BAB III METODE PENELITIAN
F. Pemeriksaan atau Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data dilakukan agar memperoleh hasil yangvalid dan dapat dipertanggung jawabkan serta dipercaya oleh semua pihak.Untuk mengetahui keabsahan data, peneliti menggunakan beberapa teknik,antara lain:
1. Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Hal ini berarti peneliti tinggal di lapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.59
Maksud perpanjangan keikutsertaan dalam penelitian ini adalah usaha peneliti dalam melibatkan diri dalam komunitas sekolah. Setelah peneliti banyak memperoleh informasi tentang data yang diperlukan dalam kurun waktu penelitian maka peneliti akan menambah waktu keterlibatan penelitian dalam proses kehidupan keseharian sampai dinyatakan bahwa data yang telah diperoleh dirasa dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya.
59 Lexi J. Moleong, Op. Cit, hal. 327.
A. Temuan Umum Penelitian
Sekolah MAS PAB 4 Klumpang di dirikan pada tahun 1994. Pendiri sekolah ini adalah Bapak Drs. Irwansyah, MA. pada tahun 1994 - 2007 Bapak Drs. Irwansyah, MA menjabat sebagai kepala sekolah. Kemudian pada tahun 2007 – sekarang di gantikan oleh Bapak Anhar, S.H.I sebagai kepala sekolah. Sekolah ini beralamatkan di Kecamatan Klumpang Deli Serdang. Adapun visi dari sekolah ini adalah: beriman, berilmu, dan berakhlaqul karimah. Sedangkan misi dari sekolah ini adalah: (1) Membentuk kepribadian yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, (2) Membenuk kepribadian yang berilmu pengetahuan, (3) Membentuk kepribadian yang kreatif dan inovatif, (4) Membentuk kepribadian yang selalu komitmen dalam beribadah kepada Allah swt., (5) Membentuk kepribadian yang selalu melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan tujuan dari sekolah ini adalah: menjadikan peserta didik berilmu pengetahuan, beriman dan berakhlaqul karimah.
TABEL 4.1 Data Keadaan Siswa
Tahun KELAS
JUMLAH
X XI XII
2016/2017 35 39 36 110
2017/2018 42 35 39 116
2018/2019 40 42 35 117
2019/2020 38 40 42 120
Sumber Data: Tata Usaha MAS PAB 4 Klumpang
30
Berdasarkan pengamatan peneliti melalui observasi bahwa keseluruhan guru di MAS PAB 4 Klumpang berjumlah 17 orang. Keseluruhan guru di sekolah ini berpendidikan Strata 1.
TABEL 4.2
Kondisi Sarana dan Prasana
No Jenis Jumlah Luas M
Per Unit
Kepemilikan Kondisi
1 Lahan 1 5725 m2 Milik Sendiri Baik
2 Bangunan 3 120 m2 Milik Sendiri Baik
3 Ruang Kepala Sekolah 1 Milik Sendiri Baik
4 Ruang Tata Usaha 1 Milik Sendiri Baik
5 Ruang Kelas 5 Milik Sendiri Baik
6 Ruang Guru 1 5 x 5 M Milik Sendiri Baik
7 Kantin 4 Milik Sendiri Baik
8 Kamar Mandi Guru 4 2 x 2 M Milik Sendiri Baik
9 Kamar Mandi Sisiwa 1 2 x 2 M Milik Sendiri Cukup Baik 10 Kamar Mandi Siswi 1 2 x 2 M Milik Sendiri Cukup Baik 11 Papan Majalah Dinding 5 3 x 1,5 M Milik Sendiri Baik
12 Tong Sampah 10 Milik Sendiri Baik
13 Tiang Bendera 1 Milik Sendiri Baik
Sumber Data: Tata Usaha MAS PAB 4 Klumpang
B. Temuan Khusus Penelitian
1. Peran guru dalam meningkatkan akhlak siswa MAS PAB 4 Klumpang Kabupaten Deli Serdang.
Guru merupakan suatu profesi yang selalu berkaitan dengan pendidikan anak- anak bangsa. Ia harus memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan serta menguasai bahan ajar yang terdapat dalam kurikulum untuk diajarkan kepada siswa.
