• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Desain Plot Konservasi Eks-situ

sesuai dengan target yang ditentukan, maka sebaiknya desain ini dibuat setelah materi genetik dikumpulkan. Akan lebih baik bila sebelum desain ini dibuat, sudah ada calon lokasi pembangunan plot konservasi eks-situ dan sudah disurvei kondisi lapangannya.

Tujuan pembangunan plot konservasi eks-situ

Seperti yang disampaikan di atas, tujuan pembangunan plot konservasi eks-situ Shorea penghasil tengkawang adalah untuk semaksimal mungkin mengkonservasi sumber daya genetik dari jenis-jenis tersebut yang masih tersisa dan tersebar pada sebaran alaminya. Selain itu, diharapkan ke depan plot tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kebun benih provenan untuk menghasilkan bibit yang lebih berkualitas.

1.

Hal-hal yang perlu diperhatikan atau menjadi dasar pertimbangan dalam membuat desain plot konservasi eks-situ ini adalah:

Luasan plot yang akan dibangun

Apabila memperhatikan jumlah materi genetik yang diharapkan terkumpul dari masing-masing populasi untuk masing-masing jenis, maka luas untuk masing-masing populasi/jenis adalah 2 ha. Sehingga, total luas dari plot konservasi eks-situ adalah 2 ha x jumlah populasi yang dikoleksi materi genetiknya per jenis x jumlah jenis. Tetapi mengingat jumlah populasi per jenis tidak sama, maka luas total dari plot konservasi eks-situ adalah 2 ha x jumlah keseluruhan populasi dari semua jenis yang dikumpulkan materi genetiknya.

2.

Jarak tanam

Jarak tanam yang digunakan untuk pembangunan plot konservasi eks-situ ini adalah 5 x 5 meter. Hal ini mengingat tidak ada penjarangan 3.

Pembagian lokasi penanaman dari masing-masing populasi

Untuk menghindari atau meminimalisasi perkawinan antar populasi untuk jenis yang sama, sebaiknya ada jarak yang cukup untuk populasi dari jenis yang sama. Di antara kedua populasi tersebut dapat diberi pembatas (border) dengan jenis lainnya, atau dapat juga ditanam populasi dari jenis yang berbeda. Dengan demikian susunan lokasi dari masing-masing populasi dapat diselang-seling dengan populasi dari jenis yang berbeda. Atau dengan kata lain, populasi dari jenis yang berbeda dapat digunakan sebagai pemisah antar populasi dari jenis yang sama, sehingga tidak diperlukan border untuk menghindari perkawinan antar populasi pada jenis yang sama.

Gambar 6. Contoh desain plot konservasi eks-situ di Kebun Raya

Kegiatan pembibitan atau pemeliharaan cabutan di persemaian merupakan kegiatan awal sebelum dilakukan penanaman di lapangan. Oleh karenanya hasil dari kegiatan di persemaian menjadi penting karena menentukan jumlah bibit yang dapat di tanam pada plot konservasi. Sebelum kegiatan persemaian dilaksanakan, perlu dilakukan persiapan antara lain:

F. Persemaian

1. Pemilihan lokasi persemaian 2. Kebutuhan bahan dan peralatan 3. Kebutuhan tenaga kerja

4. Tata waktu kegiatan persemaian 5. Penyiapan media

Mengingat materi genetik yang diperoleh dari lapangan kemungkinan berupa buah dan atau cabutan, maka kegiatan di persemaian juga perlu dibedakan untuk masing-masing materi. Berikut kegiatan persemaian yang perlu dilakukan untuk masing-masing materi genetik adalah:

Pembibitan tengkawang dari buah dimulai dari perkecambahan sampai bibit siap tanam di lapangan.

1.

Pencampuran biji a.

Buah yang berhasil dikumpulkan dari lapangan (20 pohon induk) dicampur (bulked) dengan perbandingan yang sama, baik berdasarkan berat ataupun volume. Hal ini untuk mempertahankan keragaman genetik dari masing populasi untuk masing-masing jenis. Cara ini lebih mudah dilakukan dibandingkan pencampuran setelah berupa bibit.

Buah dari masing-masing yang telah dicampur selanjutnya dikecambahkan pada bedeng yang berbeda. Dipisahkan bedeng untuk buah dari populasi yang berbeda.

Perkecambahan biji

Biji tengkawang dikecambahkan ke dalam bedeng tabur yang berisikan media pasir dan ditutup sungkup dari bahan plastik. Biji jenis-jenis Shorea penghasil tengkawang pada umumnya bersifat rekalsitran, tidak dapat disimpan lama, sehingga harus cepat disemaikan di persemaian. Kemungkinan selama pengangkutan dari lapangan biji sudah mulai berkecambah. Pengecambahan hanya dilakukan pada biji yang belum berkecambah. Untuk biji yang sudah berkecambahan selama pengangkutan, dapat langsung dimasukkan dalam polybag. Pada umumya waktu perkecambahan biji Shorea penghasil tengkawang berkisar 1-2 minggu.

Gambar 7. Penanaman biji tengkawang yang berkecambah

Penyapihan

Biji yang sudah berkecambah disapih ke dalam polybag yang telah terisi media berupa campuran top soil dan sekam padi. Polybag berukuran sedang sampai besar, tergantung pada ukuran biji. Untuk penyesuaian dengan lingkungan, bibit yang disapih disungkup hingga bibit tahan terhadap sinar matahari dan suhu udara sekitar persemaian.

c.

Pemeliharaan

Pemeliharaan terhadap bibit dilakukan secara rutin meliputi penyiraman, penyiangan, penyemprotan fungisida atau insektisida apabila ada gejala serangan hama dan penyakit, dan pembukaan naungan/sarlon sesuai dengan kebutuhan sinar matahari bagi pertumbuhan bibit. Pengamatan kondisi bibit dilakukan setiap minggu sekali sampai bibit siap tanam.

d.

Persiapan sebelum dibawa ke lapangan, sekitar 7-12 bulan. e.

Untuk pengumpulan cabutan, beberapa hal penting yang perlu dilakukan adalah:

2.

Sebelum dibawa ke lapangan, bibit diseleksi untuk mengetahui jumlah bibit siap tanam. Secara umum, kriteria bibit yang siap tanam antara lain tinggi bibit minimal 30 cm, sudah bercabang dan kondisinya sehat.

Berbeda dengan biji, cabutan yang diperoleh langsung ditanam di polybag. Untuk penyesuaian lingkungan, seperti halnya pada bibit yang baru disapih, cabutan disungkup hingga tahan terhadap sinar matahari dan suhu udara sekitar persemaian.

a.

Selama perjalanan, kemungkinan ada daun yang layu. Oleh karenanya, setelah ditanam di polybag, daun-daun yang layu ini diambil/dipotong.

b.

Apabila cabutan dari lapangan sudah berbentuk campuran (bulk), maka di persemaian tinggal memisahkan antar populasi. Tetapi bila masih dipisahkan per pohon induk, maka sebaiknya dari masing-masing pohon induk diambil jumlah yang sama kemudian dicampur secara acak. Pencampuran ini dilakukan setelah cabutan ditanam di polybag.

c.

Lokasi plot konservasi eks-situ Shorea penghasil tengkawang memegang peran yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan dari plot ini. Oleh karenanya, faktor-faktor penting yang diperlukan untuk pemilihan dan penentuan lokasi plot konservasi adalah:

Dokumen terkait