BAB IV PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SEBELUM OPERASI
4.4 Pemeriksaan pelumas, pendingin dan bahan bakar
Sebelum melakukan pemeriksaan pelumas, pendingin dan bahan bakar, Operator terlebih dahulu harus membuka kab mesin dan memeriksa secara umum ruangan mesin didalamnya (gambar 4.18).
Hal yang harus diperiksa setelah membuka kab mesin Backhoe Loader : Gambar 4-18 Ruangan Mesin (Engine Compartment)
1) Periksalah kalau ada kotoran atau kumpulan debu disekitar engine atau radiator.
2) Periksalah kalau ada material yang mudah terbakar (daun kering, rumput-rumput dan lain-lain) yang terkumpul pada bagian-bagian engine yang bertemperatur tinggi, seperti exhaust manifold dan turbo charger. Buanglah semua kotoran dan bahan yang mudah terbakar.
3) Periksalah kalau ada kebocoran cairan (air, oli atau minyak rem pada selang radiator, selang hidrolik)
4.4.2 Pemeriksaan Kondisi minyak pelumas
Unit backhoe loader menggunakan beberapa macam minyak pelumas antara lain minyak pelumas mesin (engine oil), minyak hidrolik (hydraulic oil), minyak transmisi, minyak rem.
1) Pemeriksaan minyak pelumas mesin (engine oil)
Minyak pelumas mesin berfungsi untuk memberi lapisan / film pada komponen engine yang berputar sehingga menghindari terjadinya kontak langsung antar metal / besi yang menjadi penyebab terjadinya keausan pada engine.
Adanya minyak pelumas mesin sangat berperan untuk memperlambat laju keausan sehingga umur alat (life time) yang direncanakan dapat dicapai.
Agar fungsi tersebut berjalan dengan baik maka jumlah minyak pelumas dalam engine harus cukup tetapi tidak boleh berlebihan. Disamping itu mutunya harus sesuai dengan spesifikasi yang ditunjukkan dalam buku OMM. Kekeliruan pemakaian jenis pelumas akan mempercepat keausan komponen alat.
Keterangan gambar :
c
Dipstick engine oild
Tempat pengisian Engine OilKecukupan minyak pelumas mesin dilakukan dengan mengunakan batang pengukur (dipstick) melalui lubang yang dibuat khusus untuk maksud tersebut, seperti contoh pada gambar 4.19 Dipstick terletak diruang mesin sebelah kiri berdekatan dengan lubang pengisian oli. Gambar 4.19
Pemeriksaan Engine Oil
• Buka tutup kab mesin
• Tariklah batang pengukur (dipstick)
c
• Jagalah agar permukaan oli berada di antara daerah “A”, pada saat engine mati (gambar 4.20).
• Sementara daerah “B” adalah daerah aman untuk pemeriksaan saat engine hidup.
Gambar 4.20 Dipstick Engine Oil
• Pemeriksaan dipstick dilakukan dengan posisi horisontal
• Tambahkan oli dari corong pengisian
d
bila permukaan oli berada dibawah batas minimal• Periksa tutup pengisian
d
telah tertutup rapat.Bila jumlah minyak pelumas mesin melebihi batas maka engine oil harus dikurangi melalui drain plug dibawah carter engine.
Kecuali kecukupannya, kondisi engine oil juga harus diperiksa terhadap adanya kontaminasi material lain seperti air, solar atau adanya kandungan geram.
Bila ini terjadi Operator harus segera melaporkan kepada atasan terkait untuk dilakukan tindakan pemeriksaan lebih teliti.
2) Pemeriksaan minyak hidrolik (hydraulic oil)
c
Gelas pendugad
Tempat pengisian Hydraulic OilBerbeda dengan minyak pelumas engine yang hanya berfungsi untuk melumasi saja, minyak hidrolik disamping berfungsi sebagai pelumas pada komponen hidrolik juga berfungsi sebagai media pemindah tenaga, dari tenaga mekanis menjadi tenaga hidrolik.
