HASIL DAN PEMBAHASAN
E. Penampilan Nipis F. Pembentukan akar Nipis
Panjang Akar
Pengamatan panjang akar pada penelitian ini dilakukan setiap minggu. Akar yang sejak awal diamati diberikan tanda, karena akar tersebut yang akan diamati hingga 8 MSK. Pertumbuhan akar belum dapat diamati pada 0 - 1 MSK.
Tabel 13 menujukkan penambahan PEG dan perbedaan varietas terhadap pertumbuhan panjang akar pada 2 – 8 MSK memperlihatkan pengaruh yang sangat nyata. Interaksi kedua faktor dijumpai pada minggu ke 2, 3, 5 dan 6 MSK, namun interaksi sangat nyata hanya ditunjukkan pada 2 MSK.
A B
C D
22
Tabel 13 Hasil analisis ragam pengaruh penambahan PEG dan varietas terhadap rataan panjang akar tanaman jeruk
Pengamatan (MSK)
Media PEG Varietas Interaksi media
PEG dan varietas
KK (%) 1 - - - 0 2 ** ** ** 1.96 3 ** ** * 3.96 4 ** ** tn 5.05 5 ** ** * 6.81 6 ** ** * 9.14 7 ** ** tn 11.58 8 ** ** tn 15.65
Keterangan : **) berpengaruh sangat nyata p≤0.01 ; *) berpengaruh nyata p≤0.05 ; tn=tidak nyata;
KK= Koefisien keragaman; data ditransformasi (x+3)1/2 sebelum diolah menggunakan SAS
Tabel 14 menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi PEG dalam media berbanding terbalik terhadap rataan panjang akar tanaman jeruk 2-8 MSK. Rataan panjang akar pada 2-8 MSK tertinggi ditunjukkan pada perlakuan tanpa penambahan PEG (P1), karena pada perlakuan ini tanaman tidak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Perlakuan 2% PEG berbeda nyata terhadap kontrol (tanpa PEG) pada 2-8 MSK. Penambahan 4% PEG dalam media juga tidak menunjukkan respon panjang akar yang berbeda nyata dengan penambahan 2% PEG. Penambahan PEG 6% menunjukkan respon panjang akar yang berbeda nyata dengan 4 % PEG pada 2, 5, 6 dan 7 MSK. Meskipun secara statistik perbedaan konsentrasi 2, 4, dan 6% PEG tidak berbeda nyata terhadap kontrol namun angka pada Tabel 14 menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi PEG mengakibatkan penurunan rataan panjang akar tanaman jeruk. Hambatan pertumbuhan akar diduga terjadi akibat kurangnya nutrisi pertumbuhan yang mampu diserap dari media akibat penambahan PEG. PEG merupakan penghambat penyerapan air dan zat makanan akibat penurunan potensial air (Suwirmen 2011).
Tabel 14 Pengaruh media terhadap rataan panjang akar tanaman jeruk (cm)
Keterangan : Rataan yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada DMRT 5% P1 : 0 g/l PEG setara 0% (0 bar) P2 : 20 g/l PEG setara 2% (-0.12 bar) P3 : 40 g/l PEG setara 4% (-0.32 bar) P4 : 60 g/l PEG setara 6% (-0.59 bar)
Tabel 15 menunjukkan pengaruh varietas terhadap pertumbuhan panjang akar tanaman jeruk. Pada minggu awal pengamatan (2-3 MSK) rataan panjang akar tanaman jeruk tertinggi ditunjukkan oleh varietas Rough Lemon yaitu 0.18 cm dan 0.40 cm. Rataan panjang akar Rough Lemon berbeda nyata dengan Kunci-10 dan Nipis, akan tetapi varietas Kunci-10 tidak berbeda nyata dengan varietas Nipis.
Media perlakuan
Pengamatan (MSK)
2 3 4 5 6 7 8
PEG 0% (P1) 0.24a 0.40a 0.63a 0.83a 1.28a 1.82a 2.50a
PEG 2% (P2) 0.07bc 0.22b 0.35b 0.48b 0.64b 0.83bc 1.09b
PEG 4% (P3) 0.08b 0.21bc 0.35bc 0.51b 0.76b 1.01b 1.26b
23
Tabel 15 Pengaruh varietas terhadap rataan panjang akar tanaman jeruk (cm)
Keterangan : Rataan yang diikuti huruf sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada DMRT 5%,
Rataan panjang akar tertinggi masih ditunjukkan oleh varietas Rough Lemon yaitu sebesar 0.65 cm pada minggu ke-4 pengamatan. Panjang akar Rough Lemon berbeda nyata terhadap varietas Kunci-10 dan Nipis. Varietas Nipis menunjukkan rataan panjang akar yang berbeda nyata terhadap Kunci-10, Nipis memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan dengan Kunci-10.
