BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Pemeriksaan Keabsahan Data
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri atas instrument tes dan non tes. Untuk tes digunakan tes formatif yaitu tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus, dan tes subsumatif yang diberikan pada akhir pembelajaran yaitu berupa soal latihan pada bahan diskusi. Tes ini
bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar matematika siswa pada tiap siklus sebagai implikasi dari PTK.
Sedangkan instrumen non tes berupa lembar observasi, jurnal harian dan wawancara yang ditujukan untuk guru dan siswa. Lembar observasi diisi pada setiap pertemuan sedangkan wawancara dilakukan pada akhir siklus II. Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh valid dan memiliki tingkat keterpercayaan yang tinggi, dilakukan member check. Kegiatan ini meliputi memeriksa kembali keterangan atau informasi yang diperoleh selama observasi dari narasumber, memeriksa apakah data tersebut tetap sifatnya dan dapat dipastikan kebenaran data. Selain melakukan member check, untuk mendapatkan data yang absah dilakukan pula teknik triangulasi melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa apakah menunjukkan peningkatan dengan diterapkannya model pembelajaran terbalik. Hal ini bertujuan untuk menggali data dari sumber yang sama yaitu siswa, dengan menggunakan cara yang berbeda. Peneliti juga secara rutin melakukan diskusi dengan guru kolaborator mengenai hasil observasi yang diperoleh, dibaca berulang-ulang, dan menghilangkan data yang tidak relevan dengan fokus penelitian. Hal ini bertujuan agar data yang diperoleh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Untuk mengetahui apakah hasil wawancara dengan siswa tentang persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran terbalik, bagaimana aktivitas belajar siswa dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa didapat informasi dari keadaan yang sebenarnya, wawancara dilakukan kepada 6 siswa yang diambil berdasarkan prestasi belajarnya yang rendah, sedang dan tinggi. Hal ini bertujuan agar informasi yang diperoleh dapat mewakili siswa dalam kelas secara keseluruhan.
C. Analisis Data
Tahap analisis dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada, yang diperoleh dari berbagai sumber. Diantaranya sebagai berikut:
1. Hasil Pengamatan
Lembar observasi terdiri dari dua macam yaitu lembar observasi guru pada KBM untuk menilai kualitas guru dalam penerapan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dan lembar observasi aktivitas belajar matematika siswa untuk mengetahui persentase aktivitas belajar siswa. Lembar observasi juga digunakan untuk menganalisis dan merefleksi setiap siklus.
Adapun hasil observasi aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 11
Rekapitulasi Persentase Aktivitas Belajar Siswa
No
Jenis
aktivitas Indikator yang diamati
Siklus I Siklus II 1 Visual activities Memperhatikan penjelasan materi guru/teman (60%) (80%)
Rata-rata visual activities 60% 80%
Memberikan penjelasan pada
saat diskusi kelompok (56%) (75%) Mengajukan pertanyaan (56%) (70%)
2 Oral
activities
Menanggapi penjelasan
guru/teman pada saat diskusi (56%) (70%)
Rata-rata oral activities 56% 71,67%
3 Writing
activities
Membuat rangkuman dari
materi yang akan dijelaskan (64%) (75%)
Rata-rata writing activities 64% 75%
Memecahkan masalah dalam
BAHAN DISKUSI (52%) (75%)
4
Mental
activities Memprediksi jawaban dari pertanyaan yang diberikan dalam BAHAN DISKUSI
(68%) (80%)
Rata-rata mental activities 60% 77,5%
Minat/antusias siswa selama
belajar (60%) (80%)
5 Emotional
activities
Senang selama belajar (64)% (80%)
Rata-rata emotional activities 62% 80%
Berdasarkan tabel di atas diperoleh informasi bahwa rata-rata persentase aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan 16,43%. Data pada tabel tersebut juga menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan pada siklus II telah dapat memperbaiki/meningkatkan sebagian besar aspek aktivitas yang masih rendah pada siklus I, seperti aktivitas memperhatikan penjelasan guru/teman, memberikan penjelasan materi, mengajukan pertanyaan, menanggapi penjelasan guru siswa, memecahkan masalah, dan antusias siswa. Perbandingan persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II disajikan dalam diagram sebagai berikut:
Diagram 3
Diagram Batang Peningkatan Persentase Aktivitas Belajar
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 2 3 4 5 Siklus I Siklus II p ersentase Aspek Aktivitas
Ket: Aspek 1. Visual Activities 2. Oral Activities 3. Writing Aactivities 4. Mental Activities 5. Emotional Activities
Dari kelima aspek indikator tersebut terlihat bahwa peningkatan setiap aspeknya memiliki rata-rata kenaikan hampir sama, dan aspek peningkatan tertinggi terjadi pada indikator visual activities yaitu memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan guru/teman dan indikator emotional activities yaitu
antusias dan senang selama belajar matematika yang meningkat sampai 80%. Peningkatan aspek aktivitas yang belum maksimal terjadi pada oral activities yaitu masih kurangnya siswa pada saat mengajukan pertanyaan dan menanggapi penjelasan guru siswa pada saat diskusi, hal ini terjadi karena siswa masih malu-malu dalam mengungkapkan pendapatnya tetapi siswa sudah terlihat maksimal walaupun belum sepenuhnya maksimal. Seluruh indikator sudah mengalami ketercapaian penelitian yaitu aktivitas siswa mencapai 76,83% dan sudah melebihi batas ketercapaian 70%.
