Terima kasih Ba.pak Pirnpinan.
Rasanya ngga.k sernpurna kalau nggak ada suara wanita dari pihak kami dan .nanti akan karl"li rninta Bu Nini dari PLN yang tahu persis mengenai operasi-operasi yang istilahnya sotomo, so itu sistern operator operator sistert\ to itu transmision owner
mo
itu market.operator, jadi $Otomo itu mernang ada dia bisa.dipisah-pisah dia bisa digabung kalau digaburig kepleset sedikit menjadi sotorni, nanti Bu Ninik akan menjelaskan.Saya tertarik kepada pertanyaan Pak Zaenal tadi mengenai masalah acc6untability, memang kata-kata independen itu bisa menyesatkan kalau tidak diiringi dengan uraian yang jelas, kami sekaligus minta ijin apakah perlu misalnya diantara dua rumusan tadi apakah pengelola pasar maupun pengelola sistem itu ditambahkan tadi yang tidak berpihak itu kata-kata'.. accountable, accountable itu sangat tinggi nilai pertanggungjawaban publiknya ki:llau memang nanti disetujui, nanti akan kami tnasukan di dalam rumusan.
Masalah perkembangan teknologi saya kira nanti akan ada standar-standar teknis yang itu irii yang dinamis, itu nanti akan ada standar-standar yang selalu disernpurnakan dari waktu ke waktu, itu l'lanti ada kefentuan dimasa!ah keteknikan akan masuk disana dipasalnya nanti ada.
Satu lagi kami sebetulnya punya ini kebetulan diingatkan oleh Pak Zaenal jadi kemajuan yang tnungkin akan kami usulkan dimasukan kalau memang disetujui Dewan ini, sekarang ini saluran listrik ini toh tnanfaatnya tidak hanya untuk listrik muncul suatu kemajuan teknologi yang dimanfaatkan untuk informasi ini, kalau tidak pintar-pintar atau kita atur disini nanti takut terjadi perebutan pengg~.maan jaringan ini tanpa pengaturannya, ini akan kami rumuskan kemudian, sudah ada dikantong tapi belum dirumuskan yang ini.
KETUA RAPAT:
Maksud karni dan itu sudah dilakukan.
PEMERINTAH :
Sudah dilakukan oleh unitnya PLN yang dipakai dicoba di kompleksnya PLN dan ini perkembangannya pesat sekali Pak, penggunaan jaringan listrik untuk natnanya PLC (Power Line Carrier) dan in.i natlti memungkinkan perusahaan telpon itu tidak usah nyambung telpon ke rumah, tetapi" memasang terminal dicolokin di rumah-rutnah itu saling berkomunikasi satu sama·lain, ini harus diakimodasikan disini jangan sarnpai nanti jaringan PLN itu dipakai oleh orang-orang yang tidak berhak.
Oke kalau diijinkan lbu Ninik akan menjelaskan mengenai operasi dari sotomo secara singkat, kalau nanti kurang jelas akan kami sarnpaikan nanti dalam penjelasan besok.
Silakar'l lbu Nillik.
PEMERINTAH/PLN (IBU NINIK) :
rerima kasih Pak Luluk. :
Mungkin kami saat ini dikatakan mewakili PLN boleh juga.
Bapak/lbu yang terhormat.
Mungkin
kami jelaskan dahulu posisi daripada PLN saat ini di dalam l'nengoperasikan s.ister:n?i
Jawa Bali. Jadi di Jawa Bali itu acfa namanya Unit P38 yang sudah ~er~alr-kalr drseb~tkan ole~ ~ak Luluk yaitu singkatan dari Unit Pengatur Beban ..~adr
d1ame.m~unyar
· transmrsr sebagai transmision owner, jadi semua transmrsr y~ng ada dr Srst~rn Jawa Bali assetnya dikuasai oleh P38 tapi dia juga rnempunyar unit sistem yang dinama11ya Unit Sistem Operator.Sistem Operator itu yang mengatur pembebanan dari setiap unit lalu transmisi mana yang harus dipelihara, pembangkit mana yang harus dipelihara, lalu kapan harus mati, kapan harus hidup berdasarkan biding yang dilakukan oleh setiap unit pen'lbangkit PLN yang ada saat ini.
..
Jadi untuk secara internal PLN telah f'tlelakukail biding diantara unit-unit pembangkit. Jadi antara PJB dan Indonesia Power sekarang sudah dip~rsaingkan itu dilakkan dleh P38, P38 itu sekarang sudah melakiµkan biding setiap bulan awal bulan kalau tadi dikatakan oleh Pak Yogo bidin~nya itu setengah jam untuk sementara di PLN, sekarang untuk dalam rangka ~mbelajaran untuk menuju ke sistem yang terbuka nanti, bidingnya. dilakukan :satu bulan sekali tapi dalam . pembebanannya Pak, dalam dispatchingnya dilakukari setiap setengah jam.
