BAB III PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
D. Pencacahan Daftar VSEN17.K dan VSEN17.KP….….… 22
(3) Masalah: Pencacah melakukan pemutakhiran rumah tangga tanpa diawali penelusuran dan pengenalan blok sensus wilayah tugas.
Solusi: Laporkan hal tersebut kepada pejabat BPS Kabupaten/Kota dan instruksikan pencacah untuk melakukan pemutakhiran rumah tangga sesuai prosedur.
C. Pengiriman Hasil Pemutakhiran Muatan Blok Sensus ke BPS Kabupaten/Kota dan Penerimaan Daftar Sampel Rumah Tangga (1) Masalah: Pada beberapa daerah tertentu, pengawas dan pencacah bersama-sama turun ke lapangan dan bermalam di wilayah tugas sampai dengan pencacahan di blok tersebut selesai.
Solusi: Setelah proses pemutakhiran muatan blok sensus selesai, komunikasikan hasil pemutakhiran tersebut melalui telepon genggam ke BPS Kabupaten/Kota.
Selanjutnya setelah dilakukan proses entri hasil pemutakhiran muatan blok sensus dan penarikan sampel dilakukan oleh BPS Kabupaten/Kota, daftar sampel/nama-nama responden terpilih dikomunikasikan kembali kepada pengawas melalui telepon genggam.
D. Pencacahan Daftar VSEN17.K dan VSEN17.KP
(1) Masalah: Rumah tangga dianggap sulit dan menolak wawancara.
Solusi: Lakukan pendekatan secara personal pada responden.
Apabila tidak berhasil, minta bantuan dari BPS Kabupaten/Kota. Apabila dengan cara tersebut responden masih menolak untuk diwawancara, buat berita acara penolakan secara resmi yang ditandatangani responden. Setelah langkah-langkah di atas ditempuh, dengan demikian kode tidak bersedia wawancara pada daftar VSEN17.K atau responden menolak pada daftar VSEN17.KP dapat dipilih.
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 23
(2) Masalah: Terdapat rumah tangga dengan seluruh anggota rumah tangganya berumur kelipatan 5 (seperti: KRT berumur 50, istri berumur 45, anak pertama berumur 25, anak kedua berumur 20).
Solusi: Konfirmasi ulang isian dokumen kepada pencacah.
Instruksikan pencacah untuk melakukan wawancara ulang terhadap responden dan melakukan probing terhadap umur responden dengan menggunakan bantuan dokumen resmi.
24 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 25
Lampiran 1. Petunjuk Pengumpulan Data Rentang Harga PETUNJUK PENGUMPULAN DATA RENTANG HARGA
Kuesioner Konsumsi/Pengeluaran (VSEN17.KP) mengumpulkan informasi mengenai “Banyaknya” dan “Nilai” konsumsi rumah tangga untuk 236 komoditi bahan makanan, bahan minuman dan rokok, serta 122 komoditi bukan makanan. Informasi mengenai “Banyaknya” dan
“Nilai” komoditi/barang berhubungan erat dengan harga komoditi/barang karena “Nilai” dibagi dengan “Banyaknya” menghasilkan harga per satuan standar komoditi atau barang sehingga harga per satuan standar komoditi merupakan salah satu komponen penting dalam pengumpulan dan pengolahan data VSEN17.KP.
Harga per satuan standar komoditi sangat dipengaruhi oleh kualitas komoditi/barang dan dipengaruhi pula oleh ketersediaan barang dan tingginya tingkat permintaan. Misalkan harga beras dipengaruhi oleh kualitas beras, beras jenis Cianjur Super akan berbeda dengan beras IR4. Di beberapa daerah harga beras dipengaruhi oleh masa panen padi, ketika masa panen padi harga beras menjadi lebih murah dibandingkan bukan masa panen. Oleh karena itu, harga yang digunakan dalam proses pengumpulan dan pengolahan data VSEN17.KP bukan merupakan nilai tunggal tetapi merupakan suatu rentang nilai yang disebut dengan harga minimum dan harga maksimum.
Penentuan harga minimum dan harga maksimum suatu komoditi/barang dilaksanakan dengan suatu aturan tertentu sehingga dapat berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Untuk kebutuhan tersebut, maka disusun Kuesioner Rentang Harga yang digunakan untuk mengumpulkan harga minimum dan maksimum suatu komoditi/barang.
