• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penatausahaan BMN pada PPN Pekalongan belum memadai

F. PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAINNYA

F.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA

2) Penatausahaan BMN pada PPN Pekalongan belum memadai

Atas kondisi tersebut telah dilaksanakan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Tanah seluas 47.400 m2 belum didukung dengan Bukti Sertifikat Tanah.

Atas temuan tersebut kami sudah melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut:

 Berkoordinasi dengan Kantor ATR/BPN dan KPKNL Pekalongan terkait masalah sertifikat tanah. (langkah-langkah point 1)

 Berkoordinasi dengan Perum Perindo/Dewan Pengawas Perum Perindo Jakarta dan Instansi terkait dalam rangka permohonan percepatan Ijin Hak Pengelolaan Lahan tanah seluas 47.400 M2 (langkah-langkah point 1)

 Berkoordinasi dengan Perum Perindo telah terbit surat Dari Perum Perindo Nomor : S.1253/Dir.A/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017 terkait Persetujuan permohonan perubahan bentuk bidang tanah seluas 47.400 M2 yang telah dilepaskan haknya kepada Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. (langkah-langkah point 1)

 Berkoordinasi dengan Perum Perindo Cabang Pekalongan terkait Peta Bidang Tanah dari BPN Kota Pekalongan Nomor : 97/2018 NIB. 11.05.01.11.00004 seluas 17.217 M2 dan NIB.11.05.01.11.00005 seluas 30.183 M2. (langkah-langkah point 1)

 Berkoordinasi dengan Perum Perindo Cabang Pekalongan terkait Surat dari Direktur Keuangan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Nomor : S-688 /Dir.B/VI/2019 Tanggal 26 Juni 2019 Perihal Tindaklanjut Penyelesaian Pelepasan Hak Atas Tanah Milik Perum Perum Indonesia seluas 47.400 M2. (langkah-langkah point 1)

LAPORAN KEUANGAN PPN PEKALONGAN 2019 | Audited

 Berkoordinasi dengan Kantor BPN/ATR Pusat terkait proses sertifikasi Tanah seluas ( total 47.400 Meter Nomor : 97/2018 NIB. 11.05.01.11.00004 seluas 17.217 M2 dan NIB.11.05.01.11.00005 seluas 30.183 M2. (langkah-langkah point 1)

 Per 31 Desember 2019 telah diinformasikan dari Kantor Pertanahan Kota Pekalongan bahwa sertifikat tanah PPN Pekalongan seluas 47.400 M2 telah terbit tertanggal 2 Januari 2020 dengan rincian sebagai berikut :

NO URAIAN NOMOR DAN

TANGGAL SERTIFIKAT KETERANGAN

1 Tanah Pelabuhan Onshore 1

Hak Pakai Nomor. : 00005 tanggal 02 Januari 2020 Luas Tanah 17.217 M2 2 Tanah Pelabuhan Onshore 2

Hak Pakai Nomor : 00006

Tanggal 2 Januari 2020

Luas Tanah 30.183 M2.

b. Barang Milik Negara Rp. 69.118.186.332,00 belum Ditetapkan Status Penggunaannya.

 BMN atas Peralatan dan Mesin Rp. 4.603.294.236,00 sudah kami usulkan Penetapan Status Penggunaannya ke Direktur Jenderal Perikanan Tangkap dengan rincian sebagai berikut :

No Uraian Nilai Nomor Surat Tanggal

1. Peralatan & mesin 1.293.305.496 B.1701/PPNP/PL.130/VIII/2018 15-08-2018 2. Peralatan & mesin

33.317.100 B.1702/PPNP/PL.130/VIII/2018 *) 15-08-2018 3. Peralatan & mesin

23.940.000 B.1271/PPNP/PL.130/VI/2018 08-06-2018 4. Peralatan & mesin 2.887.025.099 B.1270/PPNP/PL.130/VI/2018 08-06-2018 5. Peralatan & mesin 1.967.771.262 B.1269/PPNP/PL.130/VI/2018 08-06-2018

