BAB II PENATAUSAHAAN IJAZAH, TRANSKRIP AKADEMIK, SKPI
C. Penatausahaan Surat Keterangan Pendamping
Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) adalah dokumen yang memuat informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi pasal 8 ayat (2) bahwa bahwa SKPI ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
1. Perencanaan dan Pengadaan
Blanko SKPI direncanakan dan diadakan secara mandiri oleh Poltekkes Kemenkes. Perencanaan meliputi aspek jumlah calon lulusan, jumlah SKPI, pembiayaan, dan lainnya yang diperlukan.
Kriteria blanko SKPI paling sedikit memenuhi ketentuan: a. Mencantumkan Nomor seri .
b. Menggunakan kertas Ukuran F4
c. Bentuk persegi panjang dengan posisi portrait (vertikal). d. Tulisan menggunakan tipe huruf yang jelas dan
disesuaikan secara proporsional sesuai ukuran kertas.
Kriteria di atas merupakan standar minimal untuk blanko SKPI, selebihnya dapat diatur oleh Poltekkes Kemenkes.
2. Hal – hal yang tercantum dalam SKPI
Hal-hal yang tercantum dalam SKPI paling sedikit memuat : 1) Logo Perguruan Tinggi
2) Nama Perguruan Tinggi
4) Nama program studi
5) Nama lengkap pemilik SKPI 6) Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
7) Tanggal, bulan, tahun masuk dan kelulusan 8) Nomor seri ijazah
9) Gelar yang diberikan beserta singkatannya 10) Jenis pendidikan (akademik, vokasi atau profesi)
11) Program pendidikan (Diploma Tiga, Sarjana Terapan, Magister Terapan)
12) Capaian pembelajaran lulusan sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia secara naratif
13) Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia 14) Persyaratan penerimaan
15) Bahasa pengantar kuliah 16) Sistem penilaian
17) Lama studi
18) Jenis dan program pendidikan tinggi lanjutan 19) Skema tentang sistem pendidikan tinggi
SKPI juga dapat memuat:
1) Informasi tambahan tentang prestasi lulusan selama berstatus mahasiswa
2) Jabatan dalam profesi
3. Pengisian Blanko SKPI
Pengisian SKPI dilakukan oleh masing-masing prodi dan jurusan. Pengisian blanko SKPI menggunakan cetak (print menggunakan komputer dan tinta warna hitam yang tidak mudah pudar.
22
Cara pengisian blanko SKPI sebagai berikut: 1) Logo Perguruan Tinggi
Logo Poltekkes Kemenkes dicetak berwarna dan diletakkan di bagian atas dengan diameter disesuaikan secara proporsional.
2) Nama Perguruan Tinggi
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan ... (misalnya: Palembang)
3) Nomor keputusan pendirian perguruan tinggi
Diisi nomor Keputusan pendirian Poltekkes Kemenkes 4) Nomor SKPI ditentukan oleh masing-masing Poltekkes 5) Nama program studi
Program studi ... (diisi dengan nama prodi, misalnya Farmasi)
6) Nama lengkap pemilik SKPI
Nama lulusan sesuai dengan ijazah. 7) Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
Nomor Induk Mahasiswa (NIM) di Poltekkes Kemenkes yang bersangkutan. Penulisan NIM ini dapat dikembangkan oleh masing-masing Poltekkes Kemenkes.
8) Tanggal, bulan, tahun masuk dan kelulusan
Tanggal,bulan dan tahun masuk diisi dengan tanggal SK Penetapan Peserta Didik Baru di Program studi. Tanggal,bulan dan tahun kelulusan diisi dengan tanggal yudisium/penetapan lulusan di program studi. 9) Nomor seri ijazah
10) Gelar yang diberikan beserta singkatannya
a. Ahli Madya untuk lulusan Diploma Tiga seperti terlampir.
b. Sarjana Terapan untuk lulusan Diploma Empat seperti terlampir
11) Jenis pendidikan
Jenis pendidikan ditulis dengan pendidikan vokasi 12) Program pendidikan
Program pendidikan ditulis Diploma atau Sarjana Terapan, atau Magister Terapan.
13) Capaian pembelajaran lulusan sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia secara naratif.
Dituliskan empat hal deskripsi spesifik meliputi : kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, kemampuan manajerial dan pendidikan karakter/ sikap/moral (soft skill). Uraian ini ditetapkan oleh jenis strata pendidikan sejenis, mengacu pada kurikulum yang diterapkan di Prodi masing-masing dan dapat ditulis secara lebih ringkas.
14) Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Level 5 untuk program pendidikan diploma tiga Level 6 untuk program pendidikan diploma empat Level 7 untuk program pendidikan profesi
Level 8 untuk program pendidikan magister terapan 15) Persyaratan penerimaan
Dimasukkan sesuai dengan pedoman Sipenmaru untuk masing-masing jenis program studi.
16) Bahasa pengantar kuliah
Menggunakan bahasa Indonesia dan atau bahasa asing.
24
17) Sistem penilaian
Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai 4, 3, 2, 1, dan 0. Politeknik Kesehatan Kemenkes dapat menggunakan huruf antara dan angka antara untuk nilai pada kisaran 0 (nol) sampai 4 (empat). Operasional lebih lanjut mengacu pada peraturan akademik masing-masing .
18) Lama studi
Masa studi untuk program pendidikan diploma tiga : 6 sampai dengan 8 semester ( 3 sampai dengan 4 tahun)
Masa studi untuk program pendidikan diploma empat : 8 sampai dengan 10 semester ( 4 sampai dengan 5 tahun).
19) Jenis dan program pendidikan tinggi lanjutan
Disesuaikan dengan jenis program studi masing-masing
contoh :
a. lulusan program diploma tiga keperawatan melanjutkan ke program diploma empat keperawatan atau ners
b. lulusan program diploma empat kebidanan melanjutkan ke magister terapan kebidanan 20) Skema tentang sistem pendidikan tinggi
SKPI juga dapat memuat:
a. Informasi tambahan tentang prestasi lulusan selama berstatus mahasiswa Prestasi yang terkait dengan kegiatan kurikuler , co kurikuler dan ekstrakurikuler b. Jabatan dalam profesi
Dituliskan posisi dalam profesi untuk kelulusan tersebut. (contoh : perawat pemula untuk lulusan program diploma tiga keperawatan atau perawat mahir untuk lulusan program diploma empat keperawatan).
4. Penandatanganan SKPI
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi, SKPI lulusan Politeknik diparaf oleh ketua program studi dan ditandatangani oleh ketua jurusan.
5. Penyimpanan dan Pengendalian
a. Blanko SKPI dan SKPI merupakan dokumen berharga, maka sebelum didistribusikan atau digunakan, harus disimpan secara baik dan aman di brankas dan memiliki kunci.
b. Setiap penggunaan blanko SKPI, Kepala Sub Bagian Adak harus membuat usulan ke direktur sesuai dengan jumlah calon lulusan (ditambah 5-10%), dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima Blanko SKPI. Penggunaan blanko SKPI termasuk yang tidak digunakan atau rusak diserahkan kembali oleh Kepala Sub Bagian Adak kepada adirektur disertai Berita Acara Penggunaan
26
c. SKPI asli sebelum didistribusikan kepada lulusan, disimpan dalam bentuk hardcopy dan softcopy (scan).