III. PROSES PRODUKSI
1. Penanaman
P
P
P
Proses Produksiroses Produksiroses Produksiroses Produksi
B
B
B
Bab 3
P
PP
Proses PPPProduksi
Standar Operasional Prosedur Penanaman Nomor: SOP Dendrobium Tanggal Dibuat ... Revisi ... Tanggal ... Disahkan ...3.1. Penanaman
Tujuan :Untuk menumbuhkan bibit pada media tanam.
Ruang Lingkup Kegiatan :
Menyeleksi tanaman sesuai besar tanaman, menanam ke dalam pot/kompot.
Acuan/Referensi:
Studi pustaka, hasil penelitian dan pengalaman petani
Dendrobium.
Standar Penanaman :
1. Standar Penanaman Community pot/Compot:
1) Bibit yang dikeluarkan dari botol, benar-benar sehat dan siap tanam.
tinggi bibit, kesuburan dan varietas bibit yang akan ditanam dalam satu pot.
3) Media tanam dipastikan baik, bersih/steril dan siap untuk penanaman.
4) Bibit yang ditanam, hanya pada bagian akar saja dan dipastikan tidak mudah bergerak/bergeser.
5) Pelabelan varitas tanaman, tanggal tanam pada pot menggunakan spidol tahan air.
6) Penempatan compot pada rak khusus kompot dengan naungan paranet 70 – 80 %, kelembaban lebih tinggi, penyinaran hari panjang dan terlindung dari air hujan langsung.
7) Penyiraman pagi dan sore hari dengan butiran air lembut, tidak terlalu basah berlebihan.
8) Satu minggu setelah tanam diberikan vitamin B1 dengan dosis ½ dari anjuran yang tertera pada label. 9) Pemupukan dilakukan satu bulan setelah tanam.
Pemupukan dilakukan seminggu 2 kali, menggunakan larutan pupuk NPK (N tinggi) lengkap dengan unsur
mikro ½ dosis yang dianjurkan dalam label atau sekitar 1 gram/1 liter air bersih.
10) Menghindari serangan jamur, pemberian fungisida diperlukan terutama bila musim hujan tiba atau kelembaban terlalu tinggi. Fungisida diberikan ½ dosis
dari anjuran yang tertera pada label.
11) Bila diperlukan, lakukan penyemprotan insektisida sesuai dosis.
12) Bila terdapat bibit yang rusak, segera diambil dengan pinset dan musnahkan dengan cara dibakar.
13) Pemeliharaan compot s/d siap panen, yaitu sekitar umur 5-6 bulan.
14) Bibit dalam compot dapat dipanen bila telah berukuran sekitar 8 cm.
15) Lakukan pencatatan setiap tahapan penanaman.
2. Standar penanaman dalam pot tunggal /repotting:
1) Pemindahan tanaman/repotting, disesuaikan dengan ukuran tanaman, jumlah bulb/batang dan padatnya akar.
2) Repotting atau penanaman kembali dapat dilakukan, bila media tanam sudah lapuk atau hancur dan sudah terlalu asam (pH rendah) yang menghambat penyerapan unsur hara.
3) Penanaman:
• Bibit dari compot umur sekitar 5 bulan, tinggi sekitar 8 cm dapat dipindah/ditanam ke pot individu ukuran 8 – 12 cm.
• Bibit (seedling) dari pot 8 – 12 cm, tinggi tanaman sekitar 15 – 20 cm dapat dipindah ke pot ukuran 15
cm.
• Bibit remaja dari pot ukuran 15 cm, tinggi tanaman sekitar 35 cm dapat dipindah ke pot ukuran 18 cm. • Tanaman dari pot 18 cm dapat dipindahkan ke pot
24 cm.
6) Penanaman jangan dilakukan, saat musim hujan atau cuaca sering berubah dalam sehari (sering terjadi pergantian hujan ke panas begitu sebaliknya). Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari resiko pembusukan atau gagal pertumbuhan.
