• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMELIHARAAN TAMAN JAKARTA HILTON INTERNATIONAL

Konsep Pemeliharaan

Pemeliharaan taman JHI dimaksudkan untuk menjaga keindahan taman di seluruh kompleks JHI. Keindahan taman dijaga dengan upaya pemeliharaan fisik rutin dan didukung dengan peninjauan ulang yang dilakukan oleh manajer departemen dan pihak manajemen JHI. Peninjauan ulang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi taman JHI agar selalu sesuai dengan tuntutan kualitas perusahaan. Secara luas, pemeliharaan taman JHI dilakukan secara intensif, meskipun demikian diimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk menekan biaya dan ramah lingkungan. Pemeliharaan taman JHI merupakan tanggung jawab Gardening Department. Kegiatan pemeliharaan taman JHI dilakukan oleh staf (gardener) outdoor yang diawasi dan dibantu oleh supervisor

dan senior supervisor.

Ketenagakerjaan

Kegiatan pemeliharaan taman (outdoor) dilaksanakan oleh 17 orang

gardener, diawasi oleh tiga supervisor dan tiga senior supervisor. Seluruh staf

Gardening Department bekerja pada shift pagi dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00, sedangkan manajer bekerja dari pukul 09.00 hingga pukul 18.00. Staf,

supervisor dan senior supervisor bekerja enam hari kerja dan satu hari libur dalam satu minggu. Hari libur staf ditentukan oleh masing-masing supervisor

yang dimusyawarahkan dengan staf. Tiap hari kerja, seluruh staf JHI wajib melakukan absen ketika masuk dan keluar dengan melakukan slide-in dan slide- out.

Kesejahteraan staf merupakan bagian dari kebijakan perusahaan. Staf JHI diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua. Fasilitas lain yang disediakan untuk staf antara lain jatah makan satu kali per

shift, parkir bagi yang membawa kendaraan, ruang ibadah, ruang istirahat (locker room) dan jaminan kesehatan.

Gaji diberikan per bulan dengan rincian penghasilan yang diperoleh merupakan upah ditambah dengan uang servis. Komponen upah terdiri dari upah pokok, tunjangan prestasi dan kenaikan berkala. Upah pokok diberikan berdasarkan jabatan dan ditinjau tiap dua tahun sekali. Tunjangan prestasi

diberikan atas dasar prestasi kerja yang dinilai tiap enam bulan sekali. Kenaikan berkala diberikan satu tahun sekali berdasarkan indeks harga konsumen, kondisi bisnis perusahaan dan kebijakan pemerintah. Gaji yang diperoleh tiap bulan ditentukan oleh daftar hadir/absensi. Bila staf tidak hadir tanpa alasan gaji akan dipotong.

Administrasi

Briefing atau penjelasan pekerjaan dilakukan tiap hari kerja (Senin sampai Jumat) antara manajer dengan senior supervisor dan supervisor. Briefing

dilakukan setelah manajer mengikuti Morning Briefing harian yang diikuti seluruh kepala departemen. Dalam briefing, manajer menyampaikan pekerjaan yang harus dilakukan selain pekerjaan rutin, memberikan masukan-masukan kepada

senior supervisor dan supervisor dan menyampaikan hasil Morning Briefing yang berhubungan dengan pekerjaan Gardening Department. Dalam forum ini, senior supervisor dan supervisor dapat menyampaikan perkembangan pekerjaan, hambatan pekerjaan dan keluhan-keluhan. Hasil briefing disampaikan senior supervisor dan supervisor kepada staf (gardener) sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan operasional harian dilaksanakan gardener pada area kerja yang telah ditentukan oleh Gardening Manager. Pembagian area kerja adalah sebagai berikut :

• Main Tower/Garden Tower

Lanskap Main Tower/Garden Tower dipelihara oleh enam orang gardener

yang diawasi oleh seorang supervisor. • Lagoon Tower

Lanskap Lagoon Tower dipelihara oleh dua orang gardener dibawah pengawasan seorang senior supervisor.

