BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pemerolehan Jenis Kata pada Anak Usia Lima Tahun
4.1.10 Pemerolehan Kata Seru pada Anak Usia Lima Tahun
Pada data (120) Arlani: “Mau ke kamar mandi kak”. 114. Di
Pada data (121) Trisan: “Dia berdiri di atas meja”. 115. Dari
Pada data (122) Zakira: “Jeri udah keluar dari kelas”.
Data 113-115 menunjukkan bahwa Arlani, Trisan, Zakira memperoleh kata depan.
4.1.9 Pemerolehan Kata Sandang pada Anak Usia Lima Tahun
Anak usia lima tahun sudah memperoleh kata sandang. 116. Si
Pada data (123) Arlani: “Ibu, si Jeri gangguin aku terus”.
Arlani: “Aku digangguin terus sama Jeri kak” Arlani: “Bu guru tadi cerita si kancil kak.
4.1.10 Pemerolehan Kata Seru pada Anak Usia Lima Tahun
Kata seru adalah kata yang berfungsi untuk menyatakan seruan. Anak usia lima tahun sudah memperoleh kata seru.
42 117. Aduh
Pada data (124) Zikri: “Aduh!Sakit”
Data 117 menunjukkan bahwa Zikri memperoleh kata seru.
4.2 Penggunaan Tiap Jenis Kata
Jenis kata yang diperoleh paling banyak adalah kata benda dan kata yang diperoleh paling sedikit adalah kata sandang dan kata seru. Anak usia lima tahun yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak Kartika 1—17 Yon Armed Deli Tua lebih banyak melihat benda-benda yang ada disekitarnya, misalnya di lingkungan sekolah, rumah dan gurunya lebih banyak memperkenalkan dan mengajarkan yang berkaitan dengan benda. Maka, jenis kata yang sudah diperoleh oleh anak usia lima tahun adalah kata benda, kata kerja, kata keadaan, kata ganti orang, kata keterangan, kata bilangan, kata sambung, kata depan, kata sandang, dan kata seru.
Dari seluruh pemerolehan jenis kata di atas dapat dijumlahkan kata anak usia lima tahun melalui tabel berikut:
No. Jenis Kata Jumlah Kata
1. Kata Benda 58
2. Kata Kerja 31
3. Kata Keadaan 14
43 5. Kata Keterangan 4 6. Kata Bilangan 5 7. Kata Sambung 2 8. Kata Depan 3 9. Kata Sandang 1 10. Kata Seru 1 Total 135
44
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian mengenai pemerolehan jenis kata pada anak usia lima tahun, dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan jenis kata anak-anak di Taman Kanak-Kanak Kartika 1—17 Yon Armed Deli Tua memperoleh kata benda (donat, cokelat, bon-bon, ayunan, dll) ; kata kerja (duduk, menulis, menggambar, dll) ; kata keadaan (panas, hujan, dingin, dll) ; kata ganti orang (aku, kami, kau, dll) ; kata keterangan (kebun binatang, tahun 2009) ; kata bilangan (semua, ke-2, tiga) ; kata sambung (dan, tapi) ; kata depan (ke, di, dari) ; kata sandang (si) ; kata seru (aduh). Jumlah penggunaan setiap jenis kata dalam tuturan anak usia lima tahun di Taman Kanak-Kanak Kartika 1—17 Yon Armed Deli Tua berbeda-beda.
Pemerolehan jenis kata pada anak usia lima tahun dimulai dari kata benda berjumlah 58 kata, kemudian dilanjutkan pada kata kerja yang berjumlah 31 kata, selanjutnya pada kata keadaan sebanyak 14 kata, jumlah pada kata ganti orang sebanyak enam kata, jumlah pada kata keterangan sebanyak empat kata, jumlah pada kata bilangan sebanyak lima kata, jumlah pada kata sambung sebanyak dua kata, jumlah pada kata depan sebanyak tiga kata, jumlah pada kata sandang dan kata seru sebanyak satu kata. Jadi, jenis kata yang paling sering digunakan oleh anak usia lima tahun adalah kata benda.
45
5.2 Saran
Penelitian ini berusaha menyajikan tentang pemerolehan jenis kata yang dikuasai oleh anak usia lima tahun di Taman Kanak-Kanak 1—17 Yon Armed Deli Tua. Kajian tentang pemerolehan bahasa harus lebih ditingkatkan karena setiap pemerolehan bahasa akan terus berkembang seiring dengan lingkungan disekitar anak.
