BAB III MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM PENGADAAN
3.7 Kebijakan Pengadaan koleksi
3.9.2 Pemecahan Masalah
Untuk mengatasi masalah dalam pemilihan bahan pustaka pada KPAD Umum Kabupaten Langkat, maka perlu dilakukan:
1. Melihat lingkungan sekitar. Pihak pengadaan melihat langsung ke lingkungan masyarakat untuk mengetahui buku-buku apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.
2. Memperbanyak judul buku di bandingkan eksemplarnya agar dana dapat mencukup dan buku dapat terlengkapi.
3. Menyediakan blanko pengusulan buku kepada pengunjung perpustakaan atau masyarakat. Menyediakan kolom bagi pengguna Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat untuk mengisi saran, kritik atau usulan buku.
Dengan demikain pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan sebenar-benarnya.
3.10 Inventarisasi Bahan Pustaka
Inventarisasi adalah pekerjaan dimana bahan pustaka yang baru diterima akan diberi cap atau stempel tanda milik perpustakaan yang tertera pada halaman judul tertentu, setelah itu dibukukan kedalam buku induk yang bisa disebut buku inventaris. Kegiatan inventarisasi ini dilakukan sebelum bahan pustaka yang diterima perpustakaan diolah lebih lanjut.
Inventarisasi bahan pustaka adalah kegiatan pencatatan data-data fisik ke dalam buku inventarisasi yang biasanya dikenal dengan buku induk perpustakaan, yang dapat berupa lembaran lepas, kartu maupun buku. Setiap eksemplar bahan pustaka mempunyai satu nomor induk.
Tahapan inventarisasi bahan pustaka yang dilakukan oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat adalah sebagai berikut:
1. Langkah awal dalam inventarisasi adalah penerimaan buku. Setelah buku diterima, maka pihak perpustakaan langsung memeriksa kondisi fisik buku.
2. Selanjutnya, pihak perpustakaan membubuhkan stempel inventarisasi atau stempel hak milik.
3. Bahan pustaka yang telah selesai distempel, kemudian dicatat ke dalam buku induk atau buku inventarisasi.
Gambar 3.7: stempel inventarisasi buku
Gambar 3.8 Buku yang dipesan dan akan di inventaris Sumber:Kantor Perputakaan, Arsip dan Dokumentasi
3.11 Penerapan Manajemen Pengetahuan dalam Pengadaan Koleksi
Dalam melaksanakan kegiatan Perpustakaan Pimpinan KPAD Kabupaten Langkat telah menyusun struktur organisasi dan pembagian tugas. Dalam hal ini KPAD Kabupaten Langkat telah menyediakan petunjuk teknis atau standar prosedur operasional untuk membantu dan memudahkan pelaksanaan pekerjaan serta Pimpinan Perpustakaan juga telah melakukan pembelajaran kepada staf perpustakaan sehingga staf perpustakaan dapat bekerja dengan efektif dan efisien.
Penerapan manajemen pengetahuan dalam pengadaan/pengembangan koleksi belum diterapkan. Hal ini dapat dilihat dari belum pernah dilakukannya survei kebutuhan pemustaka/masyarakat yang dilayani. Selain itu KPAD belum membuat kebijakan pengembangan koleksi, seleksi, pengadaan, pengolahan, penyiangan serta pelestarian bahan pustaka serta belum adanya pedoman pembagian rincian tugas kerja. Pemilihan bahan pustaka dilakukan tanpa menentukan subjek/topik yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka/masyarakat.
Hal ini dapat dimaklumi, karena yang dilibatkan dalam pemilihan bahan perpustakaan hanya :
1. Staf perpustakaan, yang bekerja dibagian akuisisi dan peolahan perpustakaan.
2. Kepala kantor, yang menyetujui dalam pemilihan bahan pustaka. Buku mana saja yang harus dibeli atau tidak.
3. Usulan dari masyarakat hanya diterima jika pemustaka/masyarakat mencari suatu informasi diperpustakaan, dan buku tersebut tidak ditemukan diperpustakaan dalam hal ini tidak ada ketentuan tentang tokoh masyarakat yang dilibatkan.selain itu keterlibatan guru sebagai pengajar dan pelaksana pendidikan belum dilibatkan. Sehingga subjek-subjek yang diajarkan disekolah sebagian tidak terpilih ke dalam koleksi perpustakaan.
Hal ini erat hubungannya dengan pemustaka yang memanfaatkan perpustakaan kebanyakan adalah pelajar tingkat SD, SMP dan SLTA.
Melibatkan guru dalam pemilihan bahan perpustakaan akan memudahkan penerapan organizing knowladge dalam pengembangan koleksi karena
guru tahu bahan perpustakaan yang berhubungan dengan subjek yang diajarkan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah penulis peroleh dari observasi di Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat tentang manajemen pengetahuan dalam pengadaan koleksi pada Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Langkat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan Pengadaan bahan pustaka di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumnetasi Kabupaten Langkat dilakukan dengan melaksanakan:
a. Pemilihan dan Pemesanan
Dalam kegiatan pemilihan dan pemesanan memerlukan sarana alat Bantu untuk memudahkan memilih bahan pustaka yang diperlukan.
