• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH, HINDARI INI!

Dalam dokumen Pepesnasi Juara 2020 (Halaman 43-47)

Ada catatan penting yang disarikan oleh Karina Kusumawardani dalam e book Govern-ment Social Media (GSM) Handbook yang dibagikan pada acara GSM Summit 2019 lalu terkait kesalahan umum yang dilakukan akun instansi pemerintah yang mempengaruhi integritas/reputasi suatu akun media sosial:

1. Mengabaikan hak cipta/menggunakan gambar/lagu tanpa sumber yang jelas dan/ atau tanpa memunculkan kredit kepada pembuat gambar/pemilik lagu.

Di media sosial terdapat etika penggunaan karya cipta yang bisa dilakukan oleh pengelo-la media sosial pemerintah tanpa royalti yaitu:

• Sebelum melakukan publikasi, cari dan pastikan benar bahwa yang diunduh adalah sumber inspirasi asli atau karya pertama

• Selalu kedepankan etika yaitu sebelum menggunakan karya cipta tersebut mengajukan izin ke pembuatnya dengan semudah mengirimkan email/direct message ke akun pem-buat karya cipta

• Pencantuman/pemberian kredit di media sosial bisa dengan menuliskan, me-mention, atau me-tagging pembuat karya cipta tersebut

• Ingat, bila tidak mendapatkan izin itu berarti kita harus mencari ide konten lain

• Bila konten yang digunakan dimodifikasi sehingga berbeda sama sekali dari sumber asli maka tidak perlu mencantumkan kredit karena itu sudah menjadi karya cipta sendiri dari akun instansi, walau mungkin tetap harus diakui sumber inspirasinya

2. Mengabaikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Akun media sosial pemerintah berkewajiban menggunakan dan menjadi panutan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Pengecekan KBBI dapat secara mudah dilakukan dengan mencari kata yang digunakan di dalam buku KBBI atau mengakses secara daring situs web KBBI di kbbi.kemdikbud.go.id.

Dari KBBI bisa diketahui apakah kata tersebut baku/tidak baku dan sudah diserap belum diserap.

Pepesnasi Juara

40 2020

Menggunakan kata baku bahasa Indonesia tidak selalu berarti kaku, dan pada praktik nya bisa dipadukan dengan bahasa percakapan/gaul yang sedang berkembang di media sosial.

3. Mengabaikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

4. Melakukan praktik membeli bot pengikut (follower)/engagement/trending topic.

5. Mengabaikan empati.

Berinteraksi di media sosial layaknya berbicara secara personal dengan individu yang mer-upakan bagian dari masyarakat. Menjadi penting untuk berhati-hati dalam memilih kata dan selalu mencoba menempatkan diri di berbagai posisi seseorang.

Pengetahuan, privilese, dan fasilitas lain yang dimiliki ASN (Aparatur Sipil Negara) belum tentu dimiliki juga oleh non-ASN, terutama terkait layanan publik atau permintaan data/in-formasi. Empati harus terus dilatih semudah selalu memikirkan untuk menempakan diri di posisi orang lain/warganet dari berbagai latar belakang dan selalu mengajukan pertanyaan terhadap kelayakan kata/konten untuk dinaikkan ke media sosial.

6. Mengabaikan pertanyaan dari warganet lebih dari 1x24 jam.

Ketika bertanya ke akun media sosial pemerintah, warganet dapat dipastikan menghara-pkan jawaban.

Di satu sisi, pertanyaan warganet seringkali berulang. Di sisi lain, seorang ASN juga memiliki beban pekerjaan yang tidak hanya terbatas pada mengelola media sosial.

Untuk itu terdapat beberapa cara dan anjuran dalam menghadapi pertanyaan dari war-ganet:

- Siapkan daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh warganet (FAQs) beserta jawabannya dalam file yang bisa diakses melalui ponsel.

- Bila pertanyaan tidak ada pada FAQs namun bisa langsung dijawab, maka dianjurkan agar langsung menjawab.

- Bila pertanyaan tidak ada pada FAQs dan tidak bisa langsung dijawab karena harus berkoordinasi dengan pihak teknis, maka dianjurkan merespon minimal dengan jawaban bahwa akun sudah memahamipertanyaan dan diharapkan warganet menunggu jawaban dalam hitungan jam/hari tertentu.

- Memiliki dan menjaga pertemanan/koordinasi antara humas internal dengan pihak teknis di dalam instansi dan sesama instansi pemerintah untuk memudahkan komunikasi di “be-lakang layar” pengelolaan media sosial pemerintah.

- Bila pertanyaan warganet salah alamat, arahkan kepada instansi pemerintah yang ber-wenang dengan me-mention akun instansi pemerintah tersebut. Namun sebelum melaku-kan hal tersebut, koordinasimelaku-kan dahulu dengan sesama pengelola akun media sosial dan pastikan adanya kesanggupan langsung menjawab. Bila tidak langsung dijawab, hal ini akan mengurangi integritas akun instansi karena dianggap sekadar melempar pertanyaan ke pihak lain tanpa memberikan solusi.

Pepesnasi Juara

2020 41

7. Menganggap bahwa warganet tahu tugas pokok fungsi dan posisi setiap instansi pe-merintah.

Perlu dipahami bahwa warganet hanya memahami pemerintah sebagai 1 institusi be-sar yang seharusnya saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan seirama dalam pelaksanaan maupun pembuatan kebijakan publik.

Tidak semua warganet mengetahui apalagi memahami tugas pokok, fungsi, dan posisi mendetail setiap instansi pemerintah baik dari pemerintah pusat eksekutif, yudikatif, leg-islatif, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, hingga dinas-dinas di pemerintah daerah.

Pepesnasi Juara

42 2020

PUSTAKA

- Kominfo, Siber Kreasi, Indonesia Baik, 2018. Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintah. Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika

- Karina Kusumawardani, dkk. 2019. Government Social Media (GSM) Hand book. Government Social Media Summit.

- Ivan Lanin. 2020. Penulisan Berita dan Siaran Pers – Jenis, Penyusunan, dan Bahasa. Narabahasa.

- Jefkins, Frank. 2004, Public Relations (Edisi Kelima), Jakarta, Erlangga - Kriyantono, Rahmat, Ph.D. 2009. Public Relations Writing: Teknik Produksi

Media Public Relations dan Publisitas Korporat. Cetakan ke-2. Prenada Jakarta.

- Social Insider & Quu. 2019. Instagram Hashtags Research

- Youtube. 2019. Lesson: Write smart descriptions [www] Creator Academy (Diakses: 7/9/2020) Available on https://creatoracademy.youtube.com/page/

lesson/descriptions/

- Rina Nurjanah. 2017. Perihal Membuat Konten Infografis [www] Kumparan.

com. (Diakses 30/9/2020) Available on https://kumparan.com/rina-nurjanah/

perihal-membuat-konten-infografis

- Kai Tomboc. 2018. How to Write an Infographic Design Brief [www] Easelly (Diakses: 30/9/2020) Available on https://www.easel.ly/blog/write-infograph ic-design-brief/

- Mary Walton. 2017. 7 Steps to Writing Compelling Infographic Copy [www]

visme.co (Diakses: 30/09/2020) Available on https://visme.co/blog/how-to- write-an-infographic/

Peraturan Perundang-undangan

- Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokra si Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.

Pepesnasi Juara

2020 43

PUSTAKA

Dalam dokumen Pepesnasi Juara 2020 (Halaman 43-47)

Dokumen terkait