pada saat proses pencitraan. Pengubahan resolusi dilakukan untuk memperoleh perbandingan antara citra ALOS PALSAR resolusi 50 m, resolusi 12,5 m dan resolusi 6 m sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam penafsiran.

Dalam penelitian ini citra ALOS PALSAR resolusi 6 m diubah resolusinya menjadi 12,5 m sehingga mempunyai tiga tipe resolusi yaitu citra ALOS PALSAR resolusi 6 m, citra ALOS PALSAR resolusi 12,5 m, dan citra ALOS PALSAR resolusi 50 m. Untuk penghalusan citra dengan penghilangan speckle

dilakukan menggunakan Frostfilter 15x15 dengan asumsi bahwa mean dan varian dari pixel target (pixel of interest) adalah sama dengan mean dan varian lokal dalam moving window yang dipilih.

3.4.1.3 InterpretasiVisual ( Identifikasi Awal Tutupan Lahan)

Interpretasi visual merupakan suatu kegiatan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek-objek permukaan bumi yang tampak pada citra, dengan cara mengenalinya atas dasar karakteristik spasial, spektral, dan temporal. Elemen yang digunakan dalam interpretasi terdiri atas rona, warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, situs, dan asosiasi.

Interpretasi visual dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal dalam mengidentifikasi pola sebaran, penentuan jumlah kelas penutupan lahan dan tipe-tipe penutupan lahan yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Samosir. Pengetahuan mengenai penutupan lahan ini dibangun melalui data lapangan yang telah dikumpulkan. Data yang dimaksud adalah data berupa foto dan koordinat titik-titik hasil pemeriksaan lapangan yang berasal dari data sekunder Laboratorium Fisik Remote Sensing dan GIS.

3.4.2 Pengolahan Citra

3.4.2.1 Identifikasi Obyek di Lapang

Data observasai lapang yang diperoleh dapat memberikan suatu informasi atau gambaran umum tentang tutupan lahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Samosir. Hal ini dapat memudahkan dalam mengidentifikasi objek di lapang.

3.4.2.2 Analisis Diskriminan

Tujuan utama dari analis diskriminan adalah memisahkan dan mengelompokan obyek-obyek tutupan lahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Samosir berdasarkan nilai backscatter, persamaan karakteristik, dan ciri fisik di lapang hingga tidak bisa dikelompokan

kembali. Analisis diskriminan ini dilakukan pada citra ALOS PALSAR resolusi 50 m, resolusi 12,5 m dan resolusi 6 m.

3.4.2.3 Analisis Citra Secara Visual

Analisis citra visual merupakan suatu kegiatan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi obyek-obyek tutupan lahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Samosir yang tampak pada citra, dengan cara melihat elemen pada citra seperti rona, warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, situs, dan asosiasi.

3.4.2.4 Analisis Akurasi hasil klasifikasi dan Separabilitas

Analisis akurasi hasil pengklasifikasian tutupan lahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Samosir menggunakan rumus Kappa accuracy yaitu:

dimana:

Xii = nilai diagonal dari matrik kontingensi baris ke-i dan kolom ke-i

Xi+ = jumlah piksel dalam kolom ke-i

X+i = jumlah piksel dalam baris ke-i N = banyaknya piksel dalam contoh

Untuk mengetahui kualitas ketelitian klasifikasi dilakukan analsis keterpisahan (Separabilitas Assesment). Metode yang digunakan adalah

Transformed Divergence (TD) karena metode ini memberikan estimasi terbaik untuk pemisahan kelas dan pengukuran estimasi (Jaya 1997).

Analisis keterpisahan adalah analisis kuantatif yang menunjukan keterpisahaan statistik antar kelas penutupan lahan, apakah suatu kelas layak untuk digabung atau tidak berdasarkan kriteria tingkat keterpisahan. Tingkat keterpisahan dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Kriteria Tingkat Keterpisahan

Nilai Transformasi Keterpisahan Keterangan

2000 Sempurna (excellent) 1.900 – < 2.000 Sangat baik (good) 1.700 – < 1.900 Baik (fair)

1.600 – < 1.800 Cukup baik (poor)

< 1.600 Tidak terpisahkan (inseperable) Sumber: Jaya (2006)

3.4.3 Analisis Peningkatan Kemampuan Penafsiran

Analisis peningkatan kemampuan penafsiran dilakukan pada citra ALOS PALSAR resolusi 12,5 m dan resolusi 6 m terhadap citra resolusi 50 m. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana citra resolusi 6 m dan 12,5 m dapat menambah kedetailan obyek-obyek pada citra resolusi 50 m.

Gambar 6 Bagan Alir Pengolahan dan Analisis Data. Citra ALOS PALSAR

Polarisasi HH

Citra ALOS PALSAR Polarisasi HV Citra ALOS PALSAR

Rasio

Stacking

Citra ALOS PALSAR Resolusi 50 m Terkoreksi

HH-HV-Rasio

Interpretasi Visual (Identifikasi awal Tutupan Lahan)

Citra ALOS PALSAR Resolusi 6 m Terkoreksi

HH-HV-Rasio Citra ALOS PALSAR Resolusi

50 m dan 6 m

1. Identifikasi Obyek di Lapangan 2. Analisis Diskriminan

3. Analisis Visual Citra ALOS PALSAR Resolusi 50 m 4. Akurasi Kappa dan Separabilitas

Analisis Peningkatan Kemampuan Penafsiran Citra ALOS PALSAR 6 m dan 12,5 m terhadap Citra ALOS

PALSAR Resolusi 50 m

Kelas Tutupan Lahan

Penghalusan Citra dan Pengubahan Resolusi 6 m

menjadi 12,5 m

Observasi Lapang

Peta Rupa Bumi Skala 1: 25.000

BAB IV

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Dokumen terkait