• Executive Club

Lanskap Executive Club dipelihara oleh tiga orang gardener yang diawasi oleh seorang supervisor.

• Indonesian Bazaar-Parkir Ballroom-Jl. Gatot Subroto

Lanskap ini dipelihara oleh lima orang gardener yang dibawah pengawasan seorang senior supervisor.

• The Hilton Residence

Pemeliharaan lanskap THR diserahkan kepada pihak kontraktor, yaitu PT.Ardhi Cipta Graha, sejak November 2004. Pemeliharaan outdoor

dilaksanakan oleh tiga orang staf yang diawasi oleh seorang supervisor. Pada pelaksanaannya, kerja kontraktor turut diawasi oleh senior supervisor

Lagoon Tower. • Area Parkir/Lobby

Lanskap ini dipelihara oleh dua orang gardener dan diawasi oleh seorang

supervisor.

Penyediaan barang dan jasa yang berhubungan dengan kelangsungan kerja Gardening Department termasuk tanggung jawab manajer. Keperluan barang disampaikan supervisor kepada manajer ketika briefing. Barang yang dimaksud meliputi alat dan bahan yang diperlukan dalam kegiatan pemeliharaan lanskap. Sedangkan jasa yang dimaksud adalah menyangkut pekerjaan yang memerlukan bantuan jasa dari pihak luar JHI.

Pemesanan barang dilakukan melalui tiga cara berdasarkan sifat barang, yaitu market list (untuk barang-barang yang rutin dibeli), direct order (DO) (untuk barang-barang yang berharga dibawah Rp.500.000,00 dan barang yang dibutuhkan secara mendadak) dan purchase request (PR) (untuk barang dengan harga nominal besar). Pemesanan dilakukan oleh manajer ke Purchasing Department melalui e-mail. Untuk pemesanan market list dan DO (Gambar 13), manajer mengirim e-mail barang yang dibutuhkan ke Purchasing Department dan segera diproses. Purchasing Department memesan kepada supplier. Barang yang diantar supplier diperiksa Receiving Department, bila sesuai dengan permintaan dikeluarkan receiving record (RR). RR digunakan supplier untuk meminta pembayaran kepada JHI melalui bagian Accounting.

Proses pemesanan barang melalui PR pada dasarnya sama dengan DO , perbedaannya terdapat pada penentuan supplier. Dalam PR, supplier ditentukan melalui proses tender. Proses ini harus diketahui dan disetujui oleh General Manager JHI, Purchasing Department, Finance Control dan departemen pemesan (dalam hal ini Gardening Department). Setelah disetujui, dikeluarkan

purchase order (PO) yang diberikan kepada pemenang tender. Bila barang telah tersedia, proses selanjutnya sama dengan pada DO.

Gambar 13. Diagram Pemesanan Barang melalui DO

Permintaan bantuan jasa dilakukan untuk pekerjaan yang tidak dapat ditangani oleh staf Gardening Department, misalnya untuk pemangkasan pohon yang memerlukan alat dan keterampilan yang spesifik. Proses yang dilakukan sama dengan PR, perbedaannya pada PO yang dihasilkan, dalam proses ini dilakukan kontrak dengan pemenang tender. Kontrak berisi jangka waktu kontrak, teknik pelaksanaan dan syarat-syarat pekerjaan. Kontrak ini ditandatangani oleh manajemen JHI (sebagai pihak pertama), kontraktor (sebagai pihak kedua) dan Gardening Department (sebagai saksi). Selama masa kontrak, kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tertera dalam Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh Gardening Department. Tiap SPK yang telah selesai dikerjakan, pihak kontraktor diwajibkan membuat berita acara yang akan ditandatangani Gardening Department. Berita acara digunakan kontraktor untuk meminta pembayaran kepada JHI melalui bagian Accounting.

