• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

1. Penari Bodor

Penari bodor melakukan berbagai gerak khas dalam sebuah pertunjukan Surak Ibra. Gerak-gerak tersebut, diantaranya:

a. Gerak Momonyetan

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan meniru perilaku monyet.

Gambar 4.5. Gerak momonyetan

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, tubuh sedikit membungkuk dan menonjolkan bagian kepala, dimana terlihat ekspresi bodor saat menirukan monyet. Geraknya merupakan harmonisasi kaki, tangan dan kepala, karena saat melakukan gerakan ini kaki, tangan dan kepala bergerak bergantian posisinya tubuh agak serong ke kiri dan ke kanan.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri dengan badan sedikit membungkuk.

55 • Volumenya menengah, jangkauan gerak seluruh tubuhnya tidak

terlalu luas atau besar.

Kualitas gerak termasuk gerak mengalun, gerakan seluruh tubuh bergerak secara berkelanjutan.

b. Gerak Macul

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan meniru perilaku petani sedang mencangkul.

Gambar 4.6. Gerak Macul

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan sedikit membungkuk dan menonjolkan bagian tangan yang seolah sedang memegang cangkul. Geraknya harmonisasi antara kepala, tangan dan kaki, karena saat melakukan gerakan ini kepala, tangan dan kaki melakukan gerak secara bersama-sama.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri dan lutut sedikit ditekuk. Volumenya menengah, jangkauan geraknya baik kepala, tangan

56 • Kualitas gerak termasuk gerak mengalun, walaupun tidak halus

namun kepala, tangan dan kaki bergerak secara berkelanjutan.

c. Gerak MaenLanglayangan

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan meniru kegiatan main layang-layang.

Gambar 4.7. Gerak langlayangan

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, kaki sedikit ditekuk dan menonjolkan bagian tangan yang seolah sedang memegang benang layangan. Geraknya harmonisasi kepala, tangan dan kaki, karena saat melakukan gerakan ini kepala, tangan dan kaki melakukan gerak secara bersama-sama. • Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri dan kedua lutut sedikit

ditekuk.

Volumenya besar, jangkauan geraknya baik kepala, tangan maupun kaki luas atau besar.

57 • Kualitas gerak termasuk gerak patah-patah, ada saat dimana ada jeda antar rangkaian geraknya. Gerak patah-patah ini terlihat jelas pada gerak tangan, dimana pergantian gerak antara tangan kanan dan kiri terdapat jeda yang jelas.

d. Gerak Hormat

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan memberi hormat pada para tamu dan masyarakat yang menonton.

Gambar 4.8. Gerak hormat

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan berdiri tegak di atas tangan para penari surak dan menonjolkan bagian tangan. Geraknya terdapat pada kepala yang menunduk.

Levelnya tinggi, posisi tubuhnya berdiri di atas tangan para penari surak yang berarti tubuh penari bodor berada jauh di atas lantai. • Volumenya kecil, jangkauan geraknya baik kepala, tangan hanya

sedikit yaitu menunduk sejenak lalu tegak kembali, sedangkan kaki agak merapat.

58 • Kualitas gerak termasuk gerak patah-patah, ada saat dimana ada jeda

saat kepala menunduk sampai dengan kembali tegak.

e. Gerak Melak Cau

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan dimana kaki berada di atas dan kepala berada di bawah.

Gambar 4.9. Gerak melak cau

Sumber: Video dok. Ismi R. M

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah, menonjolkan bagian kepala. Geraknya terdapat pada kaki yang berusaha menyeimbangkan badan.

Levelnya tinggi, posisi tubuhnya berdiri di atas tangan para penari

surak yang berarti tubuh penari bodor berada jauh di atas lantai. • Volumenya besar, jangkauan geraknya luas sampai dengan

membalikkan posisi badan 180 derajat. • Kualitas gerak termasuk gerak eksplosif.

59

f. Gerak Jungkir balik

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan menjatuhkan badan hingga kembali ke posisi awal.