7) Gunakan media tanam yang bersih/steril, cepat tiris, mengandung unsur hara dan sesuaikan dengan fase pertumbuhan. Media tanam dalam pot tidak terlalu padat/tidak terlalu penuh untuk memberi keleluasaan tumbuhnya akar .
8) Pembongkaran tanaman dilakukan berhati-hati, sehingga batang/bulb dan akar tidak mengalami kerusakan berarti. 9) Akar tua, mati atau busuk dibuang. Akar yang terlalu
panjang dikurangi.
10) Jumlah bulb yang akan ditanam tidak terlalu banyak. Jumlah bulb tua dikurangi, sehingga menjadi minimal 3 -4 bulb/batang.
11) Pemotongan akar dan bulb menggunakan gunting tajam steril.
12) Luka bekas potongan diolesi dengan fungisida untuk menghindari pembusukan.
13) Sebelum penanaman, akar tanaman di rendam dalam larutan perangsang akar.
14) Penanaman dilakukan dengan memposisikan tanaman berdiri tegak, bulb muda tidak dekat bibir pot dan mengarah keruang yang lebih longgar.
15) Berikan media tanam secukupnya, tidak terlalu padat/penuh sedemikian rupa, sehingga akar dapat lebih leluasa tumbuh.
16) Letakkan tanaman yang tertanam dalam pot pada rak dengan jarak antar pot tidak terlalu rapat.
17) Naungan nett, disesuaikan dengan variatasnya. Ada varietas yang membutuhkan naungan lebih rapat sekitar 70 %, tetapi ada juga yang memerlukan 55 – 65 %. Karenanya kenali sifat tanaman itu sendiri.
18) Lakukan pencatatan setiap tahapan penanaman.
Prosedur Kerja Penanaman :
1. Standar Prosedur Kerja Penanaman Bibit dalam
Community Pot/ Compot:
1) Siapkan petugas atau pekerja yang akan melakukan penanaman bibit dalam compot.
2) Sampaikan instruksi kerja kepada petugas yang akan melakukan penanaman bibit dalam compot.
3) Cek bibit yang telah dikeluarkan dari botol, benar-benar
sehat, bersih /steril dan siap tanam.
4) Lakukan pengelompokkan/seleksi menurut keseragaman
ukuran tinggi bibit, kesuburan dan varietas bibit yang akan
ditanam dalam satu pot.
5) Siapkan media tanam siap pakai antara lain stero form/
serutan kayu (lapisan dasar pot) s/d setengah pot, kemudian
diatasnya diberi cacahan pakis hingga setinggi ¾ bagian pot.
Buat gundukan pakis, memanjang setinggi sekitar 1,5 cm
dari pinggir pot.
Atau siapkan sabut kelapa siap pakai dengan jumlah
disesuaikan benih yang akan dikompotkan.
6) Siapkan pot 15 – 18 cm atau kranjang plastik (tinggi sekitar
5 cm, lebar sekitar 12 cm, panjang sekitar 30 cm) yang telah
dibersihkan dan siap pakai.
7) Penanaman dalam pot dengan media pakis. Bibit yang telah
disiapkan di tanam/dibariskan dengan posisi berdiri, satu
persatu di sepanjang gundukkan (setinggi 1,5 cm) dengan
jarak sekitar 1,5 cm memanjang mulai dari pinggir bibir pot,
kemudian akar ditimbun pakis yang dipilin. Lakukan
seterusnya hingga penuh satu pot dan pastikan akar tidak
mudah bergerak, bila kena siraman air.
8) Penanaman menggunakan keranjang dengan media sabut
kelapa.
• Ambil bibit yang telah disiapkan, jepit akar dengan
sabut kelapa (ukuran sabut diametr sekitar 2 cm,
panjang sekitar 5 cm).
• Ikat dengan karet, sehingga akar tidak berberak, namun
tidak terlalu kenceng ikatannya.