Penjadwalan kegiatan pemeliharaan dilakukan oleh manajer. Tiap staf

Gardening Department (termasuk kontraktor THR) bekerja berdasarkan jadwal yang tertera dalam monitoring card. Monitoring card berisi jenis pekerjaan yang harus dilakukan dan frekuensi pelaksanaan/waktu pelaksanaan. Monitoring card

juga dapat memudahkan pengawasan bagi supervisor dan manajer.

Pada monitoring card, kegiatan pemangkasan pohon (trees trimming) dan perbaikan taman (upgrading) tidak terjadwal. Hal ini dikarenakan jenis kegiatan yang insidentil. Pemangkasan pohon dilakukan sesuai keputusan manajer dan menggunakan jasa kontraktor, sedangkan kegiatan upgrading dilakukan sesuai pertimbangan manajer atau masukan dari pihak manajemen JHI.

Gardening Purchasing Supplier Barang Receiving RR Accounting

Tabel 2. Monitoring Card

January February March April May June Job order 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Mowing • • • • • • • • • • • • Shrubs Trimming • • • • • • • • • • • • Edging • • • • • • Fertilizing • • • • • • Pest Control • • • • • • Trees Trimming Upgrading Pemeliharaan Fisik

Pemeliharaan taman dilakukan mengikuti job order yang tertera pada

monitoring card. Selain itu terdapat juga beberapa pekerjaan lain yang tidak tertera dalam monitoring card seperti penyiraman, pemeliharaan elemen keras dan pembersihan taman/penyapuan.

Pemangkasan Rumput

Pemangkasan rumput (Gambar 14) dilakukan dengan frekuensi dua minggu sekali. Pemangkasan dilakukan menggunakan dua jenis mesin pemotong rumput, yaitu mesin pangkas gendong dan mesin dorong (walk behind mower). Mesin pangkas gendong digunakan untuk memotong rumput pada lahan berlereng, bagian tepi rumput dan daerah yang tidak terjangkau walk behind mower, sedangkan walk behind mower (Gambar 15) digunakan pada lahan yang relatif datar.

Pekerjaan memangkas rumput dilakukan secara bersama oleh para

gardener tiap wilayah kerja. Hal ini dikarenakan luas lahan yang cukup besar dan penggunaan dua buah mesin, sehingga biasanya satu orang menggunakan mesin pangkas gendong, satu orang menggunakan walk behind mower dan yang lain membersihkan dan menyingkirkan sisa potongan rumput.

Gambar 14. Pemangkasan Rumput Gambar 15. Walk behind mower

Pemangkasan Semak dan Perdu

Pemangkasan semak yang dilakukan rutin dua minggu sekali adalah pemangkasan teh-tehan (Acalypha macrophylla) yang berbentuk hedge. Hedge

ini berfungsi sebagai tanaman pembatas (border). Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan mesin pangkas gendong (trimmer) atau manual menggunakan gunting pangkas. Mesin trimmer yang digunakan sama dengan mesin gendong pemotong rumput, hanya diganti pisaunya dengan pisau pemangkas semak. Gunting pangkas masih digunakan karena meskipun disediakan trimmer, sebagian besar pisau sudah tidak dapat digunakan sehingga menghasilkan pangkasan yang tidak rapih. Wilayah yang masih menggunakan

trimmer adalah Main Tower/Garden Tower(Gambar 16).

Gambar 16. Pemangkasan Teh-tehan Menggunakan Trimmer

Pekerjaan pemangkasan hedge dilakukan secara bersama, karena bentukan teh-tehan ini terdapat dalam jumlah besar. Biasanya gardener

bergantian menggunakan trimmer atau bersama-sama menggunakan gunting pangkas dan ada yang bertugas membersihkan sisa hasil pangkasan.

Pemangkasan semak atau perdu lain dilakukan secara insidentil, yaitu ketika dilihat sudah tidak rapih atau menutupi tanaman lain yang ada di belakangnya. Pemangkasan ini dilakukan menggunakan gunting stek.

