METODE PENELITIAN
3 Production System
4.11 Analisa Nilai Tingkat Fleksibilitas Supply Chain dan Prioritas Perbaikan
4.11.1 Pembuatan Grafik Nilai Tingkat Fleksibilitas Supply Chain
Dari analisa diatas kita buat grafik tingkat fleksibilitas Supply Chain tiap dimensi dan sub dimensi fleksibilitas supply chain sebagai berikut :
Gambar 4.17 Grafik Tingkat Fleksibilitas Supply Chain Dimensi Utama
Gambar 4.18 Grafik Tingkat Fleksibilitas Supply Chain Sub Dimensi Supplier System
Gambar 4.19 Grafik Tingkat Fleksibilitas Supply Chain Sub Dimensi Product Design
Gambar 4.20 Grafik Tingkat Fleksibilitas Supply Chain Sub Dimensi Production System
Gambar 4.21 Grafik Tingkat Fleksibilitas Supply Chain Sub Dimensi Delivery System
Dari hasil analisa diatas dapat diketahui Tingkat Fleksibilitas Supply Chain
dari masing – masing dimensi dan parameternya. Pada dimensi utama didapatkan tingkat fleksibilitas supply chain secara berutan yaitu Supplier System 87,89%,
Product Desing 81,67%,Production System89,67%, dan Delivery System 92,41%. Sedangkan pada Sub Dimensi Supplier System diketahui tingkat fleksibelitas parameternya secara berurutan dari yang terbesar hingga yang terendah yaitu Memiliki bermacam-macam model transportasi untuk pengiriman produk ke pemasok (SS4) 95,25%, Sebagian besar produk memiliki kapasitas persediaan yang besar (SS2) 92,34%, Sebagian besar pemasok mampu memproduksi produkndalam jumlah yang besar dalam waktu yang relative singkat (SS3) 90.90%, Pemasok mampu mengirim permintaan yang mendesak dengan lebih cepat dan biaya murah (SS7) 89,53%, Perusahaan memiliki lebih dari satu pemasok untuk setiap produk (SS1) 87,89%, Secara teknis dan ekonomis mampu mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari pemasok ke
perusahaan (SS5) 94.11%, Jumlah pesanan kecil maupun jumlah pesanan banyak selalu ada (SS6) 76,89%.
Pada Sub Dimensi Product Design diketahui tingkat fleksibelitas parameternya secara berurutan dari yang terbesar hingga yang terendah yaitu Tim pengembangan produk memiliki kemampuan mengembangkan beragam produk dengan tipe dan spesifikasi yang berbeda (PD3) 89,09%, Ketika produksi menurun, sebagian pekerja bisa difungsikan di divisi lain (PD1) 81,11%, Ketika desain baru membutuhkan material baru, mudah untuk mendapatkan konfirmasi kemampuan pemasok untuk memasok material baru (PD4) 79,98 , Dengan biaya rendah, outsourcing kegiatan pengembanagn produk dapat dilakukan (PD2)77,75%
Pada Sub Dimensi Producttion System diketahui tingkat fleksibelitas parameternya secara berurutan dari yang terbesar hingga yang terendah yaitu Ada beragam fasilitas produksi yang terletak di lokasi yang berbeda (PS1) 93,94%, Biaya merubah jadwal produksi rendah, sehingga perubahan jadwal dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat (PS6) 92,66%, Mesin adalah serbaguna sehingga dapat mengolah pekerjaan/tugas lain (PS5) 88,64%, Ketika total permintaan tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas/kemampuan gudang, mudah untuk melakukan outsourcing (PS2) 84.51%, Sebagian besar pekerja adalah multi-terampil, sehingga mereka dapat mudah beralih dari satu pekerjaan/tugas lain (PS4) 84,21%, Fluktuasi dalam permintaan dapat diatasi dengan kerja lembur (PS3) 78,03%
Pada Sub Dimensi Delivery System diketahui tingkat fleksibelitas parameternya secara berurutan dari yang terbesar hingga yang terendah yaitu
Memiliki model transportasi yang berbeda untuk pengiriman produk ke pelanggan (DS1)97.67%, Perusahaan merancang jadwal pengiriman lebih awal, sehingga pelanggan dapat mengubah jumlah, tipe, dan/atau tanggal jatuh tempo pengiriman dalam periode yang singkat (DS6) 96.73%, Dapat mengirimkan pesanan ke pelanggan lebih dari satu gudang atau pabrik, berguna untuk memuaskan pelanggan (DS5)90.32%, Jika ada permintaan mendadak, perusahaan dapat mengirimkan produk dengan memilih model transportasi yang lebih cepat (DS4) 87.82%, Dapat melakukan pengiriman walaupun dalam jumlah kecil (DS3) 86.36%, Secara teknis dan ekonomis mampu mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari perusahaan ke pelanggan (DS2) 78,91%.