Kondisi yang sama terjadi pada 5-7 MSK. Rataan panjang akar Rough Lemon berbeda nyata dengan rataan panjang akar varietas Kunci-10 dan varietas Nipis. Rough Lemon memiliki akar yang lebih panjang dibanding Nipis. Varietas yang memiliki rataan panjang akar terkecil adalah Kunci-10.
Rataan panjang akar Rough Lemon sebesar 1.97 cm dan Nipis 1.66 cm pada miggu ke-8 pengamatan. Kedua varietas memiliki rataan panjang akar yang tidak berbeda nyata meskipun secara agronomi varietas Rough Lemon memiliki rata-rata akar yang lebih panjang jika dibandingkan dengan Nipis. Dari ketiga varietas yang diuji, Kunci-10 cenderung memiliki rataan panjang akar paling kecil.
Tabel 16 menunjukkan pada minggu ke-2 pengamatan varietas Rough Lemon menunjukkan pertumbuhan akar lebih cepat dibanding dua varietas lainnya. Rataan panjang akar varietas Rough Lemon pada perlakuan 0% PEG sebesar 0.48cm, Kunci-10 sebesar 0.1 cm dan Nipis 0.14 cm. Namun demikian varietas Rough Lemon menunjukkan penurunan rataan panjang akar yang berbeda nyata dibanding dua varietas lain akibat perlakuan PEG. Pada minggu yang sama varietas Kunci-10 dan Nipis cenderung menunjukkan pertumbuhan akar yang lebih lambat meskipun keduanya tidak berbeda nyata. Varietas Kunci-10 dan Nipis cenderung memiliki pertumbuhan akar lebih stabil pada kondisi cekaman dilihat dari besarnya penurunan.
Kondisi yang tidak berbeda nyata juga ditunjukkan pada 3, 4, 5, dan 6 MSK. Respon kestabilan ditunjukkan oleh varietas Kunci-10. Varietas ini memiliki pertumbuhan akar relatif lambat, namun demikian varietas ini lebih menampakkan respon pertumbuhan akar yang stabil seiring peningkatan cekaman.
Pemilihan varietas batang bawah yang akan digunakan bergantung pada kondisi lingkungan atau areal pertanaman. Pada daerah-daerah gambut atau pasang surut yang memiliki air tanah dangkal membutuhkan batang bawah dengan sistem perakaran tidak terlalu dalam. Sementara varietas yang memiliki sistem perakaran dalam lebih sesuai digunakan pada daerah dengan air sebagai faktor pembatas, karena penetrasi akar yang panjang dan dalam diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jeruk hingga masa produksi.
Pertumbuhan rataan panjang akar terpanjang ditunjukkan oleh varietas Rough Lemon hingga minggu ke-6. Namun demikian varietas Rough Lemon cenderung menunjukkan respon yang tidak stabil jika dibandingkan dengan
Varietas Pengamatan (MSK)
2 3 4 5 6 7 8
Rough Lemon 0.18a 0.40a 0.65a 0.91a 1.24a 1.55a 1.97a
Kunci-10 0.04b 0.11b 0.18c 0.21c 0.28c 0.48c 0.74b
24
varietas Kunci-10 dan Nipis yang menghasilkan akar lebih pendek tetapi lebih stabil terhadap kondisi cekaman.
Tabel 16 Interaksi penambahan PEG dan varietas terhadap rataan panjang akar tanaman jeruk batang bawah (cm)
Keterangan : Rataan yang diikuti huruf sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada DMRT 5% ; P1 : 0 g/l PEG setara 0% (0 bar) P2 : 20 g/l PEG setara 2% (-0.12 bar) P3 : 40 g/l PEG setara 4% (-0.32 bar) P4 : 60 g/l PEG setara 6% (-0.59 bar)
Perubahan potensi air ≥-0.1 MPa belum mempengaruhi aktivitas enzim tanaman, namun dapat menjadi pemicu bagi mekanisme fisiologi lainnya yang lebih mudah untuk diamati,misalnya turgiditas sel. Cekaman air mengakibatkan penurunan tekanan turgor sel yang mengakibatkan penurunan pertumbuhan. Hasil penelitian sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu, cekaman air mengakibatkan penurunan panjang akar kedelai (Widoretno 2002), panjang akar batang bawah jeruk (Bhusal et al. 2002), panjang akar kacang tanah (Rahayu et al.
2005), panjang akar andalas (Suwirmen 2011), rata-rata panjang akar Pelargonium
(Hassanein 2010), dan panjang akar jeruk Volkameriana (Haghighatnia et al. 2011).