a. Guru Sebagai Pendidik
Menurut Kepala Sekolah MAS PAB 4 Klumpang, yaitu Bapak Anhar S.H.I mengatakan:
Guru bukan suatu profesi yang hanya bertugas untuk mengajar saja, tetapi guru juga bertugas untuk mendidik siswa/i agar menjadi lebih baik lagi dan juga mampu membangun karakteristik dari si anak didik. Guru juga harus mampu mengarahkan anak didik kepada hal-hal yang membangun kreatifitasnya dan tidak membiarkan si anak didik terjerumus kepada hal- hal yang membuat pelajaran terganggu. Dan juga guru itu harus mampu mengembangkan kepribadian dan membina budi pekerti siswa.60
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kepala sekolah menekankan bahwa setiap guru yang ada di sekolahnya tersebut harus mampu menjadi guru yang profesional, bukan hanya menjadi guru yang tahunya mengajar saja melainkan juga harus bisa mendidik siswa menjadi lebih baik lagi.
Kemudian peneliti mewawancarai guru pendidikan agama islam, beliau mengatakan:
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru merupakan pekerjaan yang sangat harus diperhatikan oleh permerintah. Karena guru itu mampu mendidik seorang anak manusia yang dari ia tidak tahu apa-apa sampai ia mengenal segala yang ada didunia ini. Namun tidak semua guru yang
60 Wawancara dengan Bapak Anhar, S.H.I, Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
mampu mendidik siswanya dengan baik dan benar, karena mungkin guru tersebut tidak menjadi pekerjaan guru ini sebagai profesiyang sangat terpandang. Terkadang ada juga guru yang tahunya hanya memberikan soal pertanyaan kepada siswa, tanpa menjelaskan pelajaran itu dengan baik. Padahal menjadi seorang guru itu tidak hanya menjelaskan pelajaran dan memberi soal atau tugas saja, melainkan guru itu sebagai pendidikya, yang dimana akan mampu mengembangkan kepribadian dan budi pekerti siswa tersebut.61
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru merupakan profesi yang sangat berpengaruh kepada semua manusia, karena dengan gurulah manusia-manusia hebat yang berada diluar sana bisa menjadi orang-orang yang hebat dan terpandang. Namun tidak semua guru itu sukses mendidik anak
Guru itu dikatakan pengajar bukan berarti guru itu tugasnya mengajar saja, tetapi guru itu juga mampu memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa dengan cara melatih keterampilannya. Contohnya saja dengan keterampilan mambaca puisi, guru harus aktif mengajarkan keterampilan puisi tersebut kepada siswa. Kemudian anak didik itu diberikan pedoman bagaimana cara membaca puisi itu dengan baik dan benar.62
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru itu harus mampu juga dalam hal memberikan ilmu keterampilan kepada siswanya.
61 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
62 Wawancara dengan Bapak Anhar S.H.I. Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
Karena dengann ilmu keterampilan itu akan tumbuh kepribadian si anak dan akan nampak apa bakat yanng ia miliki. Selanjutnya peneliti juga mewawancarai guru pendidikan agama islam, beliau mengatakan:
Mengajar itu bagi saya seperti ibadah, jadi ibarat sholat 5 waktu. Jadi harus dilaksanakan, kalau tidak dilaksanakan seperti ada yang kurang, seperti tidak tercapai begitulah kira-kira. Dalam mengajar guru itu harus dekat kepada siswanya. Mereka itu butuh perhatian bukan hanya dirumah melainkan disekolah juga. Bahkan kita ini tempat curhatan mereka. Jadi kita sebagai guru sama anak murid itu harus dekat. Caranya saya menilai anak ini satu persatu, saya panggil untuk maju kedepan, lalu saya tanya kepada dia. Ya bagaiamanalah pokoknya cara kita menyampaikan agar dia mau jujur dan terbuka sama kita dan agar dia nyaman. Nah kalau diluar pelajaran kita buat cerita-cerita sama dia, tertawa sama dia agar dia pun dekat sama kita.63
Dari hasil wawancara diatas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa ibu guru tersebut mengibaratkan mengajar itu sebagai 5 waktu, yang harus selalu dilaksanakan dan dikerjakan. Kemudian dalam mengajar juga kita harus pintar-pintar dalam mengambil hati anak murid kita, karena seorang anak didik itu sangat butuh perhatian dari orang yang lebih dewasa darinya.
