• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

3.3. Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem merupakan gambar sebuah sistem yang mewakili kenyataan atau kenyataan yang diinginkan. Model-model sistem memfasilitasi komunikasi yang diperbaiki diantara para pengguna sistem, analis sistem, desainer sistem dan pembangun sistem.

Analisis berorientasi objek (OOA) dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sistem dan persyaratan fungsionalnya. Dengan kata lain, OOA mengharuskan kita mengidentifikasi objek, atribut data objek, atribut data objek, behavior yang diasosiasikan, dan hubungan, yang mendukung fungsionalitas sistem yang dibutuhkan.

Unified Modelling Language (UML) sekumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem perangkat lunak dalam kaitannya dengan objek (Jeffery L. Whitten, at all, 2004).

Ada tiga kegiatan umum dalam melakukan analisis berorientasi objek : 1. Memodelkan fungsi sistem

2. Menemukan dan mengidetifikasi objek bisnis

3. Mengorganisir objek dan mengidentfikasi hubungan objek.

3.3.1 Use case

Use case adalah sebuah skenario atau peristiwa bisnis dimana sistem harus memberikan suatu respons yang ditentukan. Use case mencakup analisis berorientasi objek; akan tetapi, penggunaannya menjadi hal umum di banyak metodologi untuk analisis dan desain sistem.

Satu Pendekatan yang lebih popular dan berhasil untuk penulusuran dan pengidentifikasian kejadian dan respons adalah teknik yang disebut usecase, yang dikembangkan oleh Dr. Ivar Jacobson. Teknik ini berakar pada analisis berorientasi objek, tetapi sangat mudah diadaptasikan dengan analisis terstruktur dan pendiagraman aliran data. Analisis usecase adalah proses pengidentifikasian dan pemodelan kejadian bisnis, siapa yang menginisiasi, dan bagaimana sistem meresponnya (Jeffery L. Whitten, at all, 2004).

Gambar 3.2 menjelaskan tentang diagram yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis menggambarkan siapa yang akan menggunakan sistem dan dengan cara apa pengguna mengharapkan untuk berinteraksi dengan sistem.

Gambar 3.2 Use Case Diagram

3.3.2 Activity diagram

Activity diagram adalah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah usecase atau logika behaviour (metode). Diagram ini berbeda dengan flowchart dimana diagram ini menyediakan sebuah mekanisme untuk menggambarkan kegiatan yang tampak secara paralel (Jeffery L. Whitten, at all, 2004).

Gambar 3.3 Diagram Aktivitas AHP

Gambar 3.3 adalah diagram aktivitas dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process(AHP). Diagram ini serupa dengan flowchart dimana secara grafis diagram ini menggambarkan aliran sekuensial dari kegiatan. Kegiatan yang dilakukan pengguna setelah login yaitu memasukkan nilai alternatif dan kriteria mobil SUV, kemudian mengakses button algoritma AHP dan memperoleh output ranking mobil SUV terbaik.

Gambar 3.4 Diagram Aktivitas PROMETHEE

Gambar 3.4 adalah diagram aktivitas Preference Ranking Organization for Enrichment Evaluation (PROMETHEE), dimana kegiatan yang tampak yaitu dimulai dengan memasukkan alternatif dan nilai setiap kriteria alternatif serta dominasi kriteria dan tipe preferensi. Akses button PROMETHEE algoritma di pilih disalah satu menu kemudian menghitung nilai threshold dan didapat ranking mobil SUV terbaik.

3.3.3 Sequence Diagram

Sequence diagram adalah diagram UML yang memodelkan logika sebuah usecase dengan cara menggambarkan interaksi pesan diantara objek-objek dalam rangkaian waktu. Berikut merupakan sequence diagram sistem dengan metode yang digunakan.

Gambar 3.5 Sequence diagram AHP

Ranking Mobil SUV

Hitung Matriks Prioritas Global Normalisasi Sub Kriteria Berpasangan

Input Nilai Matriks Berpasangan sub Kriteria Hitung Matriks Prioritas Input Nilai Matriks Berpasangan set Pribadi Input Nilai Matriks Berpasangan Umum

Normalisasi Matriks Berpasangan Hitung Matriks Prioritas Normalisasi Matriks Berpasangan Input Nilai Matriks Berpasangan K.R

Nilai CR Matriks Kriteria Konsisten Nilai CR Matris Kriteria Tidak Konsisten

Input Nilai Matriks Berpasangan Input Nilai Matriks Berpasangan

User Matriks Kriteria Matriks Aternative

Hitung Matriks Prioritas0

Nilai CR Konsistend

Hitung Matriks Prioritas Hitung Matriks Prioritasp

Nilai CR Konsisten

Normalisasi Matriks Berpasangan

Nilai CR Konsisten0

Hitung Matriks Prioritas Nilai CR Konsisten

Matriks Prioritas Global

Gambar 3.6 Sequence diagram PROMETHEE

3.3.4 Diagram Alir (Flowchart)

Flowchart adalah bagan-bagan yang menpunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah, flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.(Al-Bahra, 2005)