Kuesioner Rentang Harga terdiri atas:
1. Nama dan Kode Propinsi;
2. Nama dan Kode Kabupaten/Kota;
3. Nama dan Nomor Pengawas;
Nomor Pengawas dibuat oleh Kasie Sosial.
4. Kolom 1: Kode Komoditi terdiri atas 236 komoditi bahan makanan, bahan minuman, dan rokok, serta 122 komoditi bukan makanan,
26 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
serta 6 kode komoditi raskin/rastra untuk empat bulan (Februari, Januari, Desember, dan November), kuantitas (kg), dan nilainya.
5. Kolom 2: Nama komoditi;
6. Kolom 3: Satuan;
7. Kolom 4: Harga minimum;
8. Kolom 5: Harga minimum.
Beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan pendataan rentang harga, yaitu:
1. Identifikasi komoditi-komoditi yang biasanya dibeli/dikonsumsi oleh rumah tangga dengan memberi tanda (√) pada kode komoditinya.
2. Identifikasi keberadaan pasar, mini market, super market, pedagang keliling, pedagang kaki lima, dsb. sebagai sumber informasi untuk pengisian harga komoditi.
Tahapan pengisian Kuesioner Rentang Harga sebagai berikut:
1. Tuliskan nama dan kode Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Pengawas.
2. Kunjungi pasar, mini market, super market, pedagang keliling, pedagang kaki lima, bengkel kendaraan bermotor, SPBU, penjual BBM eceran dsb. yang sudah diidentiifkasi sebelum melakukan pendataan.
3. Tanyakan harga minimum dan harga maksimum komoditi-komoditi yang dijual sesuai dengan satuan standar yang tertera pada kuesioner VSEN17.KP. Untuk mendapatkan harga minimum atau maksimum dapat ditanyakan berdasarkan kualitas komoditi yang dijual. Misalkan untuk mendapatkan harga minimum komoditi beras, maka tanyakan harga beras kualitas paling rendah, sedangkan untuk mendapatkan harga maksimumnya ditanyakan harga beras kualitas paling baik. Jika ditemukan harga komoditi yang tidak sesuai dengan satuan standar, maka lakukan konversi dari satuan lokal ke satuan standar kemudian bagi harga dengan konversi satuannya, maka akan didapatkan harga sesuai satuan standar.
Misalkan harga kacang panjang 1 ikat Rp 5.000,- diketahui dari
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 27
5. Setelah selesai melakukan pendataan, periksa kembali isian Kuesioner Rentang Harga. Pastikan pencatatan sudah sesuai dan tidak ada komoditi yang sudah ditandai terlewat ditanyakan.
6. Serahkan hasil pendataan Rentang Harga ke Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten/Kota.
7. Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten/Kota menerima kuesioner Rentang Harga dari pengawas. Lakukan pemeriksaan sebelum pengawas pergi atau meninggalkan kantor untuk meminta konfirmasi atau jawaban dari pengawas.
28 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 29
Lampiran 2. Petunjuk Pengisian Daftar Konversi Komoditas Susenas Maret 2017
PETUNJUK PENGISIAN
DAFTAR KONVERSI KOMODITAS SUSENAS MARET 2017
Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017 dibuat untuk mempermudah pencacah dalam mencatatkan “Banyaknya”
konsumsi rumah tangga terhadap suatu komoditi yang biasa dibeli atau dikonsumsi dengan satuan yang tidak sesuai dengan satuan standar.
Pengisian Daftar Konversi Satuan Komoditi dilakukan oleh pengawas.
Satuan komoditi lokal yang perlu dikonversi yang berasal dari komoditi lokal yang biasanya dibeli dengan satuan setempat, yang tidak sama dengan satuan yang tertera pada Daftar VSEN17.KP. Selain itu, konversi satuan juga perlu dilakukan untuk satuan yang dipergunakan rumah tangga saat mengonsumsi bahan makanan, bahan minuman, atau rokok. Misalnya:
Satuan-satuan lokal seperti tumpuk, gelas belimbing, atau gantang tersebut merupakan satuan lokal yang perlu dikonversi ke satuan yang ada dalam kuesioner oleh pengawas. Tujuannya untuk mempermudah pencacahan.