Kajian tentang pemerolehan bahasa harus lebih ditingkatkan karena didukung oleh produksi dan kemampuan bahasa pada anak semakin berkembang sehingga hal ini sangat menarik untuk diteliti. Penulis juga sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dalam melakukan penelitian ini karena keterbatasan waktu, ruang, dan pengetahuan. Penulis mengharapkan yang akan datang dapat dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan bervariasi mengenai kata.
46
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Alisyahbana, Sutan Takdir. 1974. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa: Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Jakarta: Gramedia Widia Sarana Indonesia.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikoliguistik: Pengantar Pehamanan Bahasa
Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2005. Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa
Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Fauzi, Ahmad. 2000. “Pemerolehan Bahasa Anak-Anak Usia 0-5 Tahun: Analisis Psikolinguistik” (Skripsi). Medan: Fakultas Sastra USU.
Kaseng, Syahruddin dkk. 1986. Pemerolehan Struktur Bahasa Anak-anak Prasekolah
(Eka Bahasa Bugis). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Lumbanraja, Novelina. 2011. “Pemerolehan Leksikal Nomina Angkola Anak Usia 3-4 Tahun” (Skripsi). Medan: Fakultas Sastra USU.
Marpaung, Hurty. 2006. “Pemerolehan Bahasa Batak Toba Anak Usia 1-5 Tahun”
(Skripsi). Medan: Fakultas Sastra USU.
47
Putrayasa, Bagus Ida. 2008. Kajian Morfologi (Bentuk Derivasional dan Infleksional). Bandung: Refika Aditama.
Simanjuntak, Mangantar. 2009. Pengantar Neuropsikolinguistik. Medan: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Susanti, Yus. 2005. “Pemerolehan Bahasa Jawa Pada Anak Usia 1-5 tahun” (Skripsi). Medan: Fakultas Sastra USU.
48
LAMPIRAN 1
A. Kata Benda
a. Kata Benda Kongkret
Peneliti: “Kira, mau kemana?” Zakira: “Mau jajan”
Peneliti: “Jajan apa, kira?” 1. Zakira: “Jajan donat”.
Peneliti: “Oka, dari mana?”
2. Oka: “Belik cokelat sama bombon”.
Peneliti: “Mau kemana adek?” 3. Frans: “Main ayunan
Peneliti: “Kira, suka donat ya?”
4. Zakira: “Iya, donat enak banyak cokelat” Peneliti: “Oka, suka cokelat ya?”
Oka: “Iya, aku juga suka bombon, cokelat panjang”
Zakira: “Ibu tadi buatin banyak jajanku terus nanti aku mau belik jajan banyak ”
Oka: “Bagilah…”
Zakira: “Beliklah jajanmu…”
49
Mamakku kan baik…”
Zakira: “Mamakku juga baik kok, cantik lagi wekkkk….” (sambil mengejek) Oka: “Mamakku cantik juga” (sambil mengejek juga dan berlari)
Peneliti: “Apa saja yang ada di dalam tas kalian dek?”
5. Zikri: “Ada buku kak”.
6. Trisan: “Aku ada pinsil sama kelil kak”. (aku ada pensil sama kelir kak) 7. Sifa: “Aku ada tempat minum sama kelil juga kak”. (aku ada tempat
minum sama kelir juga kak) 8. Aurel: “Aku ada bontot”
9. Jeri: “Aku enggak ada bontot kak, cuma buku, pensil sama topi kak” 10.Aurel: “Bontotku mie goleng kak di masak mamak tadi”. (bontotku mie mie goreng kak di masak mamak tadi)
11.Nazran: “Aku ada loti”. (aku ada roti) 12.Jeri: “Aku mau nulis di papan tulis kak”
Peneliti: “ Menulis apa jeri?” 15. Jeri: “Aku mau nulis IBU kak”.
Sifa: “Aku juga mau gambal kak” (aku juga mau gambar kak)
Peneliti: “Menggambar apa sifa?”
16. Sifa: “Aku mau gambal bebek kak”. (aku mau gambar bebek kak)
50 17. Aurel: “Ada kulsi kak”. (ada kursi kak) 18. Frans: “ Ada meja sama bangku”.