Agar fungsi tersebut berjalan dengan baik maka jumlah minyak pelumas dalam Gambar 4.21
berlebihan.
Disamping itu mutunya harus sesuai dengan spesifikasi yang ditunjukkan dalam buku OMM. Kekeliruan pemakaian jenis minyak hidrolik akan menurunkan kinerja Backhoe Loader dan mempercepat keausan komponen sistim hidrolik.
Kecukupan minyak hidrolik pada backhoe loader dapat diperiksa pada gelas penduga yang terletak disamping kiri alat (gambar 4.21)
Prosedur pemeriksaannya adalah sebagai berikut :
• Periksalah tinggi permukaan minyak hidrolik melalui kaca penduga
c
yang berada pada sisi kiri unit backhoe loader.
• Pertahankan permukaan oli agar tetap di antara garis MIN dan MAX
• Tambahkan minyak hidrolik melalui tempat pengisian d bila permukaan oli berada dibawah batas minimal
• Periksa tutup pengisian
d
telah tertutup rapat.Kecuali kecukupannya, minyak hidrolik juga harus diperiksa terhadap adanya kontaminasi material lain seperti air atau adanya kandungan geram dan material lainnya.
3) Pemeriksaan minyak transmisi (transmission oil)
Minyak transmisi berfungsi untuk melumasi rangkaian roda gigi (gear) dalam kotak transmisi yang mengatur kecepatan gerak alat. Disamping itu minyak transmisi juga berfungsi sebagai pendingin adanya panas yang ditimbulkan oleh oleh gesekan antara roda gigi dalam kotak transmisi.
Penentuan jenis minyak transmisi harus mengikuti petunjuk yang disebutkan di buku OMM.
Kecukupan minyak transmisi dilakukan dengan bantuan dipstik (gambar 4.22) Gambar 4.22
Dipstick Minyak Transmisi
• Tariklah batang pengukur (dipstick) minyak transmisi
• Permukaan minyak transmisi harus berada di daerah yang diarsir pada sisi yang bertanda ‘’CHECK WITH WARM OIL’’
4) Pemeriksaan minyak rem (brake fluid)
• Pertahankan permukaan minyak rem di antara garis MIN dan MAX
• Tambahkan minyak rem bila diperlukan .
Gambar 4.23 Brake Reservoir
4.4.3 Pemeriksaan Kondisi air pendingin engine
Zat pendingin engine (coolant) berfungsi untuk menyerap kalori yang diakibatkan oleh proses bekerjanya engine dengan menggunakan bahan bakar yang menghasilkan tenaga mekanis dan tenaga kalori.
Tenaga mekanis dalam bentuk putaran engine dimanfaatkan untuk menggerakkan alat, sedangkan tenaga kalori yang berwujud panas diserap oleh zat pendingin agar temperatur kerja yang efisien dapat dicapai.
Zat pendingin (coolant) menjaga suhu dalam sistem pendinginan berada pada suhu kerja yang tepat.
Zat pendingin dapat berupa air murni, dan sebaiknya harus yang bersih dan sangat dianjurkan yang mutunya dapat diminum. Misalnya air sungai tidak dianjurkan untuk dipakai karena banyak mengandung zat kapur dan kotoran lain, karena bila dipakai akan menyebabkan sistem pendingin cepat tersumbat yang menyebabkan overheating dan merusak engine
Ada beberapa macam additive yang dapat meningkatkan mutu zat pendingin, dan ada yang menggunakan zat pendingin khusus.
Kecukupan air pendingin engine dilakukan dengan mengamati ketinggian permukaannya.
Gambar 4.24
Tutup Pengisian Air Pendingin
• Bukalah tutup air pendingin (gambar 4.24), pastikan temperatur air dalam keadaan dingin.
• Periksalah ketinggian permukaan air pendingin melalui lobang pengisian • Permukaan air harus berada kira-kira 15 mm di bawah lobang pengisian. • Periksa kondisi permukaan radiator dan jaga kebersihannya.