Pemangkasan Pohon

Pemangkasan pohon dilakukan secara insidentil menggunakan jasa kontraktor. Pemangkasan pohon dilakukan untuk menjaga tampilan fisik tanaman dan keselamatan tamu. Pohon yang dipangkas oleh kontraktor adalah angsana (Pterocarpus indicus) dan kelapa (Cocos nucifera). Angsana dipangkas pada bagian ranting yang telah melebar, sedangkan kelapa dipangkas daun tua/bagian bawah dan diambil buahnya (Gambar 17). Buah kelapa dikhawatirkan akan mencelakai tamu khususnya pohon yang terletak di area Main Tower/Garden Tower. Alat yang dipakai adalah tangga, tali, golok dan gergaji mesin. Dalam proses pemangkasan ranting angsana maupun daun dan buah kelapa, kontraktor menggunakan tali untuk menggantung hasil pangkasan dari pohon untuk diturunkan secara perlahan ke tanah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan pada tanaman yang ada di bawahnya. Kendala yang ditemui adalah pihak kontraktor terkadang kurang berhati-hati menurunkan hasil pangkasan, bila tidak diawasi.

Gambar 17. Pemangkasan Kelapa oleh Kontraktor

Gardener juga melaksanakan pemangkasan pohon untuk pohon yang tidak terlalu besar dan masih dapat dijangkau tanpa menggunakan tangga. Pohon dipangkas karena terdapat bagian yang telah mengering. Alat yang

digunakan adalah golok dan gergaji mesin. Contoh pohon yang dipangkas oleh

gardener adalah pisang kipas (Ravenala madagascariensis) dan bunga kupu- kupu (Bauhinia purpurea).

Edging

Edging merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mempertegas batas antara rumput dan semak sehingga pola desain yang telah dibentuk tetap terjaga. Edging dilakukan dengan cara menggemburkan dan merapihkan tanah antara rumput dan semak. Bersama dengan itu dilakukan juga penyiangan gulma yang tumbuh di sekitar semak. Pekerjaan edging dilaksanakan secara manual menggunakan kape. Dalam monitoring card disebutkan bahwa pekerjaan ini dilakukan rutin satu bulan satu kali, tetapi pada pelaksanaannya edging

dilakukan secara insidentil.

Pemupukan

Kegiatan pemupukan dijadwalkan secara rutin satu bulan satu kali. Pada saat ini kegiatan pemupukan rutin sudah tidak lagi dilaksanakan. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya dana yang disediakan. Pemupukan hanya difokuskan pada tanaman pot (khususnya untuk keperluan indoor) dan tanaman yang baru ditanam. Pupuk yang digunakan adalah kompos dan pupuk kandang.

Pupuk kompos yang digunakan berasal dari sampah sisa potongan rumput dan semak. Sisa potongan rumput dan semak ditimbun dalam lubang tanah yang disediakan. Pembuatan kompos dilakukan langsung di tapak, pada bagian taman yang tidak dapat diakses langsung oleh tamu, seperti dibalik semak atau pagar.

Pengendalian Hama

Dalam monitoring card, kegiatan pengendalian hama dilakukan rutin satu bulan sekali namun pada kenyataannya kegiatan ini dilakukan secara insidentil. Hal ini dikarenakan terbatasnya dana yang tersedia, sehingga terdapat beberapa kegiatan rutin (seperti pengendalian hama) yang prioritasnya diturunkan menjadi kegiatan insidentil. Pada seluruh lanskap JHI tidak ditemukan serangan hama yang berarti.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan menggunakan air tanah. Sejumlah pompa air yang dilengkapi keran terletak tersebar di seluruh kompleks JHI. Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi hari, kecuali pada musim hujan. Penyiraman dilakukan secara manual menggunakan selang, tetapi pada musim kemarau bila frekuensi penyiraman harus ditambah, penyiraman dapat dilakukan menggunakan

sprinkler. Hal ini dapat meringankan kerja gardener meskipun sprinkler dan selang harus dipindahkan tiap beberapa waktu agar tidak terjadi genangan air.

Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan secara insidentil, setelah pekerjaan rutin lain telah selesai dilaksanakan. Penyiangan gulma yang tumbuh sekitar semak dan rumput dikerjakan secara manual menggunakan tangan atau kape. Gulma yang terdapat pada tapak adalah putri malu, rumput liar dan semanggi. Biasanya penyiangan dilakukan bersamaan dengan edging. Gulma yang tumbuh pada perkerasan juga ditangani secara manual.

Penjarangan

Penjarangan dilakukan pada tanaman yang sudah terlalu padat/rimbun. Tanaman yang perlu dijarangkan antara lain jenis pisang-pisangan (Heliconia sp.), Sansevieria sp. dan Rhoeo discolor. Jenis pisang-pisangan perlu diberikan perhatian lebih karena jumlah anakan yang meningkat dengan cepat, tanaman mati setelah berbunga dan bila terlalu padat akan rebah ketika dijarangkan. Jika memungkinkan tanaman ditanam kembali sebagai persediaan/stok tanaman.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan secara insidentil. Tanaman yang sering membutuhkan penyulaman adalah tipe tanaman penutup tanah dan rumput yang terletak dekat pusat kegiatan tamu. Penyulaman pada lokasi ini umumnya dikarenakan tanaman terinjak oleh tamu. Tanaman untuk menyulam diperoleh dari stok tanaman.

Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan tanaman sangat berguna sebagai stok terutama untuk tanaman indoor, sedangkan untuk outdoor stok tanaman diperlukan untuk

penyulaman dan upgrading. Perbanyakan tanaman dapat mengurangi belanja departemen. Perbanyakan tanaman dilakukan secara vegetatif dan generatif. Vegetatif dilakukan melalui stek, tunas dan cangkok, sedangkan generatif melalui biji.

Stek dilakukan pada beberapa jenis semak dan tanaman penutup tanah, seperti Diffenbachia sp. dan Epipremnum pinnatum. Cangkok dilakukan terhadap beberapa jenis semak seperti puring (Codiaeum sp.) (Gambar 18). Pada umumnya tanaman yang distek dan dicangkok merupakan tanaman yang harus dipangkas. Agar pemangkasan tidak sia-sia, sisa pemangkasan distek atau sejak sebulan sebelum dipangkas, dipersiapkan untuk dicangkok. Tunas biasanya didapat dari penjarangan. Perbanyakan dari biji dilakukan untuk berbagai jenis palm dan pohon kelapa (Cocos nucifera).

Gambar 18. Pencangkokan Tanaman

Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan oleh supervisor dan senior supervisor. Pada beberapa wilayah kerja terdapat pembibitan yang digunakan sebagai lokasi penyimpanan tanaman hasil perbanyakan. Biasanya pembibitan diletakkan pada tempat yang tidak dapat diakses langsung oleh tamu. Media tanam yang digunakan adalah daun kering dan campuran tanah-kompos yang semuanya berasal dari tapak.

Pembersihan Sampah

Pembersihan taman dari sampah padat dilakukan dengan penyapuan. Kegiatan ini diserahkan kepada kontraktor, pada saat ini dilaksanakan oleh PT. Ganda Madyindo Tama. Operasional lapangan terbagi dalam dua shift kerja yaitu

shift pagi (pk.06.00-14.00) dan shift siang (pk.10.00-18.00). Shift pagi terdiri dari 12 orang ditambah satu orang yang bertugas membersihkan kontainer sampah

dan diawasi oleh satu orang supervisor. Shift siang terdiri dari 12 orang ang diawasi oleh seorang supervisor. Tanggung jawab kontraktor adalah menjaga kebersihan lanskap taman JHI dari berbagai bentuk sampah, khususnya sampah padat. Tiap staf lapang PT. Ganda Madyindo Tama dilengkapi dengan peralatan seperti sapu, pengki dan gerobak sampah. Sampah yang terkumpul dibuang ke kontainer.

