• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan para medis

Dalam dokumen PENCEGAHAN DAN PERAWATAN PADA CEDERA OLA (Halaman 66-73)

PRINSIP-PRINSIP PENANGANAN CEDERA

4.3 Penanganan para medis

Semua olahraga memiliki risiko cidera, dimana pada saat cidera, kualitas dan performa atlet di lapangan akan menurun.Ada dua jenis cidera dalam berolahraga. Cidera langsung (traumatic injury) maupun tidak langsung (overuse injury).Traumatic injury di sini dapat dilihat dengan jelas penyebabnya. Misalnya jatuh, salah gerak, tertabrak, dan lain-lain sehingga menyebakan robekan/putusnya jaringan lunak (soft tissue) seperti ligamen, otot, tendon hingga terjadinya fraktur (patah tulang). Pada kondisi yang seperti ini, diperlukan penanganan medis professional seperti dokter atau fisioterapis.

Overuse injury yaitu cedera yang diakibatkan karena tekanan berulang-ulang biasanya diakibatkan karena pemakaian berlebih. Berhubungan dengan beratnya beban latihan, istirahat yang kurang, perawatan cedera sebelumnya yang kurang tepat serta

persiapan dalam pertandingan seperti warming up, stretching dan cooling down setelah pertandingan yang kurang maksimal dan efektif.

Pada saat cedera, tubuh meresponnya dengan tanda-tanda peradangan dari dalam tubuh seperti rubor (kemerahan), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) serta functiolesa (penurunan fungsi). Respon tersebut bertujuan untuk memulihkan jaringan yang cedera.

Pembuluh darah di tempat yang mengalami cedera akan melebar (vasodilatasi) dengan maksud untuk mengirim lebih banyak nutrisi dan oksigen supaya mempercepat penyembuhan. Adanya pelebaran pembuluh darah ini menyebabkan tempat yang cidera menjadi lebih terlihat kemerahan (rubor), dan darah yang banyak ini akan merembes dari kapiler menuju ruang antar sel sehingga akan terlihat bengkak (tumor). Karena banyaknya nutrisi dan oksigen sehingga metabolisme meningkat dengan sisa metabolisme berupa panas (kalor).

Tumpukan sisa metabolisme dan zat kimia lainnya ini akan merangsang syaraf perasa nyeri di tempat yang cedera sehingga timbul nyeri (dolor). Semuanya akan mengakibatkan penurunan fungsi sendi (functiolesa).

Pada saat terjadi cidera banyak yang masih bingung dalam penanganan cidera. Kebanyakan langsung memberikan balsam ataupun pijatan. Sebuah penangan yang tidak tepat. Penanganan yang tidak tepat akan memperburuk cidera dan memperlambat proses penyembuhan.

4.4 Tindakan P3K

Di dalam melakukan suatu kegiatan, misalnya bekerja, belajar, wisata, bermain, atau berolahraga, ada kalanya sering terjadi bahaya atau kecelakaan. Adapun langkah- langkah awal pendidikan penyelamatan adalah sebagai berikut. Menyelamatkan jiwa korban Seseorang yang menjadi korban di mana dan kapan saja, tindakan yang pertama adalah menyelamatkan jiwa korban. Jiwa korban adalah hal yang penting yang harus ditolong.

b. Mencegah terjadinya cidera yang parah Jika terjadi kecelakaan atau bahaya, tindakan yang perlu diambil adalah mencegah terjadinya cidera yang parah. Cidera yang parah juga terjadi pada saat penyelamatan yang salah dan tergesa-gesa, biasanya luka menjadi infeksi, atau patah tulang.

c. Mencegah atau mengurangi sakit. Korban kecelakaan atau bahaya biasanya merasakan rasa sakit. Sehingga denganadanya penyelamatan si korban berkurang rasa sakitnya.

d. Menghilangkan rasa ketakutan Perasaan rasa takut terhadap si korban selalu menyelimuti, misal luka tambah parah atau kehilangan anggota badan, dan lain-lain.

