• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)

6. Penatalaksanaan pada BBLR

Mengutamakan pemberian ASI adalah hal yang paling penting karena ASI mempunyai keuntungan yang kadar protein tinggi, laktalalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak essensial, laktosa dan oligosakarida, ASI mempunyai faktor pertumbuhan usus, oligosakarida untuk mamacu motilitas usus dan pelindungan terhadap penyakit, dari segi psikologis, pemberian ASI dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi, serta bayi kecil/berat rendah rentan terhadap kekurangan nutrisi,

fungsi organnya belum matang, kebutuhan nutrisinya besar dan mudah sakit sehingga pemberian ASI atau nutrisi yang tepat penting untuk tumbuh kembang yang optimal bagi bayi.

b. Pengaturan Suhu Badan/Thermoregulasi

Bayi berat lahir rendah (BBLR) terutama yang kurang bulan membutuhkan suatu thermoregulasi yaitu suatu pengontrolan suhu badan secara fisiologis mengatur pembentukan atau pendistribusian panas, pengaturan terhadap suhu keliling dengan mengontrol kehilangan dan pertambahan panas.

c. Bayi yang Beresiko

Bayi premature/BBLR merupakan salah satu bayi yang beresiko kehilangan panas karena luas permukaan tubuhnya lebih luas dibanding berat bedan, predisposisi ke asfiksia, metabolism dan pernafasan yang tidak baik, sehingga terjadi hipotermi dan gangguan aktivitas surfaktan meningkatkan bahaya dari sindrom gawat nafas (RDS) yang berat dan brown fat belum ada sampai usia kehamilan 26-30 minggu.

d. Stress dingin

Bayi BBLR yang kurang bulan yang tiba-tiba di hadapkan pada suhu dingin akan mengalami hipotermi. Sebagai respon terhadap udara atau suhu dingin akan terjadi vasokontriksi yang akan menyebabkan timbulnya metabolism anaerob dan asidosis metabolic. Hal ini akan menyebabkan vsokonstriksi pembuluh darah palu yang akan makin menyebabkan bertambahnya hypoxia anaerob dan asidosis metabolic. Keadaan ini akan memperburuk respon bayi yang lahir rendah terhadap dingin. Oleh sebab itu BBLR yang kurang bulan mempunyai resiko tinggi terhadap hipotermi dan gejala sisanya.

e. Efek Klinis Hipotermi

Bayi baru lahir dengan berat rendah yang telah mengalami hipotermi dapat mempunyai efek klinis sebagai berikut : penurunan kadar pH, penuruanan tekanan oksigen, terjadi hypoglisemia, peningkatan konsumsi oksigen, peningkatan cadangan kalori, kenaikan berat badan lambat, penurunan berat badan, teradap sklerema, peningkatan kematian bayi, dapat terjadi gangguan faktor pembekuan darah.

f. Faktor Penghambat Non Shivering Thermogenesis

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menghambat non shivering thermogenesis pada BBLR, antara lain stres dingin yang terjadi pada BBLR secara terus menerus (berlarut-larut) dapat menghabiskan cadangan brown fat dan membuat suhu tubuh bayi turun, bayi mengalami hipoksia yang menyebabkan dalam tubuhnya terjadi metabolism anaerob, sehingga suplai oksigen digunakan dengan cepat. Glikogen di metabolism sehingga terbentuk asam piruvic dan asam laktat yang paada akhirnya menyebabkan asidosis metabolic, bayi bias mengalami apnea berulang, bayi bias mengalami gangguan fungsi serebral karena adanya perdarahan intracranial, bayi mengalami hipoglikemia karena cadangan glkogen berkurang, bayi bias mengalami gagal jantung serta bayi bisa mengalami masalah pernafasan (RDS)

g. Pencegahan Kehilangan Panas

Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan panas pada bayi BBLR yang sehat, antara lain segera setelah lahir bayi dikeringkan dan dibedong dengan popok hangat, pemeriksaan dikamar bersalin dilakukan dibawah radiant warmer (box bayi hangat), topi dipakaikan untuk mencegah kehilangan panas melalui kulit kepala, bila suhu tubuh bayi stabil, bayi dapat dirawat di box terbuka dan di selimuti.