• Tempatkan bibit berbaris pada keranjang, hingga penuh
dalam satu keranjang.
9) Tulis label varitas tanaman, tanggal tanam pada pot
menggunakan spidol tahan air.
10) Tempatkan penempatan compot pada rak khusus kompot
dengan naungan paranet 70 – 80 %, kelembaban lebih
tinggi, penyinaran hari panjang (penambahan sinar lampu
hingga pukul 22.00) dan terlindung dari air hujan
langsung.
11) Penyiraman pagi dan sore hari dengan butiran air lembut,
tidak terlalu basah berlebihan.
12) Selama satu bulan setelah tanam, tidak dilakukan
pemupukan.
13) Pemupukan seminggu 2 kali, menggunakan larutan pupuk
NPK (N tinggi) lengkap dengan unsur mikro. Pemupukan
1/2 dosis yang dianjurkan dalam label atau sekitar 1 gram
/ liter air bersih.
14) Lakukan penyemprotan larutan fungisida seminggu sekali.
Pemberian fungisida diperlukan terutama bila musim
hujan tiba atau kelembaban terlalu tinggi. Fungisida
diberikan ½ dosis atau sekitar ½ gram per litar.
15) Bila diperlukan, lakukan penyemprotan insektisida ½
dosis atau sekitar ½ gram/ litar.
16) Lakukan pengontrolan intensif, minimal 1 kali per hari.
17)
Bila terdapat bibit yang rusak, segera diambil dengan
pinset dan musnahkan dengan cara dibakar.
18) Pemeliharaan compot s/d siap panen, yaitu sekitar umur
5-6 bulan. Bibit dalam compot dapat dipanen bila telah
berukuran sekitar 8 cm.
19) Lakukan pencatatan setiap tahapan penanaman dan
pemeliharaan.
2. Standar Prosedur Kerja Penanaman Bibit dalam Pot
Tunggal:
1) Siapkan petugas atau pekerja yang akan melakukan penanaman bibit dalam pot tunggal/ repotting.
2) Sampaikan instruksi kerja kepada petugas yang akan melakukan penanaman bibit dalam pot tunggal.
3) Lakukan pengecekan tanaman (seedling, remaja, tanaman dewasa), apakah sudah perlu dilakukan penanaman kembali atau repotting.
• Pengecekan meliputi akar, keasaman media tanam, jumlah bulb, pertumbuhan tanaman, keseimbangan ukuran antara tanaman dengan pot.
• Ciri tanaman yang sudah perlu di repotting, antara lain: jumlah bulb lebih dari 4, volume akar dalam pot terlalu penuh, banyak akar tua dan busuk, tinggi/ ukuran tanaman tidak seimbang lagi dengan ukuran pot, media tanam terlalu asam/pH kurang dari 5 (untuk media kaliandra telah hancur seperti tanah/ lebih dari 3 bulan, pakis lebih 5 bulan, arang lebih dari 6 bulan), media tanam banyak ditumbuhi jamur. • Bibit dari compot umur sekitar 5 bulan, tinggi sekitar 8
cm dapat dipindah / ditanam ke pot individu ukuran 8
– 12 cm.
• Bibit (seedling) dari pot 8 – 12 cm, tinggi tanaman sekitar 15 – 20 cm dapat ditanam ke pot ukuran 15 cm. • Bibit remaja dari pot ukuran 15 cm, tinggi tanaman
sekitar 35 cm dapat dipindah ke pot ukuran 18 cm. • Tanaman dari pot 18 cm dapat dipindahkan ke pot 24
cm.
4) Beri tanda dengan spidol atau tali raffia untuk tanaman yang perlu di lakukan penanaman kembali/repotting. 5) Lakukan pengelompokkan/sortir menurut keseragaman
ukuran tinggi bibit, kesuburan dan varietas bibit yang akan ditanam untuk mengetahui ukuran dan jumlah pot, serta jumlah dan jenis media yang akan digunakan.