Jadi· unit Suralaya setiap tanggal 20 mernasukan_ biding untuk bulan ke depan, harga Suralaya untuk pembebanan setiap blok misalnya dibebankan 300 megawatt sekian, kalau dibebankan 400 megawatt harganya sekian. Terus setiap unit mefakukan menawarkan kepada P38, lalu berdasarkan itu P38 melakukan simulasi energi sehingga setiap, unitnya dibebani berapa untuk setiap setengah jamnya.
Jadi hasil biding itu diberikan kepada P3B dan diumumkan secara terbuka kepada setiap unit.
Selama ini dalam ran!'.)ka pembelajaran biding dilakukan satu bulan Pak, tapi bisa serninggu sebelumnya · atau satu hari sebelumnya. Setiap setangah jam. Lalu bidingnya itu dimasukan ke dalam unit yang namanya Unit Sattlement and Biding yang masuk dalam organisasinya P3B, disitu ada narnanya Unit Biding and Sattlement.
..
Jadi dia setelah harga-harga masuk dimasukan dalam siste.m operator, sistem
oper~tor yang menghitung berapa banyak setiap unit akan dibebani setelah selesai pembebahan., lalu dalam · satu bulan di sattle oleh sattlement kembali berapa batlyaktlya transrnisi sesuai dengan realisasi,· kemudian dilakukan pembayaran berdasarkan sattlement yang dikeluarkan oleh Unit Sattlement.
Nah untuk semerltara ini kalau dalam peralihan unit-unit tersebut masih diberlakukan sebagai integrated masih bisa Pak, tapi kalau kemudian dari undang-undang ini diitlginkan secara terpisah dimana ao.countabilitas masingh-masing unit diinginkan, karena sistem operator haris independen terhadfap semua unit pelaku pasar tidak hanya kepada transco karena pembebanan.
Transco itukan pendapatannya dari sewa Pak. Dari sewa ycmg harga sewanya ditentukan berdasarkan Sadan Pengatur. Jadi dia harus bersifat juga fair terhadap semua unit· pembangkit sistem operator. Jadi dia harus bebas .dari keberpihakan terhadap unit-unit yang masuk ke dalam pasar. ltu maksudnya 1ndependen bukan independennya seperti Bank Indonesia.
Sedangkan untuk market operator dia hanya badan ~ang di P~B !t~ hanya komputer saja Pak , tidak lebih dari itu yang untuk megh1tung has1I b1d1ng dan mengevaluasi biding yang masµk.
33
PEMERINTAH :
Nah, ini gambaran
r~mitnya ?~erasi
sistem ini tiga fungsi "sotomo" tadi.. Pl!lda dasarnya nant! akan d1p1sahkan sototno tapi nanti ada tahapan-tahapan
?•. dala~ pasa~ te~sebut.
Or~~I~~
pasal. berikut bahwa .. dalam keadaan tertentu tiga 1~1 mas.th fnen1ad1 satu. Jad1 rn1 trdak d1berlakukan keseluruh negeri tapi ini hanya d1berlakukan kepada.si~tem y~ng
memang telah memenuhi syarat untuk~elaksanak~n
operaras1s1st~m
.rn1,~an
latihannya sudah ada sekarang Jawa _ Bali 1tu sudah lat1han sekarang d1 unit-ub1t di luar Jawa Bali, itu juga sudah ada semacam P3 B,_ P3~-P38
mini .Ya di Banjarmasin itu dua bulan '·yang lalu telah dibentuk oleh . Pak Dirut d1sana,·.kam_1kebetu_l~n.
pas.ad~
disana, dan di Sumsel, Sumut juga sudah~da .semacatn u~1t-urnt sepert1 m1. Jad1 lat1hannya sudah Iha nanti pengoperasiannya 1tu d1formalkan d1 dalam implementasi dari undang-undang ini.
Terima kasih Bapak Pimpinan.
KETUA RAPAT: ·
Sebenarnya masih ada yang ·dipertanyakan oleh Pak Syamsul Bachri dan waktu k.it~ tnas·ih ~?a 7 m.enit tentang tadi agen usaha· tapi nggak usah agak gugup, karena int bukan u11an sar1ana.
Silakan Pak.