Sementara itu, pada BBLR yang sakit, cara untuk mencegah kehilangan panas, antara lain bayi harus segera dikeringkan, untuk mentranportasi bayi, digunakan transport incubator yang sudah hangat, tindakan terhadap bayi dilakukan dibawah radiant warmer, serta suhu lingkungan netral dipertahankan.

h. Pencegahan Hipotermi

Untuk menentukan apakah BBLR menggunakan warmer atau incubator adalah berdasarkan situasi dan kondisi bayi. Ada dokter bayi yang lebih suka menggunakan warmer karena warmer memberikan peluang lebih dekat dengan bayi. Sementara dokter bayi lainnya lebih suka menggunakan incubator, karena incubator dapat mempertahankan suhu udara, dapat mengatur kelembaban udara, dapat memberikan lingkungan dengan oksigen yang cukup.

Pada fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak mempunyai radiant warmer atau incubator untuk mencegah terjadinya hipotermi, maka tindakan-tindakan umum yang dapat dilakukan untuk mencegah hipotermi, antara lain : mengeringkan tubuh bayi, segera setelah lahir dengan handuk atau kain yang hangat, menyelimuti bayi terutama bagian kepala dengan kain yang kering (bayi dibungus kain hangat dan kepalanya diberi topi), meletakkan bayi dilingkungan/ruang yang hangat (suhu ruangan tidak kurang 250C), memastikan tangan selalu hangat pada saat memegang bayi, mengganti handuk, selimut, kain, popok, bedung yang basah dengan yang bersih, kering dan hangat.

i. Metode Kangguru

Metode kangguru merupakan salah satu metode perawatan BBLR untuk mencegah hipotermi pada bayi baru lahir, yang diperkenalkan pertama kali oleh Rey dan Martinez dari Columbia pada tahun 1979. Rey dan Martinez melaporkan skin to skin contact dapat meningkatkan kelangsungan hidup bayi terutama yang mengalami BBLR

atau premature. Mengapa disebut metode kangguru? Karena cara ini meniru binatang kangguru yang biasanya melahirkan bayi imatur dan menyimpan bayinya dikantung ibunya untuk mencegah kedinginan. Prinsip dasar dari metode kangguru ini adalah mengganti perawatan bayi BBLR dalam incubator dengan metode kangguru. Hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas terutama incubator dan tenaga kesehatan dalam perawatan bayi BBLR, penggunaan incubator memiliki beberapa keterbatasan antara lain, memerlukan tenaga listrik dan memudahkan infeksi nosokomial, rujukan kerumah sakit untuk bayi BBLR sangat tinggi sebelum dilakukan metode kangguru. Tujuan metode kangguru untuk bayi berat lahir rendah adalah menurunkan angka morbiditas dan mortalitas BBLR serta menurunkan rujukan BBLR ke rumah sakit.

Manfaat metode kangguru dapat memberikan manfaat bagi bayi, ibu dan rumah sakit/klinik. Bagi bayi, metode kangguru bermanfaat mengurangi pemakaian kalori bayi, memperlama waktu tidur bayi, meningkatkan hubungan kedekatan bayi dan ibu, mengurangi kejadian infeksi, menstabilkan suhu bayi, menstabilkan denyut jantung dan pernafasan bayi, menurunkan stress pada bayi, meningkatkan perilaku bayi lebih baik, dimana akan tampak bayi waspada, menangis berkurang, lebih sering menyusu ASI, dan menaikkan berat badan bayi.

Bagi ibu, metode kanguru bermanfaat: untuk mempermudah pemberian ASI dan pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), dan meningkatkan produksi ASI, meningkatkan hubungan kedekatan dan kasih sayang ibu dengan bayi dan memberikan pengaruh psikologi berupa ketenangan pada ibu dan keluarga.

Bagi rumah sakit/klinik, metode kanguru memberikan efisiensi tenaga karena ibu dapat merawat bayinya sendiri, mempersingkat lama perawatan bayi di rumah sakit, dan efisiensi anggaran karena penggunaan fasilitas, misalnya incubator berkurang.