Alat Bantu yang digunakan oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat dalam pemilihan bahan pustaka adalah katalog penerbit, usulan dari masyarakat, survei ke toko buku.
b. Pengadaan dilakukan hanya melalui pembelian dan penerimaan hadiah, terutama dari BPAD Sumatera Utara..
2. Kendala yang dihadapi oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat dalam pemilihan bahan pustaka adalah :
a. Daftar usulan yang diusulkan kadang tidak lengkap.
b. Jarang menggunakan subjek spesialis dalam lingkungan masyarakat.
c. Kurangnya tingkat kesadaran pengguna dalam memanfaatkan layanan usulan.
d. Anggaran dana dalam pengadaan yang terkadang berubah-ubah.
3. Pemecahan masalah yang harus dilakukan Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat dalam pemilihan koleksi adalah:
a. Menyediakan daftar katalog penerbit di Perpustakaan untuk memudahkan pemustaka menelusuri apakah buku yang diingikan masih terbit atau tidak .
b. Belum adanya kebijakan secara tertulis dalam pengembangan koleksi yang meliputi pemilihan bahan perpustakaan, pihak-pihak yang dilibatkan .
c. Menyediakan blanko pengusulan buku kepada pengunjung perpustakaan. menyediakan kotak bagi pengguna perpustakaan umum Kabupaten Langkat untuk mengisi saran, kritik atau usulan buku.
d. Belum ada kebijakan program tahunan pengembangan koleksi perpustakaan.
4.2 Saran
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis di Perpustakaan Umum Kabupaten Langkat tentang manajemen pengetahuan dalam pengadaan koleksi pada Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Langkat, maka saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka/masyarakat pihak perpustakaan hendaknya melakukan survei kebutuhan pemustaka agar dapat disesuaikan dengan kehidupan mereka.
2. Untuk meningkatkan jumlah anggota perpustakaan hendaknya keberadaan perpustakaan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga mereka tahu dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan.
3. Dana anggaran dari APBN sebaiknya digunakan sebaik mungkin agar dalam pengadaan bahan pustaka dapat terealisasikan dengan baik dan bermanfaat bagi para pengguna.
4. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan perpustakaan hendaknya pimpinan perpustakaan membuat kebijakan tentang kegiatan yang dilakukan. Kebijakan tersebut dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan.
5. Daftar Pustaka
6.
7. Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah.
Jakarta: Gramedia.
8. Dewiyana, Himma. Knowledge Management dalam Konteks Perpustakaan. Medan: USU Repository. 2008.
9. Elita, R. Funny Mustikasari. 2005. Kajian tentang Manajemen Pengetahuan (Lesson of Knowledge managemen).
10. <http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/01/kajian_tentag _manajemen_pengetahuan.pdf>.
11. Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi.
Medan: USU press.
12. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003. Ed.3, Cet. 3. Jakarta: Balai Pustaka.
13. Kismiyati, Titiek.2015. Vol.17, Jil.3. Visi Pustaka; Jaringan Informasi Antar Perpustakaan. Jakarta: Salemba.
14. Pendit, Putu Laxman.2002. Knowledge Management dan Digital Library Sebagai Kritik Terhadap Kepustakawanan. Jakarta:
Kongres IX dan Seminar Ilmiah Ikatan Pustakawan Indonesia.
15. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 2015. Layanan Perpustakaan Umum Panduan IFLA/ UNESCO Untuk Pengembangan Perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
16. Sangkala. Ed.1. Knowledge Management. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2007.
17. Siagian, Harly Christy M. 2009. Penerapan Manajemen Pengetahuan Dalam Pengolahan Grey Literature Dan Koleksi Repository Pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Medan: USU Repository.
18. Sjahrial-Pamuntjak, Rusina. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan. Jakarta: Djambatan
19. Siregar, A Ridwan. 2004. Perpustakaan: Energi Pembangunan Bangsa.
Medan: USU press
20. Siregar, Belling. 2014. Pengembangan Koleksi. Medan: Universitas Sari Mutiara Indonesia.
21. Standard Nasional Perpustakaan RI. 2011. Bidnag perpustakaan umum dan perpustakaan khusus. Jakarta. Perpustakaan Nasional RI 22. Sumardjo. 2006. Pedoman penyelenggaraan perpustakaan umum. Jakarta:
Perpustakaan Nasional RI.
23. Sutarno NS. 2006. Perpustakaan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto 24. Widayana, Lendy. Ed.1, Cet.1. Knowledge management Meningkatkan
Daya Saing Bisnis. Malang: Bayumedia Publishing. 2005.
25. Yulia, Yuyu. 2009. Materi Pokok Pengembangan Koleksi. Jakarta:
Universitas Terbuka.
26. Yusuf, Taslimah. 1996. Manajemen Perpustakaan Umum. Jakarta:
Universitas Terbuka.
27. Yusup, Pawit M. 2012. Ed.1, Cet.1. Perspektif Manajemen Pengetahuan, Informasi, Komunikasi, Pendidikan, dan Perpustakaan.Jakarta:
Rajawali Press.
LAMPIRAN 1
UNIT : SEKRETARIAT DAERAH
No.
HJ. SRI RAHMAWATI,S.Sos IKHWAN FADLI.Amd.Kom
NIP.19610519 198206 2 001 NIP :19840618201001 1 030