Dari kesemuanya tingkat fleksibilitas tersebut tidak ada yang mencapai tingkat fleksibilitas tertinggi/terbesar (100,00%). Hal ini dikarenakan masih terdapatnya gap dari masing – masing dimensi maupun parameternya, oleh karena itu masih perlu adanya perbaikan. Nilai GAP terbobot didapat dari tabel 4.18 (tabel nilai gap terbobot), prioritas ini diurutkan berdasarkan nilai gap tertinggi sampai gap terendah. Secara berurutan prioritas yang harus dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.26 Prioritas Perbaikan Sebelum Diurutkan
Dimensi Utama Sub Dimensi Gap Terbobot Prioritas (SS1)
Perusahaan memiliki lebih dari satu pemasok untuk setiap produk
0.0585 2
(SS2)
Sebagian besar produk memiliki kapasitas persediaan yang besar
0.0213 10
(SS3)
Sebagian besar pemasok mampu memproduksi produkndalam jumlah yang besar dalam waktu yang relative singkat
SUPPLIER SYSTEM
(SS4)
Memiliki bermacam-macam model transportasi untuk pengiriman produk ke pemasok
0.0080 17
(SS5)
Secara teknis dan ekonomis mampu mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari pemasok ke perusahaan
0.022 9
(SS6)
Jumlah pesanan kecil maupun jumlah pesanan banyak selalu ada
0.027 5
(SS7)
Pemasok mampu mengirim permintaan yang mendesak dengan lebih cepat dan biaya murah
0.0084 16
PRODUCT DESIGN
(PD1)
Ketika produksi menurun, sebagian pekerja bisa difungsikan di divisi lain
0.0813 1
(PD2)
Dengan biaya rendah, outsourcing
kegiatan pengembanagn produk dapat dilakukan
0.057 5
(PD3)
Tim pengembangan produk memiliki kemampuan mengembangkan beragam produk dengan tipe dan spesifikasi yang berbeda
0.0168 12
(PD4)
Ketika desain baru membutuhkan material baru, mudah untuk mendapatkan konfirmasi kemampuan pemasok untuk memasok material baru
0.024 8
PRODUCTION SYSTEM
(PS1)
Ada beragam fasilitas produksi yang terletak di lokasi yang berbeda
0.012 14
(PS2)
Ketika total permintaan tidak dapat
dipenuhi oleh kapasitas/kemampuan gudang,
mudah untuk melakukan
outsourcing
0.0247 7
(PS3)
Fluktuasi dalam permintaan dapat diatasi dengan kerja lembur
0.0255 6
(PS4)
Sebagian besar pekerja adalah multi-terampil, sehingga mereka dapat mudah beralih dari satu pekerjaan/tugas lain
0.0138 13
(PS5)
:
Berikut ini merupakan tabel prioritas perbaikan setelah gap terbobot diurutkan dari nilai gap terbesar sampai terkecil.