ANGGOTA F.PG (SYAMSUL 8ACHRI, M,Sc) :
Yang operasi agen penjualan kaitannya dengan bursa se~gala macam, kalau memang ada gambaran umum begitu ya, bagaimana
?
KETUA ~APAT:
.
4 ' ' . . .
Mungkin Pak Syamsu! mengatakan tentang agen usaha apa tadi yang banyak dipertanyakan, saling keterkaitannya kan ada diagramnya mungkin sedikit.
PEMERINTAH:
Kebetulqn karena yang membuat diagramnya jadi lebih rnudah tnenjel~skannya dan ikut ke Philipina juga, karena harus kita beri prioritas yang Philipina, jadi aliran listrikt'1ya adalah seperti biasa, pembangkit, transmisi, kedistribusi ke konsumen. Jadi konsumen tentu ada konsumen besar, ada konsumen tegangan menengah, tegangan rendah dan sebagainya. ini aliran listrik yang tidak bisa diubah alirannya.
Kem·udian kotak besar ini adalah yang sekarang ditangani P3W, dimana transmisi pengelolaan pasar dan 'pengoperasian sistem itu rnasih rnenjadi satu wadah. Kemudian berikutnya adalah distribusi ini hanyalah fungsi l<awat, kemudian
· ini adalah agen penjualan seperti disepakati bersa·ma bahwa a9en perjualan hanya fTienangani pelanggan tegangan menengah, dan·tegangan tinggi.
Transaksinya adalah tentunya konsumen ini misalnya ditegangan menengah
at~u tegangan tinggi, akan berhubungan dengan para agen, agen tentunya akan mencari sumber listrik baik dari pasar tadi kalau melalui pasar akan menghubungu .pengel61a pasar dan juga dari sumber-sumber lain, dari pembangkit lain berdasarkan
bil~teral kontrak.
Setelmen tentunya . nantinya konsumen membayar kepada a gen, a gen membayar kepada unit ini, unit yang sementara katakanlah gabungan antara sotomo tadi, sonya adalah operator pengelola sistem, tonya adalah t.fansmisi. monya adalah pengelola pasar. Jadi semua setelmen dilakukan oleh badan ini.
. Jadi setelmen ?ilakuka~ bada~ inilah nanti akan membagi porsi pembangkit 1tu berapa, pembangk1t mana harus d1bayar berapa. Kemudian untuk transmisi cards b~rapa t.ergantung besaran_ rupia~ p~r k~hny~ dia hitungkan badan pengatur, juga d1stnbus1 fee untuk perusahaan drstnbusr. Jadr semua dilakukan ini aliran uangnya adalah demikian.
Saya kira ya.ng atas adalah kalau konsumennya tak ingin dibuatnya hulu pak, kalau konsumen d1kawasan tertentu saya kira mungkin ini tidak perlu diterangkan nanti kami ubah ini, kami sesempurnakan.
Jadi kira-kira kaitannya demikian pak, dimana unsur elemen penting didalam rnenyelesaikan semua transaksi adalah pada badan sotomo ini, didalam konsepsi dari pada RUU ini tentunya sotomo ini tidak bisa mend~dak dipisahkan, karena disitu ada persyaratan katakanlah pembagian asetnya bagaimana dan yang paling penting adalah kesiapan sofwer maupun hadwer didalam menYelenggarakan kompetisi atau pasar tenaga listrik ini. Sepanjang sofwer belum bisa untuk dilakukan pemisahan, maka yang diusulkan dalam RUU ini adalah ketiga kegiatan usaha ini dijadikan satu badan usaha, dan mengingat strategisnya fungsi ini, maka diusulkan untuk ditangani 6leh BUMN. Jadi defl'likian pak penjelasan kami.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Teritna kasih.
. Kita tidak usah terpaku dengan waktu supaya juga puas, saya pikir besok supaya bisa lebih cepat. Silakan pak.
ANGGOTA F.PDIP (ZAINAL ARIFIN):
Jadi soal komplin tadi itu bisa, bentuk komplin itu kan bisa juga komplin hukum, apa itu tersentuh sama hukum -lembaga-lembaga ini begitu, maka nanti kaitannya dengan asuransi segala macam ini kita main dengan teknologi, saya tidak tau bagaimana diluar soal badan-badan seperti ini, satu badan hukum atau tidak begitu, bisa disetuh oteh hukum apa tidak, bagaimana kaitannya dengan asuransi dan segala macam begitu.
Teritna Rasih, tolong dipikirkan dulu pak.
" KETUA RAPAT :
Tolong dipikirkan saja pak.
Pak Tunggul.