• Gunakan udara bertekanan atau air bertekanan (maksium 35 psi) untuk membersihkannya
Perhatian : Jangan membuka tutup air pendingin bila temperaturnya masih panas dan bertekanan. Uap panas yang bertekan-an dapat melukai kulit bertekan-anda.
4.4.1 Pemeriksaan kondisi bahan bakar
Bahan bakar merupakan bahan pokok dalam mengoperasikan Backhoe Loader. Agar kinerja peralatan dapat terpenuhi sesuai spesifikasinya maka bahan bakar yang digunakan harus bermutu baik.
Bahan bakar solar yang bermutu baik tidak terdapat kandungan air atau kotoran agar menghasilkan gas buang yang besih (ramah lingkungan), disamping karakteristik lain yang disyaratkan sesuai spesifikasi.
Pemeriksaan kecukupan bahan bakar dilakukan dengan bantuan batang pengukur (dipstick) pada tutup tangki bahan bakar (gambar 4.25) yang terletak dibawah tangga sebelah kiri alat, atau dengan alat ukur yang lain.
Gambar 4.25 Tangki Bahan Bakar
• Tariklah tongkat pengukur bahan bakar (dipstick) untuk mengetahui ketinggian permukaan bahan bakar didalam tangki.
Periksalah kondisi bahan bakar apakah tercampur dengan air, bila hal ini terjadi maka perlu dilakukan penceratan bahan bakar melalui lubang pembuang (drain cock) di tangki bagian bawah untuk membuang airnya.
Adanya kontaminasi air pada sistim bahan bakar dapat terdeteksi pada fuel filter dan water separator (bagian 2 gambar 4.26)
Gambar 4.26
Fuel Filter dan Water Separator
Keterangan gambar 4.26
c
Oil Filterd
Fuel Filter dan Water Separatore
Drive shaftPeriksalah water separator tersebut yang berfungsi untuk memisahkan bahan bakar dan air. Lakukan penceratan dengan membuang endapan airnya.
Perhatian : Solar adalah bahan yang mudah terbakar, dalam
melaku-kan pemeriksaan maupun penceratan bahan bakar ja-ngan sampai ada yang melimpas karena berisiko timbul-nya bahaya kebakaran. Jangan merokok saat melakukan pemeriksaan dan penceratan bahan bakar.
Penceratan air dari bahan bakar juga dilakukan melalui drain-cock tangki bahan bakar dengan periode waktu setiap 50 jam atau 1 minggu, dan pelaksanaannya menjadi tugas Mekanik Pemeliharaan.
4.4.2 Pemeriksaan kondisi aki (battery)
Battery berfungsi menyimpan dan menyalurkan tenaga listrik untuk keperluan starting motor, lampu-lampu, AC, panel monitor dan pengaturan sistim otomatik dan hidrolik pada pengendalian (control) Backhoe Loader. Tempat kotak battery terletak dibawah tangga sisi kanan unit alat (gambar 4.27)
Gambar 4.27 Kotak Battery
• Bukalah tutup kotak battery yang ada di bawah tangga kanan
• Periksa ketinggian cairan battery, ketinggian cairan harus dalam batas MIN dan MAX. Tambahkan cairan bila ketinggiannya kurang.
• Periksa kebersihan pole battery dan cabel connector-nya. Bersihkan jika terdapat banyak kerak atau kotoran. Kerak dan kotoran mengurangi kuat arus listrik yang dihantarkan.
• Periksa kekencangan ikatan pole dan cable connector, pole dan connector yang longgar menimbulkan panas dan juga mengurangi nilai hantaran listrik. • Periksa kekencangan ikatan battery pada kotak battery, ikatan yang kendor
menyebabkan getaran pada saat unit alat beroperasi. Perhatian :
• Battery mengeluarkan gas yang mudah terbakar dan bisa meledak. • Jangan merokok bila sedang memeriksa battery.
