• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemecahan Masalah Komitmen Pekerja Kurang dan Analisisnya

Dalam dokumen BAB III SOLUSI BISNIS (Halaman 72-84)

Langkah 4:  Membandingkan model storage pada alternatif 3

3.4. Pemecahan Masalah Komitmen Pekerja Kurang dan Analisisnya

pemecahan  masalah  dengan  penilaian  performansi  untuk  pemberian  reward. 

b) Untuk mempercepat respon mengenai keluhan dari konsumen, maka  diperlukan  adanya  pencatatan  keluhan  apa  sajakah  yang  pernah  dilakukan  oleh  konsumen.  Nantinya  apabila  terdapat  complain  dengan  situasi  yang  sama,  maka  dapat  dilakukan  tindakan  secepat  mungkin  dan  tidak  perlu  menunggu  pihak  yang  berwenang  karena  tindakan yang dilakukan pasti kurang lebih sama. 

 

 

Gambar 3.14. Pencatatan Komplain Dan Tindakan yang Harus Dilakukan 

   

3.4. Pemecahan Masalah Komitmen Pekerja Kurang dan Analisisnya   

Dari semua usulan penambahan prosedur untuk pihak Storeman, Customer  service,  Shipper  dan  Forklift,  hanyalah  suatu  strategy  perbaikan  yang  akan  diimplementasikan.  Untuk  mengimplementasikannya  perlu  didukung  adanya  “People  dan  Reward”  seperti  yang  diperlihatkan  pada  Gambar  3.16. People disini merupakan bagian dari skill yang harus dikembangkan  agar  dapat  mencapai  target  yang  diinginkan.  Oleh  karena  itu,  sebelum  penambahan prosedur dilakukan akan diperlukan adanya sosialisasi dan 

135 training  sehingga  skill  yang  diperlukan  untuk  Storeman,  Customer  service,  Shipper dan Forklift dapat melakukan segala usulan yang diberikan dengan  sebaik‐baiknya. Sedangkan Reward/Punishment yang ada pada perusahaan  saat  ini  masih  sangat  minim.  Oleh  karena  itu,  perusahaan  memerlukan  suatu  cara  dalam  memberikan  reward/punishment.  Seperti  pada  Gambar  3.17, apabila reward/punishment tidak diberlakukan maka perubahan yang  terjadi tidak akan berlangsung dengan cepat. Sedangkan perubahan yang  diperlukan  oleh  perusahaan  haruslah  berlangsung  cepat  agar  dapat  menekan  kerugian  yang  ditimbulkan.  Selain  itu,  reward/punishment  tidak  harus  selalu  berubah  material  (uang)  tetapi  dapat  juga  berupa  immaterial  (penghargaan)  sehingga  hal  ini  dapat  meningkatkan  motivasi  yang  dimiliki  oleh  para  pekerja  untuk  dapat  bekerja  semaksimal  mungkin  dalam memajukan perusahaan.  

 

 

Gambar 3.15. Implementation Levers (sumber: Carpenter and Sanders, 2007,  Strategic Management: A Dynamic Perpective) 

 

136  

Gambar 3.16. The Change Process (Sumber: A. Marcus,2004: Management Strategy)   

Usulan  penilaian  performansi  yang  akan  diberikan  menggunakan  KPI  dari  masing‐masing  pekerja  dalam  mengukur  performansi.  Usulan  akan  berupa  KPI  yang  akan  dinilai  dan  bagaimana  cara  melakukan  penilaian  tersebut.  Usulan  penilaian  performansi  ini  hanya  terbatas  pada  bagian  yang berhubungan langsung dalam proses bisnis warehouse full good yaitu  Storeman, Customer service, Shipper dan Forklift. 