ANGGOTA F.PKB (PROF. DR. ING. K. TUNC~GUL SIRAIT) :
lni sebetulnya nanti kalau memang ingin 9ibagi sotomo itu nanti dari sotomo jadi soto-mo lalu so-to-mo itu harus ada langkah-langkahnya. Saya melihatanya kan nanti bahwa pengelola sistem ini di Jawa hanya satu, mungkin disatukan denga;:
Sumatera, tapai Sumatera satu tidak akar'l dua, kemudian Kalimantan satu, kemudian Sulawesi satu. Jadi sonya itu ada beberapa, lalu bagaimana hubungannya dengah transmisi itu nanti, makanya ada yang sotomo satu ada yang soto-monya, lalu perkembangan dari so-tb-mO itu harus ada jetas disini. ltu satu.
Kebetulan tadi bagimana mengaibility itu sebetulnya yang saya mau tanya katau sekiranya ada malpansen, siapa yang bertanggung jawab pengelola sistemkah, atau transkonya itu yang saya tanyakan tadi, bagaimana itu nanti ap~
koordinasinya itu, lalu laibilitynya bagaimana ini harus dipi~irkan. Siapa. jel.as. nant1 yang bertanggung jawab, katau ciisambar petir apa, posmayer n~manya, ta~1 d1a _kan tidak men1elihara dan dia tidak membuat suatu proteken untuk ;tu. proteks1nya t1dak
35
buat itu, bagaimana laibilitynya , itu dari masalah teknis ke masalah hukum tapi itu
harus dapat disusun disini. · '
Jadi_ itulah lan~kah-langkah memisahan sotomo. jadi soto-mo ke111udian jadi so-to-mo, 1tu saya krra langkat1-langkahnya harus jelas,karena itu dari daerah ke daerah, dari pulau ke pulau sata katakan, oleh sebab itu berbeda-beda. Nanti mungkin bahwa pulau-pulau ini sotomonya tidak ada mungkin langsung saja kesana pulau-pulau kesil, ini juga harus jelas, apakah dibuat klasifikasi nanti daerah a region
· a, region b, kalau region a begini, karekteritisnya bagian b, region a begini langkah-langkahnya.
Saya kira harus masuk disini; supay~ pengembangan dari tenaga listrik itu jangan memikirkan hanya pulau Jawa, kalau pulau Jawa sendiri makin padat penduduknya disini, supaya juga dengan demikian pembangunan itu bisa keluar jawa. Demikian imigrasi kependudukan bisa berjalan dengan baik.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Waktu kita sudah jam lirna lewat dua menit, apakah kita ingin perpanjang atau ini setnua akan menjadi rnasukan kepada pemerintah dan segera pemerintah besok kalau metnungkinkan sudah mengaplikasikan dan kita membahas dim per dim dengan segala macam tadi masukan-masukan termasuk tadi rencana pengembangan, siapa yang bertanggung jawab dan lain sebagainya. Katakanlah ada dim lain rnungkin ditarik-tarik dari dim lain terserah bagaimana nariknya mengulurnya kemana.
Yang kedua besok supaya sudah ada yang kita putuskan, sudah terbuat supaya kita ingat kalau misalnya ini ternyata ini. apakah ingJn .bertambah dulu atau cukup dulu.
:}
ANGGOTA F.PG (SYAMSUL BACHRI, M.Sc):
Sebelum ditutup, jadia saya hanya dengan gamba.r ini saya kira bisa dipahami. Jadi disini terlihat bahwa agen penjualan itu tidak pernah berhubungan langsung· dengan pembangkit, agen penju~la~ tid_ak p~r~ah berhubungan langsung dengan transmisi, demikian pula dengan d1stnbus1, tap1 _d~a harus beru_rusan ?~n_gan pen:gelola pasar dari pola sistem, sehingg~ ?engan def".11k1_an ~gen pen1ualan 1n1 t1dak per~ah terkoptasi oleh pembangkit transm1s1 maupun d1stnbus1.
KETUA RAPAT :
Setuju seperti itu, besok saja. Tapi tol~ng !adi kan baynak se.kali masukan dari pak Tunggul,
pak
Zainal dan dari yang larn-larn supaya bes~k 1angan ada yang terlupakan. Silakan pak mau lembut sampai jam ~mpat subuh, s1lakan ..Kita skors besok kita ketemu lagi jam 14.00 WIB.
Terima kasih.
Wassalatnu'alaikum Wr. Wb.
Rapat diskors pukul 17.00 WIS.
Jakarta, 11 Juni2002 a.n. Ketua Rapat Sekretaris Rapat,