• Cairan elektrolit mengandung asam bisa melukai kulit. • Gunakan kacamata pelindung bila memeriksa battery. 4.4.3 Pemeriksaan Indikator saringan udara
Saringan udara berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran yang bertebaran di udara supaya tidak terhisap kedalam ruang bakar engine. Pada medan operasi yang bedebu kondisi saringan udara harus dilakukan lebih sering agar saringan tidak buntu.
Saringan udara yang buntu menyebabkan kinerja engine tidak maksimal karena asupan volume udara yang mengandung oksigen berkurang sehingga pembakaran tidak sempurna. Untuk memulihkan filter udara harus dibesihkan.
Pemeriksaan dilakukan dengan bantuan indikator saringan udara yang terletak didalam ruangan engine (gambar 4.28)
Gambar 4.28 Indikator Saringan Udara
warna hijau, apabila filter udara sudah banyak diliputi oleh debu maka indikator akan berwarna merah.
Apabila dalam pemeriksaan indikator menunjukkan warna merah, maka tindakan selanjutnya adalah :
• Lepaskan filter udara dari tempatnya.
• Buka penutup ruang engine • Lepas tutup (1) dari rumah filter • Lepaskan elemen primary filter
(2) dari rumah filter
• Geser elemen primary filter (2) dari base (3) untuk melepas
Gambar 4.29 Melepas filter udara
• Bersihkan filter udara dengan semprotan udara bertekanan
– Gunakan udara bertekanan yang kering dan bersih dengan tekanan rendah (maksimum 30 psi) untuk membersihkan filter
– Semprotkan udara keatas dan kebawah dibagian dalam filter, hati-hati jangan sampai penyaring rusak.
– Mulailah menyemprot dari bagian dalam yang bersih untuk memaksa partikel kotoran kearah bagian luar
– Setelah dibersihkan filter dibawa ke ruang gelap diterawang menggunakan bola lampu pijar min 60 watt untuk mengetahui apakah terdapat lubang pada elemennya.
– Jika pembersihan dan pemeriksaan dilakukan dengan benar maka filter udara bagian luar dapat dipakai ulang sampai 6 kali
– Filter udara bagian luar harus diganti bila telah dipakai selama 2 tahun, walaupun pembersihan belum mencapai 6 kali
• Pasang kembali filter udara dengan benar. • Indikator saringan udara direset kembali. 4.4.1 Pemeriksaan kondisi dan kekencangan tali kipas
Tali kipas (V-belt) yang terlihat pada gambar 4.30 berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanis dari putaran engine ke komponen lain seperti dinamo amper (alternator) dan kompresor AC hingga ikut berputar menjalankan fungsinya.
Tali kipas yang kendor berakibat menurunnya kineja komponen alat yang diputarnya.
Tali kipas yang kendor menyebabkan putaran slip pada dinamo amper (alternator) sehingga putaran pada alternator yang dihasilkannya tidak sesuai dengan spesifikasi alternator. Dengan demikian arus listrik yang dihasilkannya tidak mencukupi yang mengakibatkan sistim kelistrikan terganggu.
Tali kipas yang kendor juga menyebabkan putaran slip pada kompresor AC sehingga fungsi AC sebagai pendingin menjadi tidak normal.
Kondisi fisik V belt dapat diidentifakasi secara kasat mata apakah ada keretakan, keausan dan kerusakan pada serat-seratnya.
Pemeriksaan tali kipas dilakukan dengan mengukur defleksi dititik X pada gambar 4.31 dengan menekan tali kipas diposisi tersebut. Apabila hasil pengukuran menunjukkan lebih besar dari 10 mm ( 3/8 inch ) maka tali kipas harus dikencangkan kembali.