Gambar 4.10. Gerak jungkir balik

Sumber: Video dok. Ismi R. M

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan dijatuhkan ke atas tangan para penari surak dan menonjolkan bagian badan. Geraknya harmonisasi seluruh tubuh yang berusaha menyeimbangkan badan.

Levelnya tinggi, posisi tubuhnya berdiri di atas tangan para penari

surak yang berarti tubuh penari bodor berada jauh di atas lantai. • Volumenya besar, jangkauan geraknya luas sampai dengan

menjatuhkan tubuh 90 derajat.

60

g. Gerak Ngojay

Gerak yang menampilkan penari bodor sedang melakukan gerakan meniru kegiatan berenang.

Gambar 4.11. Gerak ngojay

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan telungkup di atas tangan pemain surak, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dan kaki yang bergerak bersama-sama.

Levelnya tinggi, posisi tubuhnya berada jauh di atas lantai, yaitu berada di atas tangan para penari surak.

Volumenya menengah, jangkauan geraknya tidak terlalu luas.

Kualitas gerak termasuk gerak mengalun, walaupun tidak halus namun tangan dan kaki bergerak secara berkelanjutan.

61

2. Penari Surak

Penari surak melakukan berbagai gerak dalam sebuah pertunjukan Surak Ibra. Gerak-gerak tersebut diantaranya:

a. Gerak Emprak Jongkok

Gerak yang menampilkan penari surak sedang melakukan gerakan bertepuk tangan sambil berjongkok.

Gambar 4.12. Gerak emprak jongkok

Sumber: Aceng Suparman, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan dalam keadaan jongkok, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dan kepala, bertepuk tangan sambil memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya jongkok.

Volumenya termasuk kecil, melakukan tepuk tangan dengan jangkauan yang sempit di depan dada.

Kualitas gerak termasuk gerak mengalun, walaupun tidak halus namun tangan dan kepala bergerak secara berkelanjutan.

62

b. Gerak Surak

Gerak yang menampilkan penari surak sedang melakukan gerakan loncat dengan tangan ke atas sambil bersorak sorai.

Gambar 4.13. Gerak surak

Sumber: Aceng Suparman, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap atau pose tarinya, badan dalam keadaan berdiri tegak, tangan diangkat ke atas, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dan kaki.

Levelnya atas, posisi tubuh jinjit sampai dengan loncat. Volumenya termasuk besar, jangkauanya luas ke atas. Kualitas gerak termasuk gerak eksplosif.

63

c. Gerak Jurus Timbangan

Gerak yang menampilkan penari surak sedang melakukan salah satu gerakan dalam pencak silat yaitu jurus timbangan, gerak ini juga dilakukan oleh penari bodor, dimana tangan kanan di atas dan tangan kiri di bawah.

Gambar 4.14. Gerak jurus timbangan

Sumber: M. Mirza J, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan dalam keadaan tegak, tangan kanan di atas mengepal dan tangan kiri di bawah dan lutut ditekuk, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dengan kaki.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri dengan lutut agak ditekuk.

Volumenya termasuk menengah, jangkauan geraknya tidak terlalu luas.

Kualitas gerak termasuk gerak patah-patah, gerakan memukul dengan hentakan-hentakan tegas.

64

d. Gerak Senam Massal

Gerak yang menampilkan penari surak sedang melakukan gerakan senam bergaya penca bersama-sama.

Gambar 4. 15. Gerak senam massal

Gambar: Aceng Suparman, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan dalam keadaan agak membungkuk, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dan kaki.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri.

Volumenya termasuk menengah, jangkauannya tidak terlalu luas. Kualitas gerak termasuk gerak mengalun, walaupun tidak halus

65

e. Gerak Ngaboyong

Gerak yang menampilkan penari surak sedang melakukan gerakan mengangkat penari bodor, yang pada akhirnya melempar-lemparkan penari bodor ke atas.

Gambar 4.16. Gerak ngaboyong Sumber: Aceng Suparman, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap atau pose tarinya, badan tegak, kedua tangan mengangkat ke atas, menonjolkan bagian tangan. Geraknya harmonisasi tangan dan kaki.