19. Zikri: ” Ada bola kak”. 20. Nazran: “Ada sapu kak”.
21. Aurel: “Ada spidol kak”.
Peneliti: “Ada apa lagi adek-adek?” 22. Aurel: “Ada lemali kak”. (ada lemari kak)
23. Sifa: “Ada tas kak”. 24. Aurel: “Ada jendela kak”.
25. Jeri: “Ada poto presiden kak”.
26. Nazran: “Ada gambal bulung galuda kak”. (ada gambar burung garuda kak)
27. Frans: “Ada poto pahlawan” 28. Nazran: “Ada pintu kak”.
29. Jeri: “Ada mainan kak”
30. Aurel: “Ada lol kak”. (ada rol kak) 31. Nazran: “Ada lampu kak”.
51
Peneliti: “Kenapa kamu lari?”
32. Arlani: “Ada kodok”.
Peneliti: “Apa yang kamu bawa itu?”
33. Zakira: “Karet kak”.
Peneliti: “Mau kemana kalian?” 34. Oka: “Mau tangkap capung”.
Peneliti: “Kenapa kalian semua lari?” 35. Jeri: “Mau dilempar batu sama Nazran”.
36. Sifa: “Ke kamal mandi kak” (ke kamar mandi kak)
Peneliti: “Ada apa saja di kamar mandi Sifa?”
37. Sifa: “Ada embel, gayung kak”. (ada ember, gayung kak)
Peneliti: “Apa yang kamu pegang itu?” 38. Arlani: “Pita kak”.
Peneliti: “Untuk apa?”
39. Arlani: “Untuk di pakek dirambut kak”. (untuk dipakai dirambut) Peneliti: “Apa yang kamu tarik itu?”
52 40. Jeri: “Tali kak”
Peneliti: “Untuk apa itu?”
41. Jeri: “Untuk diikat di pohon”. Peneliti: “ Kamu lagi apa?”
42. Aurel: “Ambil bunga”.
43. Aurel: “Aku semalam dibeliin boneka belbi sama mamakku”. (aku semalam dibelikan boneka Barbie sama mamakku)
44. Zakira: “Kusuruh nanti mamakku belik berbi juga” 45. Arlani: “Aku juga ada boneka princes”
Aurel: “Pelinces apa?” (princes apa?)
46. Arlani: “ Perinces puteri salju sama ada rumah-rumahannya” 47. Aurel: ” Lumah-lumahan belbiku juga ada sama masak-masakanku
banyak dibeliin mamaku” (rumah-rumahan berbiku juga ada sama
masak-masakanku banyak dibelikan mamaku)
48. Trisan: “Pulang sekolah kita main mobil-mobilan ya” Oka: “Dimana?”
49. Trisan: “Di rumahku lah”
53
51. Trisan: “Mainanku banyak di lumah, ada mobil-mobilan, pesawat
terbang, motol tluk bawak pasil” (mainanku banyak di rumah,
ada mobil-mobilan, pesawat terbang, motor truk pasir) 52. Frans: “Sepedaku ada di rumah”
53. Nazran: “Aku juga ada sama keeta mamaku ada” (aku juga ada sama kreta mamaku ada)
Frans: “Kreta mamaku juga ada”
54. Sifa: “Iiii… kucing”
55. Zikri: “Belik bakso yok, sipa”
` Sifa: “Gak sukak bakso” Zikri: “Jadinya suka apa?”
56. Sifa: “Aku sukak pisang goleng” (aku suka pisang goreng)
b. Kata Benda Abstrak
57. Sifa: “Anginnya kencang kak semalam”
58. Arlani: “Tadi pagi udaranya segar kali”
B. Kata Kerja
Peneliti: “Apa yang sedang kalian lakukan?”
54 (60) Jeri: “Aku nulis”. (aku menulis)
(61) Sifa: “Aku gambal kak”. (aku menggambar kak)
(62) Nazran: “Aku beldili kak”. (aku berdiri kak) Peneliti: “Kamu sedang apa?”
(63) Frans: “Hapus papan tulis”. (menghapus papan tulis) Peneliti: “Kemana Oka?”
(64) Nazran: “Makan”.
Peneliti: “Apa yang kamu lakukan?” (65) Sifa: “Warnai bebek kak”.
Peneliti: “Kalian mau apa?” (66) Jeri: “Bernyanyi”.
(67) Nazran: “ Aku mau minum kak”.
(68) Frans: “Aku mau menari”. (69) Trisan: “Aku mau angkat kursi”.
(70) Aurel: “Bontotku mie goreng kak dimasak tadi mamak”. (71) Zakira: “Tidurlah”.
55 (72) Frans: ” Nangis dia kak”
Peneliti: “Apa yang dilakukan Zakira, Frans?”
