PENATALAKSANAAN PERAWATAN SJOGREN SYNDROM
Perawatan dari sjogren syndrom adalah sering ditujukan untuk membantu mengatasi gejala utama yang ditimbulkan akibat dari efek kerusakan kelenjar saliva dan kelenjar air mata.(10) Pada sjogren syndrom yang perlu dipertimbangkan dalam
perawatan adalah perawatan lokal dan perawatan sistemik.(19)
6.1. Perawatan Lokal
Para dokter gigi harus dipersiapkan untuk menanggulangi hipofungsi kelenjar saliva yaitu xerostomia yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah dari karies, oral kandidiasis, dan rasa nyeri pada rongga mulut yang disebabkan karena mukosa mulut mengalami iritasi.(19,21) Penanggulangan dari berkurangnya aliran
saliva adalah dengan merangsang sekresi kelenjar saliva dengan cara mengunyah permen karet yang bebas gula, sorbitol atau permen karet yang mengandung xilitol.(19,23)
Penanganan dari xerostomia dapat juga dilakukan dengan cara meresepkan kepada pasien artifisial saliva atau cairan pengganti saliva atau dapat juga
Hanri : Kerusakan Sistem Imunitas Tubuh Pada Sjogren Syndrom, 2009.
menggunakan pelembab rongga mulut (oral moist) yang telah banyak di pasarkan.(23,24) Artifisial saliva adalah suatu produk yang dibuat seperti saliva asli
tetapi kerja dari artifisial saliva tidak merangsang produksi dari kelenjar saliva. Produk-produk artifisial saliva dan pelembab rongga mulut yang dijual biasanya dalam bentuk solutions, gel, sprays. Contoh produk artifisial saliva dan oral moist adalah Caphosol®, Salivart®, V.A. Oralube®, Biotene Oral Balance Liquid®, Oasis
Sensodyne®.(24,25)
Pengendalian dari jumlah karies serta pencegahannya, dapat dilakukan oleh dokter gigi dengan melakukan restorasi pada gigi yang telah mengalami karies serta melakukan tindakan pencegahan karies seperti topikal flour aplikasi pada permukaan gigi atau berkumur dengan larutan yang mengandung flour serta mengaplikasikan GC Tooth Mouse® pada permukaan gigi. GC Tooth Mouse adalah topikal pasta yang
mengandung CPP-ACP (Caesin Phosphopeptida-Amorphous Calsium Phosphate) yang memberikan perlindungan ekstra pada gigi, karena dapat mengantarkan kalsium fosfat ke dalam gigi sehingga menyebabkan proses remineralisasi dan mencegah perlekatan plak bakteri pada permukaan gigi yang menimbulkan efek pencegahan terhadap karies dan perbaikan terhadap kerusakan kecil pada permukaan enamel seperti white spot, erosi pada permuka an email gigi.(23,26)
Iritasi pada mukosa rongga mulut pasien harus dapat dicegah supaya tidak menimbulkan luka (ulkus) dan rasa nyeri. Luka yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas dari sel-sel limfosit sehingga memicu perkembangan penyakit sjogren syndrom. Oleh karena itu tindakan yang perlu dilakukan untuk
Hanri : Kerusakan Sistem Imunitas Tubuh Pada Sjogren Syndrom, 2009.