 

1. Storeman 

Untuk  storeman,  akan  diusulkan  kriteria  penilaian  (KPI)  adalah  sebagai  berikut: 

• Accuracy 

Accuracy  storeman  ini  adalah  ketelitian  storeman  dalam  melakukan  input  data  baik  secara  manual  (pencatatan  dalam  dokumen)  maupun  dalam  melakukan  input  ke  komputer.  Ketelitian  storeman  disini  sangatlah  vital  dalam pencapaian KPI warehouse full good yaitu accuracy. Apabila terdapat  kesalahan  dari  pencatatan  yang  dilakukan  oleh  storeman  maka  accuracy  dari  warehouse  full  goodpun  akan  berkurang.  Dalam  melakukan  penilaian 

137 accuracy dari storeman ini terdapat beberapa langkah seperti yang terlihat  pada flow chart Gambar 3.18. 

 

 

Gambar 3.17. Flow Chart Penilaian Accuracy Storeman 

 

Mengenai  batasan‐batasan  untuk  mendapatkan  insentif  dari  KPI  accuracy  adalah  99,5%,  sedangkan  pemberian  punishment  adalah  98%.  Nilai  dari  batasan  pemberian  insentif  ini  diambil  dari  batasan  KPI  dari  warehouse  sendiri untuk accuracy adalah sebesar 99,5%. Apabila setiap storeman dapat  memiliki accuracy 99,5% maka KPI dari warehouse full good dapat tercapai. 

Sedangkan nilai dari punishment didapatkan karena keinginan perusahaan  untuk  mempertahankan  accuracy  yang  cukup  tinggi,  sehingga  storeman 

138 yang  memiliki  accuracy  yang  kurang  dari  98%  akan  diberikan  suatu  punishment / hukuman / peringatan. 

 

• Availability  

Availability  storeman  adalah  tingkat  keberadaan  storeman  berada  di  tempat.  Seperti  pada  usulan  prosedur  yang  diberikan,  terdapat  penambahan  storeman  sebanyak  tiga  orang  dan  mereka  bertindak  dalam  team  (dua  orang  storeman  dalam  block  yang  berhadapan)  sehingga  minimal  ada  satu  orang  storeman  yang  menjaga  dan  melakukan  pencatatan  aktivitas  didalam  block  tersebut.  Supervisor  melakukan  pengecekan  secara  random  pada  waktu‐waktu  tertentu.  Untuk  penilaian  availability dapat dilihat pada Gambar 3.19.  ini  dikarenakan  tingkat  keberadaaan  storeman  diblok  yang  mereka  jaga 

adalah  kewajiban  mereka.  Oleh  karena  itu, 

punishment/hukuman/peringatan akan diberikan apabila terdapat storeman  yang memiliki availability kurang dari 100%. 

139

• Keteraturan & Kerapihan Barang di Warehouse 

Keteraturan dan kerapihan barang merupakan suatu isu penting dimana,  sebelumnya  banyak  sekali  para  storeman  yang  mengeluhkan  karena  ketidakteraturan  tersebut  yang  menyulitkan  storeman  melakukan  pengecekan.  Oleh  karena  itu,  storeman‐lah  sebenarnya  yang  bertanggungjawab  dalam  mengatur  dan  mengarahkan  forklift  untuk  meletakkan  barang  sesuai  dengan  aturan  yang  berlaku.  Untuk  flow  chart  penilaian dapat dilihat pada gambar berikut. 

 

Gambar 3.19. Flow Chart Penilaian Keteraturan dan Kerapihan Barang 

 

Untuk batasan KPI keteraturan dan kerapihan adalah 95%. Seperti halnya  availability,  ini  merupakan  tanggungjawab  dari  storeman  untuk  bertanggungjawab mengenai keteraturan dari bloknya tersebut. Nilai 95% 

adalah  mutlak  didapatkan  apabila  tidak  akan  diberikan  suatu  punishment/hukuman/peringatan. 

 

Ketiga KPI tersebutlah yang menjadi usulan dalam penilaian performansi  yang ditujukan kepada storeman.  