Tahapan dalam melakukan pengisian Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017, antara lain sebagai berikut:
1. Tuliskan Kode Provinsi dan Kabupaten/Kota pada Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017;
2. Amati seluruh komoditi pada Daftar VSEN17.KP, kemudian catat/
tandai komoditi mana saja yang biasanya dibeli/dikonsumsi oleh rumah tangga dengan satuan lokal;
30 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
3. Kunjungi pasar/tempat lain yang biasa dijadikan tempat membeli bahan-bahan masakan rumah tangga untuk melakukan penimbangan komoditi yang biasa dibeli dengan satuan yang ada;
4. Kunjungi beberapa rumah tangga untuk melakukan penimbangan komoditi yang biasa dimasak dengan satuan yang biasa digunakan rumah tangga;
5. Catat satuan lokal pada Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017, Kolom 4, sesuai dengan nama komoditi. Jika suatu komoditi memiliki banyak satuan lokal, tuliskan satuan lokal tersebut pada baris tambahan yang tersedia (baris a atau b) pada masing-masing komoditi;
6. Lakukan penimbangan pada komoditi yang telah ditentukan dan lakukan juga penimbangan komoditi yang biasa dikonsumsi dengan satuan lokal;
7. Catat hasil penimbangan pada Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017, Kolom 5 sesuai dengan kotak yang telah tersedia.
8. Pada Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017 terdapat beberapa komoditi yang telah dituliskan satuan lokalnya.
Jika satuan lokal tersebut tidak digunakan di lokasi pencacahan, tuliskan “0” pada kolom 5, sesuai dengan komoditi dan satuan lokal yang bersangkutan.
Contoh:
Di Kabupaten Demak, kacang panjang biasa dijual dalam satuan ikat.
Setelah dilakukan penimbangan, diperoleh hasil bahwa satu ikat kacang panjang memiliki berat seperempat kilogram. Pada kasus tersebut, contoh pengisiannya adalah sebagai berikut:
Daftar Konversi Satuan Komoditi Susenas Maret 2017 yang telah jadi, kemudian dijadikan pedoman bagi pencacah, sehingga dapat mempermudah proses pencacahan.
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 31
Lampiran 3. Dokumen Pengumpulan Data Rentang Harga SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL MARET 2017 KETERANGAN RENTANG HARGA KOMODITI/BARANG
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
32 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 33
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
34 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 35
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
36 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 37
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
38 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 39
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
40 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 41
Kode Komoditi (Kuesioner)
Nama Komoditi Satuan Harga Minimum
Harga Maksimum
(1) (2) (3) (4) (5)
2002.iii RASKIN/RASTRA
JANUARI Rupiah
2002.i RASKIN/RASTRA
DESEMBER Kg
2002.iii RASKIN/RASTRA
DESEMBER Rupiah 2002.i RASKIN/RASTRA
NOVEMBER Kg
2002.iii RASKIN/RASTRA
NOVEMBER Rupiah CATATAN
42 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 43
Lampiran 4. Format Monitoring Hasil Updating Muatan Blok Sensus
SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL MARET 2017 MONITORING HASIL UPDATING (MHU)
44 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 45
Lampiran 5. Format Laporan Pengawasan Laporan Hasil Pengawasan
Pengawas : ... Pencacah : ...
Provinsi : ... Desa/Kelurahan : ...
Kabupaten : ... Blok Sensus : ...
Kecamatan : ... NKS : ...
No. Permasalahan Pemecahan Masalah Keterangan
(1) (2) (3) (4)
..., ... Maret 2017
Mengetahui, Pengawas
Kepala BPS Kabupaten/Kota,
... ...
NIP. NIP.
46 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 47
Lampiran 6. Format Berita Acara Nonrespon Penolakan Responden
BERITA ACARA NONRESPON
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan sadar menyatakan menolak wawancara Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2017*). Identitas rumah tangga Saya adalah:
1 Provinsi
2 Kabupaten/Kota**) 3 Kecamatan
4 Desa/Kelurahan**)
5 Klasifikasi Desa/Kelurahan 1. Perkotaan 2. Perdesaan 6 Nomor Blok Sensus
7 Nomor Kode Sampel
8 Nomor Urut Sampel Rumah
Tangga
9 Nama Kepala Rumah Tangga
10 Nama dan Kode/NIP Pencacah …………...…………...
*) Susenas Maret 2017 merupakan survei penyedia data statistik dasar yang diatur dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik.
