MEKANISME PERLINDUNGAN
PEMISAHAN KATEGORI TAHANAN
Standard
“2 (a) Tersangka harus ditempatkan dalam kondisi yang dikecualikan, dipisahkan dari para terpidana, dan tunduk pada perlakuan yang terpisah sesuai dengan status mereka yang bukan narapidana;
(b) Tersangka anak-anak/remaja harus dipisahkan dari or-ang dewasa dan secepat mungkin dibawa ke pengadilan.” ICCPR, Pasal 10.2.
“Pasal 10 paragraf 2 (a) menetapkan adanya pemisahan, penempatan dalam kondisi yang berbeda, bagi orang yang disangka dari orang yang terpidana. Pemisahan itu diperlukan untuk menekankan status mereka yang bukan narapidana, yang pada saat yang sama menikmati hak untuk dianggap tidak bersalah seperti diatur dalam pasal 14 paragraf 2.” GC 21, Paragraf 9.
“Kategori narapidana yang berbeda harus ditampung di dalam institusi yang berbeda, atau bagian dari institusi dengan mempertimbangkan jenis kelamin, usia, catatan kejahatan mereka, alasan penahanan mereka dan kebutuhan akan cara memperlakukan mereka. Dengan demikian,
(a) Laki-laki dan perempuan harus sejauh mungkin ditahan di tempat yang berbeda; dalam satu institusi yang menerima baik laki-laki dan perempuan, seluruh bangunan yang disediakan untuk perempuan harus sepenuhnya dipisahkan;
(b) Orang yang belum diadili harus ditempatkan terpisah dari orang yang telah dijatuhi pidana;
(c) Orang yang dipenjara karena hutang dan tahanan kasus perdata harus ditempatkan terpisah dari orang uang dipenjara karena pelanggaran pidana;
129
Mekanisme Perlindungan/
(d) Tahanan muda harus ditempatkan terpisah dari yang dewasa.” SMR Aturan 8.
“1. Dalam penempatan tahanan ke lembaga atau sistem yang berbeda, penilaian yang baik harus dilakukan atas kondisi yuridis dan hukum mereka (tahanan yang belum diadili atau yang sudah dijatuhi pidana, pelanggar pertama atau residivis, hukuman pendek atau panjang), kebutuhan khusus dari cara memperlakukan mereka, kebutuhan medis mereka, jenis kelamin dan usia.
2. Laki-laki dan perempuan pada prinsipnya harus ditahan terpisah, meskipun mereka mungkin bersama-sama mengambil bagian dalam aktivitas yang terorganisir, sebag bagian dari pro-gram pemulihan yang ditetapkan.
3. Pada dasarnya tahanan yang belum diadili harus ditahan terpisah dari tahanan yang telah dijatuhi pidana, kecuali mereka setuju untuk ditempatkan atau bersama-sama terlibat dalam aktivtis terorganisir yang bermanfaat bagi mereka.
4. Tahanan muda harus ditahan di bawah kondisi yang sejauh mungkin melindungi mereka dari pengaruh buruk dan yang mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang spesifik untuk usia mereka.” EPR, Aturan 11.
“Sesuatu yang prinsip, perempuan yang kehilangan kebebasannya harus ditahan di tempat yang secara fisik terpisah dari yang ditempati oleh laki-laki yang ditahan dilembaga yang sama. Hal ini menunjukkan, beberapa negara telah mulai mengatur untuk pasangan (keduanya kehilangan kebebasannya) untuk ditempatkan bersama, dan/atau pada tingkat tertentu gabungan dari jenis kelamin yang berbeda di penjara. CPT menyambut pengaturan progesif seperti itu, mengingat bahwa tahanan yang terlibat setuju untuk mengambil bagian dan dipilih dengan hati-hati, dan diawasi dengan baik.” CPT, GR10, §24.
Lihat juga; SMR Aturan 85; EPR Aturan 12 dan 13 dan ACPR, B-1-b) dan IDRCPDL, Pasal 16.
Anak-anak
“Berdasar pasal 10 paragraf 3, narapidana anak-anak/remaja harus dipisahkan dari orang dewasa dan diberikan perlakuan yang sesuai dengan usia mereka dan status hukum mereka sepanjang menyangkut kondisi tempat penahanan. GC 20 paragraf 13.
“Di seluruh fasilitas penahanan narpidana anak-anak/remaja harus dipisahkan dari orang dewasa, kecuali mereka merupakan anggota dari keluarga yang sama. Di bawah kondisi yang terkontrol, narapidana anak-anak/remaja dapat dibawa bersama dengan or-ang dewasa yor-ang dipilih dengan hati-hati, sebagai bagian dari suatu program khusus yang telah terbukti berguna bagi narapidana anak-anak/remaja yang bersangkutan.” RPJDL, Aturan 29.
