• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemecahan Masalah SOP & WI dan Analisisnya

Dalam dokumen BAB III SOLUSI BISNIS (Halaman 67-72)

Langkah 4:  Membandingkan model storage pada alternatif 3

3.3.  Pemecahan Masalah SOP & WI dan Analisisnya

 

• Untuk Area DSD 

Untuk  area  DSD,  seperti  yang  telah  dilakukan  analisis  pada  langkah  keempat,  maka  penulis  memberikan  usulan  agar  menggunakan  model  Dedicated Storage. Hal itu disebabkan karena: 

i. Dengan menggunakan Dedicated Storage, tiap racking dari DSD area  telah  memiliki  penghuni  tetap  sehingga  accuracy  dan  FIFO  dapat  dikontrol  lebih  baik.  Hal  ini  juga  cocok  dengan  sistem  pencatatan  di  CCBI  yang  masih  manual  dan  memiliki  kemungkinan  human  error yang cukup tinggi. 

ii. Karena  area  DSD  memiliki  kapasitas  yang  lebih  besar  daripada  inventory  maka  kelebihan‐kelebihan  dari  Dedicated  Storage  dapat  digunakan maksimal (throughput‐nya akan meningkat). Throughput  akan meningkat karena disebabkan storeman telah mengetahui letak  dengan  pasti  sehingga  storeman  tidak  akan  mencari‐cari  telebih  dahulu.  Sedangkan  kelemahan  mengenai  membutuhkan  kapasitas  yang  besar  juga  tereleminasi  karena  tempat  yang  disediakan  lebih  besar daripada inventory yang dibutuhkan. 

 

Jadi untuk area DSD, penulis memberikan usulan terbaik adalah Dedicated  Storage Model. 

 

3.3.  Pemecahan Masalah SOP & WI dan Analisisnya   

Setelah  memberikan  usulan  kepada  masalah  pada  layout,  maka  akan  diberikan  usulan  mengenai  prosedur  kerja.  Usulan‐usulan  yang  akan 

130 diberikan  berupa  usulan  prosedur  kerja  kepada  para  pekerja  yang  berhubungan  langsung  KPI  warehouse  full  good  seperti  yang  telah  dijelaskan  pada  bab  dua  mengenai  faktor  kerangka  konseptual  yaitu  internal  warehouse  full  good.  Pada  pekerja  yang  berhubungan  langsung  tersebut adalah storeman, forklift, shipper dan customer service. Untuk tugas  masing‐masing  juga  telah  dijelaskan  sebelumnya.  Berikut  ini  adalah  tambahan–tambahan prosedur untuk tiap masing‐masing bagian tersebut.  

 

1. Storeman 

Perbaikan untuk storeman adalah sebagai berikut. 

a. Penambahan jumlah storeman dari satu tiap dua blok menjadi satu tiap  satu  bloknya.  Tiap  blok  yang  berhadap‐hadapan,  storeman  bekerja  dalam satu tim, dimana salah satu dari mereka harus selalu ada pada  kedua  blok  tersebut  untuk  memperhatikan  barang  yang  menjadi  tanggung  jawab  mereka.  Penambahan  storeman  yang  diperlukan  adalah  tiga  orang.  Untuk  lebih  jelasnya  dapat  dilihat  pada  Gambar  3.10.  

Current

Storeman

Letak storeman pada ujung atas blok dan tiap 2 blok = 1

storeman

New

Storeman

Letak storeman pada tengah blok dan tiap 1 blok = 1

storeman

Hal ini dilakukan dengan syarat bahwa dua blok yang berhadapan menjadi satu team dan minimal setiap waktu ada satu orang

storeman disana

 

Gambar 3.10. Penambahan Jumlah Storeman 

131 b. Dengan  adanya  storeman  yang  selalu  ada  di  tempat,  maka  diberikan 

juga  usulan  untuk  dilakukannya  pencatatan  setiap  aktivitas  yang  terjadi  di  blok  tersebut.  Tujuan  dari  pencatatan  ini  adalah  storeman  menjadi  tahu  atas  segala  barang  yang  ada  di  blok  yang  menjadi  tanggung  jawabnya  baik  barang  tersebut  masuk  dari  produksi,  maupun barang tersebut keluar menuju pengiriman. Keuntungannya  dari  penambahan  prosedur  ini  adalah  tidak  perlu  lagi  adanya  stock  take  pada  shift  3,  hanya  cukup  melakukan  perhitungan  matematis  mengenai  barang  yang  masuk  dan  barang  yang  keluar  sehingga  pekerjaan tiap shift storeman lebih merata. Untuk lebih jelasnya dapat  dilihat pada Gambar 3.11.  

