• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemecahan masalah

Dalam dokumen BAB IV PENGUMPULAN DATA (Halaman 28-38)

HASIL DAN ANALISA

5.2 Pemecahan masalah

Gambar 5.1 Data Diagram Pareto Untuk Jenis Cacat

5.2 Pemecahan masalah

Pemecahan masalah yang akan penulis terapkan adalah dengan menggunakan salah satu alat kendali kualitas dan juga salah satu alat dari 7 alat pada quality control circle yaitu diagram sebab akibat atau yang biasa disebut dengan diagram fishbone dikarenakan bentuknya seperti tulang ikan. Dengan menggunakan diagram fishbone dapat mempermudah kita untuk dapat menemukan akar penyebab terjadinya masalah

66 5.3 Penerapan Metode QCC.

Tabel 5.1 Plan Dan Actual QCC Dep. Die casting Tahun 2012.

1. Pemilihan Tema

Dari data yang telah ditampilkan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa NG / cacat produk tertinggi pada Casting Karburator type KVYP adalah NG Yuhike. Maka dari itu tema yang diangkat dalam QCC ini adalah Menurunkan NG Yuhike yang terjadi di proses Casting Karburator Type KVYP.

2. Menentukan Sebab Akibat.

Untuk dapat mengetahui sebab – akibat yang terjadi dari cacat produk kita perlu terlebih dahulu untuk melihat kondisi yang ada dilapangan. Berikut analisa yang dilakukan penulis beserta team QCC terhadap kondisi yang ada di lapangan.

67

Gambar 5.2 Analisa kondisi yang ada

Dilihat dari aliran proses yang terlihat pada gambar kita dapat menganalisa kemungkinan terjadi NG Yuhike pada proses Casting Karburator type KVYP di Proses cetak. Dan berikut analisa yang penulis terapkan dalam diagram sebab - akibat (Diagram Fishbone) sebagai berikut :

Saat istirahat mesin harus berhenti spray untuk pelumasan untuk semua dies

MAN

Operator jenuh akan proses yang sama setiap hari

Setting spray sulit warna pipa spray sama

pencamuaran material tdk sesuai

system fluxing METHODE

MACHINE pemahaman quality operator kurang Operator terbiasa melakukan proses NG Yuhike Tinggi ... ??? MACHINE MA MATERIAL Standar jenis material tidak sesuai LINGKUNGAN lingkungan pekerja terlalu panas.

68 Dari diagram sebab - akibat ( Fishbone Diagram ) diatas dapat ditarik kesimpulan dari masing-masing faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya NG Yuhike diantaranya adalah sebagai berikut :

Faktor Manusia ( Man )

Penyebab yang berpotensi terjadinya kegagalan pada elemen manusia dalam proses adalah “Operator terbiasa dalam melakukan pekerjaan “ sehingga operator tidak mengechek antara produk yang dihasilkan dengan standar kerja.

Faktor Material

Pada elemen material dimugkinkan terjadi ketidak sesuaian standar dikarenakan proses pencampuran yang tidak sesuai.

Faktor Mesin

Penyebab yang berpotensi terjadinya kegagalan pada elemen mesin dalam proses adalah :

1) Spray yang digunakan untuk pelumas dies adalah all dies.

2) Ketika setting spray mengalami kesulitan karena warna pipa sray sama 3) Ketika istirahat mesin berhenti, sehingga ketika mulai bekerja kembali

harus dilakukan preheating dalam preaheating ini banyak sekali body NG Yuhike terjadi.

69 Faktor Metode

1) Dalam proses peleburan komposisi peleburan antara material Alumunium dengan Returnzai berpotensi mengalami ketidaksesuaian.

2) Proses pembersihan cairan alumunium/ proses fluxing tidak menentu. Faktor Environment ( Lingkungan )

Pada elemen lingkungan kondisi lingkungan yang terlalu panas menyebabkan konsentrasi operator menurun.

3. Menentukan Faktor Dominan

Setelah kita mengetahui faktor –faktor apa saja yang dapat mempengaruhi cacat suatu produk, dalam hal ini adalah NG Yuhike Type KVYP. Selanjutnya

adalah menetukan faktor dominan yang mungkin paling berpengaruh terhadap cacat produk tersebut.