LAPORAN KEUANGAN PPN PEKALONGAN 2019 | Audited

6. Peralatan & mesin

17.737.000 B.2380/PPNP/PL.930/XI/2018 05-11-2018 7. Peralatan & mesin 119.100.399 B.1272/PPNP/PL.130/VI/2018 *) 08-06-2018

*) Catatan :

No. 2. Sudah terbit SK PSP dari Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 709/KEPMEN-KP/SJ/PL.930/XI/2018 Tanggal 15 Nopember 2018 No. 7 Sudah terbit SK PSP dari Menteri Keuangan Nomor: 09/WKN.06/KN.09/KNL.04/2019 Tanggal 15 Februari 2019  BMN atas Gedung dan Bangunan senilai Rp. 15.852.305.932,00 telah kami Usulkan Permohonan Penetapan Status Penggunaan dengan rincian sebagai berikut :

No Uraian Nilai Nomor Surat Tanggal

1. Gedung & Bangunan 15.779.172.262 B.1091/PPNP/

PL.130/V/2018 15-05-2018 2. Gedung & Bangunan Eks Deptan 41.926.000

 BMN atas Jalan, Irigasi dan jaringan senilai Rp. 38.306.331.314,00 sudah kami Usulkan Permohonan Penetapan Status Penggunaan dengan rincian Surat Nomor sebagai berikut:

No Uraian Nilai Nomor Surat Tanggal

1. Jalan Jembatan Jaringan 36.048.262.365

B.1273/PPNP/PL

.130/VI/2018 08-06-2018

2.

Jalan Jembatan Jaringan Eks

Deptan 2.258.068.949

B.1274/PPNP/PL

.130/VI/2018 08-06-2018

 BMN atas Alat Tetap Lainnya senilai Rp. 39.048.850,00 sudah terbit SK PSP dari Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 764/KEPMEN-KP/SJ/PL.930/2018 Tanggal 7 Desember 2018.  Berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap dengan mengirim surat Nomor: B.468/PPNP/PL.930/III/2019 Tanggal 12 Maret 2019 Perihal Permohonan Percepatan Penetapan Status Penggunaan BMN pada PPN Pekalongan.

LAPORAN KEUANGAN PPN PEKALONGAN 2019 | Audited

c. BMN Eks Departemen Pertanian berupa peralatan dan mesin yang masih tercatat sebagai aset tetap minimal sebesar Rp. 109.830.446,00 tidak diketahui keberadaannya.

PPN Pekalongan sudah berkoordinasi dengan DJPT sebagai Eselon I untuk permasalahan Barang Eks Departemen Pertanian dengan melakukan bebarapa hal :

 Telah mengajukan permohonan Riviu atas aset Eks Departemen Pertanian atas surat Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara

Pekalongan Nomor :

B.1492/PPNP/PL.921/IX/2019 Tanggal 12 September 2019.

 Sudah memerintahkan kepada operator Simak BMN untuk lebih cermat dalam melaksanakan tugasnya dengan

memorandum Nomor :

B.1972/PPNP/Ku.420/VIII/2019 Tanggal 27 Agustus 2019.

 Tim Riviu dari Inspektorat III Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan Pemantauan Pengelolaan Keuangan dan BMN PPN Pekalongan dalam rangka Implementasi Pengendalian Intern Pelaporan Keuangan (PIPK) s.d. Triwulan III Tahun 2019.sesuai Surat Tugas Nomor : ST-04.11.13/ITJ/TU.420/IX/2019 Tanggal 04 November 2019.