Badan Pusat Statistik
48 Pedoman Pencacah Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 49 Lampiran 7. Format Berita Acara Nonrespon Selain Penolakan
Responden
BERITA ACARA
Rumah tangga sampel Susenas Maret 2017 dengan identitas:
1 Provinsi
2 Kabupaten/Kota*) 3 Kecamatan 4 Desa/Kelurahan*)
5 Klasifikasi Desa/Kelurahan 1. Perkotaan 2. Perdesaan 6 Nomor Blok Sensus
7 Nomor Kode Sampel
8 Nomor Urut Sampel Rumah
Tangga
9 Nama Kepala Rumah Tangga
*) Coret yang tidak perlu
Tidak dapat diwawancara sampai hari terakhir masa pencacahan Susenas Maret 2017 dengan alasan ………...
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Pengawas,
...
NIP.
..., ... Maret 2017 Pencacah,
...
Mengetahui,
Kepala BPS Kabupaten/Kota
...
NIP
Badan Pusat Statistik
50 Pedoman Pencacah Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 51
Lampiran 8. Format Laporan Pemeriksaan Dokumen
Laporan Hasil Pemeriksaan Dokumen
Pengawas : ... Pencacah : ...
Provinsi : ... Desa/Kelurahan : ...
Kabupaten : ... Blok Sensus : ...
Kecamatan : ... NKS : ...
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
VSEN17.K
1 Jumlah pada Blok III. Ringkasan rincian 301 harus sama dengan jumlah baris terisi pada Blok IV Demografi, Blok V Keterangan Migrasi,akte Kelahiran, Blok VI Keterangan berpergian dan Korban Kejahatan, Blok IX Keterangan keluhan, rawat jalan dan Jaminan Kesehatan, Blok X Rawat Inap dan merokok.
2 Jumlah pada Blok III. Ringkasan rincian 302 harus sama dengan jumlah kolom balita terisi pada Blok XI Keterangan Imunisasi,ASI dan MP-ASI.
3 Jumlah pada Blok III. Ringkasan rincian 303 harus sama dengan jumlah baris terisi pada Blok VII Keterangan TIK 4 Jumlah pada Blok III. Ringkasan rincian 304 harus sama
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 51
52 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
dengan jumlah baris terisi pada Blok VIII Keterangan Ketenagakerjaan.
5 Jumlah pada Blok III. Ringkasan rincian 305 harus sama dengan jumlah kolom WPK 15-49 tahun yang terisi pada Blok XII Fertilitas, Blok XIII Penolong Persalinan dan Blok XIV Keluarga Berencana.
VSEN17.KP
6 Periksa konsistensi isian “banyaknya” dan “nilai”
pengeluaran masing-masing kolom pembelian, produksi sendiri atau pemberian, dan kolom total. Bila ada isian
“banyaknya” konsumsi, maka “nilai” pengeluaran harus ada isian, dan sebaliknya. Kewajaran harga per satuan (nilai/banyaknya) atau rentang harga harus sesuai dengan daftar rentang harga per komoditi di kabupaten setempat.
7 Periksa konsistensi penjumlahan antar kolom. Kolom 9 merupakan penjumlahan dari “banyaknya” konsumsi pada Kolom 5 dan Kolom 7. Sementara itu, isian Kolom 10 merupakan penjumlahan dari isian “nilai” dari Kolom 6 dan Kolom 8.
52 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 53
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
8 Periksa kewajaran isian besarnya konsumsi makanan selama seminggu terakhir. Konsumsi per kapita sehari tidak boleh melebihi batas maksimum. Misalnya, konsumsi komoditi beras perkapita selama seminggu sebanyak 7 Kg. Bila ditemukan konsumsi di atas maksimum, segera konfirmasi ke pencacah, dan bila diperlukan kembali ke lapangan.
9 Periksa isian secara umum untuk konsumsi makanan. Bila dokumen terisi lengkap, maka harus ada isian makanan.
Bila seluruh isian konsumsi makanan kosong, konfirmasi ke pencacah untuk kembali ke lapangan. Konsumsi makanan untuk responden yang sehari-hari diberi atau disediakan oleh anak/saudara/kerabat/tetangga yang bukan anggota rumah tangga tetap dicatatkan sebagai konsumsi, dan nilainya diimputasi/diperkirakan sesuai harga pasar.
