METODOLOGI PENELITIAN III. 1 Langkah Pemecahan Masalah
III. 4. 3 Peralatan Pengaman (Proteksi)
IV. 6. Pemeliharaan Magnetic Separator
Pemeliharaan adalah suatu kegiatan pekerjaa n atau pera watan yang dilakukan terhadap suatu peralatan instalasi dengan tujuan supaya peralatan atau instalasi tersebut
Maintenance
START Lapangan Operato
r Wait for material Wait for condition Close Complete In Progress Wait for
complete
Not Ok Wait for approval
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
dapat dioperasikan seca ra maksimal, andal, efisien, aman, dan mencapai umur pa kai ( life time )yang direncanakan.
Tujuan pemeliharaan pada coal handling system dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sisi teknik dan sisi management.
Dari sisi teknik, tujuannya a dalah untuk mencapai :
a. Keandalan peralatan coal handling system yang tinggi menuju penyediaan mutu tenaga listrik yang baik.
b. Efisiensi dan daya mampu coal handling system untuk menjaga unit pembangkit optimum.
c. Tingkat keamanan peralatan coal handling yang tinggi.
d. Peningkatan masa manfaat peralatan coal handling yang ekonomis untuk menunjang unit pembangkit yang ekonomis
e. Mendapatkan kondisi siap pakai dari suatu peralatan atau instalasi. f. Memperpanjang umur fungsional alat.
g. Menjaga keselamatan pekerja yang menggunakan alat. h. Mempelajari kelemahan alat untuk disempurnakan. Sementara dari sisi manajemen, tujuan penelitian adalah :
a. Mendapatkan program manajemen pemeliharaan yang memberikan waktu opera si dan penggunaan secara ma ksimum da ri fasilitas dengan biaya pemeliharaan minimum, dan adanya perundangan yang tepat terhadap modal yang ditanamkan. b. Mendapatkan cara menyimpulkan informasi mengenai biaya dan informasi lain
yang akan berguna dalam pengembangan teknik pemeliharaan.
c. Membuat kondisi kerja yang aman untuk ba gian operasi dan tenaga kerja pemeliharaan dengan melaksanakan dan menjaga standar pemeliharaan.
d. Meningkatkan keterampilan penga wa s dan karya wan pemeliha raan dengan melaksanakan pelatihan.
IV. 6. 1. Jenis dan Klasifikasi Maintenance
Pada pemeliharaan, terdapat tiga dasa r dalam konsep maintenance yang terdiri dari:
1. Membersihkan
Merupakan pekerjaan utama yang paling mendasar dalam maintenance, dimana peralatan dibersihkan dari debu atau kotoran lain yang tidak perlu.
2. Memeriksa
Memeriksa bagian dari peralatan yang dianggap perlu dan dilakukan seca ra teratur mengikuti suatu jadwal tertentu yang dibuat atas dasar pertimbangan yang cukup mendalam, diantaranya :
Pengalaman
Sifat operasinya yang dapat menimbulkan kerusa kan setelah unit instalasi beropera si dalam selang waktu tertentu.
Rekomendasi dari pabrik pembuat instalasi yang bersangkutan. 3. Memperbaiki
Merupakan pekerjaan yang dilakukan untuk memperbaiki bila terjadi kerusakan pada bagian unit sehingga unit tersebut dapat mencapai standar semuala dengan usaha dan biaya yang wa jar.
Pemeliharaan akan lanca r dan terkendali dengan baik bila setiap tahapan kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
Pekerjaan maintenance sendri dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu pemeliharaan terencana dan pemelliharaan tidak terencana. Dimana dari masing-masing jenis pemeliharaan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian seperti dapat dilihat dari gambar diba wah ini
Gambar diagram jenis pemeliharaan dapat dilihat pada Gambar IV. 2.
Gambar IV. 6. Diagram Jenis Pemeliharaan MCC & Junction House B
Preventive maintenance
Merupakan pekerjaan maintenance yang dilakukan secara berkesinambunngan dengan tujuan untuk menemukan suatu tingkat keadaan yang menunjukan gejala kerusakan sebelum alat itu mengalami kerusakan fatal
Keuntungan preventive maintenance yaitu :
Umur peralatan akan lebih panjang
Kerugian waktu produksi dapat diperkecil
Biaya perbaikan yang mahal dapat dikurangi
Namun pada preventive maintenance ini diperlukan penjadwalan secara rinci da n tepat.
Corrective maintenance
Corrective maintennance tidak hanya bera rti memperbaiki tetapi juga mempelaja ri sebab-sebab terjadinya kerusakan serta ca ra -cara mengatasi dengan cepat, tepat dan benar sehingga mencegah terjadinya kerusaka n yang sama .
Keuntungan corrective maintenance diantaranya:
Pemelliharaan dilakukan secara menyeluruh sehingga kondisi peralatan akan baik secara keseluruhan
Rencana pengadaan suku cadang dapat deprogram
Run and Break down maintenance
Run maintenance merupakan suatu pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan pada wa ktu alat masih tetap dalam keadaan bekerja. Sedangkan breakdown
Pemeliharaan
Terencana Tidak Terencana
Corrective Maintenance Preventive Maintenance Breakdown Maintenance Darurat / Khusus Predictive Maintenance/ON
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
maintenance merupakan pekerjaan pemeliha raan yang dilakukan berdasarka n perencanaan atas suatu fasilitas atau alat yang diduga mengalami kerusakan. Dalam menganalisis suatu kerusakan atau maintenance analisator kita memerlukan pedoman sebagai tolak ukur bagaimana kerusa kan itu dapat terjadi dan berpengaruh untuk bagian apa saja. Tanpa adanya pedoman itu sulit untuk menganalisis secara detail dan tepat sasaran.