6) Siapkan media tanam siap pakai, antara lain : arang kayu, pakis, kaliandra siap pakai dengan jumlah disesuaikan kebutuhan. Daun daun kaliandra (untuk seedling s/d remaja) dikombinasi dengan arang dan pakis. Tanaman dewasa menggunakan arang kombinasi pakis.
7) Siapkan pot, ukuran dan jumlah disesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam/ repotting.
8) Cek cuaca dan pastikan tidak akan ada hari hujan dalam beberapa hari saat tanam maupun sesudah tanam. Jangan dilakukan penanaman bila cuaca sering berubah dalam sehari (sering terjadi pergantian hujan ke panas begitu
sebaliknya).
9) Pembongkaran tanaman dilakukan berhati-hati, sehingga batang/bulb dan akar tidak mengalami kerusakan berarti. Dorong media tanam dari lubang bawah pot, kurangi media tanam sedikit demi sedikit hingga bersih, pegang pada pangkal bulb utama dan tarik perlahan. Pembongkaran tanaman dilakukan bertahap, disesuaikan kemampuan petugas menyelesaikan pekerjaan repotting.
10) Akar tua, mati atau busuk dibuang dipotong menggunakan gunting tajam steril. Akar yang terlalu panjang dan terlalu padat dikurangi dengan cara memotong dengan gunting steril.
11) Jumlah bulb tua dikurangi, sehingga menjadi minimal 3 - 4 bulb/ batang dalam satu pot. Potong bulb yang tua, atau jumlah bulb dibagi dua masing-masing sekitar 3-4 bulb. Gunakan pemotong gunting tajam steril
.
12) Luka bekas potongan diolesi dengan fungisida untuk menghindari pembusukan.
13) Sebelum penanaman, akar tanaman di rendam sekitar 10 menit dalam larutan perangsang akar sesuai dosis dalam label.
19) Tanaman ditiriskan atau dikering anginkan.
20) Ambil tanaman dan posisikan tanaman berdiri tegak, akar menyentuh dasar pot, bulb muda tidak dekat bibir pot dan mengarah keruang pot yang lebih longgar.
21) Bulb/batang tanaman utama diikat pada kawat penopang menggunakan kabel lentur/tali rafia, tanaman sehingga tidak mudah bergerak.
22) Letakkan tanaman yang tertanam dalam pot pada rak dengan jarak cukup antar pot, tidak terlalu rapat.
23) Naungan nett, disesuaikan dengan variatasnya. Ada varietas yang membutuhkan naungan lebih rapat sekitar 70 %, tetapi ada juga yang memerlukan 55 – 65 %. Karenanya kenali sifat tanaman itu sendiri.
24) Biarkan tanaman sekitar 2 minggu, sehinga akar mulai tumbuh sebelum diberi media tanam.
25) Berikan media tanam secukupnya, tidak terlalu padat/penuh sedemikian rupa, sehingga akar dapat lebih leluasa tumbuh.
26) Lakukan pencatatan setiap tahapan penanaman.
Verifikasi :
- 90% memenuhi tanam pada media steril, masuk standar
- 90% memenuhi agroklimat (kelembapan, intensitas cahaya) masuk standar
- mencapai jumlah bibit mati 5%, masuk standar 2. Tanam pada pot individu :
- 90% memenuhi umur/stadia tanam dan tinggi tanaman (± 10 cm), masuk standar
- 90% media steril, masuk standar
3. Tanam pada pot besar (untuk tanaman remaja) :
- 90% tinggi tanaman mencapai ±15 cm, masuk standar. - 90% ukuran pot (18-20 cm) dan media tanam sesuai,
masuk standar. Standar Operasional Prosedur Pemupukan Nomor: SOP Dendrobium Tanggal Dibuat ... Revisi ... Tanggal ... Disahkan ...