10 Periksa isian konsumsi makanan khususnya yang memiliki satuan standar berupa nilai, yaitu susu cair pabrik (±
250ml), susu kental manis (± 397 gram), teh celup (sachet)
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 53
54 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
(2 gram), kopi instan (sachet) (20 gram), mie instan (80 gram), dan bubur bayi kemasan (± 150 gram).
11 Periksa konsistensi isian Blok IV.2. Pengeluaran untuk barang-barang bukan makanan selama sebulan dan setahun terakhir (Kolom 4 dan Kolom 5). Jika Kolom 4 terisi, maka Kolom 5 harus terisi minimal sebesar isian Kolom 4.
12 Batasan bulan untuk menempati tempat tinggal, minimalnya 12 bulan dan maksimumnya 24 bulan (hanya untuk KRT yang tinggal terpisah dengan ART-nya). Isian lamanya menempati bangunan tempat tinggal untuk rumah tangga baru boleh kurang dari 12 bulan. Konfirmasi ke pencacah bila ada isian jumlah lama tinggal (R239.b+
R240.b + R241.b + R242.b) kurang dari 12 atau lebih dari 12. Bila sesuai kondisi lapangan, maka harus ada catatan. Catatan “Rumah Tangga Baru” untuk isian lama tinggal kurang dari 12 Bulan, dan catatan “KRT tinggal di rumah lain” untuk yang isian lama tinggal lebih dari 12 bulan.
54 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 55
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
Konsistensi Antara VSEN17.K dan VSEN17.KP
13 Jika terdapat pembantu/sopir pada VSEN17.K Blok IV K.403 = 8, maka R.315 VSEN17.KP harus terisi.
14 Jika terdapat ART yang berobat jalan pada VSEN17.K Blok IX K.907 = 1, maka minimal salah satu dari R.287-R.293 VSEN17.KP harus terisi.
15 Jika terdapat ART yang mengobati sendiri pada VSEN17.K Blok IX K.906 = 1 atau K.911 = 5, maka minimal salah satu dari R.294-R.297 VSEN17.KP harus terisi.
16 Jika terdapat ART yang rawat inap pada VSEN17.K Blok X K.1001 = 1, maka minimal salah satu dari R.287-R.293 VSEN17.KP harus terisi.
17 Jika terdapat ART yang merokok pada VSEN17.K Blok X K.1006 = 1 atau 2, maka minimal salah satu dari R.232-R.236 harus terisi.
18 Jika rumah milik sendiri pada VSEN17.K Blok XVI R.1602
= 1 , maka R.238, R.239, R.346, dan Blok VC R.1 VSEN17.KP harus terisi.
19 Jika rumah kontrak/sewa/dinas pada VSEN17.K Blok XVI
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 55
56 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
No Rincian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
R.1602 ≠ 1, maka R.238 dan minimal salah satu dari R.240-R.242 VSEN17.KP harus terisi.
20 Jika menggunakan PAM meteran pada VSEN17.K, Blok XVI R.1611A = 3, maka R.246 dan R.247 VSEN17.KP harus terisi.
21 Jika menggunakan bahan bakar memasak berupa LPG/gas kota/minyak tanah/arang/batubara/briket/kayu bakar pada VSEN17.K Blok XVI R1619 ≠ 0, maka minimal salah satu dari R.263-R.272 VSEN17.KP harus terisi.
22 Jika menggunakan listrik PLN pada VSEN17.K Blok XVI R.1618 = 1 atau 2, maka R.244 dan R.245 VSEN17.KP harus terisi.
23 Jika menggunakan kendaraan bermotor VSEN17.K Blok XXII R.2201H = 1, maka minimal salah satu dari R.254-R.262, dan R.237 VSEN17.KP harus terisi.
24 Jika menggunakan kendaraan bermotor VSEN17.K Blok XXII R.2202J = 1, maka minimal salah satu dari R.254-R.262 dan R.237 VSEN17.KP harus terisi.
56 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 57
25 Jika menggunakan kendaraan bermotor VSEN17.K Blok
XXII R.2202K = 1, maka minimal salah satu dari R.254-R.262 dan R.237 VSEN17.KP harus terisi.