Tabel 12
Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siswa
Siklus I Siklus II
Nama
Kelompok skor % Keterangan skor % Keterangan
1 25 63% Tercapai 30 75% Tercapai
2 18 45% Tidak tercapai 23 58% Tidak tercapai
3 21 53% Tidak tercapai 27 68% Tercapai
4 23 58% Tidak tercapai 29 73% Tercapai
5 25 63% Tercapai 30 75% Tercapai
6 26 65% Tercapai 32 80% Tercapai
7 20 50% Tidak tercapai 24 60% Tidak tercapai
8 26 65% Tercapai 32 80% Tercapai
Rata-rata 23 57,75% Tidak tercapai 28,4 71,12% Tercapai Berdasarkan tabel 12 peningkatan persentase aktivitas kelompok mengalami peningkatan 13,37% karena terjadi peningkatan pada setiap kelompoknya, walaupun masih ada 2 kelompok yang belum mencapai ketercapaian karena masih di bawah kriteria ketuntasan yaitu 63% atau skor minimum 25, tetapi semua kelompok sudah menunjukkan peningkatan pada setiap pertemuannya. kelompok yang paling meningkat terjadi pada kelompok 6 dan 8 hal itu terjadi karena kelompok tersebut merupakan kelompok yang paling aktif dalam berdiskusi maupun dalam mengerjakan bahan diskusi.
Diagram 4
Diagram Batang Peningkatan Persentase Aktivitas Belajar Kelompok
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 2 3 4 5 6 7 8 Siklus 1 Siklus 2 Nama Kelompok Pe rs en ta se
2. Hasil Belajar Matematika
Untuk tes hasil belajar digunakan tes formatif yaitu tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus, dan tes subsumatif yang diberikan pada akhir pembelajaran yaitu berupa soal latihan pada bahan diskusi. Adapun hasil tes tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 13
Statistik Deskriptif Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Statistik Siklus I Siklus II
Nilai tertinggi 95 100
Nilai terendah 35 60
Rata-rata 66,87 78,3
Standar deviasi 15,21 10,4
Berdasarkan tabel 13 tersebut diperoleh informasi bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu sudah di atas KKM. Rata-rata nilai pada siklus II
mengalami peningkatan 11,43 yaitu dari yang sebelumnya 66,87 menjadi 78,3. Pada siklus I masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 35, namun pada siklus II nilai terendahnya adalah 60 dan sudah tidak ada lagi siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Peningkatan hasil belajar jika disajikan dalam diagram batang adalah sebagai berikut:
Diagram 5
Diagram Batang Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa
0 10 20 30 40 50 60 70 80 Siklus I Siklus II
Tes Hasil Belajar
N ila i R a ta -r a ta
3. Respon Siswa terhadap Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching)
Respon siswa terhadap pembelajaran dalam setiap tindakan penting untuk disajikan sebuah pertimbangan ataupun perbaikan bagi penyusunan rencana pembelajaran berikutnya. Respon siswa tersebut disusun dalam jurnal harian siswa yang diberikan kepada siswa pada akhir tindakan pembelajaran. Respon yang dikemukakan siswa beragam, ada yang berkomentar positif, komentar negatif, komentar netral bahkan ada yang tidak berkomentar. Jurnal harian yang telah disusun kemudian dihitung persentase jenis pendapatnya dan hasilnya dirangkum pada tabel 14 berikut:
Tabel 14
Rekapitulasi Persentase Respon Siswa siklus I dan II Rata-rata Persentase Pada Siklus ke-
Kategori
I(%) II(%) Rata-rata(%)
Positif 64,33 76,08 70,20
Netral 8,40 0 8,40
Negatif 26,21 23,91 25,06 Tidak
Berkomentar 5,26 0 5,26
Berdasarkan tabel 14 persentase rata-rata dikonversikan dalam diagram 5:
Persentase Respon Siswa
64,33 76,08 8,4 0 26,21 23,91 5,26 0 0 20 40 60 80 Siklus I Siklus II P er sen tase Positif Netral Negatif Tidak Berkomentar Diagram 6
Persentase Respon Siswa 4. Hasil Wawancara
Selain data yang diperoleh dari lembar observasi, jurnal harian dan tes hasil belajar, penelitian ini juga diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa. Wawancara dilakukan sebelum tindakan dan setelah tindakan.
Pada wawancara yang dilakukan pada guru sebelum tindakan (penelitian pendahuluan) diperoleh informasi bahwa tingkat kemampuan siswa kelas VII-D rata-rata masih di bawah KKM, metode yang selama ini digunakan guru adalah ceramah, siswa jarang sekali bertanya, kemampuan siswa dalam mengerjakan soal rendah tentang materi pelajaran dan masih ada sebagian kecil siswa yang sering
acuh saat guru menjelaskan ataupun memberi pertanyaan. Para siswa juga kadang merasa bosan saat belajar matematika yang selalu mengerjakan soal.
Adapun hasil wawancara dengan guru dan siswa pada siklus II memberikan informasi bahwa siswa sangat merespon baik model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) ini dan guru kelas juga menganggap bahwa penerapan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) ini telah dilaksanakan dengan sangat baik karena siswa dituntut untuk menggali kemampuannya dalam belajar dan aktivitas siswa menjadi meningkat, sehingga dapat dikatakan berhasil.