METODE PENELITIAN
1 Pembuatan Papan
Pada pembuatan kedua jenis papan, semua bahan baku dicampur hingga merata dengan menggunakan rotary bland machine. Setelah itu pembuatan lembaran dilakukan dengan memakai alat pencetak dengan dimensi 25 x 20 x 1 cm3. Selanjutnya lembaran diletakkan di antara dua plat kempa yang telah dibentuk menyesuaikan ukuran papan partikel dan dilakukan pengempaan dengan suhu 160oC selama 5 menit dan tekanan 30kg/cm2. Pengempaan dilakukan hingga ketebalan papan partikel mencapai 1 cm. Papan yang telah jadi, dikondisikan dan didiamkan hingga Β± 7 hari pada temperatur kamar supaya menyeragamkan kandungan air dan melenyapkan tegangan pada papan. Pengkondisian ini juga berfungsi agar perekat dapat merekat dengan sempurna. Perlakuan papan selanjutnya baru bisa dilaksanakan setelah waktu pengkondisian selesai.
Pemotongan Contoh Uji
Setelah tercapai waktu pengkondisian, papan dipotong dengan beberapa ukuran untuk diuji sifat fisis, mekanis dan keawetannya. Pengujian contoh papan didasarkan pada standar JIS A5908 (2003).
25 cm
Gambar 3. Ukuran pemotongan sampel uji
Universitas Sumatera Utara
12
Pada standar JIS A5908 (2003), pengujian sifat fisis meliputi: kerapatan, kadar air, daya serap air, serta pengembangan tebal. Dalam penelitian ini, dibuat 2 faktorial dan ulangan sebanyak 3 kali karena pada setiap jenis papan digunakan 3 perlakuan asam yang berbeda dan satu jenis papan sebagai kontrol tanpa perlakuan, sehingga jumlah papan yang dibuat sebanyak 24 buah papan. Standar pengujian JIS A5908 dapat dipahami pada Tabel 3 dibawah.
Tabel 3. Standar Pengujian Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel
No. Sifat Fisis dan Mekanis JIS A 5908-2003
1 Kerapatan (g/cm3) 0,4 β 0,9
Sumber : Japanese Industri Standard A 5908 (2003) 1. Pengujian Sifat Fisis
a. Kerapatan
Contoh uji kerapatan berdimensi 10 cm x 10 cm x 1 cm. Papan ditimbang beratnya dalam keadaan kering udara serta diukur panjang, lebar, serta tebal papan untuk mengetahui volume. Penggunaan stanndar dimensi dapat menggunakan kaliper. Nilai kerapatan papan sesudah itu dihitung dengan memakai rumus sebagai berikut:
b. Kadar air
Pengukuran kadar air memakai contoh uji berdimensi 10 cm x 10 cm x 1 cm. Kandungan air dihitung dengan menimbang berat awal (BA) serta berat kering oven (BKO) dimana papan dioven dengan temperatur 105oC sepanjang 24 jam setelah itu ditimbang beratnya. Nilai kadar air papan dihitung dengan memakai rumus:
πΎπ΄ =π΅π΄ β π΅πΎπ
π΅πΎπ Γ 100%
Keterangan:
KA = kadar air (%)
BA = berat awal papan (g)
BKO = berat kering oven papan (g) c. Daya serap air
Pengujian daya serap air memakai contoh uji berdimensi 5 cm x 5 cm x 1 cm. Pada pengujian ini, papan ditimbang berat awal mulanya (B1) serta kemudian direndam sepanjang 24 jam dalam air. Papan yang sudah direndam kemudian ditimbang kembali (B2). Nilai daya serap air papan dihitung dengan rumus:
π·ππ΄ =π΅2 β π΅1
π΅1 Γ 100 Keterangan :
DS = daya serap air (%)
B1 = berat papan sebelum direndaman (g) B2 = berat papan setelah direndaman (g) d. Pengembangan tebal
Contoh papan pada pengujian pengembangan tebal berdimensi 5 cm x 5 cm x 1 cm. Papan diukur dimensinya saat sebelum direndam pada saat kering udara (T1) dan setelah direndam sepanjang 24 jam (T2). Nilai pengembangan tebal dihitung memakai rumus:
Universitas Sumatera Utara
14
ππ (%) =π2 β π1
π1 Γ 100 Keterangan:
PT = pengembangan tebal (%)
T1 = tebal papan sebelum perendaman (cm) T2 = tebal papan setelah perendaman (cm)
1. Pengujian Sifat Mekanik a. Modulus of elasticity (MOE)
Pada uji modulus elastisitas ataupun kekuatan lentur, contoh papan yang digunakan berdimensi 20 cm x 5 cm x 1 cm. Pengujian ini sangat dibutuhkan bila papan hendak digunakan sebagai penahan beban ataupun bahan konstruksi. Pada pengujian ini, digunakan perlengkapan uji mekanis (Universal Testing Machine).
