BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Konfigurasi Pemimpin (Variabel Terikat)
4.4.3 Pemimpin Rasional Legal
Tabel 4.26 memperlihatkan tingkat kesetujuan terhadap pemimpin rasional legal dari 97 responden penelitian. Tingkat kesetujuan terhadap pemimpin rasional ini ditunjukkan dari mayoritas responden (87,8%) yang menjawab setuju terhadap 10 item pernyataan yang disediakan untuk indikator pemimpin rasional legal. Hal ini terlihat dari mayoritas responden yang setuju bahwa kepala desa maupun raja adat (raja parhata) harus memiliki pendidikan yang tinggi, minimal SMA dan sederajat.Selain itu, responden juga setuju bahwa seorang pemimpin harus memiliki pengalaman dan kinerja yang baik dalam kepemimpinan.Namun tingkat kesetujuan responden masih cukup rendah (58,8%) terhadap pernyataan bahwa raja adat (raja parhata) harus memiliki pendidikan yang tinggi. Hal ini dikarenakan pengetahuan
kepemimpinan tradisional seperti raja adat (raja parhata) tidak didapatkan dari pendidikan formal yang tinggi, melainkan dari pengalaman yang didapatkan dari kehidupan sehari-hari serta keinginan dan kemampuan seseorang untuk mempelajari adat istiadat yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.
Mayoritas responden juga setuju jika masalah politik, masalah pemerintahan, keagamaan, sosial budaya dan masalah ekonomi sebaiknya diselesaikan oleh kepala desa/camat dan pemimpin rasional legal lainnya. Selain itu, sebanyak 100%
responden lebih mengakui kepala desa/camat dan pemimpin rasional legal lainnya sebagai pemimpin dalam kehidupan sehari-hari di tempat mereka tinggal. Hal ini menandakan bahwa respondensudah cukup rasional dalam memilih pemimpin, dimana mereka lebih mengharapkan pemimpin rasional (legal) dalam mengatasi setiap masalah yang ada dalam masyarakat.
Tabel 4.26
Distribusi Penilaian Responden Tentang Pemimpin Rasional Legal
No. Pernyataan Setuju
Tidak
Setuju Total 1 Kepala desa harus memiliki pendidikan yang tinggi
(minimal SMA dan sederajat).
90
2 Kepala desa harus memiliki pengalaman dan kinerja yang baik dalam kepemimpinan.
94
3 Raja adat (raja parhata) harus memiliki pendidikan yang tinggi (minimal SMA dan sederajat).
57
4 Raja adat (raja parhata) harus memiliki pengalaman dan kinerja yang baik dalam kepemimpinan.
92
5 Masalah yang terkait dengan politik sebaiknya diselesaikan oleh Parpol/DPRD.
83
6 Masalah yang terkait dengan pemerintahan sebaiknya 93 4 97
diselesaikan oleh Kepala desa/Camat. 95,9% 4,1% 100%
7 Masalah yang terkait dengan keagamaan sebaiknya diselesaikan oleh Kepala desa/Camat.
70
8 Masalah yang terkait dengan sosial budaya sebaiknya diselesaikan oleh Kepala desa/Camat.
85
9 Masalah yang terkait dengan ekonomi sebaiknya diselesaikan oleh Kepala desa/Camat.
91
10 Saya lebih mengakui Kepala desa/Camat dan pemimpin rasional legal lainnya sebagai pemimpin dalam
kehidupan sehari-hari di tempat saya tinggal.