 Pada tanggal 6 sd. 8 November 2019 telah melaksanakan Pemantauan Pengelolaan Keuangan dan BMN (khususnya aset eks Departemen Pertanian) dan Penetapan Status Penggunaan BMN pada PPN Pekalongan.  Hasil Pemantauan BMN eks Departemen

Pertanian PPN Pekalongan Tim Riviu dari Inspektorat III Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan Catatan Hasil Riviu (CHR).pada tanggal 15 Nopember 2019

LAPORAN KEUANGAN PPN PEKALONGAN 2019 | Audited

 Sesuai CHR tersebut Satker PPN Pekalongan diperintahkan untuk menindaklanjuti terhadap BMN yang tidak ditemukan pada semester II Tahun 2019, diantaranya adalah :  Membentuk Tim Internal Tindak Lanjut

Hasil Revaluasi BMN;

 Melakukan verifikasi kesesuaian antara dokumen Formulir Objek Pendataan Penilaian, Kertas Kerja Inventarisasi, dan Berita Acara BMN tidak ditemukan;

 Melakukan koreksi pencatatan transaksi barang tidak ditemukan hasil inventarisasi;  Melakukan Verifikasi dan Penelitian

terhadap BMN yang tidak ditemukan;  Melakukan pengecekan di lokasi BMN

tersebut dan melakukan pemotretan;

 Membuat berita acara verifikasi, penilaian, dan lampirannya;

 Membuat kronologis kejadian aset tidak ditemukan;

 Membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);

 Melengkapi dengan Catatan Hasil Reviu Inspektorat Jenderal;

 Melakukan transaksi Koreksi Pencatatan (Transaksi 305);

 Berkoordinasi dengan KPKNL setempat;  Menyimpan dokumen-dokumen hasil

tindak lanjut BMN

d. Pemanfaatan dermaga milik PPN Pekalongan tidak sesuai ketentuan

Terkait hal tersebut, kami sudah berkoordinasi secara tertulis kepada:

o Direktur Jenderal Perikanan Tangkap melalui Surat Nomor: 2447/PPNP/PL.220/X/2014 tanggal 13 Oktober 2014 perihal Pemanfaatan Aset PPN Pekalongan Berupa Dermaga;

o Direktur Pelabuhan Perikanan Melalui Surat Nomor: B.1925/PPNP/HP.400/VIII/2016 tanggal 22 Agustus 2016 perihal Tindak Lanjut Hasil

LAPORAN KEUANGAN PPN PEKALONGAN 2019 | Audited

Sementara Evaluasi PNBP TA. 2013 s.d. Mei 2016 pada PPN Pekalongan;

o Direktur Pelabuhan Perikanan melalui Surat Nomor: B.2312/PPNP/KU.340?XI/2017 tanggal 27 Nopember 2017 perihal Jasa Tambat Labuh; o Direktur Pelabuhan Perikanan melalui Surat

Nomor: B.484/PPNP/PL.220/III/2019 tanggal 13 Maret 2019 perihal Pemanfaatan Dermaga.

o Telah dilakukan langkah-langkah Pemanfaatan Dermaga (point 3.) sesuai surat dari Sekretaris Jenderal Perikanan Tangkap Nomor: B.14660/DJPT/KU.420.S1/X/2019 Tanggal 7 Oktober 2019 Perihal tindak lanjut temuan BPK RI atas kegiatan pelayanan Jasa Tambat Labuh. o Berkoordinasi dengan Perum Perindo Cabang

Pekalongan melalui surat Ka. PPN Pekalongan Nomor: B.2208/PPNP/KR.420/X/2019 tanggal 11 Oktober 2019 Perihal Pelaksanaan Pungutan Jasa Tambat Labuh.

o Melaksanakan pungutan jasa tambat labuh per 15 Oktober 2019

o Tanggapan dari Perum Perindo cab. Pekalongan atas surat Nomor: B.2208/PPNP/KR.420/X/2019 tanggal 11 Oktober 2019 Perihal Pelaksanaan Pungutan Jasa Tambat Labuh.

3) Terdapat temuan Inspektorat Jenderal atas audit

Dokumen terkait