Sampah padat sisa pekerjaan staf gardening merupakan tanggung jawab staf tersebut. Sampah harus diangkut ke lokasi pembuangan sampah yang tersebar pada empat titik di wilayah JHI. Sampah pada tempat pembuangan sampah ini akan diangkut oleh truk setiap hari. Untuk sampah dengan volume besar dan sulit untuk diangkut ke lokasi yang telah ditentukan, sampah dibawa ke pembuangan sementara yang terletak di area parkir. Sampah ini kemudian akan diangkut jika jumlahnya sudah mencukupi satu truk. Pengangkutan sampah ini diserahkan kepada pihak kontraktor.

Upgrading

Upgrading merupakan kegiatan perbaikan mutu taman. Hal ini dapat dicapai melalui penanaman kembali maupun perubahan desain taman.

Upgrading dilakukan berdasarkan perencanaan sebelumnya maupun atas saran dari pihak manajemen JHI. Pekerjaan upgrading dilaksanakan oleh staf

gardening pada masing-masing lokasi, atas perintah manajer. Selama periode April-Juli dilaksanakan beberapa kegiatan upgrading, yang meliputi pembuatan taman pintu masuk Lagoon Tower-Jl. Gatot Subroto, penanaman padi di sawah, penggantian tanaman sekitar Sriwedari Garden Restaurant, tata ulang taman batu Sriwedari Garden Restaurant dan perbaikan taman dek lantai 2 Garden Tower.

Pembuatan taman pintu masuk Lagoon Tower-Jl. Gatot Subroto dilakukan dalam rangka berlangsungnya KTT Asia-Afrika pada bulan April 2005. Tapak ini pada awalnya hanya ditanami pohon besar, seperti angsana (Pterocarpus indicus) dan flamboyan (Delonix regia), dan digunakan sebagai tempat pembuangan puing-puing. Pada upgrading, dilakukan pengurugan tanah yang dibentuk berbukit-bukit dan ditanami rumput. Bentuk bukit dipilih karena dapat menutupi puing-puing pada bagian belakang tapak. Karena alasan waktu dan tenaga kerja kegiatan ini dilakukan oleh pemborong.

Sawah yang terletak di lanskap Main Tower/Garden Tower memerlukan penggantian tanaman padi (Oryza sativa) secara rutin. Tiap tiga bulan sekali padi dipanen dan ditanam yang baru. Benih padi ditanam di pembibitan sebelum ditandur pada tapak. Pekerjaan ini dilakukan oleh seorang senior supervisor

dibantu oleh seorang gardener (Gambar 19).

Penggantian tanaman sekitar Sriwedari Garden Restaurant dilakukan karena kondisi tanaman yang sudah memburuk. Tanaman diganti dengan tanaman yang sama atau sejenis, digemburkan kembali tanahnya dan diberikan pupuk kandang. Tanaman yang digunakan adalah berbagai jenis semak(seperti

Diffenbachia sp.) dan tanaman penutup tanah (Sansevieria sp., Carex morrowii,

Epipremnum pinnatum). Pekerjaan ini dilakukan oleh seorang senior supervisor. Tata ulang taman batu Sriwedari Garden Restaurant dilakukan agar taman batu tidak monoton. Setelah batu dibongkar dan dibersihkan, tapak diberi bentukan dengan pasir lalu batu ditata ulang, sebagai variasi ditambahkan lampu taman, patung dan pot berisi Epipremnum pinnatum. Kegiatan ini dilakukan oleh

gardener Main Tower/Garden Tower dan diawasi oleh supervisor dan senior supervisor.