Forklift

Forklift mengeluarkan barang

Forklift

Forklift memasukan barang

Storeman Storeman harus melakukan pencatatan

segala aktivitas di block dia

Dokumen stok take harian & Dokumen pencatatan aktivitas

 

Gambar 3.11.  Penyempurnaan Prosedur Pada Storeman Mengenai Pencatatan 

 

Dengan adanya pencatatan tersebut, storeman memerlukan suatu form  baru  dimana  untuk  merecord  pencatatan  tersebut.  Berikut  ini  adalah  usulan mengenai form pencatatan storeman. 

     

132 Tabel 3.49. Form Yang Ada Sekarang 

Row Kode barang Jenis Produk Jumlah Pallet Jumlah Receh Jumlah Barang Kode Produksi Status

 

 

Tabel 3.50. Form Usulan Untuk Pencatatan  

Form Usulan

Form Keadaan Stok di Block … Status stok jam …

Row Kode Barang Jenis Produk Jumlah Pallet Jumlah Receh Jumlah Barang Best Before Kode Produksi Status

Form tambahan untuk memudahkan storeman

Row Kode Barang Jenis Produk In/Out Jumlah Pallet Jumlah Receh Jumlah Barang Best Before Kode Produksi Status

Keterangan: untuk lebih mudahnya jumlah pada produk masuk/ keluar dilakukan pencatatan dengan turus    

c. Adanya  penambahan  prosedur  pada  saat  pengambilan  barang  oleh  forklift.  Storeman  dan  forklift  harus  melakukan  approval  bahwa  barang  yang  diambil  oleh  forklift  telah  sesuai  dengan  LO.  Hal  ini  bertujuan  untuk  menyakinkan  bahwa  forklift  telah  mengambil  barang  sesuai  dengan LO yang diberikan. 

 

Gambar 3.12. Penyempurnaan Prosedur Pada Storeman Mengenai Aproval Pengambilan 

 

133 2. Forklift 

Usulan perbaikan yang dilakukan adalah adanya suatu prosedur dimana  forklift  meminta  tanda  tangan  storeman  setelah  mengambil  barang  sesuai  dengan LO. 

 

Gambar 3.13. Penyempurnaan Prosedur Tanda Tangan Storeman Bahwa Mengambil  Barang Dengan Benar 

 

3. Shipper 

Dengan  issue  yang  dihadapi  oleh  shipper  maka  akan  diusulkan  adanya  suatu penilaian performansi yang akan dibahas pada pemecahan masalah  berikutnya. 

 

4. Customer service 

Perbaikan‐perbaikan yang diusulkan untuk customer service adalah sebagai  berikut. 

a) Untuk  mengurangi  adanya  human  error,  maka  diperlukan  sistem  peningkatan  kinerja  seperti  penilaian  kinerja  untuk  nantinya  adanya  pemberian  insentif.  Untuk  lebih  jelasnya  akan  dijelaskan  pada 

134 pemecahan  masalah  dengan  penilaian  performansi  untuk  pemberian  reward. 

b) Untuk mempercepat respon mengenai keluhan dari konsumen, maka  diperlukan  adanya  pencatatan  keluhan  apa  sajakah  yang  pernah  dilakukan  oleh  konsumen.  Nantinya  apabila  terdapat  complain  dengan  situasi  yang  sama,  maka  dapat  dilakukan  tindakan  secepat  mungkin  dan  tidak  perlu  menunggu  pihak  yang  berwenang  karena  tindakan yang dilakukan pasti kurang lebih sama. 

 

 

Gambar 3.14. Pencatatan Komplain Dan Tindakan yang Harus Dilakukan 

   

3.4. Pemecahan Masalah Komitmen Pekerja Kurang dan Analisisnya   

Dari semua usulan penambahan prosedur untuk pihak Storeman, Customer  service,  Shipper  dan  Forklift,  hanyalah  suatu  strategy  perbaikan  yang  akan  diimplementasikan.  Untuk  mengimplementasikannya  perlu  didukung  adanya  “People  dan  Reward”  seperti  yang  diperlihatkan  pada  Gambar  3.16. People disini merupakan bagian dari skill yang harus dikembangkan  agar  dapat  mencapai  target  yang  diinginkan.  Oleh  karena  itu,  sebelum  penambahan prosedur dilakukan akan diperlukan adanya sosialisasi dan 

Dalam dokumen BAB III SOLUSI BISNIS (Halaman 67-72)

Dokumen terkait