dapat mengolah pekerjaan/tugas lain
(PS6)
Biaya merubah jadwal produksi rendah, sehingga perubahan jadwal dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat
0.003 20
DELIVERY SYSTEM
(DS1)
Memiliki model transportasi yang berbeda untuk pengiriman produk ke pelanggan
0.0027 21
(DS2)
Secara teknis dan ekonomis mampu mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari perusahaan ke pelanggan
0.0304 4
(DS3)
Dapat melakukan pengiriman
walaupun dalam jumlah kecil 0.009 15 (DS4)
Jika ada permintaan mendadak, perusahaan dapat mengirimkan produk dengan memilih model transportasi yang lebih cepat
0.0053 19
(DS5)
Dapat mengirimkan pesanan ke pelanggan lebih dari satu gudang atau pabrik, berguna untuk memuaskan pelanggan
0.0021 23
(DS6)
Perusahaan merancang jadwal pengiriman lebih awal, sehingga pelanggan dapat mengubah jumlah, tipe, dan/atau tanggal jatuh tempo pengiriman dalam periode yang singkat
Tabel 4.27 Prioritas Perbaikan Setelah Diurutkan
No. Dimensi Deskripsi Gap Terbobot
Prioritas Perbaikan 1.
Product
Design Ketika produksi menurun, sebagian pekerja
bisa difungsikan di divisi lain
0.0813 1
2.
Supllier
System Perusahaan memiliki lebih dari satu
pemasok untuk setiap produk
0.0585 2
3.
Product
Design Dengan biaya rendah, outsourcing kegiatan
pengembanagn produk dapat dilakukan
0.057 3
4.
Delivery
System Secara teknis dan ekonomis mampu
mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari perusahaan ke pelanggan
0.0304 4
5.
Supllier
System Jumlah pesanan kecil maupun jumlah
pesanan banyak selalu ada
0.027 5
6.
Production
System Fluktuasi dalam permintaan dapat diatasi dengan kerja lembur
0.0255 6
7.
Production
System Ketika total permintaan tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas/kemampuan gudang, mudah untuk melakukan outsourcing
0.0247 7
8.
Product
Design Ketika desain baru membutuhkan material
baru, mudah untuk mendapatkan konfirmasi kemampuan pemasok untuk memasok material baru
0.024 8
9.
Supllier
System Secara teknis dan ekonomis mampu
mengirim beberapa produk dalam sekali pengiriman dari pemasok ke perusahaan
0.022 9
10.
Supllier
System Sebagian besar produk memiliki kapasitas
persediaan yang besar
0.0213 10
11.
Supllier
System Sebagian besar pemasok mampu
memproduksi produkndalam jumlah yang besar dalam waktu yang relative singkat
0.0207 11
12.
Product
Design Tim pengembangan produk memiliki
kemampuan mengembangkan beragam produk dengan tipe dan spesifikasi yang berbeda
0.0168 12
13.
Production
System Sebagian besar pekerja adalah multi- terampil, sehingga mereka dapat mudah beralih dari satu pekerjaan/tugas lain
0.0138 13
14.
Production System
(PS1)
Ada beragam fasilitas produksi yang terletak di lokasi yang berbeda
0.012 14
15.
Delivery System
Dapat melakukan pengiriman walaupun
16.
Supllier
System Pemasok mampu mengirim permintaan yang
mendesak dengan lebih cepat dan biaya murah
0.0084 16
17.
Supllier
System Memiliki bermacam-macam model
transportasi untuk pengiriman produk ke pemasok
0.0080 17
18.
Production
System Mesin adalah serbaguna sehingga dapat mengolah pekerjaan/tugas lain
0.0072 18
19.
Delivery
System Jika ada permintaan mendadak, perusahaan
dapat mengirimkan produk dengan memilih model transportasi yang lebih cepat
0.0053 19
20. Production
System Biaya merubah jadwal produksi rendah, sehingga perubahan jadwal dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat
0.003 20
21.
Delivery
System Memiliki model transportasi yang berbeda
untuk pengiriman produk ke pelanggan
0.0027 21
22.