Hitung Nilai H (d)

Input Nilai Preferensi Tiap Alternatif

Ranking Mobil SUV

Hitung Nilai Entering Flow Hitung Nilai Net Flow Rangkum Nilai H (d) dalam Tabel Input Nilai P dan Q

Bagi Kriteria Menjadi Sub Kriteria

User Promethee Tahap 1 Promethee Tahap 2

Tentukan Tipe Preferensi

Hitung Nilai Leaving Flow

Gambar 3.7 Flowchart Sistem dengan Metode AHP tidak

ya

ya

tidak Input Matriks Nilai

Kriteria berpasangan

Menyusun Hirarki

Membuat Matriks Perbandingan Berpasangan

Konsisten nilai matriks

Mulai

Selesai

Menghitung nilai eigen

Hitung vector eigen tiap matriks perbandingan berpasangan

Konsisten hirarki

<10%

Mobil SUV Seluruh tingkat hierarki

diproses

Gambar 3.7 menjelaskan tentang alur proses sistem dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Bagan diatas memperlihatkan urutan proses dalam sistem dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis penyimpanan dalam proses pengolahan data.

Gambar 3.8 Flowchart Sistem dengan metode PROMETHEE

Gambar 3.8 menjelaskan tentang arus proses sistem dengan Preference Ranking Organization for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Dari gambar diatas dapat dilihat urutan proses dalam sistem mulai dari input hingga output dari sistem.

Mulai

Selesai

Menentukan Alternatif, Kriteria, Tipe Preferensi,

Nilai Parameter

Proses preferensi

Perhitungan Entering flow, Leaving flow, Net flow

Hasil perangkingan mobil jenis SUV

Perhitungan Berpasangan Berdasarkan Tipe Preferensi yang Digunakan

3.4. PerancanganAntaramuka(Interface)

Tahapan perancangan (design) memiliki tujuan untuk mendesign sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dari pemilihan akternatif sistem yang terbaik.Sistem ini dirancang dengan tampilan awal yang mengharuskan login terlebih dahulu.

3.4.1 Form Login

Halamaninimerupakantampilanawal yang akanditerimauserketikamembukasistem.

Padahalamanini, userdiarahkanuntukmelakukanlogin.

Gambar 3.9 TampilanRancangan Form Login

3.4.2 HalamanUtama

Padahalamanini, terdapatbeberapa menu untukmelakukaninput data danperhitunganuntukmasing-masingmetode.

Gambar 3.10 TampilanRancanganHalamanUtama username

password login

Header

Header

Input kriteria Input alternatif Metode AHP Metode PROMETHEE

Keterangan:

1. Input Kriteriaadalah menu yang akandigunakanuseruntukmenginputkriteria yang akandigunakan.

2. Input Alternatifadalah menu yang akandigunakanuseruntukmenginputalternatif yang akandigunakan.

3. Metode AHP adalah menu untukmelakukanperhitungandenganmetode AHP.

4. Metode PROMETHEE adalah menu untukmelakukanperhitungandenganmetode PROMETHEE.

3.4.3 Menu Input Kriteria

Padahalamanini, user akanmenginput data kriteriaapasaja yang akandigunakandalampemilihanmobil.

Gambar 3.11 Rancangan Menu Input Kriteria

Keterangan:

1. Namakriteriamerupakankolomdimanauser menginputkriteria yang akandigunakan.

2. Bobotkriteriamerupakankolomdimanausermenginputnilaibobotkriteria.

3. Tomboladdmerupakantomboluntukmenambahkankriteriadanbobotkriteriakedal amtabel.

4. Tombol clear digunakanuntukmenghapuscolomnamakriteriadanbobotkriteria.

3.4.4 Menu Input Alternatif

Halamaninidigunakanuseruntukmenginputalternatifapasaja yang akandigunakandalampemilihanmobil.

Header

Namakriteria

Bobotkriteria

add clear

Header

Gambar 3.12 Rancangan Menu Input Alternatif

Keterangan:

1. Namaalternatifmerupakankolomtempatusermenginputalternatif yang akandigunakan

2. Tomboladdmerupakantomboluntukmenambahkanalternatifkedalamtabel.

3. Tombolcleardigunakanuntukmenghapuscolomnamaalternatif.

Namaalternatif

add clear

BAB 4

Dokumen terkait