97
Total/Pernyataan 87,8% 12,2% 100%
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa konfigurasi pemimpin pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen sudah mencapai 65,8%. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data secara deskriptif dimana mayoritas responden lebih setuju terhadap terhadap ke-3 indikator konfigurasi pemimpin, yaitu; pemimpin kharismatik (57,7%), pemimpin tradisional (52%), dan pemimpin rasional legal (87,8%).Sedangkan yang tidak setuju terhadap pemimpin kharismatik adalah sebanyak 42,3%, pemimpin tradisional 48%, dan pemimpin rasional legal sebanyak 12,2%. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin rasional legal lebih diinginkan masyarakat Batak Toba, kemudian diikuti dengan pemimpin kharismatik, dan yang terakhir adalah pemimpin trasisional. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 4.27
Distribusi Penilaian Responden TentangKonfigurasi Pemimpin
No Indikator Setuju
Tidak
Setuju Total
1 Pemimpin Kharismatik 57,7% 42,3% 100%
2 Pemimpin Tradisional 52% 48% 100%
3 Pemimpin Rasional Legal 87,8% 12,2% 100%
Total/Indikator 65,8% 34,2% 100%
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
Gambar 4.3
Diagram Persentase Konfigurasi Pemimpin
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
Salah satu jawaban responden yang menyatakan setuju dengan adanya pemimpin kharismatik adalah tanggapan responden yang mayoritas setuju (63,9%) terhadap pernyataan: “Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan istimewa (supernatural) yang dibawa sejak lahir atau karena adanya sahala”. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang setuju dengan adanya
Pemimpin Kharismatis
29%
Pemimpin Tradisional
26%
Pemimpin Rasional Legal
45%
Konfigurasi Pemimpin
pemimpin kharismatik. Gambaran lainnya diperlihatkan oleh jawaban responden yang mayoritas setuju (79,4%) terhadap pernyataan: “Kepala desa harus memiliki kharisma kepemimpinan atau daya tarik yang sangat besar”. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat lebih setuju memilih kepala desa yang memiliki daya tarik dan kharisma kepemimpinan dalam diri pemimpin tersebut. Selain itu, kesetujuan masyarakat terhadap pemimpin kharismatis terlihat dari jawaban responden yang mayoritas setuju (100%) terhadap pernyataan: “Raja adat (raja parhata) harus memiliki kharisma kepemimpinan atau daya tarik yang sangat besar”. Hal ini juga membuktikan bahwa masyarakat lebih setuju memilih raja adat (raja parhata) yang memiliki daya tarik dan kharisma kepemimpinan.
Lain halnya dengan pemimpin tradisional, mayoritas responden tidak setuju (36%) dengan pernyataan: “Pemimpin adalah orang yang memahami dan bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan tradisional serta terpilih secara turun-temurun”.
Hal ini membuktikan bahwa pemimpin yang dibutuhkan sekarang ini bukanlah pemimpin yang hanya memahami dan bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan tradisional, melainkan pemimpin yang memiliki pemahaman yang luas dan tidak hanya terpaku terhadap ketentuan tradisonal untuk membangun daerahnya.
Mayoritas responden juga tidak setuju (16,5%) dengan pernyataan: “Kepala desa harus orang yang dihormati serta dituakan”. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat tidak membutuhkan kepala desa yang terpilih karena orang yang dihormati serta dituakan, melainkan seseorang yang memiliki kemampuan memimpin yang baik.
Sebaliknya, mayoritas responden setuju (83,5%) dengan pernyataan: “Raja adat (raja parhata) dan pemimpin tradisional lainnya harus orang yang dihormati serta dituakan”. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat dapat membedakan pemimpin tradisional dengan pemimpin rasional. Masyarakat menginginkan raja adat (raja
parhata) dan pemimpin tradisional yang memahami dan bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan tradisional, serta yang dihormati dan dituakan.
Berbeda dengan pemimpin kharismatik dan pemimpin tradisional yang masih cukup rendah tingkat kesetujuan responden terhadap kedua tipe pemimpin tersebut, mayoritas responden penelitian (87,8%) setuju dengan pemimpin rasional (legal).
Hal ini terlihat dari mayoritas responden yang setuju (100%) dengan pernyataan:
“Saya lebih mengakui kepala desa/camat dan pemimpin rasional legal lainnya sebagai pemimpin dalam kehidupan sehari-hari di tempat saya tinggal”. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin rasional legal sangat dibutuhkan serta diinginkan masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen daripada tipe pemimpin lainnya dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada dalam masyarakat, baik itu masalah politik, pemerintahan, sosial budaya, keagamaan, maupun masalah ekonomi.
4.5 Analisa Data