Adapun cara penyetelan tali kipas (V-belt) adalah sebagai berikut : - Kendorkan baut A, B, C dan D pada gambar 4.32
- Posisikan kembali alternator sampai defleksi belt pada titik X menjadi sekitar 10 mm ( 3/8 inch )
Perhatian: Jika memerlukan alat pengungkit, gunakan batang kayu pada ujung bracket alternator
- Kencangkan kembali baut A, B, C dan D
Gambar 4.31 Pengencangan Tali kipas 4.4.2 Greasing harian
Grease / gemuk digunakan untuk mencegah keausan akibat puntir dan meredam suara gesekan pada joint/sambungan.
Pelaksanaan pemberian gemuk / greasing yang dibebankan kepada Operator adalah greasing harian (dalam buku OMM adalah greasing yang terjadwal setiap hari atau 10 jam kerja)
1) Pelaksanaan greasing
Greasing dilakukan dengan menggunakan alat “grease gun” (gambar 4.33) yang harus diisi dengan gemuk (grease) terlebih dahulu sebelum digunakan. Pengisian grease kedalam grease gun harus dilakukan dengan benar agar grease yang dipompakan pada fitting grease di komponen-komponen backhoe loader dapat terlaksana dengan baik.
grease gun (gambar 4.32)
• Tarik tuas pendorong (1) yang ada di bagian belakang grease gun dengan cara menekan tombol pengunci (4) yang berada di bagian belakang dan diputar sampai mengunci sendiri
• Siapkan wadah untuk tempat solar, cukup 1 liter saja
• Kemudian ambil sedikit solar lalu lumasi dinding-dinding didalam grease gun dengan solar
• Ambil grease kecil (sedikit) sambil dikepal-kepal dan masukkan kedalam grease gun yang sudah disiapkan tadi supaya tidak lengket
Gambar 4.32 Grease gun
(5) Tuas pompa (6) Hose
(7)
Nipple (1) Tuas pendorong(2) Tutup depan (3) Tabung grease gun (4) Tombol pengunci
• Masukkan kepalan grease kedalam grease gun sedikit demi sedikit sampai penuh.
Gambar 4.33 Pelaksanaan greasing
• Tutup kembali tutup depan (2) grease gun sampai rapat
• Tekan tombol pengunci bagian belakang (4), sambil mendorong tuas pendorong yang berada di bagian belakang grease gun
• Bersihkan bagian luar grease gun dengan majun yang dibasahi solar.
• Grease gun siap
Yang perlu diperhatikan oleh operator adalah :
• Lakukan greasing pada titik-titik grease fitting yang ditentukan sesuai dengan petunjuk dalam buku OMM
• Gunakan jenis gemuk / grease yang sesuai dengan mutu yang ditentukan dalam buku OMM
• Bila beroperasi didaerah berlumpur atau terendam air, lakukan greasing tiap hari
• Periksa dan bersihkan setiap nipple grease yang akan dilakukan greasing • Pompakan grease gun beberapa kali setelah tersambung dengan grease
fitting.
• Hentikan pemompaan grease gun setelah grease yang baru nampak pada joint Berbeda dengan kegiatan walkaround inspection, kegiatan greasing dilakukan setelah engine hidup karena harus memposisikan boom dan bucket seperti pada gambar 4.354
2) Tempat-tempat grease fitting
Lakukan langkah tersebut diatas pada setiap tempat grease fitting yang ditunjukkan pada jadwal harian (10 jam) buku OMM sesuai yang sudah dibahas dalam bagian 4.2.3 butir nomor 3) yaitu :
a. Backhoe boom, stick, bucket dan cylinder bearing
Ada 12 tempat yang harus di-beri gemuk (greasing) sesuai gambar 4.35 :
(1) Head end boom cylinder (2) Rod end boom cylinder (3) Boom pivot
(4) Bucket pivot point (5) Link
(6) Rod end bucket cylinder Gambar 4.34 Posisi attachment backhoe saat greasing
cylinder
(8) Rod end stick cylinder (9) Head end stick cylinder (10) Stick pivot pin
(11) Pivot pin (12) Pivot pin
Catatan : Untuk grease point no. 11 ada 2 titik (kiri dan kanan)
Gambar 4.35 Grease fitting attch. backhoe
b. Loader bucket, Cylinder dan linkage bearings
Ada 9 tempat yang harus di-beri gemuk (greasing) sesuai gambar 4.36 : (1) Frame dan lift arm
(2) Pivot linkage bucket posi-tioner & lift kickout
(3) Head end lift cylinder (4) Rod end lift cylinder (5) Pivot pin pada lift arm (6) Pivot bearing pada bucket
tilt cylinder
(7) Rod end tilt cylinder (8) Lower pivot pin Gambar 4.36 Grease fitting attch. loader (9) Upper pivot pin
Kecuali grease fitting nomor 7 yang hanya satu, tiap grease fitting yang lain masing ada dua (kiri dan kanan). Sehingga total ada 17 tempat grease fitting.
