• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENCAPAIAN INDIKATOR PLP-BK

Dalam dokumen BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG (Halaman 41-47)

5.1 PENCAPAIAN KPI PLPBK

Pencapaian kinerja program sesuai indikator utama (KPI); dari 10 indikator yang ditetapkan terdapat pencapaian sesuai target 6 indikator, sedangkan 4 indikator lainnya di Page 1 bawah standar (tidak tercapai). Secara umum, Desa Panempan terkait indikator tersusunnya RTPLP sudah diuji di tk. Desa dan disahkan oleh Bupati/Walikota, RTPLP fokus pada kawasan miskin prioritas, Kesepakatan penataan permukiman yang tertuang dalam aturan bersama terlaksana, RTPLP memuat rencana RTH hijau minimal 10% dari luas kawasan prioritas, Sarana dan prasarana permukiman terbangun berkualitas dengan indeks nilai 100, menandakan 5 indikator maksimal. Untuk pembangunan sarana dan prasarana permukiman mampu melayani warga miskin (pemanfaat lsg) indeks nilai 91 sesuai target.

Indikator Partisipasi warga miskin dan renta aktif dlm perenc. partisipatif dan pengambilan keputusan, dengan nilai 41, sedangkan Partisipasi perempuan terlibat aktif dlm perenc. partisipatif dan pengambilan keputusan dengan nilai 45. Namun untuk Pemeliharaan dan pengelolaan sarana&prasarana terbangun berjalan dan berkelanjutan dan Terlaksananya audit di lokasi PLPBK dengan hasil WTP hasil indeks nilai nol. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Program PLPBK di Kabupaten Pamekasan, telah dianggap sukses dalam pelaksanaannya, menanggulangi minimnya infrastruktur prasarana lokal sebagai penghambat perekonomian warga, dan secara wajah penataan dianggap kumuh. Sehingga pemerintah pusat memberikan dana hibah lewat program P2KKP, yang didanai oleh world bank memberikan bantuan dana sebesar satu milyar untuk membangun wajah desa Panempan, dan dengan dana sharing pemda sebesar lima ratus juta rupiah selain itu pada tahun 2015 mendapatkan dana PLPBK lanjutan sebesar satu milyar merupakan berkah yang sangat luar biasa untuk desa ini.

V - 2 LAPORAN AKHIR

TABEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Indikator Hasil (Komponen 1) Indikator Hasil (Komponen 2)

Partisipasi

VI - 1 LAPORAN AKHIR

BAB VI

PENCAPAIAN INDIKATOR PLP-BK

6.1 PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Pemantauan adalah kegiatan untuk melihat apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan prosedur program atau tidak. Kegiatan ini dilakukan di seluruh tahapan kegiatan program, sejak pelatihan dan sosialisasi, perencanaan, pemasaran sosial, pelaksanaan dan pemeliharaan. Pelaku pemantauan adalah masyarakat, perangkat pemerintah di berbagai tataran, konsultan, fasilitator, lembaga donor, dan lain-lain.

Manfaat dari pemantauan adalah:

 Untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan.

 Input untuk evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan program

 Dasar pembinaan atau dukungan teknis kepada pelaku program dan masyarakat.

Jenis kegiatan pemantauan dalam program ini meliputi:

a. Pemantauan Partisipatif oleh Masyarakat

Adalah pemantauan terhadap pelaksanaan program yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.

Masyarakat Desa Panempan pada dasarnya pemilik program PLPBK dan mereka pula yang bertanggung jawab memantau proses kegiatan tersebut. Dalam rembug masyarakat Desa Panempan, masyarakat memilih dan membentuk kelompok/tim khusus yang akan melakukan pemantauan secara sukarela demi kepentingan masyarakat kelurahan/desanya. Kelompok tersebut secara aktif melakukan tinjauan lapangan, mengawal jalannya PLPBK di Desa Panempan

VI - 2 LAPORAN AKHIR

b. Pemantauan oleh Pemerintah yang Berwenang

Adalah kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh aparat pemerintah yang berwenang. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai prinsip dan prosedur serta dipakai sebagaimana mestinya. Semua pegawai pemerintah yang terlibat dalam program (tim koordinasi, walikota/bupati, camat, lurah/kades, dll) mempunyai tugas mengunjungi lokasi pelaksanaan program, baik secara rutin maupun berkala untuk memantau pelaksanaan kegiatan dan membantu memfasilitasi penyelesaian masalah. Proses pemantauan didukung dengan data SIM PLPBK.

c. Pemantauan oleh Konsultan dan Fasilitator

Adalah kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh konsultan atau fasilitator. Konsultan pusat, konsultan provinsi, konsultan tingkat kota/kabupaten, dan fasilitator mempunyai tanggung jawab untuk memantau kegiatan PLPBK. Mereka wajib melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah pelaksanaan setiap tahapan kegiatan sudah berjalan sesuai dengan rencana, dan apakah prinsip maupun prosedur program juga diterapkan dengan benar melalui data SIM PLPBK dan uji petik.