c. Guru Sebagai Pembimbing
Menurut Kepala Sekolah MAS PAB 4 Klumpang, yaitu Bapak Anhar S.H.I mengatakan:
Sangat benar sekali kalau guru itu dikatakan sebagai pembimbing, karena selain guru itu mengajarkan didepan kelas, ia harus selalu membimbing anak muridnya dalam pelajaran tersebut. Agar si anak didik tidak melakukan kesalahan yang akan menyebabkan ilmu yang ia dapatkan itu salah. Jadi tugas guru disini adalah membimbing anak didik dalam hal
63 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
mengerjakan soal atau pun memberikan penjelasan-penjelasan yang akurat dan yang mampu di cerna dengan baik oleh si anak didik.64
Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru itu juga dikatakan pembimbing, karena guru itu harus mampu membimbing anak murid dalam hal menyelesaikan permaslahan yang ada di soal pelajaran. Jadi guru itu tidak hanya memberi soalatau tugas kepada siswa. Selanjutnya peneliti juga mewawancarai guru pendidikan agama islam, beliau mengatakan:
Guru itu jika ingin dikatakan sebagai pembimbing, ia harus mampu mengembangkan kreatifitas murid didalam kelas. dengan membimbing anak murid untuk berkreatifitas, kita akan tahu bakat apa yang mereka miliki. Jika kita sudah tahu bakat yanng mereka miliki, kita sudah gampang untuk membimbing mereka dengan bakat-bakat yang mereka miliki.65
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru itu harus dapat mengembangkan kreatifitas murid di dalam kelas dan dapat melahirkan bakat-bakat terpendam yang dimiliki siswa, barulah bisa di namakan gur itu sebagai pembimbing.
d. Guru Sebagai Fasilitator
Menurut Kepala Sekolah MAS PAB 4 Klumapang, yaitu Bapak Anhar S.H.I mengatakan:
Saya selalu mengatakan kepada seluruh guru di sekolah ini, jika ingin mengajar selalulah membawa bahan-bahan ajar yang akan diberikan kepada anak murid nantinya. Hal itu dilakukan agar sistem belajar mengajar akan lebih baik lagi dan lebih menarik diikuti oleh anak murid.66
64 Wawancara dengan Bapak Anhar, S.H.I, Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
65 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kepala sekolah selalu menghimbau kepada seluruh guru yang ada disekolahnya agar selalu membawa bahann ajar atau pun media kedalam kelas ketika ingin melakukan proses belajar mengajar. Selanjutnya peneliti juga mewawancarai guru pendidikan agama islam, beliau mengatakan:
Kepala sekolah selalu mengingatkan kepada guru-guru disini agar selalu membawa bahan ajar kedalam kelas jika ingin melakukan proses belajar mengajar. Jadi saya setiap malam selalu berfikir untuk membuat bahan ajar yang akan saya berikan kepada anak murid keesokan harinya.
Terkadang saya membuat media yang dari kertas untu bahan ajar saya agar pembelajaran itu jadi lebih menarik lagi.67
Dari penjelasan diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru-guru disekolah ini memang dihimbau oleh kepala sekolah agar selalu membuat bahan ajar yang menarik agar siswa didalam kelas tidak cepat jenuh dan bosan. Apalagi kalau sudah siang hari, pasti anak murid itu sudah lelah dan tidak bersemangat lagi.