Berikut ini beberapa kriteria bayi yang dapat dilakukan metode kanguru, antara lain : bayi dengan berat badan lahir kurang lebih 1800 gram atau antara 1500-2500 gram; bayi prematur; bayi yang tidak terdapat kegawatan pernafasan dan sirkulasi; bayi mampu bernafas sendiri; bayi yang tidak terdapat kelainan bawaan yang berat, suhu tubuh bayi stabil (36,5-37,5 FC)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam metode kanguru adalah posisi kanguru yaitu posisi bayi diantara payudara, tegak, dada bayi menempel ke dada ibu. Posisi bayi kemudian diamankan dengan kain panjang atau baju kanguru. (dalam hal ini bayi diletakkan dalam dekapan ibu dengan kulit menyentuh kulit, posisi bayi tegak, kepala miring ke kiri atau ke kanan).apabila menggunakan baju kanguru/kantung kanguru, posisi bayi adalah tegak/vertical pada siang hari pada waktu ibu berdiri atau duduk dan posisi bayi tengkurap atau miring pada malam hari pada waktu ibu berbaring atau tidur. Keunggulan metode ini adalah bayi mendapatkan sumber panas alami (36-37 C) langsung dari kulit ibu, mendapatkan kehangatan udara dalam kantung/baju ibu, serta ASI menjadi lancar. Dekapan ibu adalah energy bagi bayi. Pada bayi berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1000 gram) metode kanguru ditunda sampai usia 2 minggu atau sampai keadaan bayi stabil.

Selain itu nutrisi juga harus diperhatikan, waktu yang optimal untuk memulai menyusu Asi tergantung pada masa kehamilannya, dukungan juga sangat diperlukan terutama diberikan pada ibu berupa fisik, emosiaonal dan edukasi, yang sewaktu hamil sebaiknya telah diberikan informasi tentang pentingnya metode kanguru bagi bayi, pemulangan tergantung pada kesehatan bayi secara menyeluruh dalam kondisi baik dan ibu mampu merawat bayinya dan harus ada konseling dan informed consent terlebih dahulu.

j. Pemijatan Bayi

Ternyata, dari kebanyakan penelitian melaporkan bayi prematur yang biasanya lahir dengan berat badan lahir rendah mengalami kenaikan berat bdadn yang lebih besar dan berkembang baik setelah dilakukan pemijatan secara teratur. Margaret Ribble, seorang psikiater pada tahun 1940 mengamati bahwa bayi yang lebih banyak dipegang akan terangsang pernafasan dan peredaran menjadi lebih baik. Margareth mengamati bayi prematur dengan berat badan lahir rendah pernafasannya biasanyapendek dan tidak stabil pada minggu-minggu pertama kelahiran, namun pernafasannya menjadi lebih baik setelah bersinggungan dan kontak fisik dengan ibunya.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Field dan Scafidi melaporkan manfaat pijatan/sentuhan pada bayi dengan berat lahir rendah yaitu sekitar 1200-1300 gram yang telah melampaui masa kritisnya. Bayi-bayi tersebut setelah diteliti selama 10 hari dengan dilakukan pijitan tiga kali sehari selama 15 menit didapatkan hasil: berat bdannya 47% lebih besar dari bayi yang tidak dilakukan pemijatan, bayi berada dalam keadaan ‘alert active’ gerak motorik dan erilaku bayi lebih baik.

Untuk itu, sebenarnya pijitan/sentuhan ini juga merupakan penatalaksanaan yang baik bagi bayi dengan berat lahir rendah karena sangat efektif untuk menjalin hubungan orangtua dan bayi dalam hal perkembangan fisik dan emosional bayi maupun perkembangan indra yang lain. Karena bayi dengan berat lahir rendah juga mempunyai kebutuhan emosional. Yang ditunjukkan dengan kegelisahan, ketegangan dan pada akhirnya timbul dampak kegagalan dalam pertumbuhan.

Pemijatan pada bayi berat lahir rendah bertujuan untuk memacu pertumbuhan berat badan bayi, membantu bayi melepaskan rasa tegang dan gelisah, menguatkan dan meningkatkan system imunologi, merangsang pencernaan makanan dan pengeluaran

kotoran, membuat bayi tidur lebih tenang dan menjalin komunikasi dan ikatan antara bayi atau orangtuanya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindari dalam pemijatan bayi yaitu Bayi tidak boleh dilakukan pemijatan pada waktu bayi tidak siap atau tidak amu dipijat, bayi tidak oleh dibangunkan, hanya khusus untuk dilakukan pemijatan, bayi tidak boleh dilakukan pemijatan langsung setelah bayi selesai makan serta bayi tidak boleh dipaksakan dalam posisi tertentu pada saat pemijatan (Maryunani, 2009).

Dokumen terkait