26 Jika menggunakan telepon rumah VSEN17.K Blok XXII R.2202E = 1, maka R.274 VSEN17.KP harus terisi.
27 Jika terdapat ART yang sedang bersekolah VSEN17.K Blok V K.514 = 2, maka minimal salah satu dari R.303-R.308 VSEN17.KP harus terisi.
28 Jika terdapat ART yang menggunakan asuransi VSEN17.K Blok IX K.910 ≠ X, maka R.349 VSEN17.KP harus terisi.
29 Jika terdapat ART dengan status pekerjaan buruh/karyawan/pegawai/pekerja bebas VSEN17.K Blok VIII K.809 = 4 atau 5, maka Blok VA VSEN17.KP harus terisi.
30 Jika terdapat ART dengan status pekerjaan berusaha, baik sendiri maupun tidak VSEN17.K Blok VIII K.805 = 1 atau 2 atau 3, maka Blok VB VSEN17.KP harus terisi.
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 57
58 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 59
Lampiran 9. Kode Provinsi dan Kabupaten/Kota
Provinsi Kabupaten Nama
60 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 61
62 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 63
64 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 65
66 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 67
68 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
Lithuania 4050 Serbia & Montenegro (ex-Yugoslavia) 4053
Luxemburg 4050 Sierra Leone 4042
Pantai Gading 4042 Uni Emirat Arab 4014
Papua Nugini 4028 Uruguay 4032
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 69
Lampiran 11. Maksimum Konsumsi Per Kapita Seminggu
No.
2 01111001 Beras (beras lokal, kualitas
unggul, impor) Kg 7.00
3 01111003 Beras ketan Kg 7.00
4 01111006 Jagung basah dengan kulit Kg 15.00 5 01111005/2 Jagung pipilan/beras
jagung/jagung titi Kg 7.00
6 01111004 Tepung beras Kg 7.00
7 01115004 Tepung jagung (maizena) Kg 6.00
8 01115005 Tepung terigu Kg 6.00
9 0111 Padi-padian lainnya
(sebutkan): ... Kg 7.00
10 B. UMBI-UMBIAN 28.00
11 01178001 Ketela pohon/singkong Kg 15.00
12 01178002 Ketela rambat/ubi jalar Kg 15.00 13 01115007 Sagu (bukan dari ketela
pohon) Kg 15.00
14 01178004 Talas/keladi Kg 15.00
15 01177001 Kentang Kg 15.00
16 01178001 Gaplek Kg 15.00
17 01178001 Tepung gaplek (tiwul) Kg 15.00
18 01115006 Tepung ketela pohon
(tapioka/kanji) Kg 15.00
19 01178 Umbi-umbian lainnya
(sebutkan): ... Kg 21.00
20 C. IKAN/UDANG/CUMI/KERANG
1) Ikan segar/basah
21 01131017 Ekor kuning Kg 7.00
22 01131069/72/13 Tongkol, tuna, cakalang,
ikan kayu Kg 7.00
23 01131065 Tenggiri Kg 7.00
24 01131057 Selar Kg 7.00
25 01131028 Kembung, lema/tatare,
banyar/banyara Kg 7.00
26 01131067 Teri Kg 7.00
70 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
37 01131 Ikan segar/basah lainnya
(sebutkan): ... Kg 7.00 2) Udang dan hewan air lainnya
yang segar
38 01132004 Udang, lobster Kg 7.00
39 01132001/6 Cumi-cumi, sotong, gurita Kg 7.00 40 01132007/2/8 Ketam, kepiting, rajungan Kg 7.00 41 01132003/10/12 Kerang, siput, bekicot,
remis Kg 7.00 43 01133021/26/37 Kembung diawetkan/peda Ons 20.00
44 /01133031 Tenggiri diawetkan Ons 20.00
45 01133033/34/08 Tongkol/tuna/cakalang
diawetkan Ons 20.00
46 01133032 Teri diawetkan Ons 20.00
47 01133029 Selar diawetkan Ons 20.00
48 01133036 Sepat diawetkan Ons 20.00
49 01133002/3/4 Bandeng diawetkan Ons 20.00
50 01133011 Gabus diawetkan Ons 20.00
52 01133 Ikan diawetkan lainnya
(sebutkan): ... Ons 20.00