70

Tabel 5.2 Penentuan Faktor Dominan

Dalam QCC ini team memberikan penilaian masing-masing terhadap faktor yang menyebabkan terjadinya NG Yuhike. Dan berdasarkan jumlah bobot serta ranking akhirnya ditentukan bahwa faktor Metodhe adalah faktor yang paling dominan atau berpengaruh besar terhadap NG Yuhike yang terjadi pada proses Casting karburator Type KVYP.

71 4. Merencanakan Tindakan.

Tabel 5.3 Rencana Tindakan Penanggulang

5. Menetapkan Target

Berdasarkan data sebelumnya dimana NG Yuhike periode Januari-Mei mencapai 6.07 % maka Target QCC nya adalah menurunkan kecacatan produk yang diakibatkan oleh NG Yuhike menjadi 1 %.

72 6. Melaksanakan Tindakan.

Tabel 5.4 Pelaksanaan Tindakan Penanggulangan

7. Check Hasil

Tabel 5.5 Data perbandingan cacat sebelum perbaikan Dan sesudah perbaikan 2012 Sebelum Sesudah (Jan-Mei) (september) 1 Yuhike 11160 6,07% 434 1,03% 2 Kajiri 4012 2,18% 650 1,54% 3 Kerut 1962 1,07% 300 0,71% 4 Body Hitam 1313 0,71% 180 0,43% 5 Torare 239 0,13% 21 0,05% 18686 10,16% 1585 3,76% 183883 42100 165197 40515 %NG TOTAL NG TOTAL CHECK TOTAL OK %NG No. JENIS NG

73 Berdasarkan Hasil penerapan Metode Quality Control Circle (QCC) yang diterapkan, berhasil menurunkan NG Yuhike dari type KVY di bulan September 2012 turun menjadi 1.03 %. Dan secara langsung berpengaruh terhadap total NG/cacat yang terjadi. Dan secara keseluruhan analisa masalah mengenai NG Yuhike ini dapat diterapkan untuk semua type di Line Mesin Casting AL.

8. Standarisasi

Langkah selanjutnya adalah standarisasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah terjadinya NG Yuhike. Metode ini dapat juga di terapkan untuk Mesin Casting lain dan berhasil menurunkan NG Casting lainnya. Standarisasi proses yang dilakukan yaitu :

Faktor Metode

1. Dilakukan nonstop waktu istirahat dengan tujuan mengurangi proses preheating yang dapat menyebabkan banyaknya NG Yuhike,

sebelumnya kerja nonstop waktu istirahat tidak dilakukan .

2. Didalam OS peleburan material hanya tercantum komposisi 70:30 peleburan dalam bentuk (KG) yang terdiri dari 70% material alumunium dan 30 % retunzai ( runner ) hal ini menyebabkan

operator kesulitan apabila harus menimbang terlebih dahulu dan hal ini pula yang dapat menimbulkan penyimpangan dari OS tersebut, maka dilakukan perbaikan yaitu mengkonversi bentuk KG menjadi bentuk batang runner sehingga mempermudah dalam perhitungan komposisi peleburan tersebut.

74 Faktor Mesin

1. Spray yang digunakan sebelumnya adalah satu spray untuk semua Dies, kareana Dies atau cetakan mempunyai karakteristik yang

berbeda maka, dibuatkan spray untuk masing-masing Dies atau cetakan.

2. Warana pipa spray sama sehingga dalam melakukan setting spray mengalami kesulitan.

Faktor Lingkungan

Kondisi ruangan die casting yang panas yaitu kisaran 27°C-36°C hal ini menyebabkan konsentrasi operator dan kerja operator terganggu, maka dengan bantuan Engineering Department dibuatkan Blower untuk menguran

Faktor manusia

Adanya kejenuhan operator karena harus melakukan proses berulang, hal ini dapat berakibat human eror , maka dengan melakukan rotasi karyawan diharapkan mampu untuk mengurangi tingkat kejenuhan.

75 BAB VI

Dalam dokumen BAB IV PENGUMPULAN DATA (Halaman 28-38)

Dokumen terkait