c. Stabilizer dan cylinder bearings
• Posisikan stabilizer sesuai gambar 4.37
• Pompakan gemuk (grease) pada head end cylinder. • Ulangi greasing yang sama
pada stabilizer sisi yang lain • Jumlah semua grease fitting
ada dua. Gambar 4.37 Grease Fitting Stabilizer
d. Swing frame dan cylider bearing
Ada 5 tempat yang harus di-beri gemuk (greasing) sesuai gambar 4.38 :
(1) Top swing pin (2) Bottom swing pin (3) Eye of swing cylinder (4) Bearing pada swing
cylin-der atas
(5) Bearing pada swing cylin-der bawah
Gambar 4.38 Grease Fitting Swing Frame
Disamping titik greasing tersebut diatas yang pelaksanaan greasingnya menjadi tanggung jawab Operator (karena jadwalnya harian) masih banyak titik greasing laiinnya dengan jadwal mingguan, bulanan dan seterusnya yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Mekanik Pemeliharaan
4.4.3 Pilihan bahan pelumas dan coolant
Mutu bahan pelumas dan pendingin engine harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam buku OMM.
Daftar dibawah ini yang memuat konversi jenis mutu bahan pelumas untuk berbagai merk, dapat dijadikan acuan.
No Supplier Engine Oil (CD, CE, or CF-4) SAE 10W, 30, 40 10W30, 15W-40 Gear Oil (GL-4 or GL-5) SAE80, 90, 140 Grease (Lithium-Base) Anti Freeze Coollent (Ethylene Glicol Base) 1 KOMATSU EO10-CD EO30-CD EO10-30 CD EO15-40CD GO 90 GO 140 G2-LI G2-LI-S (Lithium Base) AF – ACL AF – DTL AF – DTC (Winter, one season type) 2 AGIP Diesel Sigma S Superdiesel Multi grade Sigma Turbo Rotra MP GR MU/EP -
3 BP Vanellus C3 Gear oil EP Hypogear EP Enegrease LS-EP2 Antifreeze 4 CALTEX RPM delo 400 RPM delo 450 Universal thuban Universal thuban EP Marfak all Purpose 2 Ultra-duty grease 2 AF Engine Coolant 5 CASTROL Turbomax RX Super CRD EP, Hypoy B EPX, Hypoy C Hypoy, MS3 Spheerol EPL2 Anti Freeze Coolant 6 CATERPILLAR Cat DEO 15W-40 CG-4 Cat TDTO (Transmission/ Drive Train Oil)
Extended Life
Coolant
Superduty Plus Special 8 MOBIL Delvac 1300 Delvac Super 10W-30, 15W-40 Mobilube GX Mobilube HD Mohlux EP2 Mobilgrease77 Mobilgrease Special 9 PERTAMINA Meditran SX SAE15W-44 CG-4 Transilk-HD SAE 10W,30,50 10 EXXON (ESSO) Essolube D3 Essolube XD-3 Essolube XD-3 Extra
Esso heavy duty
Gear Oil GP Gear Oil GX
Beacon EP2 Allseason
coolant