(73) Frans: “Nyapu dia”
(74) Nazran: “Aku mau ambil mainan di lemari”.
Peneliti: “Dimana ayah dan ibumu, Frans?” (75) Frans: “Kerja kak”.
Peneliti: “Kerjanya apa?”
(76) Frans: “Mengajar guru” (77) Nazran: “Belik es yok disana”
(78) Frans: “Gak lah, nanti aku dimarahi sama mamakku” (79) Aurel:”Aku mau buat kapal laut”
(80) Zakira: “Pake apa?”
(81) Aurel: “Pake kertas”
(82) Zakira: “Aku mau gunting kertas lah” (aku mau menggunting kertas lah)
(83) Aurel: “Aku mau nempelkan kapal di dinding” (aku mau menempelkan kapal di dinding)
56 (85) Aurel: “Oka ganggui terus!”
(86) Oka: “Aku mau pinjam guntingnya”
C. Kata Keadaan
Peneliti: “Kamu tidak main-main ke luar, Ifa?”
(87) Sifa: “Gak kak panas”.
Peneliti: “Hari ini panas sekali ya?”
(88) Zikri: “Iya kak tapi semalam hujan”. (89) Sifa: “Semalam waktu hujan dingin kali”. (90) Zikri: “Sipa, aku punya masya cantik…”
Sifa: “Sapa yang belik?” Zikri: “Mamakku lah…”
Sifa: “Aku juga ada masya kok…. Cantik punyaku”
(91) Zikri: “Punyaku paling cantik…” Sifa: “Punyaku lah…”
(92) Zikri: “Terus kan kalo sore-sore aku mandikan dia makanya dia wangi” Sifa: “Aku juga lah nanti mandikan dia bial wangi juga”
57 (93) Sifa: “Itu mamakku yang baik…”
Zikri: “Mamakku juga baik kok cantik lagi…”
Sifa: “Aku pulang yaaa… besok kita main masya” Zikri: “Iyaaaa, dada….” (sambil melambaikan tangan)
Peneliti: “Kamu kenapa lani?”
(94) Arlani: “Kakiku sakit kak” (sambil memegang kakinya) Peneliti: “Gara-gara apa?”
Arlani: “Kenak duri semalam”
Peneliti: “Udah dikasih tahu sam bu guru?”
(95) Arlani: “Gak ah kak, takut…” Peneliti: “Takut kenapa?”
(96) Arlani: “Nanti dikasih obat, pedih…”
Peneliti: “Gak apa-apa lah biar cepat sembuh, nanti kita biar beli permen atau cokelat. Kamu mau yang mana?”
Arlani: “Aku mau dua-duanya kak”
Peneliti: “Terus nanti sampai di rumah minum obat lagi ya? Bar cepat sembuh dari sakit”
58 (97) Arlani: “Pahit kak obatnya nanti”
Peneliti: “Gak apa-apa lah, tapi mau cepat sembuh. Kalau gak gini aja
nanti suruh mama beli obatnya yang rasa sirup”
(98) Arlani: “Iya kak, sirup rasanya manis kayak rasa jeruk tapi ada
asemnya juga”
Peneliti: “Lani, nanti banyak makan juga ya rajin juga minum obatnya” Arlani: “Iya kak”
D. Kata Ganti
a. Kata Ganti Orang
(99) Jeri: “Aku mau nulis di papan tulis” Peneliti: “Apa yang kalian makan?” (100) Arlani: Kami makan kue kak”
(101) Sifa: “Kau jahat kali lah!”
(102) Aurel: “Dia mau lempar aku kak”.
(103) Sifa: “Mau kemana mereka?” (104) Oka: “Kalian ngapain?”
59 Oka: “Jeri sama Nazran dimana?” Aurel: “Mereka main-main di luar”
b. Kata Ganti Penunjuk
(106) Arlani: “Ini jajanku banyak dibelik semalam”
(107) Sifa: “Itu si Jeli lali sembunyi di kelas” (Itu si Jeri lari sembunyi di kelas) c. Kata Ganti Tempat
Trisan: “Dimana Jeri sembunyi, Oka?”
(108) Oka: “Disana dia sembunyi” (109) Jeri: “Baa…. Aku disini”
E. Kata Keterangan
Peneliti: “Kemana kalian semalam?”
(110) Arlani: “Semalam kami ke kebun binatang kak”.
Peneliti: “Apa saja yang kalian lakukan?”