Levelnya menengah dan atas, posisi tubuhnya ada yang berdiri saja dan berdiri sambil jinjit.

Volumenya termasuk besar, jangkauan geraknya luas ke atas (melempar-lemparkan penari bodor).

66

3. Penari Obor dan Penari Tabuh Waditra(Penari Penabuh Alat Musik)

Gerak Mincid

Gerak yang menampilkan penari obor dan penari penabuh alat musik melakukan gerakan berjalan mengikuti irama sambil memainkan alat musik masing-masing, penari obor menggerakan obor ke kanan dan kiri secara bergantian.

Gambar 4. 17. Gerak mincid Sumber: Aceng Suparman, 2010

Dalam gerak iniini terdapat desain gerak:

Sikap tarinya, badan agak membungkuk, menonjolkan bagian kaki. Geraknya harmonisasi tangan dan kaki.

Levelnya menengah, posisi tubuhnya berdiri.

Volumenya termasuk kecil, kaki melangkah kecil sambil memainkan alat musik masing-masing.

Kualitas gerak termasuk patah-patah, ada jeda saat melakukan gerakan terutama pada langkah kaki.

67 BAB V

SIMPULAN

Dengan memperhatikan uraian pada bab sebelumnya maka didapatkan kesimpulan untuk penelitian mengenai unsur visual pada kostum dan gerak tari kesenian Surak Ibra adalah sebagai berikut:

Kostum

Dari hasil analisis tentang kostum, maka dapat disimpulkan bahwa:

a. Dilihat dari bentuknya, maka kostum Surak Ibra terdiri dari pada bagian kepala (penutup kepala) terdapat satu macam iket berbentuk segitiga, dimana terdapat banyak tipe lipatan dan lilitannya, pada badan bagian atas (baju) terdapat dua macam baju yaitu baju kampret serta dan baju rompi dan pada badan bagian bawah (kain dan celana) yaitu celana pangsi dan ikat pinggang.

Bentuk kostum penari bodor, penari obor, tabuh angklung, tabuh dog-dog dan pemain alat musik (nayaga) adalah sama, yaitu iket (kepala), baju kampret (badan bagian atas) serta celana pangsi dan ikat pinggang (badan bagian bawah). Walaupun kadang pemain alat musik (nayaga) tidak menggunakan kostumnya dengan lengkap pada bagian badan bawah.

Bentuk kostum penari surak, tabuh keprak awi dan tabuh kohkol adalah sama, yaitu iket (kepala), baju rompi (badan bagian atas) serta celana pangsi dan ikat pinggang (badan bagian bawah).

b. Dilihat dari warnanya, maka kostum Surak Ibra termasuk kategori mencolok, karena menggunakan komposisi warna-warna yang kontras. Warna pada kostum berfungsi sebagai pembeda antar kelompok pemain pada kesenian Surak Ibra. Selain itu pemilihan warna pada kostum Surak Ibra tidak mengacu pada aturan tertentu, sehingga warna-warna yang digunakan dapat berubah sesuai kebutuhan. c. Untuk motif, kostum Surak Ibra termasuk kategori polos.

d. Untuk material, kostum Surak Ibra menggunakan material kain yang mengilap atau dapat memantulkan cahaya, seperti kain saten atau satin.

68 Gerak Tari

Berdasarkan hasil analisis tentang desain gerak pada kesenian Surak Ibra maka dapat disimpulkan bahwa:

a. Untuk sikap tari, dari keseluruhan gerak yang diteliti kebanyakan bagian tubuh yang ditonjolkan adalah tangan. Dan gerak yang ada kebanyakan merupakan harmonisasi beberapa organ tubuh.

b. Untuk level, dari keseluruhan gerak yang diteliti levelnya termasuk kategori menengah dan tinggi, dengan posisi tubuhnya antara jongkok, berdiri, badan agak membungkuk, loncat sampai dengan diangkat (atas).

c. Untuk volume, dari semua gerak yang diteliti kebanyakan bervolume menengah dan sisanya bervolume besar dan kecil.

d. Untuk kualitas gerak, dari semua gerak tari yang diteliti terdapat gerakan mengalun, walaupun tidak halus mengingat dasar geraknya bersumber pada gerakan pencak silat dan ada gerak yang patah-patah serta gerak eksplosif berupa kejutan, spontan atau tiba-tiba.