Berikut ini bentuk wiring diagram untuk MS03/04 agar mengnalisis bentuk kerusakan yang terjadi pada Magnetic Separator dapat dilihat pada halaman lampiran yang ada pada bagian akhir laporan ini.
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
BAB V PENUTUP V. 1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil penulis da ri Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) di PT. Indonesia Power UBP Suralaya :
1. Tipe tata letak pada PT. Indonesia Power UBP Suralaya adalah tata letak tipe produk, Dimana mesin produksi disusun berdasa rkan urutan proses produksi mulai dari bahan baku sampai produk jadi.
2. pengadaan bahan baku atau material handling yang digunakan pada bagian Coal Handling adalah alat berat, forklift, hand troly, dan troly.
3. Total Productive Maintenance yang diterapkan pada PT. Indonesia Power UBP Suralaya khususnya pada bagian Coal Handling Unit alat berat yaitu : Preventive Maintenance diantaranya pemeliharaan rutin dan periodik.
4. Wiring Diagra m Magnetic Separator 03/04 sangat diperlukan guna menganalisis segala bentuk gangguan baik pada Control Board dan komponen pendukung lainnya.
5. PLTU Suralaya menggunakan jenis suspended ma gnet sebagai magnetic separator di tiap Junction House B.
6. Magnetic Separation berkerja pada :
60V 15%
220V 55%
400V 100%
7. Data yang digunakan pada maintenance harian diambil dari data – data hasil pengukuran sebelumnya.
8. Tren kerusakan yang sering terjadi adalah ada pada bagian proteksi baik itu fuse/sikring maupun kontaktor.
Magnetic Separation merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan logam besi yang tercampur dengan batu bara pada saat penyaluran batu ba ra ke stock area atau ke bunker.
Banyak sistem penanganan padatan dalam proses industri kimia (CPI) menggunakan pemisahan secara magnetic untuk menghilangkan tramp iron (besi yang tidak di inginkan) dari bahan ba ku dan tingkat lanjut. Ini penting untuk memproteksi peralatan yang mahal, seperti untuk mengurangi resiko baha ya bahan besi penghubung dan material yang dapat mengotori atau mengkontaminasi produk yang bia sanya sering dipakai seperti alat pemisah di sistem penanganan bahan baku, tapi peralatan ini juga ditemukan di tempat lain dalam lapangan seperti untuk memisahkan partikel besi yang halus dimasukkan pada penggilingan.
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
Jenis pemeliharaan yang dilakukan pada alat ini antara lain : 1. Inspeksi yang dilakukan sebelum memulai operasi mesin 2. Pemeriksaan Harian
Dilakukan sebelum, sesudah dan selama operasi untuk menditeksi dan mengoreksi masalah yang mungkin timbul.
3.Pemeriksaan rutin / Periodik ( bulanan atau tahunan )
Pemeriksaan ini dilakukan dengan lebih detail secara periodik. Jika dibutuhkan dapat dilakukan pembongkaran untuk menditeksi kerusakan yang terjadi. Interval pemeriksaan biasanya ditentukan tergantung kepada tipe mesin, keadaan kerja, frekuensi penggunaan, dll .
4.Pemeriksaan setelah terjadi kerusakan atau bencana alam
Setelah terjadi bencana atau gangguan, mesin perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dioperasikan
V. 2. Saran
Saran yang dapat diberikan penulis setelah melakukan kerja peraktek di PT. Indonesia Power UBP suralaya adalah
1. Sebaiknya PT. INDONESIA POWER UBP SURALAYA sebagai penyelenggar a PKL baik bagi Mahasiswa, SMK, dan SMA sebelum masuk ke ka wasan Unit 1 – 7 dilengkapi dengan pembekalan prosedur – perosedur bagaimana menjalankan PKL. Mulai pemahaman aspek laporan KP, petunjuk penilaian laporan dll.
2. Sebaiknya waktu intensif terjun di la pangan terhitung 1 hari terhitung pada a wal masuk PKL.
3. Usahakan untuk anggaran dana transport PKL diadakan.
4. Pemeliharaan Magnetic Separator haruslah dilakukan dengan terencana dan menyeluruh, dan dilakukan sesuai dengan prosedur - prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan manual book dari pembuat mesin
5. Pengopera sian alat ini hendaknya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dalam kapasitas yang diijinkan.
6. Hendaknya dilakukan perbaikan sesegera mungkin setelah dideteksi adanya kerusakan atau gangguan dalam mesin.
7. sebaiknya ada standar manufaktur yang menjadi patokan data pemeliharaan peralatan magnetic separator 03/04, tidak hanya berdasarkan data – data yang diambil sebelumnya. Hal ini guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. 8. sebaiknya cadangan suku cadang disediakan distock/simpan sebelum terjadi
kerusakan. Jadi tidak menimbulkan ketertundaan dalam kegiatan maintenance dan menjaga keaslian dari system itu sendiri.
ISO 9001 : 2000 ISO 1400 : 2004 SMK 3
BAB VI LAMPIRAN
Berikut ini merupakan lampiran wiring diagram mengenai magnetic separator yang beropera si di unit 1 – 4 mulai control board sampai dengan sistem penggera k lainnya seperti motor drive, motor fan I & II.