VII - 1 LAPORAN AKHIR

BAB VII

KENDALA - KENDALA

7.1 Kendala Program PLPBK

Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas dan sering juga disebut Neighborhood Development (ND). Suatu rangkuman kegiatan yang cukup panjang dan merupakan produk aplikatif, setelah direncanakan langsung dilakukan pembangunan fisiknya.

Pada sub bab kendala disini berusaha memaparkan permasalahan dilapang baik dalam proses perencanaan pembuatan dokumen, maupun pada kegiatan fisik di desa Panempan, kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Proses perencanaan yang menjadi kendala yaitu :

 Tahapan Refleksi Perkara Kritis (RPK), menyamakan persepsi tentang perkara kritis mengidentifikasi kawasan Padat, Kumuh, Miskin, setelah melalui FGD di tingkat RT/RW diteruskan tingkat desa dan dari masukan RPK desa dibawa ke FGD tingkat Kabupaten, setelah dapat masukan dari tim teknis Kabupaten maka baru ditentukan tolak ukur menilai RPK tersebut.

 Tahap Pemetaan Swadaya, kendalanya transfer ilmu pemetaan dari TAPP ke TIPP dan warga desa Panempan, permasalahannya banyak legenda dan keterangan terkait keruangan yang diterjemahkan dalam pemetaan dasar namun dalam saat survei lapang bermasalah kesulitan menerjemahkan kondisi lapang dengan menuangkan pada peta dasar. Namun dengan pelatihan dan praktek lapang yang berkelanjutan, hal tersebut dapat teratasi

 Tahap pengerjaan RPLP, RTPL dan AB, kendala pengerjaan dokumen RPLP dan RTPLP tersebut dalam mencari beberapa data, sedangkan dari dokumen AB yaitu permasalahan konsistensi terhadap Oprasional dan Pemeliharaan. Semua kendala tersebut dapat terselesaikan dengan meminta data sekunder pada SKPD, dan untuk Oprasioanal Pemeliharaan akhirnya memilih orang-orang yang bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap suatu amanah yang diberikan.

Proses kegiatan pembangunan Fisik desa Panempan, yag menjadi kendala :

 Masyarakat selalu menanyakan kapan akan dibangun, setelah dibangun menanyakan kenapa harus dibangun di dusun tersebut. Permasalahan seperti ini yang menguras banyak tenaga, masyarakat yang tidak pernah ikut sama sekali kegiatan PLPBK namun saat pembangunan menanyakan kenapa, mengapa dan

VII - 2 LAPORAN AKHIR

bagaimananya, sehingga dilakukan pemaparan ulang orang perorang yang belum paham kegiatan tersebut.

 Masyarakat yang selalu berpikiran negatif terhadap program ini, yaitu kelompok lawan dimana tidak terpilih sebagai KSM penyedia kegiatan tersebut, atau kelompok yang kontra terhadap BKM Delta, permasalahan tersebut diselesaikan dengan diskusi dan duduk bersama dengan Kepala desa Panempan, PJOK Kecamatan, Tim Korkot 25 Madura Raya, dan Tim Teknis Kabupaten Pamekasan.

 Kedala disebabkan oleh adanya gejala alam, seperti hujan sehingga dapat mengganggu jalan kegiatan fisik, akibatnya beberapa titik pembangunan meleset dari penjadwalan, mengakibatkan membengkaknya anggaran untuk pembayaran tenaga kerja, hal tersebut disiasati dengan sebagian masyarakat lokal yang bekerja kasar mau untuk bersuadaya tenaga, juga memberikan konsumsi makan siang bagi para pekerja.

VIII - 1 LAPORAN AKHIR

BAB VIII

Dalam dokumen BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG (Halaman 41-47)

Dokumen terkait