Kelas IV adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang
PENEGAKAN HUKUM
3.6.2. Penanganan Limbah Medis
Limbah medis mengandung bahan-bahan berbahaya seperti bahan-bahan infecious, antiseptik, perban dan barang tercemar lain. Jika tidak dikelola dengan baik bahan-bahan tersebut dapat mencemari sumber air bersih masyarakat yang berada dilingkungan Puskesmas/Rumah Sakit tersebut. Untuk mengatasi masalah limbah medis, tersebut di Kota Bogor berlaku regulasi yang mewajibkan rumah sakit untuk memiliki fasilitas pengolahan limbah medis seperti incinerator, sementara untuk fasilitas kesehatan yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah medis seperti incinerator dapat menggunakan jasa pihak swasta yang khusus menangani limbah medis dimana dengan sistim penanganan ini limbah medis tidak dihancurkan/diolah ditempat tetapi di tempat lain yang secara dampak ekologisnya lebih memungkinkan.
3.6.3. Kampanye PHBS
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain, masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakatnya.
Dalam tatanan otonomi daerah, Visi Indonesia Sehat 2010 akan dapat terwujud apabila telah tercapai secara keseluruhan Kabupaten/Kota Sehat. Oleh
karena itu, selain harus dikembangkan sistem kesehatan Kabupaten/Kota yang merupakan subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional, harus ditetapkan pula kegiatan minimal yang harus dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota sesuai yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 1457/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota. Salah satu Standar Pelayanan Minimal Promosi Kesehatan yang merupakan acuan Kabupaten/Kota adalah Rumah Tangga Sehat ( 65%).
Harapan tersebut dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya dengan segala daya yang dimiliki untuk dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, karena rumah tangga yang ber PHBS merupakan asset dan modal pembangunan kesehatan di masa depan yang perlu dijaga, dilindungi dan ditingkatkan kesehatannya. Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk hidup bersih sehat.
PHBS di rumah tangga diarahkan untuk memberdayakan setiap keluarga atau anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, memanfaatkann sarana pelayanan kesehatan yang ada, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan
masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.
a. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 574/MENKES/SK/IV/2000 tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1193/MENKES/SK/X/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Kebijakan Promosi Kesehatan Daerah;
9. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kesehatan;
10. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
11. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah;
12. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
13. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok;
b. Tahapan Kegiatan 1. Persiapan
• Pertemuan dengan petugas promosi kesehatan Puskesmas
• Pelatihan Kader Kesehatan untuk pendataan PHBS
• Pelatihan Kader Motivator Pemberantasan Penyakit DBD
• PPertemuan Forum Masyarakat Kelurahan Siaga untuk membahas PHBS setiap 3 bulan sekali
• Pengadaan sarana/media penyuluhan PHBS
• Pelatihan kader Dana Sehat
• Kerjasama dengan LSM (LSM No Tobacco Community, ICSD,LSM Yasmina), Bogor International Club (BIC), PT.Olympic, Ikatan Istri Dokter Indonesia ( IIDI)
2. Pelaksanaan
• Sosialisasi dan Advokasi
• Kegiatan sosialisasi dilakukan oleh Petugas Kesehatan, Aparat Kelurahan dan Kecamatan bersama –sama dengan TP PKK,
sedangkan untuk Advokasi dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama para pengambil keputusan yang terkait dengan program PHBS di tatanan rumah tangga.
• Pemberdayaan Masyarakat
• Pendataan PHBS Rumah Tangga
• Kegiatan pendataan PHBS rumah tangga di Kota Bogor
dilaksanakan setiap tahun. Pendataan PHBS rumah tangga tahun 2009 dilakukan di 68 kelurahan dengan jumlah rumah tangga yang didata sebanyak 75.929. Pendata adalah kader kesehatan sebanyak 920 orang yang telah dilatih terlebih dahulu oleh Puskesmas dan TP PKK Kecamatan dan Kelurahan.
3. Evaluasi dan Pemantauan
Kegiatan Evaluasi dan Pemantauan pelaksanaan program dilakukan melalui penilaian Lomba PHBS antar Kelurahan.
c. Hasil Kegiatan PHBS Kota Bogor 1. Sosialisasi
• Penyebaran informasi Kesehatan melalui media cetak (Koran) dan elektronik (radio) dengan materi ASI Eksklusif, Gaya Hidup Sehat, Jamban Sehat, Kawasan Tanpa Rokok, Cuci Tangan, Pengelolaan Sampah, DBD, Tulang Sehat Bebas Osteoporosis, Kesehatan Lingkungan, Kewaspadaan H1N1, Bulan Penimbangan Balita, Pemberian Vitamin A.
• Wawar dalam rangka Penanggulangan Penyakit Menular/Filariasis
• Sosialisasi PHBS Rumah Tangga bagi Organisasi Wanita/PKK
• Sosialisasi Gaya Hidup Sehat bagi Remaja /Pemuda dengan materi Bahaya Rokok, Gizi Seimbang dan Aktifitas Fisik
• Sosialisasi tentang Kadarzi
• Sosialisasi tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah
• Health Mobile Team ( kegiatan penyuluhan PHBS di tempat-tempat tertentu menggunakan mobil penyuluhan ) dilaksanakan di Lapangan Sempur
• Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok di 68 Kelurahan
• Sosialisasi Kesehatan Lingkungan melalui kegiatan MPA-PHAST
• Sosialisasi Dana Sehat di 40 Kelurahan di wilayah 24 Puskesmas
• Sosialisasi melalui poster, leaflet, stiker, banner dan pameran 2. Advokasi
• Kesepahaman Bersama Pemerintah Kota Bogor dengan TP PKK Kota Bogor Nomor : 440/KK.12-DKK/2009
90/Skr/TP.PKK Kota Bogor/XII/2009 Tentang Gerakan Sadar PHBS
• Peraturan Daerah Kota Bogor No 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok
• Deklarasi Kecamatan Bogor Utara Kawasan Tanpa Rokok
• Surat Himbauan Walikota Bogor No : 444/1612/Dinkes tentang Penyediaan Sarana Pojok ASI
• Dukungan dana dari pemerintah untuk kegiatan PHBS, Kesling, KIA, Gizi, P2M
3. Pemberdayaan Masyarakat
• Terbentuknya Komunitas Warga Tanpa Rokok di 68 RW dari 68 Kelurahan
• Terbentuknya Kelas Gizi
• Terbentuknya Kelas Ibu
• Pembangunan sarana kesling dengan pemberian stimulan material dengan dana tambahan dari masyarakat yang mendapatkan stimulant tersebut
• Terbentuknya kelompok Pemakai Perlindungan Mata Air
• Pembentukan Kader Motivator Pemberantasan Penyakit DBD bekerjasama dengan Forum Kota Sehat
• Pemberantasan Sarung Nyamuk Serentak
• Pokja PHBS Forum Masyarakat Kelurahan Siaga
• Terbentuknya Kelompok Dana Sehat di 40 Posyandu 4. Pendataan PHBS Rumah Tangga
Dilaksanakan mulai bulan Juli 2009 s/d bulan Oktober 2009, bertujuan untuk mendapatkan data rumah tangga sehat di Kota Bogor dengan kegiatan berupa wawancara kepada 75.929 rumah tangga di 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor. Pelaksana survey adalah kader kesehatan. Hasil survey PHBS rumah tangga di Kota Bogor tahun 2009 didapatkan Rumah Tangga Sehat 43,65% meningkat dibandingkan tahun 2008 (33,69%).