4.4.1 Prinsip dan Peraturan Penyelamatan

Prinsip yang harus diperhatikan dalam pendidikan keselamatan adalah:

a. Sikap tenang (tidak panik), tindakan yang harus dilakukan tidak tergesa-gesa, perhatikan si korban, lakukan tindakan secara hati-hati.

b. Perhatikan pernapasan si korban kecelakaan atau bahaya, apapun perlu perhatian tentang pernapasan sikorban, misalnya napas tersengal-sengal, napas terganggu, atau pernapasan terhenti.

c. Hentikan pendarahan Hentikan pendarahan apabila terjadi, karena apabila tidak segera dilakukan akan menimbulkan kematian.

d. Mengamankan si korban, korban harus diamankan dari bahaya/kejadian yang akan timbul lagi, misalnya di jalan raya dan di sungai.

e. Lakukan penyelamatan di tempat Sebelum di bawa ke dokter, korban harus ditolong di tempat yang aman.

f. Lakukan tindakan penyelamatan dengan cepet, tepat, dan hati-hati Perhatikan pertolongan secara cepat dan tepat pada diri si korban, yang membahayakan tubuh korban.

Pendidikan keselamatan juga perlu diperhatikan, apabila terjadi korban secara massal

(banyak), misal korban tsunami, gempa, gunung meletus, keracunan, atau kecelakaan di laut, darat, dan di udara. Korban yang masih bernapas kita prioritaskan, pendarahan, shock, patah tulang, luka-luka atau memar.

4.4.2 Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) terhadap Jenis Luka Ringan

Kegiatan P3K lebih mengutamakan pada pertolongan pertama, artinya korban sebelum dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu dilakukan penyelamatan. Misalnya, terjadi kecelakaan terkena pisau dengan luka yang terlalu dalam.

penyelamatan seperti pembalutan dengan diberi betadin dan sebagainya. Pertolongan pertama dilakukan untuk memberikan perawatan pada korban sebelum pertolongan yang lebih lanjut diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan yang lain. Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab. Macam-macam luka adalah sebagai berikut:

a. luka memar, kena pukul, b. luka gores,

c. luka tusuk, d. luka potong, e. luka bacok, f. luka robek, g. luka tembak, dan h. luka bakar.

Dasar pertolongan luka dengan pendarahan keluar: a. Hentikan pendarahan.

b. Ditinggikan bagian yang luka.

c. Luka dibersihkan dengan air (mercurnochook 2%). d. Diberi bubuk sulfanilaid.

e. Luka ditutup dengan kain kasa steril.

f. Segera dibawa ke dokter apabila luka lebar dan dalam. Pertolongan pada daerah anggota badan.

1. Di kepala

- korban ditidurkan terlentang tanpa bantal, jika pingsan, dan - lakukan tindakan P3k.

2. Di badan (tubuh) luka tertutup

Tanda-tandanya berdarah, merah muda, dan berbusa. - tidurkan setengah duduk,

- dikompres dengan es/air, - tidak diajak berbicara,

- beri minum air larutan garam, dan - bawa segera ke dokter.

3. Luka di badan (tubuh) terbuka - tidurkan setengah duduk, - rawat lukanya,

- beri plester (penahan) agar udara tidak masuk, dan - bawa segera ke rumah sakit.

4. Luka melintang di perut - tidurkan setengah duduk, - luka ditutup,

- pasang pembalut di daerah luka, - tidak boleh diberi minum, - tidak disentuh yang luka, dan

5. Luka membujur di perut - tidurkan telentang, - lakukan P3K, dan - segera bawa ke dokter. Catatan:

Luka yang tidak segera mendapat pertolongan, akan mengakibatkan: - pendarahan,

- infeksi, - cacat, dan - shock

BAB V

PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA

Dalam dokumen PENCEGAHAN DAN PERAWATAN PADA CEDERA OLA (Halaman 66-73)

Dokumen terkait