Delivery
System Perusahaan merancang jadwal pengiriman
lebih awal, sehingga pelanggan dapat mengubah jumlah, tipe, dan/atau tanggal jatuh tempo pengiriman dalam periode yang singkat
0.0022 22
23. Delivery System
(DS5)
Dapat mengirimkan pesanan ke pelanggan lebih dari satu gudang atau pabrik, berguna untuk memuaskan pelanggan
0.0021 23
Usulan Perbaikan
Tingkat fleksibilitas yang ada di perusahaan adalah fleksibel (baik). Oleh sebab itu disarankan untuk mempertahankan tingkat fleksibilitas yang sudah ada di perusahaan saat ini. Sedangkan usulan perbaikan yang disarankan untuk parusahaan menggunakan 1 – 5 parameter yang nilai gap nya paling besar, karena untuk parameter berikutnya nilai gap nya sudah tidak terlalu besar sehingga tidak perlu diadakan usulan perbaikan. Berdasarkan dari tabel 4.27 dapat digunakan untuk membuat usulan perbaikan sebagai berikut :
Tabel 4.28 Usulan Perbaikan Bagi Perusahaan
No. Dimensi Deskripsi Gap Terbobot Prioritas Perbaikan Usulan perbaikan 1. Product Design
Ketika produksi menurun, sebagian pekerja bisa difungsikan di divisi lain
0.0813 1
Pekerja dapat melakukan pekerjaan di divisi lain yang
sifatnya umum 2. Supllier System Pemasok memiliki kemampuan produksi/memasok bermacam-macam tipe
produk yang berbeda
0.0585 2
Perusahaan hendaknya mampu memiliki lebih banyak lagi pemasok
3. Product Design
Dengan biaya rendah,
outsourcing kegiatan pengembanagn produk
dapat dilakukan
0.057 3
Diharapkan perusahhan mampu menekan biaya dan
tetap memenuhi selera konsumen
4.
Delivery System
Secara teknis dan ekonomis mampu mengirim beberapa produk
dalam sekali pengiriman dari perusahaan ke
pelanggan
0.0304 4
Perusahaan hendaknya lebih meningkatkan lagi system
pengiriman ini karena biayanya lebih murah
5. Supllier System
Jumlah pesanan kecil maupun jumlah pesanan
banyak selalu ada
0.027 5
Perusahaan disarankan untuk menyediakan stok
dlm jumlah besar agar konsumen dapat mendapatkan produk yang
mereka inginkan
4.12 Pembahasan
Secara berurutan saran perbaikan yang dapat dilakukan perusahaan yaitu :
1. Ketika produksi menurun, sebagian pekerja bisa difungsikan di Bagian lain .
Karyawan di bagian manufaktur dapat bekerja di bagian distribusi apabila produksi menurun di karenakan kurangnya karyawan di bagian itu. (Product Desing)
2. Pemasok memiliki kemampuan produksi/memasok bermacam-macam tipe produk yang berbeda. Diharapkan dengan ini perusaahaan mampu memilki lebih banyak lagi pemasok, supaya proses produksi tidak terganggu. Ini dikarenakan terdapat penundaan pada proses produksi lalu karena kurangnya
bahan baku . Selama ini perusahaan memiliki 3 Supplier yg dianggap sebagai
Supplier utama (Supplier System)
3. Dengan biaya rendah, kegiatan outsourcing dapat dilakukan oleh tim pengembangan produk. Pembelian Desing baru dari luar perusahaan diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar.. ( Product Desing)
4. Secara teknis dan ekonomis mampu mengirimkan beberapa produk dalam sekali pengiriman dari perusahaan ke pelanggan. UD. Anggun Raya dapat menggunakan armada pengiriman yang lebih besar sehingga dapat mengangkut lebih banyak lagi berbagai Produk dalam sekali pengiriman. (Delivery System)
5. Jumlah pesanan kecil maupun jumlah pesanan banyak selalu ada. Dikarenakan banyaknya pesanan dalam jumlah kecil sehingga perusahaan menyiapkan stok dan menambah tempat penyimpanan (Gudang) agar tidak terjadi penumpukan di tempat produksi (Supplier System).
BAB V