Mengenai tentang peran yang diberikan guru dalam meningkatkan akhlak siswa MAS PAB 4 Klumpang, Bapak Anhar S.H.I mengatakan:
Guru bukan lah tugasnya hanya mengajar ilmu pengetahuan saja kepada siswa, tetapi guru juga dituntut untuk membangun akan kepribadian siswa dengan menjadikan akhlak mereka menjadi lebih baik lagi. Tidak semua siswa yang mudah untuk dirubah kepribadiannya, itu dikarenakan faktor dari lingkungan dan juga keluarga (orang tua).68
66 Wawancara dengan Bapak Anhar, S.H.I, Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
67 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
68 Wawancara dengan Bapak Anhar, S.H.I, Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
Dengan demikian Bapak Kepala Sekolah juga menghimbau kepada seluruh guru-guru yang ada di sekolah MAS PAB 4 Klumpang, untuk menjadi guru yang profesional, bukan menjadi guru yang hanya mengajari murid, tetapi bisa menjadi contoh kepada siswa/i di sekolahnya.
Dari hasil interview dengan bapak Kepala Sekolah dapat disimpulkan bahwa peran guru sekolah dalam meningkatkan akhlak siswa sangat lah berpengaruh, karena tidak semua akhlak siswa itu baik, tetapi ada juga yang akhlaknya itu kurang baik.
Jadi, guru lah yang bertugas untuk merubah akhlak siswa yang buruk menjadi baik dan akhlak siswa yang baik menjadi lebih baik lagi dan menjadi manusia yang berakhlakul karimah.
Peneliti juga melakukan interview dengan guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Ibu Irwayani, S.Ag ia menyatakan bahwa:
Sebagian ada yang masih bisa saya berikan arahan, tetapi sebagian besarnya lagi tergantung pada lingkungannya juga, makanya akhlak siswa itu ada yang bagus dan ada yang jugamkurang bagus. Kalau dari pengawasan sekolah sendiri sudah kami berikan arahan yang baik, tetapi ada juga siswa tersebut yang tidak merespon akan arahan kami tersebut.
Dan mungkin juga dari keluarganya (orang tua) tidak mendukung atau kurang memperhatikan anaknya dirumah.69
Dari hasil interview dengan ibu Irwayani, S.Ag selaku guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat disimpulkan bahwa dari guru akidah akhlak sendiri sekkolah sendiri pun sudah memberikan pengawasannya selama di sekolah, tetapi dalam hal ini faktor yang paling mendukung itu adalah orang tua itu sendiri.
69 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
Kemudian peneliti juga mewawancarai seorang murid yang bernama Shela Anggraini, ia mengatakan:
Sangat baik, karena guru PAI kami sangat sabar mengajari kami didalam kelas. Contohnya saja jika ada sampah berserakan, guru mengajak kami untuk bersama-sama mengutip sampah yang berserakan tersebut dan kami pun dengan senangnya mengutip sampah tersebut.70
Dari hasil interview dengan Shela Anggraini siswi kelas X dapat disimpulkan bahwa guru pendidikan agama islam di sekolah ini sangatlah baik dalam mengajar didalam kelas, karena guru disekolah ini bisa mencontohkan salah satu akhlak yaitu membuang sampah pada tempatnya. Namun gurunya tersebut tidak hanya menyuruh saja tetapi juga ikut mengutip atau mengumpulkan sampah tersebut bersama dengan siswa di sekolah ini.
2. Cara Meningkatkan Akhlak Pada Siswa MAS PAB 4 Klumpang Kabupaten Deli Serdang.
a. Berbaik Sangka
Berbaik sangka dapat dilakukan dengan cara berprasangka baik pada diri sendiri serta pada orang lain. Mereka yang dalam keadaan putus asa, umumnya cenderung, berburuk sangka pada sang pencipta. Hal ini merupakan tindakan yang harus dihindari. Bersikap optimis dan tidak lantas berputus asa merupakan cara kita dalam berbaik sangka kepada pencipta. Segala sesuatu yang telah Allah tentukan adalah jalan terbaik bagi kita. Tugas kita hanyalah bersabar dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi
70 Wawancara dengan Shela Anggraini, Siswi Kelas X di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 12.00 WIB.
sehingga target yang ingin kita capai bisa segera didapatkan. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Irwayani S.Ag:
Saya akan selalu berbaik sangka dengan seluruh anak didik saya, walaupun saya tahu ada siswa yang tingkat kepintarannya itu rendah bahkan dibawah rata-rata. Namun saya tetap berbaik sangka dengan siswa tersebut karena saya yakin mereka pasti akan mampu untuk mengejar prestasi seperti teman-temannya yang lain.71
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa Ibu guru tersebut merupakan salah satu contoh guru yang patut di tiru oleh guru-guru yang lainnya, karena beliau memiki perilaku yang sangat baik kepada anak didik untuk menyakini bahwa anak didik nya itu akan bisa memperoleh hasil belajar yang baik sama seperti teman-temannya yang lain.
Tanamkan pada diri untuk selalu percaya jika kegagalan yang anda alami hari ini, mengandung hikmah yang dapat kita ambil pelajaran darinya. Allah selalu memiliki maksud tersendiri saat memberikan cobaan bagi para umatnya. Jangan lantas bersedih saat gagal meraih cita-cita dan jangan lantas berburuk sangka jika Allah tidak sayang pada hambanya ketika anda berada dalam keterpurukan. Dalam keadaan apapun, kita sebaiknya senantiasa melontarkan kalimat syukur atas kebesaran Allah yang maha kuasa. Kemudian peneliti juga mewawancarai seorang siswa yang bernama Shela Anggraini, ia mengatakan:
Menurut saya, guru-guru disekolah ini sangat baik dalam mengajari kami didalam kelas. Ibu ataupun Bapak guru selalu memotivasi siswa/i nya agar bisa memahami apa yang ia ajarkan. Seluruh siswa khususnya saya merasa kalau guru-guru disekolah ini sudah berupaya untuk memberikan ilmu- ilmu
71 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
pengetahuan kepada siswa/i nya. Saya tidak pernah berpikir kalau ada seorang guru itu akan menjerumuskan anak didiknya menjadi bodoh, tetapi guru itu pasti akan memberikan penngajaran yang terbaik kepada siswa/i nya.72
Dari hasil wawancara, peneliti dapat menyimpulkan bahwa seluruh guru-guru disekolah tersebut sudah menjalankan tugasnya sebagaimana tugasnya menjadi seorang seorang guru atau seorang pendidik. Dan Faturrahman sendiri sudah bisa mencontohkan perilaku berbaik sangka kepada gurunya, bahwa seorang guru itu tidak akan menjerumuskan anak didiknya menjadi bodoh. Selanjutnya peneliti juga mewawancarai kepala sekolah, Beliau mengatakan:
Saya yang menjabat menjadi kepala sekolah disekolah ini juga sebagai guru di sekolah ini. Tanggung jawab saya bukan hanya kepada guru dan sekolah saja, tetapi siswa/i juga sudah menjadi tanggung jawab saya, walaupun sudah ada guru-guru lain yang bertanggung jawab dalam hal itu.
Didalam kelas siswa/i tidak akan ada yang sama dalam hal menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru. Semua itu tergantung bagaimana soerang guru itu mampu memberikan ilmu kepada siswanya dan juga tergantung pada siswanya yang bagaimana ia serius dalam hal pelajaran tersebut. Saya selalu mengulang sampai 3 kali dalam hal menyampaikan materi, karena seperti yang saya katakan sebelumnya tidak semua siswa yang cepat dalam hal menangkap ilmu yang disampaikan guru. Dengan mengulang sampai 3 kali saya yakin siswa/i yang saya ajarkan pasti akanmampu untuk menerima apa yang saya sampaikan.73
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa menjadi seorang kepala sekolah itu tidaklah mudah, karena tugasnya yang sangat berat. Tugas kepala sekolah itu bukan hanya untuk mengatur sekolah saja, namun juga harus paham akan kinerja guru dan prestasi siswa/i nya yang ada didalam kelas. Makanya seorang
72 Wawancara dengan Shela Anggraini, Siswi Kelas X di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 12.00 WIB.
73 Wawancara dengan Bapak Anhar, S.H.I, Kepala MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 10.00 WIB.
kepala sekolah itu juga diwajibkan mengajar didalam kelas agar kepala sekolah tersebut tahu akan prestasi siswanya sendiri.