Gerak tari sebagai salah satu unsur visual pada kesenian Surak Ibra dapat dinikmati dan dimengerti secara visual melalui bentuk atau desain geraknya. Dan gerak-gerak tari tersebut menampilkan kemeriahan, dimana terdapat beberapa kelompok penari yang melakukan gerak tari secara bersama-sama dan saling mendukung satu sama lain saat pertunjukan berlangsung.

69 DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Kartika, Dharsono Sony. (2007). Kritik Seni. Bandung: Rekayasa Sains.

Nursantara, Yayat. (Ed.). (2007). Seni Budaya untuk SMA Kelas X Standar Isi 2006.

(Jilid ke-1). Jakarta: Erlangga.

Riyanto, Arifah. A. (2003). Teori Busana. (Cetakan Kedua). Bandung: Yapemdo.

Rusliana, Iyus. (1984). Pengantar Ethnologi Tari (Jilid ke-2). Bandung: Proyek

Pengembangan Institut Kesenian Indonesia Sub Proyek Akademi Seni Tari Indonesia Bandung.

Safanayong, Yongky. (2006). Desain Komunikasi Visual Terpadu. Jakarta: Arte

Intermedia.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2009). Nirmana. Yogyakarta: Jalasutra.

Sedyawati, Edi., Parani, Y., Murgiyanto, S., Soedarsono, Rohkyatmo, A., Suharto,

B., Sukidjo. (1986). Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah

Tari. Jakarta:Direktorat Kesenian Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tamsyah, Budhi Rahayu. (1996). Kamus Lengkep Sunda Indonesia, Indonesia

Sunda, Sunda Sunda. (Edisi Revisi). Bandung: Pustaka Setia.

__________. (1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Edisi Kedua). Departemen

70 Jurnal:

Dyah, Ayoeningsih. (2007). Makna Simbolisasi pada Unsur Visual Kostum Tari

Topeng Babakan Cirebon Keni Arja di Desa Slangit.ITB Journal of Visual

Art and Design, 1D (2), 232.

Sujana, Anis. (2007). Mengamati Aspek-Aspek Visual Pertunjukan Tari Sebagai

Pengayaan Kajian Senirupa.ITB Journal of Visual Art and Design, 1D (2),

260-277.

Majalah:

Mardana, Bayu Dwi. (2009, November). Bonus Peta. Garut Tiga Segitiga Wisata;

Surga dari Timur Tatar Priangan. National Geographic Traveler. 1(7).

Skripsi/Makalah Akademik:

Kosim, Jauhar. (1999). Pertunjukan Boboyongan Surak Ibra di Desa Cinunuk

Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Skripsi- Jurusan Tari. Sekolah

71 SUMBER DATA LAIN

Dokumentasi:

Judodihardjo, M. M., & Suparman, A. 2010 (4 April). Foto Dokumentasi Silaturahmi Jalan Santai Bersama Atlit PORDA-KONI, Garut. Garut.

Junaedi, Amoh. Foto Dokumentasi.

Mariana, Ismi Rizka. 2010 (Maret). Video Dokumentasi Maulud Nabi Muhammad

SAW. Video dokumentasi tidak dipublikasikan. Garut.

Kristiawan, Putra., & Sopyani, M. R. 2010 (4 April). Video Dokumentasi

Silaturahmi Jalan Santai Bersama Atlit PORDA-KONI, Garut. Video

dokumentasi tidak dipublikasikan. Garut.

Wawancara:

Wawancara kepada Amoh Junaedi, pembina dan pemimpin kesenian Surak Ibra di Kampung Sindangsari, Desa Cinunuk, Garut..

Wawancara kepada Kepala Desa Cinunuk.

Wawancara kepada Iyus Rusliana, pakar tari dan dosen pengajar Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Bandung.

Dokumen terkait