   

140 2. Customer service 

Untuk  customer  service  hanya  akan  diberikan  satu  usulan  KPI  yaitu  Accuracy.  Adanya  penilaian  performansi  ini  digunakan  untuk  menekan  adanya human error yang terjadi pada saat pembuatan surat‐surat seperti  LO, surat jalan dan lainnya. Berikut ini adalah cara penilaian performansi  untuk customer service. 

 

 

Gambar 3.20. Flow Chart Penilaian Accuracy Customer service 

 

Batasan untuk customer service dalam KPI accuracy ini adalah 100% untuk  mendapatkan  insentif  dan  98%  merupakan  batas  bawah  untuk  diberikan  punishment/hukuman/peringatan.  Nilai  100%  sangat  diharapkan  oleh  perusahaan  untuk  mengurangi  adanya  kerugian  dari  kesalahan  dalam  pembuatan LO dan surat jalan yang berakibat merugikan perusahaan dan  konsumen.    Niali  98%  adalah  toleransi  dari  perusahaan  dari  kesalahan  yang dibuat oleh Customer service. 

   

141 3. Shipper 

Untuk  shipper  akan  diusulkan  dua  buah  KPI  untuk  dilakukannya  penilaian performansi. KPI tersebut adalah: 

• Accuracy 

Accuracy  shipper  adalah  ketelitian  shipper  dalam  melakukan  pengecekan  barang di truk apakah telah sesuai dengan LO. Penilaian performansi ini  untuk mengurangi adanya kurangnya barang yang dilakukan pengiriman  ke  konsumen  ataupun  kelebihan  barang  ke  konsumen.  Hal  ini  menjadi  cukup  penting  karena  hal  ini  berhubungan  dengan  customer  satisfaction  dan  kerugian  perusahaan  akibat  kelebihan  barang.  Flow  chart  penilaian  dapat dilihat sebagai berikut. 

 

Supervisor melakukan pengecekan pada dokumen TIW dan pada pos keluar,

apakah ada pengembalian karena

ketidaksesuaian barang

Apakah sesuai dengan ketentuan?

Supervisor memberi nilai baik dalam Accuracy pengecekan

Supervisor bertanya mengapa hal ini bisa

terjadi dan menyelesaikan masalah yang ada

Dokumen penilaian harian Supervisor Shipper

Ya

Tidak

Dokumen penilaian harian Supervisor

memberikan nilai kurang dan mencatatnya

  

Gambar 3.21. Flow Chart Penilaian Accuracy Shipper 

 

Batasan  dari  KPI  accuracy  dari  shipper  adalah  100%  untuk  mendapatkan  insentif  dan  98%  adalah  batas  bawah  untuk  memberikan  punishment/hukuman/peringatan.  Nilai  100%  perlu  didapatkan  untuk  menghindari  perusahaan  dari  kerugian  karena  salah  pengiriman  dan  menurunnya  customer  satisfaction  akibat  dari  kesalahan  pengiriman  dari 

142 permintaan.  Sedangkan  98%  adalah  batas  toleransi  dari  perusahaan,  karena perusahaan ingin memberikan terbaik untuk konsumen. 

 

• Quantity 

Quantity  shipper  adalah  banyaknya  truk  yang  diperiksa  oleh  shipper.  Hal  ini untuk mensetarakan pekerjaan antara shipper satu dengan shipper yang  lainnya.  Cara  penilaian  ini  dilakukan  dengan  melakukan  pengecekan  banyaknya truk melakukan pengiriman pada shift tersebut dan kemudian  dibagi  dengan  jumlah  shipper  yang  bekerja  pada  shift  tersebut.  Hal  ini  berguna untuk menyeimbangkan pekerjaan dari tiap shipper yang bekerja  pada  tiap  shift  sehingga  tidak  terjadi  perbedaan  jumlah  pekerjaan  yang  dimiliki oleh shipper dalam satu shift tersebut. 