(111) Arlani: “Main-main, lihat-lihat binatang” terus siap itu kami ke polonia
kak liat pesawat terbang” Peneliti: “Tahun berapa Aurel lahir?” (112) Aurel: “Tahun 2009”.
60
Peneliti: “Mama dan papanya tahun berapa?” Aurel: “Gak tau”
Peneliti: “Adiknya tahun berapa?”
Aurel: “Tahun berapa ya? Gak tau kak, adekku masih bayi”
F. Kata Bilangan
Peneliti: “Kemana kalian semalam?”
(113) Zakira: “Kami semua ke kebun binatang kak”.
Peneliti: “Apa saja yang kalian lihat disana?” (114) Zakira: “Banyak kak, ada burung, gajah, kuda”
Peneliti: “Ada apa lagi?”
Zakira: “Ada ular, buaya, harimau, monyetnya kan kak teriak-teriak di
kandangnya terus lompat-lompat”
Peneliti: “Kamu anak ke berapa, lani?” (115) Arlani: “Ke-2 kak”.
Peneliti: “Kalau Aurel anak ke berapa?” Aurel: “Anak ke-3 kak”
61 Aurel: “Ada empat kak”
Peneliti: “Kalau lani berapa bersaudara?”
Arlani: “Kami tiga bersaudara”
Peneliti: “Aurel duduk di bangku nomor berapa?”
(116) Aurel: “Aku duduk di bangku tiga”.
Peneliti: “Kalo kamu lani duduk di bangku nomor berapa?” Arlani: “Di bangku nomor dua kak”
Peneliti: “Bu guru sudah mengajari hitung angka kan?” Hayo… siapa yang bisa?”
(117) Arlani: “Aku bisa kak…. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh,
lapan, sembilan, sepuloh” (sambil menghitung menggunakan
jari-jarinya)
Aurel: “Aku juga bisa kakak…. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh,
lapan, sembilan, sepuluh” (sambil menghitung menggunakan
jari-jarinya)
62
G. Kata Sambung
Peneliti: “Mau kemana kalian?”
(118) Oka: “Aku dan Jeri mau main guli kak”. Peneliti: “Kamu lagi apa Nazran?”
(119) Nazran: “Aku mau gambar kak tapi aku enggak punya pinsil”.
Peneliti: “Ini pakai punya kakak, emang kamu mau menggambar apa?” Nazran: “Aku mau gambar bunda, ayah, aku, dan adek terus mau aku
kasih sama bunda”
Peneliti: Oh…
H. Kata Depan
Peneliti: “Mau kemana kamu, lani?” (120) Arlani: “Mau ke kamar mandi kak”.
Peneliti:”Kenapa Oka, Trisan?” (121) Trisan: “Dia berdiri di atas meja”.
Peneliti: “Kenapa?”
Trisan: “Nakal kali dia kak, nanti dia dihukum sama ibuk guru berdiri
63
(122) Zakira: “Jeri udah keluar dari kelas”. Peneliti: “Kemana jeri pergi kira?”
Zakira: “Gak tau kak, lari dia”
I. Kata Sandang
(123) Arlani: “Ibu, si Jeri gangguin aku terus”. Peneliti: “Kenapa kamu lani?”
Arlani: “Aku digangguin terus sama Jeri kak”
Peneliti: “Tadi waktu di kelas bu gurunya bercerita tentang apa?” Arlani: “Bu guru tadi cerita si kancil kak.
Peneliti: “Bagaimana ceritanya?” Arlani: “Seru kak”
J. Kata Seru
64
LAMPIRAN 2
1. Nama : Nazran Fahreza Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki Pekerjaan Orangtua : Karyawan
2. Nama : Jeri Laurensius Barus Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki Pekerjaan Orangtua : TNI-AD
3. Nama : Arlani Aqira Cahya Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Orangtua : TNI-AD
4. Nama : Sifa Nayla Siagian Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Orangtua : TNI-AD
65 5. Nama : Zakira Abinaya
Usia : 5 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Orangtua : TNI-AD
6. Nama : Oka Amar Zaki Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki Pekerjaan Orangtua : TNI-AD
7. Nama : Trisan Perma Setia Barus Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki Pekerjaan Orangtua : Perawat
8. Nama : Frans Hipasdul Pandiangan Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki Pekerjaan Orangtua : Guru
66
9. Nama : Zikri Tambunan Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Orangtua : Dosen
10.Nama : Aurel br Ginting Usia : 5 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Orangtua : Guru