b. Bertaubat
Setiap manusia tentu pernah yang namanya berbuat salah. Bahkan mereka yang dicap sebagai orang baik pun, tentu tidak luput dari yang namanya dosa. Dosa yang dibiarkan berlarut-larut dan terus menerus dilakukan merupakan hal yang buruk dan harus dijauhi. Dalam hal ini, segera bertaubat merupakan langkah baik bagi anda untuk memperbaiki kesalahan yang telah anda lakukan. Taubat merupakan kembalinya manusia dari berbuat buruk ke arah yang lebih baik dengan cara menata sifat serta kelakuannya supaya kembali bersih. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Irwayani, S.Ag
Didunia ini tidak ada seorang pun yang luput dari dosa dan salah, termasuk para nabi dan rasul. Oleh sebab itu, Allah swt. membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi setiap orang yang telah melakukan perbuatan dosa dan kesalahan. Itu yang sering saya katakan kepada siswa disaat jam pelajaran sudah mau berakhir. Selalu lah meminta maaf kepada Allah setiap selesai sholat karena dalam sehari itu kita tidak mungkin tidak melakukan dosa atau kesalahan dan juga meminta maaf kepada orang tua.
Jika kita selalu meminta maaf kepada orang tua, insya Allah, Allah swt.
akan mempermudah segala urusann kita. Dan terlebihnya sebagai siswa akan dipermudahkan dalam urusan belajar danmenangkap semua ilmu yang diberikan oleh guru.74
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah swt. akan tetap membuka pintu taubat kepada hambanya yang benar-benar meminta ampunan kepada Nya dan tidak mengulangi semua kesalahannya kembali dan akan berjanji untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan semua
74 Wawancara dengan Ibu Irwayani, S.Ag, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAS PAB 4 Klumpang, 25 Juli 2019, Jam 11.00 WIB.
yang dilarangnya. Kemudian tidak meminta maaf kepada kedua orang tua, karena ridho Nya Allah adalah Ridho Nya kedua orang tua dan sebaliknya murka Nya Allah adalah murka Nya kedua orang tua juga.
Dengan sifat serta kelakuan yang baik melalui jalan bertaubat, maka akhlak kita akan semakin meningkat. Bagi mereka yang bertaubat dengan bersungguh- sungguh, Allah akan memaafkan kesalahan yang telah diperbuatnya.Kemudian peneliti mewawancarai siswa kelas X, ia mengatakan bahwa:
Setiap guru-guru yang masuk ke dalam kelas kami, mereka selalu mengatakan kalau kita itu janganlah sampai menyakiti hati kedua orang tua kita termasuk hati ibu. Karena jika hati ibu kita sudah tersakiti, hidup kita tidak akan bisa nyaman dan tentram. Jadi, jika kita belajar ilmu itu tidak akan pernah bisa masuk kedalam otak kita, dikarenakan kita sudah berbuat dosa kepada ibu kita. Ada salah satu guru disekolah ini,beliau
Setiap guru-guru yang masuk ke dalam kelas kami, mereka selalu mengatakan kalau kita itu janganlah sampai menyakiti hati kedua orang tua kita termasuk hati ibu. Karena jika hati ibu kita sudah tersakiti, hidup kita tidak akan bisa nyaman dan tentram. Jadi, jika kita belajar ilmu itu tidak akan pernah bisa masuk kedalam otak kita, dikarenakan kita sudah berbuat dosa kepada ibu kita. Ada salah satu guru disekolah ini,beliau