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 71
53 01133035 Udang diawetkan (ebi,
rebon) Ons 20.00
54 01133009 Cumi-cumi, sotong, gurita
diawetkan Ons 20.00
59 01123001 Daging kambing,
domba/biri-biri Kg 6.00
60 01122001 Daging babi Kg 6.00
61 01124003 Daging ayam ras Kg 6.00
62 01124002 Daging ayam kampung Kg 6.00
63 01124004 Daging bebek/itik, entok Kg 6.00 64 01124 Daging unggas lainnya
(sebutkan): ... Kg 6.00 65 01121/22/23 Daging segar lainnya
(sebutkan): ... Kg 6.00
2) Daging diawetkan
66 01125006/7 Dendeng Kg 4.00
67 11111004/95/96 Abon (sapi, ayam, rusa,
dsb.) Ons 4.00
68 01126001 Daging dalam kaleng
(kornet, dsb.) Kg 4.00
69 01125001/2/
11/4
Sosis, nugget, daging asap,
bakso diawetkan Kg 4.00
70 01125 Daging diawetkan lainnya
(sebutkan): ... Kg 4.00
72 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
79 01147003 Telur itik/telur itik manila Butir 21.00
80 01147005 Telur puyuh Butir 60.00
81 01147004 Telur lainnya (telur penyu,
telur angsa, dsb.) Butir 21.00 82 011111003 Telur asin (mentah maupun
matang) Butir 21.00
83 01141000 Susu murni Liter 15.00
84 01143003 Susu cair pabrik
Kotak kecil (±250 ml)
10.00
85 01143005 Susu kental manis Kaleng
(±397 gr) 3.00
101 01171010 Daun ketela pohon/daun
singkong Kg 4.00
102 01173023/26 Terong Kg 4.00
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 73
104 01173014/15 Labu, labu siam, labu
parang Kg 4.00
105 01173001 Jagung muda kecil Ons 20.00
106 01171026 Bahan sayur sop/cap
cay/kimlo (paket) Bungkus 7.00 107 01171024/25 Bahan sayur asam/lodeh
(paket) Bungkus 7.00
119 01176 Sayur-sayuran lainnya
(sebutkan): ... Kg -
126 01168 Kacang lainnya (sebutkan):
... Kg 7.00
74 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017
143 01162002-14 Pisang lainnya (sebutkan):
... Kg 14.00
159 1167033 Kelapa (tidak termasuk
santan instan) Butir 4.00
160 01152001/0115
1000 Margarine, mentega Ons 5.00
161 1154 Minyak dan kelapa lainnya Liter 1.00
Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 75
164 01181002 Gula merah, gula air
(pohon aren, kelapa, lontar) Ons 10.00
165 01212001 Teh bubuk Ons 3.00 172 01222/3 Bahan minuman lainnya
(sebutkan): ... ……
173 K. BUMBU-BUMBUAN
174 01192001 Garam Gram 100.00
175 01192005 Kemiri Gram 100.00
176 01192006 Ketumbar/jinten Gram 100.00
177 01192007 Merica/lada Gram 100.00
178 01173024 Asam Gram 100.00
179 01194003/4 Terasi/petis Gram 100.00
180 01191003 Kecap 100 ml 3.00
181 01194008 Penyedap masakan/vetsin Gram 100.00
182 01191005 Sambal jadi 100 ml 3.00
185 01192003/4 Bumbu dapur lainnya (pala,
jahe, kunyit, dsb.) Gram 100.00
186 L. KONSUMSI LAINNYA
187 01115012 Mie instan Bungkus (± 80 gr) 42.00
188 01115010 Mie basah Kg 10.00
189 01115008 Bihun, kwetiau kering Ons 50.00 190 01115015/12 Makaroni, mie kering,
spageti kering Ons 50.00
76 Pedoman Pengawas Susenas Maret 2017 194 01115013 Bubur bayi kemasan
Kotak kecil (± 150 gr)
7.00
195 01115 Konsumsi lainnya
(sebutkan): ... …….
196 M. MAKANAN DAN
MINUMAN JADI
1) Makanan dan minuman jadi
197 01112005 Roti tawar Potong 15.00
198 01112003 Roti manis, roti lainnya Potong 15.00 199 11111025/044 Kue kering, biskuit,
semprong Ons 7.00
200 11111024/103/
123
Kue basah (kue lapis, bika
ambon, lemper, dsb.) Buah 50.00
ambon, lemper, dsb.) Buah 50.00