Contoh uji dibentangkan dalam keadaan kering udara serta kemudian dilakukan pembebanan pada titik tengah antar jarak sangga. Nilai MOE dihitung dengan memakai rumus :
πππΈ = βππΏ3 4πβ3βπ Keterangan:
MOE = modulus of elasticity (kg/ cm2) ΞP = selisih beban (kg)
L = jarak sangga (cm)
ΞY = perubahan defleksi setiap perubahan beban (cm) b = lebar contoh uji (cm)
h = tebal contoh uji (cm) b. Modulus of rupture (MOR)
Modulus patah ataupun kekuatan patah diuji dengan contoh berdimensi 20 cm x 5 cm x 1 cm. Pengujian sifat ini memakai mesin uji mekanis (Universal Testing Machine). Tata cara pengujian modulus patah sama dengan pengujian modulus elastisitas, namun pada pengujian ini pembebanan dicoba hingga contoh uji patah. Nilai MOR papan partikel dihitung dengan rumus:
Universitas Sumatera Utara
πππ 2. π. πΏ 2. π. β2 Keterangan :
MOR = modulus of rupture (kg/cm2) L = jarak sangga (cm)
P = beban maksimum (kg) b = lebar contoh uji (cm) h = tebal contoh uji (cm) c. Keteguhan Rekat (IB)
Pada keteguhan rekat, digunakan contoh uji berdimensi 5 cm x 5 cm x 1 cm. Contoh uji direkatkan pada kedua permukaan balok besi dengan memakai perekat epoxy setelah itu balok besi tersebut ditarik tegak lurus secara berlawanan. Pengukuran beban maks dicoba pada saat contoh uji alami kerusakan.
Keteguhan rekat bisa dihitung dengan memakai rumus:
πΌπ΅ =π πππ₯ 2π΄ Keterangan :
IB = internal bond (kg/cm2) P = beban makimum (kg) A = luas penampang (cm2) Analisis Data
Modelarancangan percobaan yangadigunakan pada penelitian ini merupakanarancangan acak lengkapa(RAL) faktorial. Modelalinear yang digunakan tersusunaatas duaaperlakuan yakni tipe papan serta tipe perendaman asam dengan ulangan masing- masing sebanyak 3 kali. Perlakuan perendaman terdiri atas 4 (empat) taraf, yakni kontrol, asam asetat, asam sitrat serta kombinasi asam asetat dan asam sitrat.
Modelastatistik linier dariarancangan percobaanaini dinyatakanadalam persamaanasebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
16
Yxyz = Β΅ + Ξ±x + Ξ²y + Ξ±Ξ²xy + βxyz Keterangan:
Yxyz =iRespon pengamatan faktor jenis papan taraf ke-x, faktor perendaman asam taraf ke-y dan ulangan ke-z
Β΅ = Nilai rata-rata umum
Ξ±x = Pengaruh faktor jenis papan pada taraf ke-x Ξ²y = Pengaruh faktor perendaman asam pada taraf ke-y
Ξ±Ξ²xy = Interaksi faktor jenis papan pada taraf ke-x dan faktor perendaman asam pada taraf ke-y
βxyz = iPengaruh galat pada faktor jenis papan taraf ke-x, faktor perendaman asam taraf ke-y dan ulangan ke-z
x = 1,2,3,β¦
y = 1,2,3,β¦
z = 1,2,3,β¦
Adapun hipotesis yang digunakan adalah :
Ho = Tidak terdapat pengaruh jenis papan dan perendaman pada asam terhadap kualitas papan partikel.
H1 = Terdapat pengaruh jenis papan dan perendaman pada asam terhadap kualitas papan partikel.
Untuk mengenali pengaruh tipe papan serta perendaman asam terhadap mutu papan partikel maka dicoba analisis keragaman (analysis of warlance).
Analisis keragaman tersebut memakai kriteria uji sebagai berikut:
a. Jika F hitung < F tabel maka H0 diterima atau perbedaan perlakuan jenis papan dan perendaman asam berpengaruh terhadap kualitas papan partikel.
b. Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak atau perbedaan perlakuan jenis papan dan perendaman asam tidak berpengaruh terhadap kualitas papan partikel.
Untuk mengenali perbandingan antar perlakuan maka dilakukan pengujian dengan memakai uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Setelah itu informasi hasilapengujian untukatiap reaksi yang diujiakemudian dianalisisaserta dibanding dengan persyaratanaJIS Aa5908 (2003) untuk mengenaliaapakah sifat-sifatapapan sudah memenuhiastandar maupun tidak.
Universitas Sumatera Utara