mencegah iritasi adalah dengan membuat mukosa mulut agar tetap lembab melalui penggunaan oral moist atau artifisial saliva. Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul pada saat mengkonsumsi makanan, maka nasihat-nasihat makanan berikut dapat disampaikan kepada pasien. Seperti menyarankan mengkonsumsi makanan cair dan lunak, menghindari mengkonsumsi makanan keras dan kering, memperbanyak minum air dan sari buah-buahan (yang tidak dimaniskan) akan membantu melarutkan lendir mulut dan mempermudah proses menelan makanan dan berbicara.(22)
Mengkonsumsi buah-buahan yang dapat mengurangi rasa sakit seperti melon, semangka, tomat, karena buah-buahan ini terasa dingin, berair, dan tidak mengandung gula sehingga tidak menimbulkan rasa haus.(22) Pada penderita yang
kurang makan dan diikuti oleh turunnya berat badan, dianjurkan pemberian makanan tambahan yang agak encer dengan minuman yang kaya protein (susu).(22)
Perawatan oral kandidiasis yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah dengan meresepkan obat anti jamur topikal seperti Mycostatin® salep. Infeksi jamur
ini dapat terjadi akibat dari pemakaian obat-obat penekan respon imun terutama golongan steroid.(27,28)
Dokter gigi dapat memberikan atau meresepkan kepada pasien agar menggunakan sikat gigi yang sangat lembut seperti Oral-B® Sensitive Ekstra Soft dan
pasta gigi yang tidak menyebabkan iritasi pada mukosa mulut seperti Biotine® Dry
Mouth PBF Toothpaste, Oralbalance® Long-lasting Mousturizing Gel, untuk
pengendalian plak yang dapat dilakukan oleh pasien di rumah. Produk pasta gigi tersebut merupakan antixerostomia karena mengandung tiga enzim saliva yaitu
Hanri : Kerusakan Sistem Imunitas Tubuh Pada Sjogren Syndrom, 2009.
lactoperoxidase, glucose oxidase dan lysozyme, yang berfungsi sebagai antibakteri dan melarutkan lapisan biofilm pada permukaan gigi.(24)
6.2. Perawatan Sistemik
Tujuan perawatan sistemik dengan menggunakan obat-obatan adalah untuk mengurangi perkembangan penyakit dan mencegah terjadinya banyak komplikasi yang ditimbulkan oleh sjogren syndrom. Perawatan sistemik ini tidak dilakukan oleh dokter gigi tetapi dengan merujuk pasien ke dokter yang lebih berkompeten. Sebaiknya para dokter gigi mengetahui beberapa kategori obat yang sering digunakan dalam terapi sjogren syndrom, seperti penggunaan obat golongan kortikosteroid, obat ini merupakan immunosupresan untuk pengobatan dari gangguan autoimun, dengan cara menurunkan inflamasi melalui penekanan aktivitas sel polimorfonuklear. Menstabilkan membran lisosomal dan juga menekan produksi dan aktivitas limfosit dan antibodi. Obat ini dikenal dengan nama prednisone. (3)
Obat Agen Immunosupresan, merupakan agen penghambat pertumbuhan dan proliferasi sel, dengan cara melepaskan nitrogen mustards yang dikenal sebagai alkali agen yang mungkin ikut dalam proses pemisahan dari DNA. Selain itu obat ini juga menurunkan respon imun. Obat ini dikenal dengan nama cyclophosphamide.(3)
Kategori obat anti inflamasi non steroid, obat ini mempunyai aktivitas analgesik, anti-inflamasi, dan antipiretik. Mekanisme kerja dari obat ini belum diketahui, tetapi obat ini mungkin menghambat aktivitas cyclo-oxygenase dan sintesis prostaglandin. Mekanisme yang lain adalah termasuk menghambat sintesis leukotrien, pelepasan enzim lisosom, aktivitas lipoksigenase, dan agregasi neutrofil.(3)
Hanri : Kerusakan Sistem Imunitas Tubuh Pada Sjogren Syndrom, 2009.
Obat Immun Globulin Intravenous, digunakan untuk memperbaiki aspek klinik dan imun dari penyakit, dengan cara menurunkan produksi autoantibodi dan menurunkan solubilitasnya. Obat ini dikenal dengan nama guanin, gammagard, sandoglobulin.(3)
Golongan Obat Antimalaria, memiliki aktivitas anti-inflamasi. Efek Anti- inflamasi obat ini melalui penekanan perubahan limfosit dan mungkin memiliki sebuah efek photoprotective. Obat ini dikenal dengan nama chloroquine phosphate. Pilocarpine HCL, merupakan obat parasimpatomimetik yang fungsi utamanya sebagai agonis muscarinic-cholinergik dengan cara merangsangan ringan kerja dari beta-andregenik. Pilocarpine meningkatkan pengeluaran dari saliva dan efektif untuk menghilangkan kekeringan mulut pada pasien hipofungsi kelenjar saliva.(19,21,27 )
Hanri : Kerusakan Sistem Imunitas Tubuh Pada Sjogren Syndrom, 2009.
BAB 7