Perbaikan taman dek (roof garden) lantai 2 Garden Tower dilakukan karena taman tersebut sudah tidak terawat. Pada tapak ditanami palm kuning (Chrysalidocarpus lutescens), tetapi disekelilingnya telah ditumbuhi gulma. Pada

upgrading, gulma dibersihkan secara manual, tanah diratakan dan diberi perkerasan grass block di sekitar palm kuning. Pekerjaan ini dilakukan oleh seorang supervisor dan senior supervisor (Gambar 20).

Gambar 19. Upgrading Sawah Gambar 20. Upgrading Garden Tower Lt.2

Pemeliharaan Elemen Keras

Pada lanskap JHI elemen keras seperti garden furniture, bangunan taman, lampu taman dan patung banyak digunakan. Meskipun demikian tidak

semua merupakan tanggung jawab Gardening Department. Kebersihan garden furniture menjadi tanggung jawab Housekeeping. Bangunan taman (seperti gazebo dan saung) dan ornamen taman (seperti patung, kendi dan pot) menjadi tanggung jawab Gardening Department, upaya yang dilakukan adalah pembersihan dan pengecatan ulang. Lampu taman merupakan tanggung jawab

Engineering Department (Gambar 21). Sedangkan untuk jalan setapak dan perkerasan seperti area parkir, penyapuan dilakukan oleh kontraktor yang juga bertanggung jawab terhadap pembersihan sampah taman, pembersihan jalan setapak dilakukan staf gardening bersamaan dengan kegiatan penyiraman.

Elemen air juga banyak digunakan pada lanskap JHI. Selain dua danau buatan, terdapat juga empat kolam ikan. Pemeliharaan kolam ikan dilakukan oleh

gardener, pekerjaannya meliputi pembersihan daun kering, pemberian pakan ikan dan pengurasan kolam. Pembersihan daun kering dan pemberian pakan dilakukan setiap hari, sedangkan pengurasan dilaksanakan secara insidentil. Gambar 22 memperlihatkan kegiatan pengurasan kolam oleh gardener.

Gambar 21. Perbaikan Lampu Gambar 22. Pengurasan Kolam oleh staf Engineering oleh staf Gardening

Alat dan Bahan

Gardening Department bertanggung jawab atas penyediaan material yang dibutuhkan untuk kegiatan operasionalnya. Untuk memudahkan pekerjaan, alat dan bahan disediakan pada tiap area kerja, sehingga tiap area kerja memiliki gudang penyimpanan alat masing-masing. Pemeliharaan alat merupakan tanggung jawab dari pemakainya. Walaupun demikian, untuk perbaikan alat berat, seperti mesin pemotong rumput, dilakukan oleh supervisor yang menguasai teknik perbaikan mesin.

Seluruh staf operasional Gardening Department memiliki gunting stek, gunting pangkas dan kape. Alat yang telah diberikan kepada staf menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing.

Biaya Pemeliharaan

Alokasi dana operasional Gardening Department berasal dari Property Operational Maintenance (POM). Selain itu, POM juga membiayai operasional

Engineering Department. Budgeting atau pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilakukan tiap awal tahun dengan memproyeksikan biaya yang dibutuhkan departemen dalam satu tahun ke depan. Pembuatan RAB dilakukan oleh kepala departemen Gardening dan Engineering. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan RAB adalah indeks harga barang, rencana kegiatan departemen, alokasi dana tahun sebelumnya dan strategi bisnis JHI secara umum. Sebagai kontrol biaya, tiap 3/6 bulan sekali diadakan Loss and Profit Meeting, yang meninjau ulang pembiayaan tiap departemen dan disesuaikan dengan kondisi bisnis JHI.

PEMBAHASAN

Umum

Lanskap Jakarta Hilton International

Lanskap yang luas menjadi salah satu keunggulan JHI dibandingkan hotel lain di pusat kota Jakarta. Hal ini diperkuat dengan konsep JHI sebagai city resort yang bernuansa tropis khas Indonesia. Konsep ini diharapkan dapat

Dokumen terkait