     

143 4. Forklift 

Untuk  forklift  akan  diusulkan  tiga  KPI  untuk  penilaian  performansi.  KPI  tersebut adalah: 

• Accuracy 

Accuracy  forklift  adalah  ketepatan  forklift  dalam  mengambil  barang  sesuai  dengan  baris‐blok  yang  tertera  pada  LO.  Penilaian  ini  dapat  dilakukan  dengan  melihat  apakah  storeman  telah  meng‐approve  LO  bahwa  forklift  telah  mengambil  barang  sesuai  dengan  baris‐blok  sesuai  dengan  LO. 

Berikut ini adalah flow chart penilaian accuracy forklift. 

Supervisor melakukan pengecekan berita

acara kerusakan barang karena

handling

Apakah sudah seusai ketentuan?

Supervisor memberi nilai baik dalam Losses akibat handling

Supervisor bertanya mengapa hal ini terjadi

dan menyelesaikan masalah yang ada

Dokumen penilaian harian Supervisor forklift

Tidak

Ya

Dokumen penilaian harian Supervior memberikan

nilai kurang dan mencatat kesalahannya

  

Gambar 3.23. Flow Chart Penilaian Accuracy Forklift   

Usulan  batasan  dari  accuracy  adalah  100%.  Tingkat  100%  ini  sangat  diharapkan  oleh  pihak  warehouse  untuk  meningkatkan  sistem  FIFO  dari  warehouse.  Apabila  terdapat  forklift  yang  tidak  memiliki  accuracy  100% 

akan diberikan punishment/hukuman/peringatan. 

 

• Losses 

Losses  adalah  banyaknya  kerusakan  yang  diakibatkan  oleh  product  handling  yang  dilakukan  forklift.  Penilaian  performansi  ini  diperlukan  untuk  menekan  ketidaksengajaan  dalam  merusak  produk  dalam 

144 melakukan handling. Untuk itulah, penilaian performansi losses dari forklift  perlu  dilakukan.  Flow  chart  untuk  penilaian  losses  ini  adalah  sebagai  berikut. 

 

 Gambar 3.24. Flow Chart Penilaian Losses Forklift 

 

Jumlah  Losses  yang  diharapkan  oleh  perusahaan  adalah  0.  Insentif  akan  diberikan  apabila  Forklift  mampu  memberikan  zero  losses  dalam  product  handling  yang  dilakukan.  Apabila  terdapat  losses,  maka  forklift  tersebut  akan diberikan punishment/hukuman/peringatan. 

  

• Jumlah Loading/Unloading 

Jumlah  loading/unloading  adalah  banyaknya  forklift  dalam  melakukan  product  handling.  Penilaian  performansi  ini  dapat  dilihat  dengan  melakukan  pengecekan  jumlah  pengiriman  dan  jumlah  forklift  yang  beroperasi  pada  shift  yang  sama.  Berikut  ini  adalah  flow  chart  penilaian  loading/unloading forklift. 

145

Supervisor melakukan pengecekan di akhir shift di LO mengenai banyaknya loading/

unloading

Apakah sudah sesuai dengan ketentuan?

Supervisor memberi nilai baik dalam loading/unloading

Supervisor bertanya mengapa hal ini terjadi

dan menyelesaikan masalah yang sebenarnya terjadi

Dokumen penilaian harian

Dokumen penilaian harian Supervisor Forklift

Tidak

Ya

Supervior memberikan nilai kurang dan

mencatat kesalahannya

  

Gambar 3.25. Flow Chart Penilaian Loading/Unloading Forklift 

 

Seperti  halnya  shipper,  jumlah  loading/unloading  perlu  dilakukan  penyeragaman antara forklift yang bekerja pada shift tersebut. Oleh karena  itu, jumlah minimal dari loading/unloading adalah jumlah pengiriman pada  shift  tersebut  dibagi  dengan  jumlah  forklift  yang  bekerja  pada  saat  shift  tersebut. 

146

Dalam dokumen BAB III SOLUSI BISNIS (Halaman 72-84)

Dokumen terkait