Komentar
Prinsip yang mengatur pemisahan tahanan merupakan sebuah perlindungan, juga pengakuan akan adanya kebutuhan khusus atau status dari kategori yang berbeda. Tahanan tidak boleh dipisahkan dengan alasan-alasan yang tidak diatur dalam prinsip ini.
Tahanan pada umumnya dipisahkan menurut:
jenis kelamin dan usia; laki-laki dari perempuan dan anak anak dari orang dewasa
status yuridis dan status hukumnya: tersangka atau dipidana Mekanisme kunjungan harus memeriksa kondisi penjara dari sudut pandang perlindungan dan kebutuhan khusus. Pemisahan harus didasarkan pada penilaian objektif mengenai risiko bagi tahanan. Tahanan harus memiliki kesempatan untuk meminta pemisahan di mana terdapat masalah perlindungan yang nyata. Beberapa tahanan mungkin butuh dipisahkan karena ancaman yang spesifik terhadap keselamatan mereka dari tahanan yang lain, misalnya karena alasan asal usul etnis, kepercayaan agama, orientasi seksual. Mekanisme harus berhati-hati karena pemisahan dapat memberikan dampak yang merugikan bagi kategori tahanan yang berbeda. Misalnya, karena perempuan dan narapidana
remaja/anak-131
Mekanisme Perlindungan/
anak membentuk satu minoritas dalam seluruh populasi narapidana, menyediakan mereka fasilitas terpisah terkadang mengakibatkan kehilangan kontak dengan keluarga dan kawan-kawannya. Narapidan yang menunggu waktu persidangan sering, meskipun status hukum mereka diasumsikan tidak bersalah, ditahan di tempat yang buruk, dan dengan akses yang lebih sedikit terhadap dunia luar dibandingkan dengan merea yang telah dijatuhi pidana.
Tidak ada pembenaran medis untuk memisahkan tahanan hanya atas dasar mereka memiliki HIV-positif.
Mekanisme kunjungan harus mempertimbangkan apakah kebutuhan khusus tahanan yang cacat dan berusia lanjut dipenuhi dengan menahan mereka di tempat penahanan yang sama seperti mayoritas mereka yang sehat dari populasi penjara itu.
Mekanisme seharusnya tidak melupakan perlindungan para tahanan sepanjang pemindahan.
Orang di bawah umur yang menderita pengurangan kebebasan harus ditahan di dalam struktur dan kondis yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Acuan pokok
Apakah anak di bawah umur secara efektif dipisahkan dari narapidana dewasa sepanjang waktu setiap harinya?
Di dalam tempat penahanan di mana kategori-kategori yang berbeda ditahan:
Apakah perempuan secara efektif dipisahkan dari tahanan pria 24 jam per hari?
Apakah mereka di bawah tanggung jawab sebagian besar staf perempuan?
Apakah sekelompok tahanan yang dapat dikualifikasikan sebagai kelompok rentan diberikan tempat yang terpisah ketika terdapat
alasan yang nyata akan adanya kekhawatiran akan keamanannya?
Di manakah bangunan tempat penahanan komunal?
Siapakah yang menentukan tempat tersebut dan atas dasar apa? Dapatkah tahanan meminta perubahan tempat?
Apabila bias, atas dasar apa?
Bagaimana staff mencegah dan menghadapi risiko-risiko kekerasan, khususnya kekerasan seksual, yang dilakukan sesame tahanan yang berjenis kelamin sama?
Apakah terdapat bukti-bukti bahwa kelompok minoritas dipisahkan berdasarkan alasan lain selain atas dasar alasan keamanan yang nyata?
Bacaan lanjutan
PRI, Making standards work, London 2001, (Bagian II Due Process and complaints, hlm. 29-54; bagian VIII, Inspeksi, hlm. 167-174) UN HCHR, Human Rights and Prisons, Geneva, 2003, (Bagian 5 Making
prison safe place, hlm. 72-75)
Andrew Coyle, A Human Rights Approach to Prison Management, 2003, (Bab 6: Diciplinary procedures and punishments, hlm. 75-82; Bab 9 Requests and complaints pp 105-110, Chapter 10; Inspec-tion procedures, hlm. 111-116)
AI, Combating torture, London 2003, (Chapter 5 Condition of deten-tion, hlm. 133; 139-143)
133
Mekanisme Perlindungan/